Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MITIGASI BENCANA BERBASIS MODA MEDIA INTERAKTF (MMI) PADA MASYARAKAT DESA TUPA, KECAMATAN BULANGO UTARA, KABUPATEN BONE BOLANGO Candra Cuga; Abdul Haris PanaI; Pupung Puspa Ardini; Yuli Adhani; Muhammad Sarlin; Sri Handayani; Sahrul Alfitrah
Jurnal Abdimas Terapan Vol 1, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (MEI)
Publisher : Jurnal Abdimas Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan potensi bencana alam sangat tinggi, khususnya untuk bencana gempa bumi, longsor, banjir, letusan gunung berapi, dan tsunami, karena posisi geografis negara ini terletak di pertemuan tiga lempeng/kerak bumi aktif. Edukasi bencana kepada anak-anak maupun masyarakat sejak dini merupakan salah satu langkah awal dalam membangun masyarakat sadar bencana, sehingga saat peristiwa alam tersebut terjadi, mereka tidak panik dan bingung karena sudah memiliki bekal dalam menghadapi bencana. Daerah Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo khususnya Desa Tupa Kecamatan Bulango Utara merupakan contoh dari banyak daerah di Provinsi Gorontalo yang rawan terhadap bencana banjir dan longsor. Kondisi topografi dan demografi Desa Tupa yang lebih rendah dari daerah sekitar kerap membuat air dari desa sebelah menggenang di desa Tupa. Sungai besar dengan tanggul yang rendah juga menyebabkan air dengan cepatnya menggenangi daerah permukiman hal tersebut membutuhkan solusi yang bersifat aktif dan partisipatif. Metode Pelaksanaan kegiatan ini adalah berupa program mitigasi bencana alam melalui media edukatif interaktif terhadap masyarakat terutama pada lingkungan keluarga (anak-anak dan orang tua). Urgensi program mitigasi dilakukan agar masyarakat terhidar dan sigap terhadap bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Kegiatan ini bertujuan mengurangi resiko dan dampak dari bahaya bencana. Kegiatan tersebut akan dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan yang meliputi 4 tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tahap publikasi. Kegiatan pengabdian masyakarat yang dilaksanakan di desa Tupa Kecamatan Bulango Utara Kab. Bone Bolango berjalan dengan lancar dan sukses. Kerjasama antara tim kolaboratif dosen dan mahasiswa serta pemerintah Desa menjadi kunci keberhasilan program. Alhasil program ini memberikan dampak terhadap pemahaman dan sikap siswa serta masyakarat dalam mencegah terjadinya bencana alam serta cara yang dapat dilakukan saat terjadinya bencana tersebut. Melalui mode media interaktif yang dipadu dengan media role playing sangat sesuai dengam sasaran program yakni anak-anak bersama keluarga di rumah merupakan bagian dari keunggulan program ini. Metode role playing agar kelompok sasaran dapat memahami dengan baik materi dalam permainan. Moda interaktif dapat memberi pengalaman belajar, seperti kemampuan kerja sama, komunikatif, dan menginterpretasikan suatu kejadian. Selain itu moda belajar tersebut dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan serta sikap kelompok sasaran dalam kehidupan sosial serta interaksi dengan alam semesta.
Efektivitas Program Riset Mini Kemaritiman Dalam Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan Laut Pada Siswa Mi Fathul Ma’arif Gamar Abdullah; Kudus; Sri Handayani
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1199

Abstract

Rendahnya literasi maritim dan kesadaran menjaga kebersihan pesisir pada generasi muda di wilayah berkembang menjadi tantangan utama ekosistem laut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menumbuhkan karakter dan literasi maritim siswa sekolah dasar melalui pendekatan eksperiensial. Metode pelaksanaan melibatkan 30 siswa kelas IV dan V MI Fathul Ma’arif serta guru sebagai mitra pendamping, dengan durasi pelaksanaan selama tiga jam meliputi pre-test, pembelajaran interaktif berbasis lingkungan, diskusi, post-test, serta aksi bersih pantai. Evaluasi program diukur berdasarkan aspek pengetahuan dan partisipasi aktif siswa. Hasil pengabdian menunjukkan keberhasilan yang signifikan; rata-rata skor jawaban benar siswa meningkat dari 82,44% (12,37 soal) pada pre-test menjadi 83,22% (12,48 soal) pada post-test. Selain itu, terjadi peningkatan persentase siswa yang menjawab $\ge$ 13 soal benar secara merata dari 60% menjadi 72,44% serta terbentuknya perubahan perilaku nyata siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kata Kunci: kesadaran lingkungan, literasi maritim, pembelajaran eksperiensial, mi fathul ma'arif, bersih pantai.
Analysis of Marine Wealth and Environmental Awareness Teaching Through Problem Base Learning (PBL) Model in Elementary Grades Nurrijal Nurrijal; Kudus Kudus; Gamar Abdullah; Sri Handayani
PEDAGOGIKA Vol 17 No 1 (2026): Vol 17 No 1 2026: April
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/pedagogika.v17i1.4078

Abstract

Understanding of marine wealth and environmental awareness in elementary schools (SD) needs to be instilled from an early age in order to maintain and preserve the archipelago's marine wealth. This study aims to determine the understanding of low-grade students at SDN 9 Kabila Bone, Bone Bolango Regency, Gorontalo Province related to marine wealth and environmental awareness, before and after treatment (teaching marine wealth and environmental awareness through the Problem Based Learning model). The type of research used is quantitative research with an experimental research design (one group). The population in this study is representative of the lower classes, namely grades one, two, and three which were taken randomly (random sampling) which amounted to 8 students per class so that the total number of students was 24 students. The results of the study showed that the Problem Base Learning (PBL) model was effective in improving students' understanding and learning outcomes of marine wealth materials and environmental awareness in the lower classes at SDN 9 Kabila Bone. This is shown by the increase in the average score of students from 53,750 in the pretest to 83,125 in the posttest. Furthermore, the number of students who achieved learning mastery increased from 7 students (29%) to 20 students (83.3%). An N-Gain score of 0.67 indicates that it is in the effective category
EDUKASI KEMARITIMAN SEJAK DINI MELALUI PENGENALAN HEWAN DAN TRANSPORTASI LAUT INDONESIA PADA SISWA MI FATHUL MA’ARIF DESA OLUHUTA KABUPATEN BONE BOLANGO Sri Handayani; Kudus; Gamar Abdullah
FAGURU: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keguruan Vol 5 No 2 (2026): FAGURU: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keguruan
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/faguru.v5i2.5487

Abstract

The introduction of Indonesian marine animals and maritime transportation in elementary schools (Sekolah Dasar/SD and Madrasah Ibtidaiyah/MI) should be implemented from an early age to foster awareness of the preservation and sustainable management of Indonesia's marine natural resources. This study aimed to examine the understanding of lower-grade students regarding Indonesian marine animals and maritime transportation at MI Fathul Ma'arif, Oluhuta Village, Kabila Bone District, Bone Bolango Regency, Gorontalo Province, before and after the implementation of an educational intervention introducing Indonesian marine animals and maritime transportation. This study employed a quantitative approach using a one-group experimental research design. The study population consisted of lower-grade students from Grades 1, 2, and 3. A total of 24 students were selected through random sampling, with eight students representing each grade. The findings indicate that early maritime education through the introduction of Indonesian marine animals and maritime transportation effectively improved students' understanding and learning outcomes. This was demonstrated by an increase in the average test score from 51.667 on the pretest to 83.542 on the posttest. Furthermore, the number of students who achieved learning mastery increased from 2 students (8.3%) to 21 students (87.5%). The calculated N-Gain score of 0.66 indicates that the educational intervention was effective.