Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : jesasi

EDUKASI PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG BATOK KELAPA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN (PJOK) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS FISIK SISWA DI SMP NEGERI 3 PAGIMANA: Education on the Traditional Coconut Shell Stilt Game through Physical Education, Sports, and Health (PJOK) Learning to Increase Students’ Physical Activity at SMP Negeri 3 Pagimana Rahmat La Pou; Muhammad Salahuddin; Abdul Rabbi Arrasul; Miranti; Siti Ilma S. Dulumina; Abd Sugipto
JESASI (JURNAL EDUKASI, SAINS, DAN INOVASI) Vol. 3 No. 1 (2026): JESASI (Jurnal Edukasi, Sains, dan Inovasi) February - July 2026
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/jesasi.v3i1.30

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat menyebabkan permainan tradisional semakin jarang dikenal oleh anak-anak, sehingga berdampak pada menurunnya aktivitas fisik serta berkurangnya pemahaman terhadap budaya lokal. Padahal, permainan tradisional memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan motorik, kognitif, dan karakter peserta didik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan permainan tradisional egrang batok kelapa dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMP Negeri 3 Pagimana sebagai upaya meningkatkan aktivitas fisik siswa sekaligus melestarikan budaya lokal. Metode pelaksanaan meliputi tahap observasi awal, koordinasi dengan pihak sekolah, serta pelaksanaan kegiatan melalui edukasi dan praktik langsung kepada siswa sebagai mitra sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memberikan respons positif dan mengalami peningkatan kemampuan keseimbangan serta koordinasi gerak setelah mengikuti pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam menumbuhkan sikap kerja sama, disiplin, sportivitas, dan percaya diri siswa. Integrasi permainan tradisional dalam pembelajaran PJOK terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, partisipatif, dan menyenangkan. Dengan demikian, permainan egrang batok kelapa efektif digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan bermakna, serta mendukung upaya pelestarian budaya lokal di lingkungan sekolah.
EDUKASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) BAGI MASYARAKAT DESA TOMBANG DALAM MENINGKATKAN KESADARAN KERJA AMAN Moh. Rafli Panjili; Abdul Rabbi Arrasul; Nurdian Indah Pratiwi; Riski Molumu; Muhammad Rizky Yambon; Moh. Azis Aminullah
JESASI (JURNAL EDUKASI, SAINS, DAN INOVASI) Vol. 3 No. 1 (2026): JESASI (Jurnal Edukasi, Sains, dan Inovasi) February - July 2026
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/jesasi.v3i1.32

Abstract

Kegiatan edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku kerja aman, khususnya pada sektor pekerjaan berisiko di pedesaan. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat Desa Tombang adalah rendahnya pemahaman mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) serta kurangnya penerapan prosedur kerja yang aman dalam aktivitas sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku kerja aman masyarakat melalui edukasi K3 berbasis partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi tahapan observasi awal, sosialisasi program, penyuluhan, diskusi interaktif, serta praktik langsung penggunaan APD dan simulasi identifikasi bahaya kerja. Sasaran kegiatan adalah masyarakat Desa Tombang, khususnya yang bekerja di sektor perkebunan dan pekerjaan lapangan dengan tingkat risiko tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta terhadap pentingnya K3, yang ditunjukkan oleh kemampuan mayoritas peserta dalam mengenali potensi bahaya, memahami fungsi APD, serta menerapkan prosedur kerja yang lebih aman. Selain itu, terjadi perubahan sikap berupa meningkatnya kehati-hatian dalam bekerja dan kesadaran untuk melindungi diri dari risiko kecelakaan kerja. Luaran kegiatan ini berupa peningkatan kapasitas masyarakat dalam penerapan K3 serta terbentuknya perilaku kerja yang lebih aman sebagai langkah awal menuju budaya keselamatan kerja di lingkungan desa.