Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Gambaran Tingkat Pengetahuan Perawat Dengan Penerapan Triase di IGD RSUD Sleman Syarifah, Nur Yeti; Muryani, Muryani; Sumiyati, Sumiyati
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia MIKKI VOLUME 13 NOMOR 1, APRIL 2024
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v13i1.614

Abstract

Latar belakang: Triase adalah suatu sistem seleksi dan pemilihan pasien untuk menentukan tingkat kegawatan dan prioritas penanganan pasien. Sistem triase merupakan salah satu penerapan sistem manajemen risiko di unit gawat darurat sehingga pasien yang datang mendapatkan penanganan dengan cepat dan tepat sesuai kebutuhan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia. Penilaian triase merupakan pengkajian awal pasien unit gawat darurat yang dilakukan oleh  perawat.Tujuan penelitian : Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dengan penerapan triase di IGD RSUD Sleman.Metode : Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 17 responden, kemudian hasilnya diuji dengan chi-square dengan tingkat kemaknaan p= 0,05.Hasil : Hasil penelitian yang dilakukan di IGD RSUD Sleman bahwa dari 17 responden yang diteliti didapati lebih dominan responden tingkat pengetahuan responden yang cukup yaitu 13 responden (76,5 %) dan tingkat pengetahuan responden yang baik ada 4 responden (23,5%). Sedangkan penerapan triase yang tepat ada 9 responden dan 8 responden dengan penerapan triase tidak tepat.Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penerapan triase di RSUD Sleman dengan nilai kemaknaan p=value 0,031 ˂ p= 0,05. 
Gambaran penderita HIV-AIDS Syarifah, Nuryeti; Anida, Anida
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v10i2.381

Abstract

Latar Belakang : AIDS didefinisikan sebagai suatu sindrom atau kumpulan gejala penyakit dengan karakteristik defisiensi kekebalan tubuh yang berat dan merupakan manifestasi stadium akhir infeksi HIV. HIV menjadi penyebab utama menurunnya sistem imun sekunder, yang lambat laun akan mengarah pada stadium AIDS. Yogyakarta merupakan daerah yang memiliki keistemewaan sebagaii kota wisata dan kota pelajar  sehingga banyak masyarakat yang datang dan berkunjung dari berbagai daerah untuk berwisata ataupun tinggal di Yogyakarta sebagai mahasiswa. Sehingga dengan beraneka ragam budaya, suku dan ras perlu diketahui status kesehatan tertama kasus HIV AIDS.  Tujuan : Penelitian ini untuk menegathui gambaran penderita HIV AIDs di wilayah kabupaten Sleman Metode : Jenis penelitian yang akan digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita HIV-AIDS di depok Sleman. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh penderita HIV-AIDS yang berada di depok Sleman tahun 2016. Teknik sampling dalam penelitian  ini menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah format isian laporan  program surveilans penderita HIV-AIDS. Laporan diperoleh dari Rumah Sakit, Pusat Kesehatan Masyarakat, Balai Pengobatan Paru-paru (BP4) dan  Klinik Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) yang secara rutin  memberi laporan ke Dinas Kesehatan Kabupaten. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kemudian dijelaskan secara naratif.Hasil : Gambaran karekteristik HIV AIDS menunjukkan laki-laki lebih besar daripada wanita. Gambaran  karekteristik berdasarkan umur dari tahun ketahun mengalami naik turun, terendah pada usia kurang dari 1 tahun berjumlah 1 responden pada tahun 2014 dan terjadi peningkatan pada usia 20-29 tahun terjadi pada tahun 2013 berjumlah 49 responden, sedangkan pada usia 30-39 tahun terjadi pada tahun 2014 berjumlah 49 responden. Karekteristik responden pada tahun 2010-2014 tertinggi pada tahun 2013 pada pekerja wiraswasta sebanyak 29 responden dan terendah pada  sopir angkut di tahun 2014. Pola kecenderungan  responden berdasarkan asal wilayah tahun 2010-2014. Kejadian HIV-AIDS berdasarkan wilayah mengalami peningkatan pada tahun 2014 di wilayah depok sebanyak 31 responden. Pola kecenderungan terjadinya HIV AIDS meningkat pada tahun 2013 sebanyak 77 responden pada heterosex dan menurun pada tahun 2014 menjadi 64.Kesimpulan : Kejadian HIV-AIDS berdasarkan jenis kelamin terbanyak pada laki-laki, kejadian HIV-AIDS berdasarkan umur terbanyak pada kelompok umur 20-29 tahun, kejadian HIV-AIDS berdasarkan pekerjaan terbanyak lain-lain, kejadian HIV-AIDS berdasarkan wilayah terbanyak pada wilayah depok, kejadian HIV-AIDS berdasarkan faktor resiko terbanyak pada heteroseksual, kejadian HIV-AIDS berdasarkan prevalensi terbanyak pada tahun 2014
HUBUNGAN INISIASI MENYUSUI DINI DENGAN PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU POST PARTUM.docx Suharti, Suharti; Syarifah, Nur Yeti; Istanti, Novi; Handayani, Sri
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 15 No 01 (2024): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55426/jksi.v15i01.290

Abstract

Latar belakang: World Health Organization (WHO) mengemukakan pada tahun 2020 angka kematian ibu sangat tinggi. Sekitar 287.000 wanita meninggal selama dan setelah kehamilan dan persalinan. Pada tahun 2022 angka kematian Ibu meningkat dan Indonesia menempati posisi tertinggi kedua di Asia Tenggara. Kementerian Kesehatan RI mencatat angka kematian ibu pada tahun 2022 berkisar 183 per 100 ribu. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui ada hubungan inisiasi menyusui dini dengan penurunan tinggi fundus uteri pada ibu post partum di Ruang Nusa Indah II RSUD Sleman Yogyakarta. Metode: Desain penelitian ini adalah menggunakan rancangan observasional analitik. Dalam proses penelitian, penulis melakukan survei cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Ruang Nusa Indah II RSUD Sleman Yogyakarta. Waktu pengambilan data pada bulan September- November 2023. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di Ruang Nusa Indah II RSUD Sleman dimulai dari tanggal 15 September 2023 sampai dengan 4 November 2023 dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi didapatkan sebanyak 27 orang. Analisis menggunakan Fisher Exact Test dengan α=0,05. Hasil: Hasil uji statistik diperoleh nilai p =0,000, maka p- Value 0,000 < α 0,05 dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara IMD dengan ukuran tinggi fundus uteri. Kesimpulan: Hasil analisis menunjukkan Ada hubungan inisiasi menyusui dini dengan penurunan tinggi fundus uteri pada ibu post partum di RSUD Sleman.
HUBUNGAN PENGETAHUAN COVID-19 TERHADAP KECEMASAN PADA LANSIA YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI PADUKUHAN JAMUSAN DESA BOKOHARJO PRAMBANAN SLEMAN YOGYAKARTA Syarifah, Nur Yeti; Asda, Patria; Lupa, Deisy Anjani
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 3, No 1 (2022): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v3i1.5176

Abstract

Kecemasan merupakan faktor psikologis yang berbahaya yang mempengaruhi hipertensi. Kecemasan meningkatkan stres psikososial pada banyak orang dan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Adanya pandemi COVID-19 menyebabkan kecemasan bagi lansia, karena lansia merupakan kelompok yang berisiko tertularnya penyakit COVID-19. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang COVID-19 terhadap kecemasan pada lansia yang mengalami hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan menggunakan analisa deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kelompok usia 65 tahun yang mengalami hipertensi. Pengambilan sampel untuk penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode random sampling. Jumlah populasi untuk penelitian ini adalah 110 orang, sampel terdiri dari  86 orang. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data variabel menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian: Sebagian besar lansia merasa kecemasan selama pandemi COVID-19 karena kurangnya pengetahuan, dan di perolehan signifikansi (p = 0,000) dengan koefisien korelasi 0,648 artinya penelitian memiliki hubungan antara pengetahuan tentang COVID-19 dengan kecemasan. Kesimpulan, ada hubungan pengetahuan tentang COVID-19 dengan kecemasan di desa Jamusan Bokoharjo Prambanan Sleman Yogyakarta.
Risk Factors for Non-Communicable Diseases and Ankle Brakhial Index in the Elderly Population of Padukuhan Konteng Sumberadi, Sleman, Yogyakarta Asda, Patria; Syarifah, Nur Yeti
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 12 No 2 (2024): JURNAL CITRA KEPERAWATAN Edisi : Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v12i2.371

Abstract

Angka kejadian stroke, diabetes mellitus dan penyakit jantung di Daerah istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan terutama pada usia 18 tahun keatas. Penyakit tidak menular yang berlangsung lama dapat berkembang menjadi Penyakit Arteri Perifer. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor resiko penyakit tidak menular pada masyarakat yaitu indeks massa tubuh, tekanan darah, kolesterol total, glukosa darah dan gambaran nilai ankle brachial indeks pada lansia. Sampel penelitian sejumlah 51 orang di pilih berdasarkan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak adalah perempuan (56,9%), mayoritas pada rentang usia 60-69 tahun, dengan sebagian besar responden tidak merokok (54,9%). Distribusi Indeks Massa tubuh pada 47,1% responden dalam kategori normal. Sesar responden (58,8%) menderita hipertensi, mayoritas responden responden mayoritas responden masuk dalam kategori normal (200mg/dL). Hasil pengukuran kadar glukosa darah sewaktu mayoritas responden memiliki GDS dalam kategori normal (140mg/dL), dan nilai Ankle Brachial Index mayoritas responden masuk dalam kategori normal (80,4%). Pemantauan faktor risiko secara berkala dapat mencegah komplikasi penyakit tidak menular yang salah satunya adalah sumbatan pembuluh darah yang ditunjukkan dengan peningkatan ankle brachial index.
Tingkat pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dengan pencegahan komplikasi di desa Purwomartani Kalasan Yogyakarta Syarifah, Nur Yeti; Anida, Anida; Mema, Ruben Bali
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v13i2.686

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu keadaan dimana terjadinya peningkatan tekanan darah yang tidak normal dalam pembuluh darah arteri dan terjadi secara terus menerus. Banyak faktor resiko sebagai penyebab penyakit hipertensi. Adapun faktor resiko terjadinya hipertensi dapat dibedakan atas faktor resiko yang tidak dapat diubah (seperti atau genetik, jenis kelamin, dan umur) dan faktor resiko yang dapat diubah seperti kegemukan atau obesitas, kurang olahraga atau aktifitas fisik, merokok, stress, konsumsi alkohol konsumsi garam.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui tingkat pengetahuan penderita hipertensi dengan upaya pencegahan komplikasi, di Desa Purwomartani Dusun Kadirojo 1, Kalasan, Sleman, Yogyakarta.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dengan Propotional Random Sampling sebanyak 51 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan hipertensi dengan upaya pencegahan komplikasi. Setelah itu data di analisa menggunakan uji spearman rank.Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan penderita hipertensi dengan upaya pencegahan komplikasi di Desa Purwomartani Dusun Kadirojo 1 Kalasan Sleman Yogyakarta.Kesimpulan: Ada Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Penderita Hipertensi Dengan Upaya Pencegahan Komplikasi Di Desa Purwomartani Dusun Kadirojo 1 Kalasan SlemanYogyakarta
PEMERIKSAAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA WARGA PADUKUHAN KONTENG, SLEMAN, YOGYAKARTA Asda, Patria; syarifah, Nur Yeti
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Mei 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i5.2795

Abstract

Hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan trend penyakit tidak menular mengalami peningkatan dibandingkan hasil Riskesdas tahun 2013. Daerah Istimewa Yogyakarta menempati urutan kedua untuk prevalensi stroke, urutan ketiga untuk prevalensi Diabetes mellitus dan penyakit jantung, serta urutan kedua prevalensi hipertensi pada usia 18 tahun keatas. Peningkatan ini menunjukkan bahwa PTM telah luas terjadi dimasyarakat dan perlu upaya-upaya untuk pencegahan dan penanganan lebih lanjut Survey pendahuluan di padukuhan Konteng Sumberadi Mlati Sleman, posyandu lansia dan kegiatan pos pembinaan terpadu (posbindu) jarang dilaksanakan karena kurangnya jumlah kader. Masyarakat sebagian besar adalah lansia dan pra-lansia yang membutuhkan pemantauan faktor risiko penyakit tidak menular. Kegiatan telah terlaksana pada hari Senin, 27 November 2023, bertempat di rumah Dukuh Konteng Sumberadi Sleman. Faktor risiko yang diperiksa adalah indeks massa tubuh, gula darah dan kolesterol. Kegiatan dihadiri oleh 65 warga masyarakat yang antusias ingin mengetahui status kesehatannya. Secara keseluruhan kegiatan telah berjalan dengan lancar
Penyegaran dan Sosialisasi Protokol Kesehatan pada Kader dan Masyarakat dalam Rangka Desa Siaga Tanggap COVID-19 Syarifah, Nur Yeti; Asda, Patria
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v3i2.934

Abstract

Latar Belakan : Corona virus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu dimana terdapat peningkatan kasus virus covid-19 di Indonesia menunjukkan bahwa masih ada masyarakat yang belum memahami bahaya virus corona dan bagaimana cara pencegahannya Masalah:Peningkatnya Jumlah Penderita Covid 19 Kabupaten Bantul pada tanggal 1 Maret 2021 didapatkan data penambahan kasus sebanyak 70 orang dan diantaranya terdapat di desa sabdodasi yang terus meningkat setiap harinya. Tujuan : pencegahan dan sosialisasi Protokol Kesehatan Di Era Pandemi Covid 19 diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan yang optimal serta mencegah terjadinya penularan covid 19. Hasil Terdapat Peningkatan Pengetahuan pada masyarakat di wilayah desa sabdodadi. Kesimpulan : Kegiatan Berjalan dengan Baik dan Lacar secara interaktif.
Penyegaran Kader dan Pelayanan Posbindu Asda, Patria; Syarifah, Nur Yeti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 4 No 1 Juni (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v4i1.1246

Abstract

prevalence rate of non-communicable diseases in the 2018 based on National Basic Research on public’s results has increased compared to the results of Nasional Basic research in 2013. Cepit Pendowoharjo Hamlet has many residents who suffer from non-communicable diseases such as hypertension, gout and cholesterol. The activities of the Posbindu in the Cepit village have not been carried out continuously and regularly every month. There are still many cadres, especially new cadres who do not understand the mechanism and stages of implementing posbindu. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of cadres and reactivate posbindu’s activities in Cepit Hamlet, Pendowoharjo Bantul. Community service activities were carried out in December 2019, in the form of counseling to cadres in the form of a review of posbindu materials and posbindu services to the community. Materials for cadres are given using audiovisual media in the form of PPT and video. Posbindu services are carried out with a 5 table system. Participants seemed enthusiastic in following the entire agenda of activities. There is an increase in the knowledge of cadres after being given material about the stages of posbindu and the posbindu services to the community have been given well.
Edukasi Pentingnya Kesehatan Reproduksi pada Remaja SMK Kesehatan di Kota Yogyakarta Syarifah, Nur Yeti; Muryani, Muryani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/abdikemas.v7i2.3507

Abstract

The adolescent reproductive health program is a service effort to help adolescents achieve good reproductive health status through the provision of information, counseling services, and life skills education. The existence of advocacy institutions, education, and reproductive health consultations for adolescents is currently limited in reach, resulting in minimal protection and assistance to realize adolescent reproductive rights. This community service aims to help the government improve the level of reproductive health in adolescents through education on the importance of maintaining adolescent reproductive health. The method we use is counseling in the form of education and counseling or in-depth discussions on the problems facing adolescents. The results obtained are based on a population of 40 adolescents from the Binatama Health Vocational School with the largest number of respondents being adolescent girls, amounting to 23 respondents