Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Parents' Ability To Stimulate The Psychosocial Development Of School-Aged Children Rahayu, Desi Ariyana; Sari, Cahya Puspita; Mubin, Mohamad Fatkhul; Hidayati, Eni
South East Asia Nursing Research Vol 6, No 4 (2024)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/seanr.6.3.2024.%p

Abstract

 Background: WHO reported that the incidence of growth and developmental disorders in children remains high. In Southeast Asia, 28.7% of children experience growth and developmental disorders, and Indonesia ranks third in Southeast Asia with a prevalence of developmental delay in children reaching 5% to 10%. This study aims to identify parental abilities in stimulating psychosocial development in school-aged children.Method: This study employed a quantitative research design with a descriptive method. The sample consisted of 114 students from grades 2, 3, 5, and 6 at Kedungmundu Public Elementary School. The sampling procedure utilized non-probability sampling with purposive sampling technique.Result: The majority of children have not achieved the tasks of psychosocial development in school-aged children, with 62 children (54.4%) falling into this category, while 52 children (45.6%) have achieved these tasks. The majority of parents have suboptimal abilities in stimulating the development of school-aged children, with 59 parents (51.8%) falling into this category, while the remaining have optimal abilities in stimulating the development of school-aged children, with 55 children (46.2%). Regarding responses to stimulating the development of school-aged children, the majority of aspects have been achieved with an average percentage of 81.1%, while the average percentage of aspects not achieved is 18.9%. The highest percentage of achieved aspects is in the spiritual aspect, with a percentage of 95.6%, while the highest percentage of aspects not achieved is in the psychosocial aspect, with a percentage of 42.1%.
Manajemen Keuangan dan Kesehatan Mental untuk Pekerja dan Mahasiswa Migran di Taiwan Fatmasari Sukesti; Edy Purwanto; Muhamad Diaz Faturachman; M. Fatkhul Mubin; Desi Ariyana Rahayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/wrd.v5i1.484

Abstract

The community service aims to provide literacy on financial management and mental health for workers and students abroad. The education focuses on how migrants and students can manage their finances healthily while abroad and maintain their mental health during their time working or studying in Taiwan. The expected outcome is that participants gain additional knowledge on how to manage their finances and health while in a foreign country. With this knowledge, it is hoped that they can prevent mental health and financial issues, thus enabling them to work and study effectively and increase productivity.
Penurunan Skala Nyeri Pasien Post Apendiktomi Menggunakan Teknik Relaksasi Genggam Jari (Finger Hold) Kusrini, Erna Sutrisnawati; Rahayu, Desi Ariyana
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.11035

Abstract

Nyeri merupakan keluhan yang sering dirasakan pada pasien post apendiktomi. Nyeri dapat mengakibatkan ketidaknyamanan dan mempengaruhi proses penyembuhan pasien. Teknik relaksasi genggam jari adalah terapi non farmakologi untuk menurunkan nyeri.Tujuan studi ini adalah mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien post apendiktomi yang diberikan teknik relaksasi genggam jari (Finger Hold) dalam menurunkan nyeri. Studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Jumlah responden 2 pasien post apendiktomi. Pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Studi kasus 1 menunjukkan penurunan skala nyeri dari skala 6 (nyeri sedang) menjadi skala 3(nyeri ringan). Studi kasus 2 menunjukkan penurunan skala nyeri dari skala 5 (nyeri sedang) menjadi skala 2 (nyeri ringan). Teknik relaksasi genggam jari (Finger Hold) dapat menurunkan skala nyeri pada pasien post apendiktomi. Rekomendasi: Terapi relaksasi genggam jari (Finger Hold) efektif dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dalam menurunkan nyeri pasien post apendiktomi. Kata Kunci: Nyeri akut, apendiktomi, terapi relaksasi genggam jari (Finger Hold)
Fun-Learning: Permainan Edukatif sebagai Media Pencegahan Bullying pada Anak Usia Sekolah Nurhalimah, Nurhalimah; Rahayu, Desi Ariyana; Mubin, Mohammad Fatkhul; Hidayati, Eni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i6.2809

Abstract

Bullying di lingkungan sekolah merupakan masalah serius yang berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang bullying melalui pendekatan fun-learning berbasis permainan edukatif matras anti-bullying. Metode yang digunakan meliputi tiga tahap: (1) persiapan (studi pendahuluan dan koordinasi dengan sekolah), (2) pelaksanaan (sosialisasi materi, permainan matras anti-bullying, dan evaluasi), serta (3) penyusunan laporan. Peserta terdiri dari 25 siswa putra kelas 6 SD IT Bandungan Semarang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa, dengan 90% peserta (23 siswa) mengalami peningkatan pengetahuan tentang bentuk, dampak, dan cara mencegah bullying. Tantangan utama adalah 10% siswa yang masih kesulitan membedakan bullying dan bercanda dan ini mengindikasikan perlu adanya pendampingan berkelanjutan. Kegiatan ini merekomendasikan pengembangan modul permainan yang lebih beragam, pelibatan orang tua dan guru, serta monitoring jangka panjang. Psikoedukasi berbasis permainan terbukti efektif sebagai strategi pencegahan bullying di sekolah dasar dan dapat diadopsi sebagai model intervensi inovatif.
Alternatif Penurun Hipertensi Alami pada Lansia: Infused Water Timun dan Lemon Pramesti, Shyla Asoka; Nasriah, Hanifatun; Putri, Jeanolla Labina; Hanifah, Alifianur Fahmilatul; Luthfiana, Dita; Pramesti, Aviesta Amellya; Solikah, Wahyu Nur; Sofiana, Hera; Lutfiyah, Talitha; Rahayu, Desi Ariyana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 7 (2025): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i7.2998

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran lansia tentang hipertensi seringkali menyebabkan pengelolaan kesehatan yang kurang optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi sekaligus memperkenalkan infused water timun dan lemon sebagai alternatif alami dalam pengendalian tekanan darah. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan media leaflet, ceramah interaktif, dan demonstrasi praktik langsung, menggunakan desain penelitian pre-post test pada 21 responden lansia hipertensi di RW 25 Kelurahan Sendangmulyo. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan responden, di mana sebelum intervensi mayoritas berada pada kategori sedang (95,2%), dan setelah intervensi meningkat menjadi kategori tinggi (95,2%). Lansia juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam praktik pembuatan infused water. Kesimpulannya, penyuluhan kesehatan berbasis praktik langsung ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia serta memberikan alternatif alami yang mudah, ekonomis, dan minim efek samping dalam upaya pengendalian hipertensi.
Pemberdayaan Caregiver Primer pada ODGJ Pasca Pasung Melalui Penerapan Psikoedukasi Keluarga di DSSJ Banyuroto Rahayu, Desi Ariyana; Mubin, Mohamad Fatkhul; Suerni, Titik
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.141

Abstract

Latar belakang: Pasung adalah istilah yang digunakan di Indonesia dan beberapa negara lain untuk menggambarkan tindakan pengasingan dan pengekangan terhadap pasien atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Pasung bertujuan memisahkan orang yang dianggap memiliki gangguan jiwa dan mengganggu atau berbahaya dari kehidupan masyarakat. Kejadian pasung ditemukan di Desa Banyuroto bersamaan dengan penanganan pasca erupsi Merapi tahun 2010 yang lalu. Kejadian pasung didasari dari ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa. Selain pasung, ditemukan beberapa kasus gangguan jiwa di 5 dusun yang berlokasi di Desa Banyuroto. Hal ini menjadi kunci intervensi bagi perawat untuk melakukan psikoedukasi keluarga. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini adalah untuk menerapkan psikoedukasi keluarga pada caregiver agar mampu memberikan asuhan keperawatan secara mandiri setelah pasien dibebaskan dari pasung dan pasca perawatan dari Rumah Sakit Jiwa. Metode: Program pengabdian masyarakat yang direncanakan adalah sosialisasi program, penerapan psikoedukasi keluarga, dan evaluasi kegiatan. Hasil: Hasil implementasi psikoedukasi keluarga diperoleh: stress caregiver menurun sebesar 5 poin, beban caregiver menurun sebesar 1 poin, pengetahuan caregiver dalam merawat ODGJ naik sebesar 3 poin, dan kemampuan caregiver dalam merawat ODGJ meningkat sebesar 33 poin. Kesimpulan: Psikoedukasi keluarga adalah salah satu elemen program perawatan kesehatan jiwa keluarga dengan cara pemberian informasi, edukasi melalui komunikasi yang terapeutik. Program psikoedukasi merupakan pendekatan yang bersifat edukasi dan pragmatik. Kata kunci: caregiver, ODGJ, pasung, psikoedukasi __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Pasung is a term used in Indonesia and several other countries to describe the act of isolating and restraining patients or people with mental disorders (ODGJ). Pasung aims to separate people who are considered to have mental disorders and are disruptive or dangerous from community life. The occurrence of pasung was found in Banyuroto Village along with handling the post-eruption of Merapi in 2010. The event of pasung is based on the family's inability to care for family members who suffer from mental disorders. Apart from pasung, several cases of mental disorders were found in 5 hamlets located in Banyuroto Village. This is a key intervention for nurses to conduct family psychoeducation. Objective: This community service is to apply family psychoeducation to caregivers. Hence, they are able to provide nursing care independently after the patient is released from shackles and after treatment from a mental hospital. Method: The planned community service programs are program socialization, implementation of family psychoeducation, and evaluation of activities. Results: The results of the implementation of family psychoeducation were obtained: caregiver stress decreased by 5 points, caregiver burden decreased by 1 point, caregiver knowledge in caring for patient increased by 3 points, and caregiver's ability to care for patient increased by 33 points. Conclusion: Family psychoeducation is an element of the family mental health care program by providing information, and education through therapeutic communication. Keywords: caregiver,  ODGJ, coercion, psychoeducation