Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan Tetap Sehat di Masa Pandemi Covid-19 Patria Asda; Nuryeti Syarifah
DIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/dmk.v2i2.296

Abstract

Penyuluhan Kesehatan Tetap Sehat di Masa Pandemi Covid-19. Tahun 2020 merupakan tahunpandemi, di mana novel corona virus (covid-19) menyerang seluruh dunia. Penyebaran kasus viruscorona secara global masih terus bertambah setiap harinya. Terjadinya peningkatan kasus virus covid-19 di Indonesia menunjukkan bahwa masih ada masyarakat yang belum memahami bahaya virus corona dan bagaimana cara pencegahannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk untukmeningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam masa pandemi covid-19, terutama peningkatanpengetahuan tentang virus Covid-19, pencegahannya serta aktivitas fisik di masa pandemic Kegiatanpenyuluhan kesehatan dilaksanakan dengan metode ceramah menggunakan media Slide PPT danleaflet, bertempat di wilayah RW 61 Dusun JetisWedomartani Sleman. Kegiatan yang dihadiri oleh 17orang ibu PKK berjalan lancar dan interaktif. Selama pelaksanaan massyarakat tetap memperhatikanprotocol kesehatan. Kegiatan penyuluhan kesehatan berjalan lancar dan masyarakat terlihat antusias. Pelaksanaan Kegiatan penyuluhan kesehatan telah berjalan lancar sesuai dengan perencanaan yang dibuat, dan sasaran ibu-ibu RW61 JetisWedomartani antusias dalam mengikuti kegiatan.Kata kunci: Penyuluhan kesehatan di masyarakat, penyuluhan Covid-19
KARAKTERISTIK MANAJEMEN NYERI PADA LANSIA DENGAN LOW BACK PAIN DI PUSKESMAS DEPOK III YOGYAKARTA Nur Yeti Syarifah
MIKKI (Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia) Vol 5, No 1 (2017): Vol. 5 No.1 Februari 2017
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v5i1.30

Abstract

Latar Belakang: The International Association for the Study of Pain (IASP) mendefinisikan nyeri sebagai “an unpleasant sensory and emotional experience which we primarily associate with tissue damage or describe in terms of such damage, or both.” Definisi ini menyatakan bahwa nyeri merupakan phenomena kombinasi dari aspek sensory, emosional, dan kognitif dan eksistensi dari keadaan pathology fisik tidaklah mutlak muncul pada pasien yang sedang mengalami nyeri. (The IASP, dalam Parrot,2002) 1 . Gejala nyeri punggung bawah (low back pain) bervariasi mulai dari rasa nyeri ke sensasi tertusuk atau tertembak. Rasa sakit ini dapat membuat penderita sulit untuk bergerak atau berdiri tegak2.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan non farmakologi nyeri pada lansia dengan Low Back Pain di Puskesmas Depok III Yogyakarta.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitain kualitatif dengan teknik wawancara terstruktur. Hasil: Penatalaksanaan nyeri punggung bawah yang digunakan ke-2 partisipan untuk mengurangi nyeri yang dirasakan dalam penelitian ini adalah penatalaksanaan onfarmakologi dengan fisioterapi atas indikasi dari dokter, fisioterapi dilakukan 6 kali terapi, bentuk terapi yang dijalani yakni terapi panas, terapi listrik, massage, dan latihan gerakan. Kesimpulan: Sebelum dilakukan penatalaksanaan nonfarmakologi nyeri yang dirasakan partisipan termasuk dalam nyeri sedang diukur menggunakan Visual Analogue Scale. Setelah dilakukan terapi tersebut nyeri punggung yang dirasakan partisipan berkurang menjadi nyeri ringan diukur menggunakan Visual Analogue Scale.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TENTANG DIET HIPERTENSI DENGAN TEKANAN DARAH DI PUSKESMAS GAMPING I Nur Yeti Syarifah; Anida Anida; Dhela Farinda
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v9i2.302

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif. Hipertensi merupakan silent killer dimana gejala dapat bervariasi pada masing-masing individu dan hampir sama dengan gejala penyakitnya lainya. Permasalahan saat ini masih ditemukan pasien hipertensi yang tidak mengetahui tentang diet yang disarankan. Tujuan Penelitian : Mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Diit Hipertensi Dengan Tekanan Darah di Puskesmas Gamping I.Metode Penelitian : Jenis penelitian menggunaan metode deskriptif korelasi dengan metode cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 30 lansia. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, analisis data menggunakan spearman.Hasil : Hasil uji korelasi spearman bahwa ada hubungan bermakna antara Tingkat Pengetahuan Lansia tentang Diet Hipertensi dengan Tekanan Darah di Puskesmas Gamping I (p = 0,017).Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna antara Tingkat Pengetahuan Lansia tentang Diet Hipertensi dengan Tekanan Darah di Puskesmas Gamping I.
GAMBARAN HASIL BELAJAR METODE DEMONSTRASI PRAKTIKUM IRIGASI KATETER PADA MAHASISWA S-1 ILMU KEPERAWATAN SEMESTER VI STIKES WIRA HUSADA YOGYAKARTA 2015 Nur Yeti Syarifah
MIKKI (Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia) Vol 4, No 1 (2016): Vol.4 No.1 Februari 2016
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v4i1.114

Abstract

ABSTRACT The Quality of education is closely related to the learning process. In the learning process raises the  interaction between teachers and students. Through the interaction between teachers and students and  interaction among students in the learning process will lead to positive impacts that can provide behavior change obtained learners after experiencing learning activities. The purpose of this study to determine student learning outcomes obtained after following the irrigated catheter with a practical demonstration of how they observed students using the guidelines for observation after mahaiswa following the learning process. The amount of samples in this research was 60 students that follows the course ofthe study from the beginning to the end of doing the research and willing to become respondents in the study. The instruments used in the form of guidelines for observation using a standard operating procedure that is standard. After the data collected then analyzed descriptive data and continued with a discussion based on a review of theory and research the authenticity of the line or not in line with the research. The results of this research by the characteristics of respondents aged 19-21 had the highest, amounting to 32 (53%) people, then the result of learning using practical demonstration of the highest in irrigated catheter with a value above 75 amounted to 42 students competent. The conclusion of this study is the description of learning outcomes in the practical demonstration of the methods of irrigation catheters with the number of respondents 60 students showed that 42 (70%) students have learning outcomes above 75 (competent).
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DIET TINGGI GARAM DENGAN DERAJAT HIPERTENSI DI DESA SINDUHARJO, WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGAGLIK I, SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Donatus Datoq; Nuryeti Syarifah; Siti Uswatun Chasanah
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v10i1.341

Abstract

Latar Belakang: Pola makan tinggi garam adalah jenis makanan tinggi garam  yang  di  konsumsi  setiap  hari  oleh  responden. Hipertensi  atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan yang menunjukkan tekanan darah secara konsisten berada pada atau diatas 140/90 mmHg. Pola makan yang menjadi penyebab utama timbulnya masalah hipertensi yaitu tinggi karbohidrat, tinggi lemak, tinggi protein dan tinggi garam. Tanda dan gejala yang muncul pada hipertensi antara lain: Sakit kepala atau pusing, Perubahan, Perdarahan hidung, Mual muntah, Nyeri dada, Sesak nafas, Tujuan  penelitian:  Diketahui  hubungan  antara  pola makan  diet tinggi garam dengan derajat hipertensi di Desa Sinduharjo, wilayah kerja Puskesmas Ngaglik I, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa YogyakartaMetode Penelitian:  Jenis penelitian  yang digunakan adalah penelitian observasi analitik dengan metode Cross Sectoinal. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dimana sampel penelitian ini sebanyak 60 responden yang berada di Desa Sinduharjo dan yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Ngaglik I, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.Hasil:  hasil penelitian menyatakan bahwa  ada  Hubungan  Antara  Pola Makan Diet Tinggi Garam dengan Derajat Hipertensi di Desa Sinduharjo, Wilayah Kerja Puskesmas Ngaglik I, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (p =0.000 < 0.05), (P=OR = 20.714), (CI 5.348-80.235). 
PERBEDAAN KADAR GULA DARAH TERHADAP SENAM KAKI PENDERITA DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS GONDOKUSUMAN I YOGYAKARTA Nur Yeti Syarifah; Muryani Muryani
MIKKI (Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia) Vol 7, No 2 (2018): Vol.7 No.2 Desember 2018
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v7i2.130

Abstract

ABSTRACT Background: Diabetics Mellitus in the world from year to year show an increase. Based on the data from international diabetes federation 2015, there Diabetics Mellitus as many as 387 million lives in 2014 increased to 415 million lives in 2015 and is expected to grow up to 642 million people in the 2040. Indonesia are placed 7th in the world of 10 million people, Incidence Diabetics Mellitus based on the results of health research for basic D.I Yogyakarta (2013) showed that Diabetics Mellitus highest occurred in the town of Yogyakarta as many as 3.4%. Data from the health department city Yogyakarta for Diabetics Mellitus most found in the Health Center Gondokusuman I namely by the number of 387 cases of Diabetics Mellitus. Exercise physical or sport is advisable one of them is gymnastic feet Diabetics Mellitus. Gymnastic feet aimed at improving circulation blood and nutrients to tissues as in smoothly. The purpose of: to know the infl uence of gymnastic the foot against the blood sugar levels in people with Diabetics Mellitus.A method of: the research is quantitative research, uses the method pre eksperiment design it is the this research that is used is identifi cation one group pretest and posttest with both 17 respondents in the present study. The results of: the results of the analysis bivariate by the use of what is the formula Wilcoxon shows differences in blood sugar levels before and after gymnastic feet , and also showed the presence of the infl uence of gymnastic the foot against the blood sugar concentration patients Diabetics Mellitus with the value of p value 0.001. A conclusion: there is a difference in blood sugar levels before and after gymnastic feet, and also showed the presence of the infl uence of gymnastic the foot against the blood sugar concentration patients Diabetes Mellitus.
PENGARUH TERAPI BEKAM TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI KLINIK SEHAT MUGI BAROKAH KARAKAN GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA Winda Astuti; Nur Yeti Syarifah
MIKKI (Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia) Vol 7, No 1 (2018): Vol. 7 No. 1 Februari 2018
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v7i1.13

Abstract

Background: Hypertension is a degenerative disease that becomes a serious problem but one way to reduce hypertension by means of cupping therapy.Objective: To know the effect of bruise therapy on blood pressure in hypertensive patients in healthy clinic Mugi Barokah Karakan, Godean, Sleman, Yogyakarta Method: This research is a quantitative research, using quasi experimental (quasi experiment) with pre and posttest without control. The population of this study were hypertensive patients who performed bruise therapy with population taking at the clinic of bruise therapy as much as 15 respondents. The sampling technique used incidental samples, with a sample size of 15 people. Data collection tool using check list.Results: The results showed the value of bivariate analysis with the wilxocon test formula that there was an effect of bruise therapy on blood pressure in hypertensive patients after bruise. That there was an average decrease in blood pressure on 15 respondents of hypertension before and after cupping therapy showed with p = 0,000 and p = 0.003 where p <0.005 Conclusion: There is infl uence of bruise therapy to blood pressure in hypertension patient at Healthy Clinic Mugi Barokah Karakan Godean Sleman Yogyakarta
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG EARLY WARNING SCORE DENGAN PENDOKUMENTASIAN EARLY WARNING SCORE DI RUANG RAWAT INAP DEWASA RUMAH SAKIT Dr. SOETARTO YOGYAKARTA Luluk Aswiati; Yuli Ernawati; Nuryeti Syarifah
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v9i1.259

Abstract

Latar Belakang: Tingkat pengetahuan perawat berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan pasien. Artinya, perawat harus memastikan bahwa data yang dihasilkan harus dicatat dengan benar dan dikomunikasikan dengan petugas kesehatan lainnya, sehingga tidak terjadi asimetri informasi antara perawat dan petugas kesehatan lainnya.Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan perawat tentang EWS dengan Pendokumentasian EWS di Ruang Rawat Inap Dewasa Rumah Sakit Dr. Soetarto Yogyakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah perawat Ruang Rawat Inap Dewasa Rumah Sakit Dr. Soetarto Yogyakarta yang berjumlah 29 orang. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 29 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Analisis data menggunakan uji spearmen rank.Hasil: 1) Sebagian besar perawat memiliki pengetahuan baik tentang EWS Hal ini dapat diketahui melalui persentase pengetahuan perawat tentang EWS kategori baik sebesar 66% (19 orang). 2) Sebagian besar perawat telah bekerja sesuai dengan pendokumentasian EWS. Hal ini dapat diketahui melalui persentase perawat yang memiliki pendokumentasian sesuai EWS sebesar 93% (27 orang). 3) Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengetahuan perawat tentang EWS berhubungan positif dan signifikan dengan pendokumentasian EWS di ruang rawat inap dewasa Rumah Sakit Dr. Soetarto Yogyakarta.Kesimpulan: Pengetahuan perawat tentang EWS berhubungan positif dan signifikan dengan pendokumentasian EWS di ruang rawat inap dewasa Rumah Sakit Dr. Soetarto Yogyakarta.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG HIPERTENSI DENGAN PERILAKU MENCARI PENGOBATAN DI PUSKESMAS DEPOK 3 SLEMAN YOGYAKARTA Nur Yeti Syarifah
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v8i1.168

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyakit 10 peringkat pertama diwilayah Depok. Kurangnya pengetahuan tentang hipertensi akanmempengaruhi perilaku keluarga dan pasien.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan keluargatentang hipertensi terhadap perilaku Metode : Metodologi dalam Penelitian ini deskriptif kuantitatif denganpendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah 128 orang dengansampel 97 orang. Subjek penelitian adalah keluarga di atas 25 tahun yangmemiliki satu lagi anggota keluarga dengan hipertensi. Instrumenpengumpulan data menggunakan daftar periksa. Analisis datamenggunakan uji statistik Kendall Tau.Hasil: Tingkat pengetahuan keluarga tentang hipertensi dengan perilakukeluarga dalam mencari pengobatan yang memiliki tingkat pengetahuanbaik sebesar 44,4% dan perilaku 36,1%. Uji statistik menunjukkan denganKendall Tau diperoleh nilai ρ = 0,389> ⍺ = 0,05.Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan keluargatentang hipertensi dengan perilaku
GAMBARAN PENDERITA PENYAKIT ASAM URAT DI DUSUN KARANGLO SIDOMOYO GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA Nuryeti Syarifah; Ranty Fristaria
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v8i2.213

Abstract

Background: Gout is a disease characterized by sudden onset, and accompanied by arthritis which is very painful for the deposition of monosodium urate crystals or uric acid in the blood. The prevalence of gout in the world varies, between 2.3 to 17.6% and is increasing every year. Data Riskesdas 2018 the prevalence of gout in Yogyakarta increase from the year 2013 amounted to 3.5% to 4% in 2018.Objectives: Knowing the relationship with the family knowledge of prevention of recurrence of gout in the elderly in Hamlet Karanglo Sidomoyo Yogyakarta Sleman GodeanMethods:This research is quantitative with cross sectional design. The populationis the family that owns the elderly aged 55-80 years who suffered from gout and stay together amounted to 42 people. The sampling technique of total sampling and statistical tests using Gamma Test.Results: The results of this study the majority of respondents are knowledgeable both about gout as many as 29 respondents (69.0%) and the prevention of recurrence of gout well as much as 28 respondents (66.7%). Gamma test results showed that the significant value = 0.000 <0.05 with a correlation coefficient of 0.867.Conclusion: There is significant correlation between the knowledge of families with prevention of recurrence of gout in the elderly, with the strength of the relationship is very strong and positive correlation direction.