Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Midwifery Care Journal

PENINGKATAN BERAT BADAN DAN LAMA PENGUNAAN METODE SUNTIK PROGESTIN PADA AKSEPTOR AKTIF Khobibah Khobibah; Budi Astyandini; Mimi Ruspita
Midwifery Care Journal Vol 1, No 4 (2020): July 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.217 KB) | DOI: 10.31983/micajo.v1i4.6190

Abstract

Progestin injection contraception is one of hormonal contraception. Approximately 56% choosen this contraception. Progesteron contraception contained side effects in long term use.  One of side effect is increasing body weight related of fat accumulation. Aim of this research is to find out the relationship between long term use with increasing of weight gain on acceptor. This research use analitical observasional with 35 sampling acceptor. The age of the acceptor was more than 30 years old. The age of the acceptor was more than 30 years old in Purwosari village, Patebon Kendal. This research use observasional checklist and use Pearson Correlation test. The result showed correlation between longterm use with increasing of bdoy weight gain that was p 0,338 with significancy value 0,048 0,05. In conclusion there was correlation long term use and increasing of body weight gain. There was intervention to reduce body weight gain and the measurement of lipid profil on acceptor.
IDENTIFIKASI PENANGANAN KEHAMILAN SEROTINUS DI RSUD DR. H SOEWONDO KENDAL Tri Nurhidayati; Budi Astyandini; Sri Setiasih
Midwifery Care Journal Vol 1, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.727 KB) | DOI: 10.31983/micajo.v1i1.5297

Abstract

Kehamilan umumnya berlangsung 40 minggu atau 280 hari dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT). Namun, sekitar 3,4-14% atau rata-rata 10% kehamilan berlangsung sampai 42 minggu atau lebih.Kehamilan lewat waktu merupakan salah satu kehamilan resiko tinggi.Hal ini berhubungan erat dengan mortalitas, morbiditas perinatal, ataupun makrosomia.Adapun penyebab kematian perinatal adalah kelainan kongenital, prematuritas, trauma persalinan, infeksi, gawat janin dan asfiksia neonatorum.Terjadinya gawat janin disebabkan oleh induksi persalinan, infeksi pada ibu, perdarahan, insufisiensi plasenta, prolapsus tali pusat, kehamilan dan persalinan preterm dan postterm. Untuk mengetahui seberapa besar upaya tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penanganan kehamilan serotinus di RSUD Dr.H.Soewondo Kabupaten Kendal.Desain yang digunakan adalah deskriptif yaitu suatu desain yang dilakukan terhadap sekumpulan objek yang bertujuan unuk melihat gambaran fenomena (termasuk kesehatan) yang terjadi disuatu populasi tertentuserta metode yang digunakan adalah dengan melihat data ibu bersalin serotinus dengan penanganannya yang tertera di Rekam Medis. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin kehamilan serotinussebanyak 108 responden.Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh.Menunjukkan bahwa dari 108 ibu bersalin dalam penanganannya adalah 22 (20,4%) dengan metode menunggu, 11 (10,2%) dengan induksi persalinan, 75 (69,4%) dengan seksio sesarea. Kesimpulannya sebagian besar responden (ibu bersalin) dalam penanganannya menggunakan metode seksio sesarea.Bagi ibu hamil disarankan untuk segera datang ke rumah sakit untuk mendapat penanganan secara optimal.
GAMBARAN DUKUNGAN SUAMI DARI AKSEPTOR DALAM PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IUD DI DESA RINGINARUM KECAMATAN RINGINARUM KABUPATEN KENDAL Khobibah Khobibah; Budi Astyandini; Sri Setiasih
Midwifery Care Journal Vol 1, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.006 KB) | DOI: 10.31983/micajo.v1i1.5298

Abstract

ABSTRAK Ada berbagai macam pilihan kontrasepsi, salah satu jenis alat  kontrasepsi adalah Intra Urerin Device (IUD) yang merupakan salah satu metode kontrasepsi efektif. Banyak faktor yang mempengaruhi WUS (Wanita Usia Subur) dalam penggunaan kontrasepsi, faktor tersebut antara lain usia WUS, jumlah keluarga, status pekerjaan, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan alat kontrasepsi serta dukungan keluarga khususnya suami. Dukungan  suami adalah bentuk nyata keikutsertaan suami kepada istrinya dalam mempengaruhi bahtera rumah tangga. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui gambaran dukungan suami dari akseptor dalam pemilihan alat kontrasepsi IUD di desa Ringinarum Kecamatan Ringinarum  Kabupaten Kendal. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan survey. Populasi dalam penelitian ini yaitu  semua akseptor KB di Desa Ringinarum Kecamatan Ringinarum Kabupaten Kendal kurang lebih  261 akseptor. Jumlah sampel 66 responden dengan teknik sampling secara Acak Sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar suami  mendukung dalam pemilihan alat kontrasepsi IUD sebanyak 52 responden (78,8%). Diharapkan  dengan adanya dukungan dari suami, Wanita Pasangan Usia Subur  dapat memilih dan menggunakan alat kontrasepsi IUD. Hasil penelitian disarankan dapat digunakan sebagai masukan pada Instansi BPPKB dan Dinkes untuk membuat program atau kebijakan yang lebih baik untuk meningkatkan program – program dalam pencapaian target IUD dan meningkatkan mutu pelayanan dalam program keluarga berencana, misalnya dengan cara mengadakan penyuluhan dan safari KB.
RIWAYAT PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA MENOPAUSE Budi Astyandini; Rozikhan Rozikhan; Titi Mursiti
Midwifery Care Journal Vol 1, No 4 (2020): July 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.905 KB) | DOI: 10.31983/micajo.v1i4.6193

Abstract

A woman's reproductive cycle begins at menarche and ends with menopause. Various factors affect a person's age at menopause.  The purpose of this study was to find out the fun of using contraception and the age of menopause that occurred in PERIP administrators in Kendal district. research  methods with observational  analytics with a retrospective approach. The population in the study was 60 people in the management of  PERIP with a total sample of 40 people selected by random sampling, primary data collection using instruments using a questionnaire filled directly by respondents, research results obtained 55% of respondents using non hormonal contraceptives especially IUDs and menopause age 70% occurred after age 55 years. The results of the study concluded that most of the non-hormonal contraception methods of menopause were mostly above 55 years. It is recommended for further research to intervene in early menopausal women and test the relationship between variables.