Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Studi Aktivitas Antioksidan Dan Antikanker Payudara (MCF-7) Ekstrak Etanol Daun Benalu Langsat Dendrophthoe pentandra Desi E. Gusungi; Wilmar Maarisit; Hariyadi Hariyadi; Nerni O. Potalangi
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 3 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.677 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v3i1.274

Abstract

Daun Benalu langsat Dendrophthoe pentandra mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid, alkaloid, triterpenoid, dan saponin yang dapat berperan sebagai antioksidan dan antikanker. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi radikal bebas didalam tubuh. Flavonoid dan alkaloid bekerja sebagai antioksidan yaitu dengan cara menyumbangkan atom hydrogen, sehingga radikal DPPH dapat tereduksi. Senyawa saponin dan triterpenoid juga mempunyai efek antioksidan dengan membentuk spesies reaktif seperti hidroperoksida dan superoksida sebagai antioksidan sehingga menghambat pembentukan lipid peroksida. Senyawa Flavonoid, alkaloid dan triterpenoid juga dikatakan sebagai antikanker yaitu dengan cara menghambatan mekanisme pembelahan serta pengaktifan jalur apoptosis sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan antikanker ekstrak etanol daun benalu langsat. Pengujian ini menggunakan metode DPPH dan MTT. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa aktivitas antioksidan daun benalu langsat sangat kuat, dilihat dari nilai IC50 yaitu 1.9787 ppm/mL dan kurang aktif pada aktivitas antikanker dengan nilai IC50 sebesar 1497 µg/mL
Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Sabun Cair Ekstrak Daun Pala Myristica fragrans Houtt Mirabella V. Moningka; Douglas N. pareta; Hariyadi Hariyadi; Nerni Potalangi
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 3 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.073 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v3i2.280

Abstract

Sabun cair merupakan campuran dari senyawa kalium dengan asam lemak yang digunakan sebagai bahan pembersih tubuh, berbentuk cair, busa, dengan atau tanpa zat tambahan lain serta tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Tujuan penelitian ini untuk membuat sediaan sabun cair ekstrak daun pala dan melakukan pengujian aktivitas antibakteri sediaan sabun cair ekstrak daun pala terhadap bakteri S. aureus. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium. Metode yang digunakan adalah difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan sediaan sabun cair ekstrak daun pala memiliki aktivitas antibakteri ditandai dengan terbentuknya zona hambat. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bawah formulasi sediaan sabun cair ekstrak daun pala dengan konsentrasi 8% dan 9% telah memenuhi persyaratan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan SNI 06-4085-1996. Sedangkan pada konsentrasi 10% dalam uji pH tidak memenuhi persyaratan. Formulasi sediaan sabun cair ekstrak daun pala memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus yaitu pada konsentrasi 8% zona hambat 9.6 mm, konsentrasi 9% zona hambat 7.3 mm, dan konsentrasi 10% zona hambat 6.6 mm.
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Akar Mangrove Sonneratia alba Dengan Menggunakan Metode DPPH Sony Larumpaa; Jeane Mongi; Hariyadi Hariyadi; Ferdy A. Karauwan; Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbt.v5i2.390

Abstract

Antioksidan merupakan suatu kemampuan untuk menghambat, menekan, serta mencegah terjadinya rantai oksidasi yang dapat menghasilkan radikal bebas. Salah satu tumbuhan yang menarik untuk digunakan sebagai obat tradisional adalah tanaman mangrove Sonneratia alba yang berpotensi sebagai antioksidan. Akar Sonneratia alba mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak akar mangrove Sonneratia alba. Penelitian ini menggunakan metode DPPH untuk mengetahui adanya aktivitas antioksidan. Hasil penelitian ini didapatkan bahawa pada konsentrasi 10ppm, 20ppm, 30ppm, 40ppm, 50ppm akar mangrove Sonneratia alba memiliki aktivitas antioksidan. Namun yang memiliki aktivitas antioksidan lebih baik adalah pada konsentrasi 50ppm dengan persen penghambatan radikal DPPH pada ekstrak kasar sebesar 71,556% dan pada fraksi n-heksan sebesar 79,625%.
Identifikasi Medication Error Fase Prescribing Resep Poli dan Resep Operasi di Rumah Sakit Mata Provinsi Sulawesi Utara Bulan Januari Tahun 2022 Andhika Ratu; Jeane Mongi; Douglas N. Pareta; Hariyadi Hariyadi
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbt.v5i2.394

Abstract

Medication error adalah kejadian yang menyebabkan kerugian pasien akibat pemakaian obat selama dalam penanganan tenaga kesehatan yang sebetulnya dapat dicegah. Rumah Sakit Mata Provinsi Sulawesi Utara memiliki jumlah resep masuk yang banyak tetapi hanya sedikit tenaga dokter spesialis mata yang ada sehingga berpotensi terjadinya medication error. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang bisa menyebabkan medication error di RS Mata Provinsi Sulawesi Utara. Resep yang diambil adalah semua resep poli maupun operasi yang masuk selama bulan Januari tahun 2022. Pada hasil penelitian didapatkan bahwa medication error fase prescribing pada resep pasien poli tertinggi adalah kurangnya ketepatan identitas pasien sebesar 5.28%, kemudian kurang jelasnya tulisan dokter pada resep sebesar 2.35%, adanya duplikasi obat sebesar 1.47%, kurang tepatnya identitas dokter dan tidak ada tanggal pemberian resep masingmasing 1.17%, tidak ada bentuk sediaan dan tidak adanya rute pemberian obat sebesar 0.88%, tidak adanya dosis obat 0.59% dan tidak adanya jumlah obat 0.29%. Dan medication error fase prescribing pada resep pasien operasi tertinggi adalah tidak adanya rute pemberian obat sebesar 4.59%, kemudian kurangnya ketepatan identidas pasien 4.08%, kurangnya ketepatan identitas dokter, tidak adanya tanggal pemberian resep dan tidak adanya jumlah obat sebesar 3.06%, tidak adanya bentuk sediaan sebesar 2.04%, dan tidak adanya aturan pakai 1.02%.
Dampak Limbah Peternakan Babi Terhadap Kualitas Air Sungai Sosongian Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan Jianer Tambani; Hariyadi Hariyadi; Nerni O. Potalangi; Sonny D. Untu
Majalah INFO Sains Vol 3 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jis.v3i2.54

Abstract

Peternakan adalah suatu kegiatan usaha untuk meningkatkan biotik berupa hewan ternak dengan cara meningkatkan produksi ternak yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Peternakan Babi adalah usaha membudidayakan Babi untuk mendapatkan dagingnya sebagai sumber protein hewani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak limbah peternakan Babi terhadap kualitas air sungai Sosongian Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan crosssectional. Dari hasil penelitian didapat bahwa hasil pengukuran pH tersebut mengindikasikan bahwa masuknya air limbah peternakan Babi ke dalam aliran air sungai Sosongian tidak mengubah tingkat asam – basa air sungai sampai melebihi ambang baku mutu pH air. pH air sungai Sosongian setelah di lakukan pengujian sampel menunjukkan hasil pH berada pada kisaran 6,3 sampai 9. Kesimpulannya Status kualitas air sungai Sosongian di Kecamatan Tumpaan tergolong dalam kondisi baik dan tidak tercemar baik itu sebelum ataupun sesudah masuknya limbah peternakan Babi.
Identifikasi Kandungan Formalin Pada Mie Basah Yang Beredar Di Pasar Beriman Kota Tomohon Calvin Parengkuan; Hariyadi Hariyadi; Vlagia Paat; Silvana Tumbel
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan formalin pada mie basah yang beredar di Pasar Beriman Kota Tomohon. Jenis penelitian ini dengan uji laboraturium untuk mengidentifikasi adanya kandungan formalin, dengan analisis kualitatif menggunakan dua pereaksi yaitu pereaksi KMnO4 dan Test Kit Formalin. Hasil identifikasi kandungan formalin, terdapat dua sampel yang postif dengan menggunakan pereaksi KMnO? yaitu sampel A dan D. Hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan terdapat 2 sampel positif mengandung formalin dengan menggunakan pereaksi KMnO?. Tidak terjadi perubahan warna pada Test Kit Formalin bahwa kandungan formalin pada mie basah bukan formalin murni akan tetapi sudah bercampur dengan natrium karbonat atau soda abu yang biasanya digunakan dalam penambahan pembuatan mie sebagai penguat adonan dan pengawet. Adanya kandungan formalin pada mie basah tidak dapat ditentukan hanya dengan melihat ciri-ciri mie tersebut namun perlu dilakukan penelitian agar hasil yang di dapatkan lebih akurat.
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Benalu Pada Kersen Dendrophtoe pentandra (L.) Dengan Metode 2,2- diphenyl -1- Picrylhydrazyl (DPPH) Monica Sarra Tamunu; Douglas N Pareta; Hariyadi Hariyadi; Ferdy A Karauwan
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.378

Abstract

Antioksidan adalah suatu senyawa yang menghambat/menunda oksidasi suatu molekul dengan cara mengakhiri reaksi berantai inisiasi dan propagasi. Benalu merupakan tumbuhan parasit yang memiliki banyak aktivitas biologis seperti antioksidan, antikanker, antidiabetes dan hipertensi. Daun benalu kersen merupakan jenis benalu bersifat parasit yang menyerang berbagai jenis tumbuhan inang, semak, maupun pohon. Prosedur pegujian dilakukan dengan dibuat beberapa larutan sampel dengan konsentrasi 20,40, 60, 80, dan 100 ppm. Sampel dipipet dan ditambahkan larutan DPPH (200 ppm) dengan perbandingan 1:4 ke dalam 96 –well clear polystyrene microplate lalu dihomogenkan. Campuran diinkubasi selama 30 menit pada suhu 37 C, kemudian serapan diukur dengan microplate reader pada panjang gelombang 520 nm. Hasil uji aktivitas antioksidan dilakukan untuk mengetahui nilai IC50 dari sampel benalu kersen. Berdasarkan hasil penelitian antioksidan benalu kersen dengan menggunakan metode DPPH menunjukkan esktrak benalu kersen mempunyai nilai IC50 sebesar 21,70 µg/ml. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak tersebut mempunyai aktivitas antioksidan yang kuat karena mempunyai nilai IC50 kurang dari 200 µg/ml.
Uji Efektivitas Etanol Daun Pandan (Panandus amarylifolius Roxb) Sebagai Penyembuhan Luka Sayat pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Priska C. Londoran; Jabes W. Kanter; Christel N. Sambou; Hariyadi Hariyadi
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 3 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i3.174

Abstract

An incision is a wound that splits the skin area due to being cut by a sharp object. Indonesian people use medicinal plants very much in traditional or modern medicine. One of the plants that can be used as a medicinal ingredient is fragrant pandan leaves which can accelerate the wound healing process. This study aims to determine the level of effectiveness of pandan leaf extract as a healer for cuts. This study used 15 white rats which were then slashed on their backs using a 1 cm long scalpel with a depth of ± 2 mm. This study used a laboratory experiment using a completely randomized design consisting of 5 treatment groups, including 1 negative control, positive control (10 percent povidone iodine) and 3 graded concentrations, namely pandan leaf extract concentrations of 5.10 to 15 percent with 2 each. repetition times. The results of measuring the length of the wound in rats showed that fragrant pandan leaf extract with a concentration of 10 percent and 15 percent had the same effectiveness.