Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Dimensi Kearifan Lokal Masyarakat Bali Dalam Antologi Cerpen Malam Pertama Calon Pendeta Karya Gde Aryantha Soethama: Penelitian Andi Bacok, Anggriyani; Karmin Baruadi, Mohamad; Achmad Bagtayan, Zilfa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2161

Abstract

Penelitian ini membahas kearifan lokal masyarakat Bali yang tercermin dalam antologi cerpen Malam Pertama Calon Pendeta karya Gde Aryantha Soethama dengan menggunakan teori kearifan lokal menurut Jim Ife. Cerpen ini menggambarkan kehidupan masyarakat Bali yang penuh dengan tradisi, sistem kasta, dan adat yang mempengaruhi kehidupan sosial sehari-hari, di mana tokoh-tokoh cerita harus menghadapi dilema antara pilihan pribadi dan tuntutan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dimensi-dimensi kearifan lokal dalam cerpen tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui membaca berulang kali, mencatat, serta memverifikasi teks dan referensi terkait. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan antropologi sastra, berfokus pada enam dimensi kearifan lokal menurut Jim Ife: (1) pengetahuan lokal, (2) kebudayaan lokal, (3) sumber daya lokal, (4) keterampilan lokal, (5) proses lokal, dan (6) kerja dalam solidaritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan belas budaya yang teridentifikasi dalam keenam dimensi tersebut, yang menggambarkan kesenian, upacara adat, profesi, dan nilai-nilai sosial masyarakat Bali.
DIGLOSIA DALAM TUTURAN REMAJA DI DESA AYUHULALO KECAMATAN TILAMUTA KABUPATEN BOALEMO Gusani , Syisilia Maharani; Baruadi, Mohamad Karmin; Zakaria, Ulfa
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.35698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan situasi penggunaan bahasa oleh remaja di Desa Ayuhulalo melalui permasalahan tentang 1) bagaimana bentuk diglosia dalam tuturan remaja di Desa Ayuhulalo, dan 2) faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya diglosia dalam tuturan remaja di Desa Ayuhulalo. Tujuan penelitian yakni, 1) mendeskripsikan bentuk diglosia dalam tuturan remaja di Desa Ayuhulalo dan 2) mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya diglosia dalam tuturan remaja di Desa Ayuhulalo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yakni, teknik simak, teknik catat, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan urutan pereduksian data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bentuk diglosia dalam tuturan remaja di Desa Ayuhulalo terdapat 2 bentuk yang sering digunakan yakni (1) diglosia dalam ragam tinggi mencakup Bahasa Indonesia dan Dialek Melayu Manado dan (2) diglosia dalam ragam rendah mencakup Bahasa Gorontalo dan Dialek Melayu Manado. Faktor penyebab terjadinya diglosia dalam tuturan remaja yang ditemukan dalam penelitian ini meliputi (1) faktor fungsi, (2)faktor prestise, (3) faktor pemerolehan, (4) faktor stabilitas
PRONOMINA BAHASA GORONTALO DAN BAHASA ATINGGOLA (SUATU KAJIAN ANALISIS KONTRASTIF) Tobelo, Nur Afni; Baruadi, Mohamad Karmin; Ntelu, Asna
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41417

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bentuk, persamaan dan perbedaan pronomina bahasa Gorontalo dan bahasa Atinggola. Data penelitian ini berupa kata yang dituturkan secara lisan oleh masyarakat di desa Mokonowu Kecamatan Monano dan desa Tombulilato. Metode penelitian ini adalah pendekatan analisis kontrastif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni Teknik Simak, teknik cakap, teknik catat serta teknik rekam suara dan gambar. Pada teknik analisis data pada penelitian yaitu mentranskip data, mengidentifikasi data, mengelompokkan data, mengiterpretasi data dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk-bentuk pronomina diantaranya: kata ganti orang, kata ganti tanya, kata ganti penunjuk, pronomina tak tentu, kata ganti kepemilikan dan kata ganti penghubung. Perbandingan pronomina pada bahasa Gorontalo dan bahasa Atinggola ditemukan persamaan pronomina bahasa Gorontalo dan bahasa Atinggola pada kata ganti diri orang pertama tunggal dan jamak yaitu bentuk wa’u dan ami sedangkan perbedaan pada bahasa Gorontalo dan bahasa Atinggola terdapat pada kata ganti orang pertama tunggal dan jamak, orang kedua tunggal dan jamak dan orang ketiga tunggal dan jamak, kata ganti tanya, kata ganti penunjuk, kata ganti milik dan kata ganti penghubung. Simpulan dari penelitian ini terdapat bentuk-bentuk, persamaan dan perbedaan pronomina bahasa Gorontalo dan bahasa Atinggola.
The Symbolic Meanings of Traditional Objects in the Mohuntingo Procession in Kabila District Yuyun Indriani Ointu; Mohamad Karmin Baruadi; Muslimin
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 4 (2025): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/interactionjournal.v12i4.4642

Abstract

The Mohuntingo procession is a sacred birth ritual in the Gorontalo community, performed as an expression of gratitude through the ceremonial cutting of an infant’s hair. Beyond its ceremonial nature, this tradition embodies deep philosophical values reflected in each ritual stage and the symbolic use of traditional objects. Every element in the Mohuntingo procession represents the cultural worldview of the Gorontalo people, which is strongly rooted in customary practices and Islamic principles. This study provides a detailed description of the Mohuntingo stages in Kabila District and examines the symbolic meanings of the traditional objects used, including young coconut, betel nut, dulang, fragrant oil, a razor, flowers, and lu’adu. A descriptive qualitative design was employed, with data gathered through observation, interviews with traditional and religious leaders, cultural practitioners, and local residents, as well as field documentation. Data were analyzed through reduction, presentation, and interpretation while maintaining the sociocultural context of Gorontalo society. The findings reveal that each traditional object holds symbolic meanings related to purity, protection, cultural identity, life harmony, and the reinforcement of religious values. The ritual also strengthens social cohesion, deepens kinship ties, and functions as a medium for transmitting customary and Islamic values to younger generations. Overall, the study concludes that Mohuntingo is not merely a birth ritual but a cultural transmission system rich in spiritual, social, and educational significance, demonstrating the enduring relevance of Gorontalo’s cultural identity amid modernizing influences.
Character Emotions in the Novel Please Look After Mom by Kyung-Sook Shin (Literary Analysis from The Perspective of Krech & Krutchfield's Psychology) Mohamad, Irawati; Baruadi, Mohamad Karmin; Didipu, Herman
TRANSFORMATIONAL LANGUAGE, LITERATURE, AND TECHNOLOGY OVERVIEW IN LEARNING Vol. 4 No. 4 (2025): AUGUST
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/transtool.v4i4.2106

Abstract

The novel Please Look After Mom by Kyung-Sook Shin is a novel that describes the regret felt by each character due to the loss of their mother. Each emotion felt by the characters describes a psychological condition related to Krech & Cruthfield's psychology. This study aims to classify the forms of emotion experienced by the characters and describe the factors that cause the emotions felt by the characters in Kyung-Sook Shin's novel Please Look After Mom. This study uses a qualitative descriptive analysis approach. This study employs Krech & Crutchfield's psychological theory of emotions, utilizing a six-classification framework. Data collection techniques are carried out by reading and noting down things related to the study, then presenting the data by compiling important points. Based on the anaylisis, emotions are classified into six categories: (1) basic emotions; (2) emotions related to sensory stimulation; (3) emotions related to self-assessment; (4) emotions related to other people; (5) appreciative emotions; and (6) moods. The conclusion shows that there are 86 data points related to emotions based on this classification. The study's findings have implications for the development of literary psychology studies, particularly in understanding emotions. This research can also be utilized as literary learning material to enhance emotional awareness and deepen students’ or readers’ understanding of characters and human life. Therefore, this study is expected to broaden knowledge in the field of literary psychology and contribute to a deeper understanding of various types of emotions experienced by characters as representations of human emotional experiences.