Sasongko, Hendrik Probo
Program Studi D III Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rustida

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Self Efficacy Dan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Stroke Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Mochammad Imaduddin; Rizka Yunita; Hendrik Probo Sasongko
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2049

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di benua Asia dan penyebab perubahan gaya hidup yang signifikan pada pasiennya terkait dengan mobilitas pasien, pola emosi, tingkah laku serta kemampuan komunikasi. Dukungan keluarga juga merupakan salah satu faktor penting dalam kepatuhan pengobatan, dimana anggota keluarganya saling ketergantungan dan saling berhubungan dengan baik untuk mememberikan perhatian dan kasih sayang. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan self efficacy dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien stroke di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif yang berjenis penelitian korelational dengan pendekatan penelitian cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 44 responden yang memenuhi kreteria inklusi dengan teknik accidental sampling. Kemudian data dianalisis secara komputer dengan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil Self efficacy berkategori sedang, sebagian besar dukungan keluarga tidak baik serta sebagian besar kepatuhan minum obat berkategori sedang pada pasien stroke. Kesimpulan penelitian ada hubungan yang kuat antara Self Eficacy dan dukungan keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pasien stroke di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Saran yang diajukan yaitu agar perawatan untuk pasien stroke sebaiknya melibatkan peran serta keluarga, hal ini dikarenakan fungsi keluarga adalah untuk memberikan perawatan kesehatan untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga yang sakit
Efektivitas Edukasi Media Leaflet Dan Simulasi Terhadap Keterampilan Injeksi Insulin Pasien Diabetes Mellitus Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Nazilah Wiqoatul Haqiqoh; Hendrik Probo Sasongko; Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2052

Abstract

Kurangnya pengetahuan dan pemahaman pasien tentang penggunaan insulin merupakan penyebab kegagalan terapi yang menimbulkan krisis hiperglikemik atau hipoglikemik. Untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang tepat dalam melakukan injeksi insulin, dapat melalui pelatihan dan edukasi yang komprehensif, termasuk media leaflet dan simulasi. Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas edukasi media leaflet dan simulasi terhadap keterampilan injeksi insulin pasien Diabetes Melitus di ruang rawat inap Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Jenis penelitian Pre Experimental Two Group Pretest Posttest Design Without Control. Populasi semua pasien Diabetes Melitus di ruang rawat inap Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso yang mendapat terapi injeksi insulin pen sebanyak 41 responden, penentuan sampel menggunakan tekhnik Non Probabilistic Accidental Sampling sebanyak 38 responden. Instrumen yang digunakan lembar observasi. Dianalisis menggunakan uji Wilcoxon matched-Pairs Signed Rank kemudian menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan injeksi insulin sebelum edukasi media leaflet kurang sebanyak 19 (100%), setelah edukasi media leaflet cukup sebanyak 12 (63,2%), keterampilan injeksi insulin sebelum edukasi simulasi kurang sebanyak 19 (100%), setelah edukasi simulasi baik sebanyak 15 (78,9%). Hasil uji analisis menggunakan Wilcoxon matched-Pairs Signed Rank, baik edukasi media leaflet maupun simulasi efektif terhadap peningkatan keterampilan injeki insulin, keduanya didapatkan nilai ρ = 0,000 < α = 0,05. Hasil uji analisis menggunakan Mann-Whitney didapatkan nilai mean rank kelompok simulasi 24,66 lebih tinggi dibandingkan kelompok leaflet 14,34, sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi media simulasi lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan injeksi insulin. Tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi kepada pasien cara menginjeksi insulin untuk meningkatkan keterampilan secara mandiri dan tepat, sehingga meningkatkan kontrol kadar glikemik pasien dan mencegah kekambuhan.
Analisis Dukungan Keluarga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Munawarah; Hendrik Probo Sasongko; Achmad Kusyairi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2059

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah kondisi dengan hambatan aliran udara progresif yang menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk kronis, dan produksi dahak berlebih. Kondisi ini sering menimbulkan kecemasan pada pasien, sehingga dukungan keluarga dan kualitas pelayanan kesehatan menjadi faktor penting untuk mengurangi kecemasan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas pelayanan terhadap penurunan kecemasan pasien PPOK yang dirawat inap di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan pada periode 1 Juni hingga 15 Juli 2025. Sampel terdiri dari 30 responden yang diambil secara accidental sampling dari populasi 32 pasien PPOK rawat inap di rumah sakit tersebut. Data dianalisis dengan uji chi-square dan Fisher’s Exact Test untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil menunjukkan bahwa 21 responden (70%) mendapatkan dukungan keluarga yang baik, dan 19 responden (63,3%) menilai kualitas pelayanan sangat baik. Sebanyak 22 responden (73,3%) tidak mengalami kecemasan selama perawatan. Analisis statistik mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan (p = 0,005; Fisher’s Exact Test = 0,001) serta antara kualitas pelayanan dengan tingkat kecemasan (p = 0,001; Fisher’s Exact Test = 0,001). Kesimpulannya, dukungan keluarga dan kualitas pelayanan yang baik berperan penting dalam menurunkan kecemasan pasien PPOK selama perawatan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga dan pelayanan kesehatan berkualitas dalam mendukung kesejahteraan psikologis pasien PPOK.
Effectiveness of lavender aromatherapy in reducing dysmenore Nanda, Febrika; Sasongko, Hendrik Probo
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 10 (2026): January Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i10.2299

Abstract

Background: Adolescence, which occurs between the ages of 11 and 20, is also a period of maturation of the human reproductive organs, also known as puberty. Menstruation is the most common problem experienced by teenagers today. Early menarche, lack of exercise, abnormal menstrual cycles, and alcohol consumption are some of the causes of dysmenorrhea. The World Health Organization reported in 2020 that 1,769,425 adolescent girls experienced dysmenorrhea (90%) of the total and 10%-15% of them experienced severe dysmenorrhea. In Indonesia, 64.25% of productive women experience menstrual pain. Purpose: To identify the effectiveness of lavender aromatherapy in reducing dysmenorrhea in adolescents. Method: This research was quantitative, with a pre-experimental design using a single-group pre-post test approach. The study was conducted MTS Mumbulsari Jember with 40 respondents. Data collection used purposive sampling and a Numeric Rating Scale (RRS) instrument to determine pain intensity and aromatherapy candles. Results: From the T-Test calculation with a p value of 0.000 < α (0.05), which means there is a relationship between lavender aromatherapy in reducing dysmenorrhea. Aromatherapy works by influencing the emotional center in the limbic system, providing a calming and relaxing effect on the body, which can reduce pain. Conclusion: Relaxation therapy with aromatherapy is recommended as a self-administered technique to treat dysmenorrhea, thereby reducing the use of analgesics. Suggestion: The results of this study are expected to be a reference for female students regarding non-pharmacological methods to reduce menstrual pain.