Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analysis of aerobic endurance capacity level and body mass index of safin pati sports school soccer players born in 2006 Muhammad Fathurizqon; Khoiril Anam; Anies Setiowati; Nanang Indardi
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol. 21 No. 1 (2025)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v21i1.83808

Abstract

Coaches have difficulty identifying players' aerobic endurance capabilities based on their body proportions. The purpose of this study was to determine the level of aerobic endurance capacity and the ideal body condition of Safin Pati Sports School soccer players born in 2006. The analysis presented in the form of a classification and through a research approach based on a quantitative descriptive approach.(Allsabah, 2021). The quantitative approach to data measurement is quantitative and the statistics are objective using calculations from predetermined samples. The method in this study is a quantitative descriptive sampling method using purposive sampling and the analysis method uses quantitative descriptive statistics. Participants in this study were Safin Pati Sports School soccer students born in 2006. The sample consisted of 22 students out of 26 students who met the criteria, 4 of whom had injuries. The measurement tests used were Multistage Fitness Test, weighing and measuring height. The results of the study showed that the level of aerobic endurance capacity of Safin Pati Sports School soccer students averaged a value of 49.7 in the excellent category and the average player's body mass index value was 20.49 in the normal category. The conclusion from the results obtained from this study is that those who have excellent endurance are 82%, those who have good endurance are 14%, and those who have sufficient endurance are 5%. While the body mass index value of players in the underweight category is 14% and in the normal category is 86%. Coaches must maintain the level of aerobic endurance capacity and body mass index values they have and continue to pay attention to the training program with the food intake received by their players.
Pengaruh Latihan Plyomentric Terhadap Peningkatan Kecepatan Tendangan Sabit Pada Atlet Pencak Silat PSHT Di SMP IT Insan Cendekia Semarang Fikri Adiyansyah; Nanang Indardi
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 10 (2025): NJMS - Mei 2025
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latihan plyometric berfokus pada peningkatan daya ledak otot melalui gerakan eksplosif, sehingga diyakini dapat membantu meningkatkan kecepatan tendangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric terhadap peningkatan kecepatan tendangan sabit pada atlet pencak silat PSHT di SMP IT Insan Cendekia Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet pencak silat PSHT di SMP IT Insan Cendekia Semarang, dan sampel yang digunakan sebanyak 30 atlet yang dipilih menggunakan teknik Teknik Total Sampling berdasarkan pengambilan sampel dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel semua. Instrumen pengumpulan data berupa tes kecepatan tendangan sabit yang dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji melalui uji coba sebelumnya. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji Paired Sample T-Test. Hasil pretest menunjukkan rata-rata kecepatan tendangan sabit yang masih rendah, sementara hasil posttest menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hasil uji independent sample t-test, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test kecepatan tendangan sabit. Dengan demikian, latihan plyometric dapat dijadikan sebagai metode latihan yang efektif dalam menunjang performa atlet pencak silat, khususnya dalam aspek kecepatan tendangan
Permainan Tradisional Sreng Sebagai Sarana Untuk Meningkatkan Cinta Tanah Air Dhias Fajar Widya Permana; Nanang Indardi; Syahru Romadhoni; Lukman Hakim; Yoga Kuncahyo; Helen Mega Umi; Ari Murti
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v1i1.21775

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang menentukan terbentuknya kepribadian anak. Dalam hal ini maka diperlukan berbagai rangsangan untuk membentuknya. Banyak cara yang dilakukan dalam memberikan rangsangan pada anak usia dini salah satuya melalui pendekatan berbasis alam seperti permainan tradisional. Permainan tradisional bukan sekedar permainan yang bertujuan menghibur anak-anak, tapi juga bersifat mendidik serta berfungsi membantu anak-anak dalam membentuk karakter. Kondisi lingkungan bermain bagi anak yang sudah berbeda, menjadikan permainan tradisional jarang di mainkan oleh anak-anak sekarang, mereka lebih mengenal jenis permainan yang bersifat elektronik dan digital. Jenis permainan tradisional seolah-olah tersingkirkan dari lingkungan anak-anak yang tergerus oleh permainan modern seperti PlayStation (PS) dan jenis permainan canggih lainnya. Untuk itu diperlukan upaya orang tua dan tutor dalam mengenalkan kembali permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang dapat merangsang pembentukkan karakter akan cinta tanah air anak khususnya pada anak usia 4-6 tahun. Metode yang digunakan diantaranya diskusi, ceramah, dan demonstrasi. hasil kegiatan ini menemukan bahwa melalui permainan sreng, anak-anak dapat menanamkan karakter cinta tanah air dengan cara bermain bersama, menghargai, dan melestarikan budaya lokal. Permainan ini tidak hanya memberikan kesenangan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai seperti keseimbangan, kerja sama, dan rasa memiliki terhadap tanah air. kesimpulan yang dapat diambil dalam kegiatan ini yaitu dengan memainkan sreng, anak-anak belajar mencintai dan menghargai warisan budaya, yang pada akhirnya akan membentuk generasi yang peduli terhadap masa depan bangsa. selain itu, dengan bermain sreng masyarakat dapat melestarikan permainan tradisional ditengah kemajuan teknologi dan perkembangan jaman