Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Layanan Konseling Individu dengan Teknik Cognitive Behavior Therapy dalam Mengatasi Perilaku Agresif Siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon: Penelitian Imelda Remetwa; Meisie L. Mangantes; Deklay Nainggolan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan layanan konseling individu dengan penerapan teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam mengurangi perilaku agresif siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon. Penelitian ini di latarbelakangi oleh adanya siswa yang menunjukkan kecenderungan perilaku agresif, baik secara verbal maupun fisik, seperti berkata kasar, mudah marah, mendorong dan membentak, yang dapat mengganggu proses pembelajaran serta hubungan sosial di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam beberapa siklus, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, Pengamatan dan peninjauan. Objek yang diteliti adalah seorang siswa dari kelas XI-C yang menunjukkan perilaku agresif. Metode untuk mengumpulkan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dan angket, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskripstif kuantitatif dan kualitatif dengan skala Likert. Hasil peneitian menunjukkan bahwa layanan konseling individu dengan teknik CBT dapat menurunkan perilaku agresif siswa. Pada tahap pra-tindakan skor 51 berada pada kategori tinggi. Setelah pelaksanaan siklus I dan perbaikan tindakan pada siklus II, terjdi penurunan perilaku agresif siswa sehingga skor 18 berada pada kategori rendah. Dengan demikian, layanan konseling individu dengan teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) efektif dalam mengatasi perilaku agresif siswa.
Layanan Konseling Kelompok dengan Teknik Cognitive Behavior Therapy dalam Mengatasi Bullying di Sekolah SMA Katolik Karitas Tomohon: Penelitian Cristin Natalia Pasaribu; Rinna Yuanita Kasenda; Deklay Nainggolan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6618

Abstract

Penelitian ini membahas tentang layanan konseling kelompok dengan teknik Cognitive Behavior Therapy dalam mengatasi bullying di sekolah SMA Katolik Karitas Tomohon Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki seberapa baik efektivitas layanan konseling kelompok yang memanfaatkan pendekatan cognitive behavior therapy dalam mengatasi masalah bullying di SMA Katolik Karitas Tomohon. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan untuk Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa yang terlibat dalam fenomena bullying dan siswa kelas X-B di SMA Katolik Karitas Tomohon. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner tentang perilaku bullying. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa layanan konseling kelompok dengan metode Cognitive Behavior Therapy terbukti efektif dalam mengurangi tindakan bullying di kalangan siswa. Pada tahap pra-tindakan, skor perilaku bullying para pelaku masuk dalam kategori tinggi dengan rentang skor 53–55. Setelah pelaksanaan siklus I, skor menurun ke kategori sedang dengan rentang 43–52. Kemudian pada siklus II, skor kembali menurun menjadi kategori rendah dengan rentang 29–31. Teknik Cognitive Behavior Therapy membantu siswa dalam mengenali pikiran negatif, mengubah pola pikir yang tidak rasional menjadi lebih logis, serta melatih perilaku sosial yang lebih positif melalui kegiatan diskusi, peran bermain, dan penguatan.