Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Karakter Rasa Ingin Tahu Siswa Pada Tema Struktur dan Fungsi Tumbuhan Fatkul Jannah; Wirawan Fadly; Aristiawan Aristiawan
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.848 KB) | DOI: 10.21154/jtii.v1i1.63

Abstract

Tujuan penelitian ini siswa diharapkan dapat mengembangkan karakter rasa ingin tahu pada mata pelajaran IPA sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu dengan teknik claster random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tulis dan wawancara dengan guru serta siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dari hasil nilai yang diujikan ke siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata seluruh indikator rasa ingin tahu siswa masih belum mencapai nilai yang diharapkan atau masih belum tuntas. Namun, berdasarkan penelitan yang telah dilakukan maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa Rasa Ingin Tahu siswa mencapai skor tertinggi pada indikator Adventurous, sedangkan skor terendah yaitu pada indikator Discover. Sehingga rata-rata kemampuan Rasa Ingin Tahu siswa berjumlah 68,4 yang menunjukkan bahwa hasil belajar siswa sudah cukup baik pada karakter Rasa Ingin Tahu yang ditinjau dari keseluruhan nilai tiap indikator.
Analisis Tingkat Penalaran Peserta Didik SMP dalam Memecahkan Masalah Soal Evaluasi Berbasis Literasi Numerasi Ika Lasmita sari; Edi Irawan; Aristiawan Aristiawan; Arinta Windiyanti Rokmana
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.888 KB) | DOI: 10.21154/jtii.v1i3.135

Abstract

Kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah penalaran. Proses observasi yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa kemampuan bernalar peserta didik dalam suatu permasalahan masih rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan tingkat penalaran peserta didik dalam memecahkan masalah pada soal evaluasi berbasis literasi numerasi pada tema kemagnetan kelas IX C di SMPN 5 Ponorogo, berdasarkan tingkat kemampuan peserta didik, yaitu kemampuan tinggi, kemampuan sedang, dan kemampuan rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan jenis penelitian Cross Sectional, dan pemilihan sampel menggunakan purposive Sampling. Pengumpulan data yang menggunakan tes kepada populasi dan wawancara kepada 6 sampel. Hasilnya 1) peserta didik dengan kemampuan tinggi dapat memecahkan masalah dengan memenuhi indikator penalaran sistematis. Peserta didik sejumlah 9 orang dengan presentase sebesar 33.3%; 2) peserta didik dengan kemampuan sedang dalam memecahkan masalah, hanya memenuhi indikator mengajukan dugaan dan memeriksa kesahihan argumen. Peserta didik berjumlah 5 orang dengan presentase sebesar 18,5%; 3) peserta didik dengan kemampuan rendah dalam memecahkan masalah hanya mampu memenuhi indikator mengajukan dugaan. Peserta didik berjumlah 13 orang dengan presentase sebesar 48,2%.
Efektivitas Model Pembelajaran PDEODE (Predict – Discuss – Explain – Observe – Discuss – Explain) Berorientasi pada Socio Scientific Issue terhadap Kemampuan Observasi Peserta Didik Khossy Alviaturrohmah; Hanin Niswatul Fauziah; Aristiawan Aristiawan; Aldila Candra Kusumaningrum
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.541 KB) | DOI: 10.21154/jtii.v1i2.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran PDEODE (Predict – Discuss – Explain – Observe – Discuss – Explain) yang berorientasi pada socio scientific issue terhadap kemampuan observasi peserta didik kelas VII di MTsN 4 Ponorogo. Instrumen penelitian ini adalah soal pilihan ganda ang diberikan setelah diterapkannya model pembelajaran PDEODE berorientasi pada socio scientific issue. Data dianalisis dengan uji-t menggunakan aplikasi Mini tab. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa P-value sebesar 0,00. Karena nilai P-value kurang dari 0,05 maka H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran PDEODE berorientasi pada socio scientific issue cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan observasi peserta didik kelas VII di MTsN 4 Ponorogo.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis STEM terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Moh Rizal Mustofa; Syaiful Arif; Atik Karomatus Sholihah; Aristiawan Aristiawan; Arinta Windiyanti Rokmana
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.968 KB) | DOI: 10.21154/jtii.v1i3.165

Abstract

Pemerintah saat ini memiliki cita–cita bisa meningkatkan keahlian siswa untuk menyongsong perkembangan Abad 21 yang menonjolkan kemampuan seperti berpikir kritis, kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan komunikasi yang baik dan benar. Dengan demikian perlu peran seorang pendidik yang inovatif untuk merealisasikan cita-cita tersebut sehinga siswa memiliki kemampuan berpikir yang lebih pada dirinya. Sudah banyak sekali sekarang ini penelitian yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa, tetapi masih belum bisa maksimal untuk semuanya. Hasil data yang diperoleh nilai rata-rata dari kelas kontrol sebesar 55,5 sedangkan untuk kelas eksperimen sebesar 72. Sedangkan dari uji-t yang didapatkan P-Velue sebesar 0,000 maka Ho ditolak. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa dengan model pembelajaran PBL basis STEM dengan siswa menggunakan model pembelajaran ceramah.
Pengaruh Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) Berbasis STEM dalam Meningkatkan Kemampuan Metakognisi Lelik Ayu Anggraini; Syaiful Arif; Izza Aliyatul Muna; Aristiawan Aristiawan
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.155 KB) | DOI: 10.21154/jtii.v1i2.199

Abstract

Seiring berjalannya waktu Pendidikan adalah investasi masa depan yang tak ternilai. Dimana pendidikan berperan penting dalam pembentukan suatu perubahan. Dibutuhkan pemanfaatan kemampuan metakognisi dalam memecahkan suatu masalah. Dimana pembelajaran IPA tidak hanya pembelajaran pengetahuan dasar dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul dalam penerapannya. Dibutuhkan kemampuan metakognisi dimana kemampuan terseburt muncul dalam diri peserta didik. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaaran dan Efektifitas model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) berbasis STEM dalam meningkatkan kemampuan metakognisi peserta didik kelas VIII di MTs Darul Huda Ponorogo. Pada penelitian ini menggunakan tes dan angket sebagai instrument pengumpulan data. Berdasarkan hasil penelitian yang diakukan mengunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) berbasis STEM berjalan dengan baik dan lancar. Sedangkan peningkatan pembelajaran yang semula menggunakan model pembelajaran konvensional kemudian mengunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) berbasis STEM mengalami penigkatan sebanyak 32%. Serta hasil analisis angket yang telah diisi oleh tiap peserta didik bernilai positif dilihat dari perolehan skor yang terdapat dalam angket. Hal tersebut menunjuukan bahwa Numbered Head Together (NHT) berbasis STEM sangat berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan peserta didik.
Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Siswa SMA Menggunakan Soal Essay Aristiawan Aristiawan
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v2i1.525

Abstract

Pengukuran kemampuan pemecahan masalah dengan soal essay memungkinkan guru untuk melihat kualitas pengerjaan siswa, alih-alih hanya melihat jawaban akhir siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa SMA kelas XI IPA yang dihadapkan pada soal essay. Aspek pemecahan masalah fisika yang diukur meliputi memahami masalah, mengorganisasi pengetahuan, menjalankan rencana penyelesaian, dan mengevaluasi solusi. Penelitian dilakukan terhadap 96 siswa SMA. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah fisika pada kategori sedang dengan rata-rata 0,26 dan standar deviasi 0,99. Rentang kemampuan siswa berada pada -1,76 ≤ θ ≤ 3,23. Persentase ketercapaian aspek kemampuan pemecahan masalah fisika pada aspek memahami masalah sebesar 53,13%, mengorganisasi pengetahuan sebesar 24,65%, menjalankan rencana penyelesaian sebesar 42,01% dan mengevaluasi solusi sebesar 23,26%.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa aristiawan aristiawan; Laudry Bayu Andryansah
Natural Science Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/nsc.v9i1.5768

Abstract

This study aims to improve the science learning outcomes of class IX students in through application of the Think Pair Share (TPS) cooperative learning model. This type of research is a type of Classroom Action Research (PTK) which is carried out in 2 cycles. Where each cycle consists of 3 meetings. The research was conducted in September - October 2022 with the research subjects being class IX students of SMP N 2 Jetis Ponorogo. Data collection techniques used in this study are test. The test are essay test with a total of 10 items. The data obtained was then analyzed descriptively to see an increase in student learning outcomes. Based on the analysis, it is known that student learning outcomes have increased. This is evidenced by an increase in the class average score which was initially only 60.2 in the initial conditions to 86.3 at the end of cycle 2. Based on these data it can be concluded that the science learning outcomes of class IX students of SMP N 2 Jetis Ponorogo can be improved through the application of the Think Pair Share cooperative learning model.
Pengembangan Media Pembelajaran Powerpoint Berbantuan Software Prezi dengan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Kemampuan Presentasi Siswa Fahri Eka Ramadhani; Aristiawan Aristiawan
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v3i2.2036

Abstract

Dalam pembelajaran, peserta didik dituntut untuk dapat berkomunikasi khususnya ketika berada di dalam kelas agar terjadi timbal balik dalam pembelajaran. Namun rendahnya kemampuan presentasi peserta didik mengakibatkan kegiatan presentasi menjadi kurang maksimal sehingga timbal balik atau pertukaran informasi tidak dapat tersampaikan dengan baik. Oleh karena itu, dilakukan pengembangan sebuah produk pembelajaran yakni sebuah powerpoint berbantuan software prezi dengan pendekatan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kemampuan presentasi peserta didik pada pokok bahasan bioteknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) validitas produk powerpoint berbantuan software prezi; (2) kepraktisan produk powerpoint berbantuan software prezi; dan (3) efektivitas produk tersebut dalam peningkatan kemampuan presentasi peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan atau Research and Development dengan model pengembangan 4D. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, ditemukan bahwa (1) hasil analisis validasi ahli dari segi desain dan fitur serta materi menunjukkan predikat sangat baik dengan masing-masing mendapat skor persentase 93,33% dan 96,25%. (2) Hasil kepraktisan baik pada saat uji coba produk dengan skala terbatas maupun luas menunjukkan predikat praktis dengan masing-masing hasil berturut-turut mendapat skor persentase 83,14% dan 82,65%. (3) Hasil analisis efektivitas menunjukkan hasil bahwa produk ini efektif untuk meningkatkan kemampuan presentasi peserta didik.
Efektivitas Model Pembelajaran Think Pair Share dengan Pendekatan Education for Sustainability Development (ESD) untuk Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi Peserta Didik Astrida Bela Priandini; Aristiawan Aristiawan
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v4i1.2256

Abstract

Kurikulum 2013 memiliki tujuan salah satunya yaitu agar peserta didik mempunyai kompetensi dan menumbuhkan jiwa kolaborasi. Kemampuan kolaborasi merupakan kemampuan berpartisipasi dan saling bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran, aktivitas peserta didik dan pengaruh model pembelajaran Think Pair Share dengan pendekatan Education for Sustainability Development (ESD) untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi peserta didik kelas VIII di MTsN 6 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif quasi experimental design group. Pengambilan data melalui observasi dengan instrumen lembar observasi. Partisipasi pada penelitian ini yaitu peserta didik kelas VIII MTsN 6 Ponorogo yang dipilih secara random sampling. Hasil penelitian diketahui bahwa keterlaksanaan pembelajaran mengalami peningkatan disetiap pertemuannya dan diperoleh rata-rata 89% dengan kategori sangat baik. Aktivitas peserta didik juga mengalami peningkatan diperoleh rata-rata 68% dengan kategori baik. Kemampuan kolaborasi berdasarkan rata-rata menunjukkan bahwa kemampuan kolaborasi peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Think Pair Share dengan pendekatan Education for Sustainability Development (ESD) tidak sama dengan kemampuan kolaborasi peserta didik yang menggunakan model pembelajaran konvensional (kontrol). Dengan perolehan hasil rata-rata yang tidak sama maka dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Think Paair Share dengan pendekatan Education for Sustainability Development (ESD) berpengaruh terhadap kemampuan kolaborasi peserta didik kelas VIII MTsN 6 Ponorogo.
Implementasi Model Pembelajaran Kontekstual dengan Pendekatan Socio Scientific Issue Dalam Pembelajaran IPA untuk Mewujudkan Empati Kognitif Siswa Prifatma Baqiatun Nafiah; Aristiawan Aristiawan
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v4i2.3127

Abstract

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk sumber daya manusia. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di berbagai jenjang pendidikan dapat dijadikan sebagai ujung tombak pendidikan karakter dan salah satunya dalam menanamkan empati kognitif pada siswa. Penelitian ini berlatar belakang mengenai permasalahan empati kognitif siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui peran model pembelajaran kontekstual dengan pendekatan socioscientific issue dalam mewujudkan empati kognitif siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan kuantitatif dengan melakukan eksperimen. Dalam mengolah data penelitian ini menggunakan uji paired t-test. Kesimpulan dari penelitian ini adalah implemetasi model pembelajaran kontekstual dengan pendekatan socioscientific issue berpengaruh terhadap empati kognitif siswa. Dalam pengimplementasian Sosioscientific issue dengan penggunaan model pembelajaran kontekstual dapat membantu meningkatkan empati kognitif; sehingga siswa menjadi lebih tanggap terhadap lingkungannya dengan ilmu yang diperoleh.