Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENYIMPANAN ASI PADA IBU BEKERJA DI ASRAMA POLISI KALISARI SEMARANG KECAMATAN SEMARANG SELATAN Desi Ariyana Rahayu
FIKkeS Vol 1, No 2 (2008): Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.357 KB)

Abstract

Tendensi penurunan pemberian ASI banyak terlihat di kota-kota besar di lndonesia. Dengan semakin banyaknya wanita yang bekerja pada sektor formal, akan mempengaruhi upaya ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Cuti tiga bulan yang diterima menyebabkan ibu beralih pada susu formula. Sebenarnya tidak tertutup kemungkinan bagi ibu bekeria untuk mernberikan ASI eksklusif, yaitu dengan menyimpan ASl. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu bekerja tentang penyimpanan ASI di Asrama Polisi (Aspol) Kalisari Semarang.Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode total sampling dengan 30 orang responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu ibu bekeria yang mempunyai bayi usia 2-6 bulan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskiptif murni dengan analisa data menggunakan analisa univariat.Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pengetahuan ibu bekerja tentang penyimpanan ASI di Aspol Kalisari Semaiang terdapat 73,33% ibu yang memiliki pengetahuan sedang, 23,33%baik dan 3,33% kurang.Kesimpulan yang dapat diambil yaitu tingkat pengetahuan ibu bekerja di Aspol Kalisari Semarang mengenai penyimpanan ASI belum begitu baik, sehingga diharapkan agar penyimpanan ASI dapat lebih disosialisasikan sehingga dapat meningkatkan upaya pemberian ASI eksklusif dilndonesia.Kata Kunci : Penyimpanan ASl, lbu Bekeria, Tingkat Pengetahuan
EFEKTIFITAS TERAPI MUROTTAL TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN KANKER Amia Rosandi Suwardi; Desi Ariyana Rahayu
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.7.1.2019.27-32

Abstract

Nyeri adalah keluhan yang umum pasca pengobatan bagi penderita kanker, bahkan bertahun-tahun setelah pengobatan. Pengendalian nyeri dapat dilakukan dengan pengobatannon farmakologis, diantaranya menggunakan terapi murottal yaitu terapi dengan mendengarkan alunan ayat-ayat suci al-qur’an yang dibacakan oleh ‘qori. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas terapi musik klasik dengan terapi murottal terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien kanker. Jenis penelitian Quasy Eksperimental dengan menggunakan bentuk rancangan three group pre and post test with kontrol design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien kanker yang mengalami nyeri. Sampel berjumlah 75 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri dari kelompoki ntervensi dan kelompok kontrol. Analisis data dengan menggunakan Kruskal Wallis dan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat nyeri pada kelompok intervensi sesudah diberikan terapi murottal sebesar 13,00. Hal ini menujukkan terjadinya penurunan tingkat nyeri setelah diberikan terapi murottal. Ada pengaruh pemberian terapi murottal terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien kanker di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang dengan nilai p=0,000 (p-value<0.05). Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada perawat, pasien kanker, mahasiswa agar dapat membantu memenuhi kebutuhan diri akan rasa nyaman dalam pengontrolan nyeri. Kata kunci : Terapi musik klasik, terapi murottal, kanker, tingkat nyeri EFFECTIVENESS OF MUROTTAL THERAPY IN DECREASING PAIN LEVEL OF CANCER PATIENTS ABSTRACTPain is a common complaint post-treatment for cancer sufferers, even years after treatment. Pain kontrol can be done by non pharmacological treatment, including using murottal therapy is therapy by listening to the strains of holy verses of the Qur'an which is read by ' Qori. Research objectives to determine the effectiveness of classical musik therapy with murottal therapy to decrease the level of pain in cancer patients. Types of experimental Quasy research using the design form Three Group Pre and Post Test with Kontrol Design. The population in this study is a cancer patient who is experiencing pain. Samples numbered 75 respondents using the purposive sampling technique, consisting of intervention groups and kontrol groups. Data analysis using Kruskal Wallis and Wilcoxon. The results showed that the average level of pain in the intervention group after Murottal therapy was 13,00. This shows the occurrence of pain reduction after being given murottal therapy. There is an influence on the treatment of murottal to decrease the level of pain in cancer patients in the Islamic hospital Sultan Agung Semarang with a value P = 0,000 (P-value < 0.05). The study provided recommendations to nurses, cancer patients, students in order to help meet the self-need for comfort in pain kontrol. Keywords: Classic  musik therapy, murottal therapy, cancer , the level of pain
Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) Taman Pintar Banana Sebagai Upaya Optimalisasi Kualitas Balita Di Rw 04 Dan Rw 05 Desa Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang Dera Alfiyanti; Mariyam Mariyam; Desi Ariyana Rahayu
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.306 KB)

Abstract

Program Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) balita di Puskesmas Kota Semarang dan jaringannya masih terbatas pada deteksi dini penyimpangan pertumbuhan sedangkan deteksi dini penyimpangan perkembangan, penyimpangan emosional, dan stimulasi sesuai usia anak belum dilaksanakan. Pembinaan tumbuh kembang balita di Desa Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang belum berjalan secara optimal. Kader kesehatan di RW 04 dan RW 05 mengatakan bahwa kegiatan posyandu hanya sebatas penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan pemberian makanan tambahan saja. Hal ini menyebabkan tidak terdeteksinya penyimpangan pertumbuhan, perkembangan, dan tidak optimalnya kualitas balita. Tujuan utama pembentukan Taman Pintar Banana adalah meningkatkan kualitas balita di RW 04 dan RW 05 Desa Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Rencana kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan deteksi dini pertumbuhan balita, pelatihan deteksi dini penyimpangan perkembangan balita, workshop stimulasi perkembangan balita, pelatihan MPASI, pelatihan pemeriksaan fisik dasar balita, pelatihan perawatan bayi, dan pembentukan Taman Pintar Banana. Metode pendekatan yang dilakukan adalah dengan diskusi intensif, simulasi/demonstrasi keterampilan, dan role play. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre dan post test pada setiap pelatihan yang berlangsung. Pengetahuan dan keterampilan kader mengalami peningkatan di enam pelatihan yang diselenggarakan.
FAKTOR YANG BERKORELASI TERHADAP MEKANISME KOPING PASIEN CKD YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD KOTA SEMARANG (Correlating factors of coping mechanism on CKD patients undergoing Hemodialysis in RSUD Kota Semarang) Yunie Armiyati; Desi Ariyana Rahayu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.931 KB)

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) patients who undergo hemodialysis can experience a variety ofproblems that arise as a result of a malfunction of the kidneys and hemodialysis process. Thoseproblems will cause stres and different coping mechanism, such as maladaptive copingmechanism. Nurses need to identify the various factors that correlate to the patient's copingmechanism in order to help identify contributing factors. The purpose of this study is to analyzethe factors that contribute to coping mechanism of CKD patients undergoing hemodialysis. Thisresearch used descriptive correlation design with samples of 39 hemodialysis patients at RSUDKota Semarang. The results show that there is no correlation between age and coping mechanism of response (p = 0.976> 0.05), there is a correlation between length of CKD withcoping mechanism (p = 0.015 <0.05), there is a correlation between length of undergoing HDwith coping mechanism (p = 0.002 <0.05) and there is a significant correlation betweenreceived of stres response to coping mechanisms (p = 0.008 <0.05), the more positive responseof receiving stres, the more adaptive coping mechanisms that is used by the patients.Recommendation of this study is that nurses can apply effective stres management for patients,so that the patient's coping mechanism become more adaptive.Keywords: Coping mechanism, Chronic Kidney Disease (CKD), Hemodialysis
DUKUNGAN PSIKOSOSIAL KELUARGA PENDERITA KUSTA DI KABUPATEN PEKALONGAN Desi Ariyana Rahayu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.332 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dukungan psikososial yang diberikan oleh caregiver kepadapenderita kusta di Kabupaten Pekalongan. Responden merupakan keluarga penderita kusta yangterdapat pada 2 Puskesmas dengan jumlah tertinggi penderita kusta di Kabupaten Pekalongan tahun2011. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan kunjungan rumah pada semua responden yangberada di 2 wilayah kerja Puskesmas Buaran dan Puskesmas Tirto 1. Dukungan psikososial caregiverpenderita kusta meliputi dukungan psikologis yang berada dalam kategori baik (73,8%), cukup(23,8%), dan kurang (2,4%). Sedangkan dukungan sosial berada dalam kategori dukungan baik(73,8%) dan cukup (26,2%).
PENGARUH AFIRMASI POSITIF TERHADAP MEKANISME KOPING PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK Fazri Wijaya; Desi Ariyana Rahayu
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 2 No. 1 (2019): May 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.054 KB) | DOI: 10.32584/jikj.v2i1.246

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) ialah kerusakan ginjal yang terjadi lebih dari 3 bulan yang berupa adanya kelainan pada struktur ginjal dan dapat atau tanpa disertai dengan adanya penurunan laju filtrasi glomerulus. Lamanya proses terapi hemodialisa akan berdampak pada mekanisme koping pada pasien GGK tersebut. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh afirmasi positif terhadap mekanisme koping pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah semarang. Desain Penelitian ini adalahquasi eksperimen.Populasi yang akan digunakan yaitu pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang yang menjalani terapi hemodialisa berjumlah 105 pasien. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling dengan jumlah 84 respondenterdiri dari kelompok intervensi sebanyak 42 responden dan kelompok kontrol 42 responden. Hasil analisis uji statistik non parametrik Wilcoxon Test didapatkan mekanisme koping pada pasien gagal ginjal kronik pada kelompok intervensi sebelum diberikan perlakuan afirmasi positif untuk adaptif sebanyak 18 orang (42,9%) serta maladaptif 24 orang (57,1%) sedangkan setelah diberikan perlakuan afirmasi positif yaitu adaptif 36 orang (85,7%) dan maladaptif 6 orang (14,3%) dan hasil uji Mann-Whitney Test didapatkan nilai p value 0,004 < 0,05, maka dapat disimpulkan ada pengaruh afirmasi positif terhadap mekanisme koping pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Kata Kunci : Afirmasi positif, pasien gagal ginjal kronik, mekanisme koping. POSITIVE AFFIRMATION ON COPING MECHANISM OF CHRONIC RENAL FAILURE PATIENTS ABSTRACTChronic renal failure (CRF) is kidney damage that occurs more than 3 months in the form of abnormalities in kidney structure and may or not accompanied by a decrease in glomerular filtration rate. The duration of hemodialysis therapy process will have an impact on the coping mechanisms in the CRF patients. The research objective was to determine the effect of a positive affirmation of the coping mechanisms in patients with chronic renal failure in Roemani Muhammadiyah Hospital Semarang. This study design is quasi-experimental. The population that will be used in which patients with chronic renal failure Roemani Muhammadiyah Hospital in Semarang who undergo hemodialysis therapy totaling 105 patients. The sampling technique used purposive sampling with 84 respondents consisted of as many as 42 respondents intervention group and the control group 42 respondents. The results of non-parametric statistical test Wilcoxon Test obtained coping policies in patients with chronic renal failure in the intervention group before being given positive approval for adaptive as many as 18 people (42,9%) and maladaptive 24 people (57,1%) while after being given positive affirmation assistance namely adaptive 36 people (5,7%) and maladaptive 6 people (14,3%) and the Mann-Whitney Test results obtained a p value of 0,004 < 0,05, it can be denied that there was an improvement in chronic kidney failure at Roemani Muhammadiyah Hospital Semarang. Keywords: Positive affirmation, chronic renal failure patients, coping mechanism
Terapi Autogenik terhadap Kondisi Psikologis Pasien CKD yang Menjalani Hemodialisa Rosdiana Saputri; Desi Ariyana Rahayu
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 2 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.033 KB) | DOI: 10.32584/jikj.v2i3.395

Abstract

Pasien CKD yang menjalani hemodialisis akan mempengaruhi fisiologis, psikologis dan sosial. Pola hidup berubah selama menjalani hemodialisis dalam keluarga, selain itu kehidupan normal yang terganggu mengakibatkan perasaan kehilangan pada pasien CKD. Hal ini mengakibatkan problem psikologis pada pasien CKD dan berdampak timbulnya depresi, cemas dan stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Terapi Autogenik Terhadap Kondisi Psikologi Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisis. Rancangan penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, pendekatan yang digunakan adalah pre test and post test non-equivalent control group. Responden penelitian ini pasien CKD yang menjalani hemodialisis di klinik ginjal dan hipertensi lestari Semarang, jumlah sampel 104 responden terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 52 responden kelompok intervensi terapi autogenik dan 52 responden kelompok kontrol. Uji statistik menggunakan Wilcoxon. Hasil uji statistik pada kelompok intervensi terdapat efektivitas terapi autogenik terhadap penurunan tingkat depresi, ansietas dan stres dengan masing-masing p value=0,000.Terdapat efektivitas terapi autogenik terhadap kondisi psikologis pasien CKD yang menjalani hemodialisis Kata kunci: CKD, hemodialisis, terapi autogenik AUTOGENIC THERAPY TO PSYCHOLOGICAL ASPECTS OF CKD PATIENTS UNDERGOING HEMODIALYSIS ABSTRACTChronic Kidney Disease (CKD) patients undergoing hemodialysis will affect physiologically, psychologically and socially life of patients. Lifestyle changes during hemodialysis in the family and disturbs normal life results in feelings of loss in CKD patients. This causes psychological problems such as depression, anxiety and stress. This study aimedto analyze the effectiveness of autogenic therapy on patients’ psychological condition undergoing hemodialysis. The design of this study was a quantitative study with quasi-experimental design. Pre-test and post-test non-equivalent control group were applied. Samples of this study were patients  undergoing hemodialysis.  There were 104 respondents divided into 2 groups, control and intervention group. Each group consisted of 52 respondents. The data were analyzed using Wilcoxon test. Statistic test resulted on intervention group described that therewas effectiveness of autogenic therapyon decreasing the level of depression, anxiety, and stress with each p value=0,000. There was  effectiveness of autogenic therapy on the psychological condition of CKD patients undergoing hemodialysis. Keywords: CKD, hemodialysis, autogenic therapy 
Penurunan Harga Diri Rendah dengan menggunakan Penerapan Terapi Okupasi (Berkebun) Yain Rokhimmah; Desi Ariyana Rahayu
Ners Muda Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.609 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i1.5493

Abstract

Harga diri rendah adalah penilaian pencapaian diri dengan menganalisis sejauh mana perilaku tersebut sesuai dengan diri ideal. Perasaan tidak berharga, tidak penting dan rendah diri berkepanjangan karena evaluasi negatif diri dan kemampuan. Hal tersebut membuat pasien dengan harga diri rendah sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain. Salah satu alternatif untuk meningkatkan harga diri rendah adalah berkebun dalam terapi okupasi. Untuk meningkatkan independensi pada pasien dengan harga diri rendah dengan terapi okupasi pada pasien dengan harga diri rendah. Laporan akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada 2 pasien dengan harga diri rendah. Data diperoleh melalui lembar observasi kemampuan pasien untuk berkebun. Setelah terapi okupasi, ada penurunan harga diri yang rendah dengan P1 73% dari 8 skor, dan P2 91% dengan 10 skor. Terapi okupasi (berkebun) dapat mengurangi tingkat gangguan harga diri yang rendah juga.
Terapi Psikoreligius: Dzikir Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Akbar Akbar; Desi Ariyana Rahayu
Ners Muda Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v2i2.6286

Abstract

Prevalensi gangguan jiwa di Indonesia mencapai 15,3% dari 259,9 juta jiwa penduduk Indonesia Kasus gangguan jiwa di Jawa Tengah pada tahun 2010 sebanyak 317.504 orang. Prevalensi halusinasi di Jawa Tengah yaitu 0,23 % dari jumlah penduduk melebihi angka nasional 0,17 %. Cara meminimalkan komplikasi atau dampak halusinasi dibutuhkan pendekatan dan memberikan penatalaksanaan untuk mengatasi gejala halusinasi dengan cara memberikan terapi psikoreligius: dzikir. Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui tingkat kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi pendengaran menggunakan terapi psikoreligius: dzikir. Metode studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan pada 2 pasien yang difokuskan pada salah satu masalah penting dalam kasus asuhan keperawatan halusinasi pendengaran. Intervensi yang diberikan berupa terapi generalis cara mengontrol halusinasi pendengaran dan terapi psikoreligius: dzikir selama 3 hari dengan durasi waktu 10-20 menit. Hasil studi kasus pada pasien halusinasi pendengaran di ruang UPIP RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengontrol halusinasi setelah pemberian terapi psikoreligius: dzikir sebagai suatu upaya terapi non farmakologi pada pasien halusinasi pendengaran. Kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pada kedua klien didapatkan hasil 6 (baik) setelah pemberian terapi psikoreligius: dzikir sebagai suatu upaya terapi non farmakologi pada pasien halusinasi pendengaran.
The Effect of Murottal Therapy in Decreasing Depression of Patients Undergoing Hemodialysis Desi Ariyana Rahayu; Tri Nur Hidayati; Tsulis Ahmad Imam
Media Keperawatan Indonesia Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.443 KB) | DOI: 10.26714/mki.1.2.2018.6-10

Abstract

Background: Hemodialysis can be performed 1 to 3 times a week according to the degree of kidney damage and takes 3 - 5 hours each time. The activity done regularly and continuously throughout life and cause negative effects such as discomfort, decreased quality of life including physical health, psychological, spiritual, and socioeconomic status. The psychological impacts include anxiety, stress and depression. This research aimed to analyze the influence of Murottal therapy on depression of patients undergoing hemodialysis.Method: The research used quasi experimental method with one group pretest-posttest design. The sampling was done by purposive sampling. Data collection used DASS questionnaires. Data was analyzed using T-test and Wilcoxon test. Result: It was found that depression levels were decreased after the given of Murottal therapy. There were 26 respondents performed normal condition (86.7%) and 4 respondents performed mild depression (13.3%).Analyzis: Murottal therapy decreased the depression level on patients undergoing hemodialysis which showed by the T-test correlation with p-value 0.000 (<0.05).Conclusion: Murottal therapy decreased the depression levels of patients undergoing hemodialysisKeywords: Hemodialysis, depression, Murottal tehrapyLiterature: 60 (2005-2017)