Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN BOSTER GROTOP DENGAN DOSIS BERBEDA DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy Lac.) Sadarman Kristian Gea; Bambang Hendra Siswoyo; Uswatul Hasan
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i1.3446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian boster grotop dengan dosis berbeda dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.). Penelitian ini dilakukan selama 28 hari pemeliharaan untuk mengetahui pertambahan panjang, peningkatan berat, feed convertion ratio (FCR) kelangsungan hidup dan kualitas air. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11 Februari sampai dengan 13 Maret 2023. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 Perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah dengan pemberian boster grotop dengan dosis berbeda dalam pakan dengan empat taraf yaitu (A) tanpa pemberian boster grotop (kontrol), (B) boster grotop 40g/kg pakan, (C) boster grotop 45g/kg pakan dan (D) boster grotop 50g/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian boster grotop dengan dosis berbeda dalam pakan berpengaruh sangat nyata (Fh > Ft 0,01)  terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan gurami. Perlakuan D dengan dosis boster grotop 50g/kg pakan merupakan perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan gurami yang menghasilkan pertumbuhan berat mutlak (1,32 g), pertumbuhan panjang mutlak (1,21 cm), feed convertion ratio (1.1), dan kelangsungan hidup (96,67%). Kualitas air selama penelitian diperoleh nilai Suhu antara 25-28 ̊C, pH sekitar 7,66 - 8,99, dan kandungan DO berkisar antara 6,00 – 7,21 ppm.
PEMANFAATAN KOTORAN BURUNG PUYUH DAN PUPUK ORGANIK GUANO TERHADAP POPULASI SERTA KEPADATAN SEL Spirulina sp Filbert Ivan Hulu; Bambang Hendra Siswoyo; Emmy Syafitri
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i1.3657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan kotoran burung puyuh dan pupuk organik guano terhadap populasi serta kepadatan sel Spirulina sp. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 20 Februari sampai 11 Maret 2023 di Laboratorium Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan. Berdasarkan hasil percobaan, perlakuan D menghasilkan rata-rata kepadatan sel Spirulina sp. tertinggi sebanyak 64,33 x 104 sel/ml sedangkan, perlakuan A (Kontrol) menghasilkan rata rata kepadatan terendah sebanyak 23,67 x 104 sel/ml. Hasil laju pertumbuhan harian tertinggi sel Spirulina sp. terdapat pada perlakuan D dengan rata rata 0,372 x 104 sel/ml/hari dan laju pertumbuhan harian terendah terdapat pada perlakuan A (Kontrol) dengan rata-rata 0,172 x 104 sel/ml/hari. Hasil pengukuran parameter kualitas air pada penelitian yaitu suhu berkisar antara 27 - 30 oC, pH berkisar 8,5 - 9,2 dan oksigen terlarut (DO) berkisar antara 6,62 - 7,24 mg/l. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan kotoran burung puyuh serta pupuk organik guano memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap populasi serta kepadatan sel Spirulina sp.
ANALISIS SELEKTIVITAS ALAT TANGKAP NELAYAN TERHADAP TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN DI PELABUHAN PERIKANAN TANJUNG TIRAM KABUPATEN BATU BARA Ario Pandi Mollen; Uswatun Hasan; Bambang Hendra Siswoyo
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i1.3245

Abstract

Kegiatan penangkapan merupakan salah satu kegiatan pemanfaatan sumberdaya perikanan yang dapat mengancam kepunahan sumberdaya perairan maka perlu suatu pengelolaan sumberdaya perikanan agar ekosistem perairan tersebut tetap terus terjaga. Pengelolaan sumberdaya ikan dapat dilakukan dengan penetapan ukuran layak tangkap dan selektivitas alat tangkap yang digunakan. Selektivitas alat tangkap yang digunakan sangat penting dalam pengelolaan sumberdaya perikanan, selain itu aspek biologi, ekonomi dan kelestarian sumberdaya merupakan faktor yang dipertimbangkan dalam eksploitasi sumberdaya ikan. Nelayan di Tanjung Tiram masih menggunakan alat tangkap ikan yang selektif dimana dalam pengoperasian alat tangkap ikan nelayan tersebut masih dapat menangkap ikan dalam skala jumlah yang banyak, sedangkan berdasarkan penilaian tingkat keramahanan lingkungan berada pada nilai 30,76 pada nilai tersebut dapat diartikan bahwa tingkat keramahan lingkungan tergolong kurang ramah lingkungan, hal ini diperkuat karena adanya aktivitas penangkapan dengan menggunakan alat tangkap kerang yang menggunakan kapal atau biasa disebut “tangker” dimana dalam pengoperasiannya hampir merusak ekosistem yang ada dan menjadi pusat konflik dikehidupan nelayan di Tanjung Tiram.
PEMANFAATAN KOTORAN BURUNG PUYUH DAN PUPUK ORGANIK GUANO TERHADAP POPULASI SERTA KEPADATAN SEL Spirulina sp Filbert Ivan Hulu; Bambang Hendra Siswoyo; Emmy Syafitri
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i1.3657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan kotoran burung puyuh dan pupuk organik guano terhadap populasi serta kepadatan sel Spirulina sp. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 20 Februari sampai 11 Maret 2023 di Laboratorium Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan. Berdasarkan hasil percobaan, perlakuan D menghasilkan rata-rata kepadatan sel Spirulina sp. tertinggi sebanyak 64,33 x 104 sel/ml sedangkan, perlakuan A (Kontrol) menghasilkan rata rata kepadatan terendah sebanyak 23,67 x 104 sel/ml. Hasil laju pertumbuhan harian tertinggi sel Spirulina sp. terdapat pada perlakuan D dengan rata rata 0,372 x 104 sel/ml/hari dan laju pertumbuhan harian terendah terdapat pada perlakuan A (Kontrol) dengan rata-rata 0,172 x 104 sel/ml/hari. Hasil pengukuran parameter kualitas air pada penelitian yaitu suhu berkisar antara 27 - 30 oC, pH berkisar 8,5 - 9,2 dan oksigen terlarut (DO) berkisar antara 6,62 - 7,24 mg/l. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan kotoran burung puyuh serta pupuk organik guano memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap populasi serta kepadatan sel Spirulina sp.
ANALISIS SELEKTIVITAS ALAT TANGKAP NELAYAN TERHADAP TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN DI PELABUHAN PERIKANAN TANJUNG TIRAM KABUPATEN BATU BARA Ario Pandi Mollen; Uswatun Hasan; Bambang Hendra Siswoyo
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i1.3245

Abstract

Kegiatan penangkapan merupakan salah satu kegiatan pemanfaatan sumberdaya perikanan yang dapat mengancam kepunahan sumberdaya perairan maka perlu suatu pengelolaan sumberdaya perikanan agar ekosistem perairan tersebut tetap terus terjaga. Pengelolaan sumberdaya ikan dapat dilakukan dengan penetapan ukuran layak tangkap dan selektivitas alat tangkap yang digunakan. Selektivitas alat tangkap yang digunakan sangat penting dalam pengelolaan sumberdaya perikanan, selain itu aspek biologi, ekonomi dan kelestarian sumberdaya merupakan faktor yang dipertimbangkan dalam eksploitasi sumberdaya ikan. Nelayan di Tanjung Tiram masih menggunakan alat tangkap ikan yang selektif dimana dalam pengoperasian alat tangkap ikan nelayan tersebut masih dapat menangkap ikan dalam skala jumlah yang banyak, sedangkan berdasarkan penilaian tingkat keramahanan lingkungan berada pada nilai 30,76 pada nilai tersebut dapat diartikan bahwa tingkat keramahan lingkungan tergolong kurang ramah lingkungan, hal ini diperkuat karena adanya aktivitas penangkapan dengan menggunakan alat tangkap kerang yang menggunakan kapal atau biasa disebut “tangker” dimana dalam pengoperasiannya hampir merusak ekosistem yang ada dan menjadi pusat konflik dikehidupan nelayan di Tanjung Tiram.
PENGARUH PEMBERIAN BOSTER GROTOP DENGAN DOSIS BERBEDA DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy Lac.) Sadarman Kristian Gea; Bambang Hendra Siswoyo; Uswatul Hasan
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i1.3446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian boster grotop dengan dosis berbeda dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.). Penelitian ini dilakukan selama 28 hari pemeliharaan untuk mengetahui pertambahan panjang, peningkatan berat, feed convertion ratio (FCR) kelangsungan hidup dan kualitas air. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11 Februari sampai dengan 13 Maret 2023. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 Perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah dengan pemberian boster grotop dengan dosis berbeda dalam pakan dengan empat taraf yaitu (A) tanpa pemberian boster grotop (kontrol), (B) boster grotop 40g/kg pakan, (C) boster grotop 45g/kg pakan dan (D) boster grotop 50g/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian boster grotop dengan dosis berbeda dalam pakan berpengaruh sangat nyata (Fh > Ft 0,01)  terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan gurami. Perlakuan D dengan dosis boster grotop 50g/kg pakan merupakan perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan gurami yang menghasilkan pertumbuhan berat mutlak (1,32 g), pertumbuhan panjang mutlak (1,21 cm), feed convertion ratio (1.1), dan kelangsungan hidup (96,67%). Kualitas air selama penelitian diperoleh nilai Suhu antara 25-28 ̊C, pH sekitar 7,66 - 8,99, dan kandungan DO berkisar antara 6,00 – 7,21 ppm.
The Effects of Different Aquaponic System Designs (NFT and DWC) on Water Quality, Growth, and Survival of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) Kaisa Alhani Lubis; Bambang Hendra Siswoyo; Dwi Tika Afriani
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 14 No. 1 (2026): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v14i1.20014

Abstract

This study aimed to evaluate the effects of different aquaponic system designs, namely Nutrient Film Technique (NFT) and Deep Water Culture (DWC), on water quality, growth, survival rate, and feed efficiency of Nile tilapia (Oreochromis niloticus). The experiment was conducted for 30 days in the Wet Laboratory of the Aquaculture Study Program, Faculty of Fisheries, Dharmawangsa University, using a Completely Randomized Design (CRD) with three treatments and three replicates: control (without hydroponics), DWC, and NFT. The observed parameters included absolute weight gain, absolute length gain, specific growth rate (SGR), survival rate (SR), feed conversion ratio (FCR), and water quality (temperature and pH). Data were analyzed using ANOVA at a 95% confidence level (α = 0.05). The results showed that differences in aquaponic system design had a significant effect (P < 0.05) on the growth and survival of Nile tilapia. The DWC treatment produced the highest absolute weight gain of 8.5 g with a survival rate of 100%, whereas the NFT system resulted in a weight gain of 5.8 g with a survival rate of 80%. The lowest FCR was recorded in the DWC system (1.00), compared with NFT (1.07) and the control (1.25). Water quality remained within the optimal range throughout the study, with temperatures of 26–31°C and pH values of 6.6–7.2. It can be concluded that the DWC system was more effective than the NFT system and the control in improving the growth and survival of Nile tilapia.
Effectiveness of Various Natural β-Carotene Sources in Feed on the Color Brightness of Goldfish (Carassius auratus) Tubagus Luthfianda; Bambang Hendra Siswoyo; Dwi Tika Afriani
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 14 No. 2 (2026): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v14i2.20079

Abstract

This study aimed to analyze the effect of incorporating several natural sources of β-carotene into feed on improving the color brightness of goldfish. An experimental method was employed using a completely randomized design (CRD) with four treatments and three replications: P1 as the control, P2 with carrot powder, P3 with papaya powder, and P4 with tomato powder, each added to the feed at the same dosage. Color brightness was measured using a color-chart-based scale analysis, and the resulting data were analyzed using one-way ANOVA followed by Tukey’s post hoc test. The results showed no significant differences among treatments during the initial observation period (F = 1.916; p = 0.129). However, significant differences were observed in the subsequent assessment (F = 461.230; p < 0.001; η² = 0.894). The highest color brightness was recorded in P2, which received carrot powder, followed by P3 with papaya powder, P4 with tomato powder, and P1 as the control. These findings indicate that natural sources of β-carotene have a strong effect on enhancing the color brightness of goldfish. They also provide practical implications for developing natural feeds based on locally available ingredients for ornamental fish culture.
Effect of Dietary Supplementation with Green Spirulina on the Survival Rate and Color Intensity of Goldfish (Carassius auratus) Muhd. Rizky Marpaung; Dwi Tika Afriani; Bambang Hendra Siswoyo
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 14 No. 2 (2026): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v14i2.20158

Abstract

This study aimed to analyze the effect of adding natural carotenoid sources to feed on the enhancement of color intensity and survival rate of fish. The study employed a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and three replications, namely P1 (control), P2 (6% spirulina), P3 (8% spirulina), and P4 (10% spirulina). The experiment was conducted for 30 days using 60 experimental fish. The observed parameters included color intensity and survival rate. Data were analyzed using a one-way ANOVA. The results showed a significant difference among treatments on fish color intensity (P < 0.05). Treatment P3 (8% spirulina) produced the highest color intensity value (21.12 ± 0.27), followed by P4 (10%) (20.76 ± 0.19) and P2 (6%) (20.66 ± 0.07), while the lowest value was observed in P1 (control) (20.55 ± 0.14). However, no significant difference was found in the survival rate (P > 0.05), with the highest value in P1 (93%) and the other treatments showing similar values (87%). The addition of spirulina significantly improved fish color intensity, with the 8% dosage being the most effective treatment, but it did not significantly affect the survival rate.
Integrasi Teknologi Budidaya Maggot (BSF) dan Digital Marketing: Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Desa Pasar Baru Dwi Tika Afriani; Bambang Hendra Siswoyo; Dedy Husrizal Syah; M Arif Rahman; Aried Sumekar
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7897

Abstract

Pokdakan Teratai Baru di Desa Pasar Baru, Kabupaten Serdang Bedagai menghadapi ketergantungan tinggi terhadap pakan komersial yang menyerap 68% biaya produksi dengan volatilitas harga 15–20% per tahun, sementara terdapat potensi limbah organik 2–3 ton per hari yang belum termanfaatkan. Karang Taruna dengan 25 anggota muda memiliki akses teknologi tinggi (94% pengguna smartphone), namun belum mengoptimalkan kemampuan digitalnya untuk aktivitas ekonomi produktif. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas teknis Pokdakan dalam produksi pakan mandiri berbasis budidaya maggot Black Soldier Fly hingga mencapai minimal 70% kemampuan operasional, serta meningkatkan keterampilan digital marketing Karang Taruna sebesar 100% melalui kolaborasi lintas generasi.Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Sequential Capacity Building dengan prinsip Start Small, Scale Smart, berbasis model University–Community–Government Partnership dan metode Participatory Action Research (PAR). Program dilakukan melalui lima tahapan: sosialisasi, pelatihan teknis, pembangunan infrastruktur produksi, implementasi terbatas, serta monitoring dan evaluasi partisipatif. Hasil tahun pertama menunjukkan partisipasi pelatihan 100% pada budidaya maggot dan 96% pada digital marketing dengan peningkatan pengetahuan masing-masing 83% dan 107%. Infrastruktur produksi mencapai 75% penyelesaian, menghasilkan tepung maggot berkualitas dengan protein 42,3%. Program juga menghasilkan 52 konten promosi digital, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah organik dari 30% menjadi 78%, serta memperkuat kolaborasi antara Pokdakan dan Karang Taruna. Program ini telah membangun fondasi kuat untuk kemandirian pakan ikan dan transformasi ekonomi desa berbasis ekonomi sirkular