Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

EVALUASI PELAKSANAAN POSYANDU PRAKONSEPSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOILI II, LUWUK BANGGAI Nurlia Abugar; Ramli Ramli; Marselina Sattu; Risky Ekaputri; Muhammad Syahrir
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol 6, No 2 (2022): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/jns.v6i2.606

Abstract

Sebelum adanya posyandu prakonsepsi, program kesehatan hanya fokus kepada ibu hamil. Program ini hadir sebagai upaya untuk memberikan pendampingan kepada wanita prakonsepsi untuk meningkatkan asupan gizi dan ibu calon pengantin dan ibu hamil guna menekan penyebab kematian ibu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan posyandu prakonsepsi di Wilayah Kerja Puskesmas Toili II Kabupaten Banggai. Penelitian ini menggunakan pendekatan Etnometodologi yaitu memusatkan kajian pada realita yang memiliki penafsiran praktis. Hasil wawancara ini diperoleh dari pengelola program posyandu prakonsepsi, bidan desa, tenaga gizi puskesmas, wanita prakonsepsi, pengurus KUA dan kepala puskesmas. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk evaluasi pelaksanaan posyandu prakonsepsi di wilayah kerja puskesmas toili 2 kabupaten banggai tahun 2020 tentang bagaimana pola rekrutmen wanita prakonsepsi, kelas wanita prakonsepsi, pelaksanaan pengukuran lingkar LILA dan panggul, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran hemoglobin dan pelaksanaan pemberian tablet fe, yang dimana sasarannya adalah pengelola program posyandu prakonsepsi, bidan desa, tenaga gizi puskesmas, wanita prakonsepsi, pengurus KUA dan kepala puskesmas telah terlaksana dengan baik, hal disebabkan karena adanya dukungan dari pemerintah Desa untuk menganggarkan kegiatan posyandu prakonsepsi dalam APBDES yang dibuktikan dengan pemberian susu prenagen kepada wanita prakonsepsi. Kesimpulan dari penelitian evaluasi terhadap pelaksanaan posyandu prakonsepsi sudah terlaksana dengan baik dimana dalam melakukan upaya penurunan angka stunting melalui lintas sektor telah dilaksanakan.Before the posyandu preconception, health programs only focused on pregnant women. This program exists as an effort to provide assistance to preconception women to increase nutritional intake and mothers of prospective brides and pregnant women in order to reduce the causes of maternal mortality. The purpose of this study was to find out how the implementation of the Posyandu preconception in the Toili II Health Center Work Area, Banggai Regency. This study uses an ethnomethodological approach, which focuses on the study of reality that has a practical interpretation. The results of this interview were obtained from the manager of the preconception posyandu program, village midwives, health center nutrition workers, preconception women, KUA administrators and the head of the puskesmas. The results showed that the form of evaluation of the implementation of the preconception posyandu in the work area of the Puskesmas Toili 2, Banggai Regency in 2020 was about the recruitment pattern of preconception women, the class of preconception women, the implementation of LILA and hip circumference measurements, blood pressure checks, hemoglobin measurements and the implementation of the administration of Fe tablets. where the target is the manager of the preconception posyandu program, village midwives, health center nutrition workers, pre-conception women, KUA administrators and the head of the puskesmas that have been carried out well, this is due to the support from the village government to budget for preconception posyandu activities in the APBDES as evidenced by the provision of prenagen milk to preconception woman. The conclusion from the evaluation research on the implementation of the preconception posyandu has been carried out well where efforts to reduce stunting rates have been carried out across sectors.
Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa Universitas Tompotika Luwuk Terhadap Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Pendidikan: Knowledge and Attitudes of Tompotika Luwuk University of Cigarette Free Areas in Education Lisa Handayani; Jenita Simon; Ramli; Bambang Dwicahya; Caca Sudarsa; Yunita Sari Thirayo
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2: FEBRUARY 2023 -Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.2842

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri No.188/MENKES/PB/I/2011 No.7 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok. Sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 3 ayat (1) huruf b (Tempat Proses Belajar Mengajar) dilarang menyediakan tempat khusus untuk merokok dan merupakan Kawasan Tanpa Rokok yang bebas dari asap rokok hingga batas terluar Tujuan: untuk mengetahui pengetahuan dan sikap mahasiswa Universitas Tompotika Luwuk Terhadap Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Pendidikan. Metode: Desain penelitian adalah deskriptif dengan rancangan penelitian Non-Probability Sampling dengan tekhnik Insidental Sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2020. Analisis data univariat. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa responden yang memilki Pengetahuan yang Baik tentang kawasan tanpa rokok yakni 130 responden (100%), distribusi responden berdasarkan Sikap Positif tentang pemberlakuan kawasan tanpa rokok sebesar 107 responden (82,3%) dan yang memiliki Sikap Negatif sebesar 23 responden (17,7%). Kesimpulan: Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa Universitas Tompotika Luwuk Terhadap Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Pendidikan bahwa pengetahuan mahasiswa sudah baik dan sikap mahasiswa sudah cukup baik. Diperlukan dukungan, partisipasi dan kerjasama dari seluruh civitas akademik Universitas Tompotika Luwuk untuk penerapan kawasan tanpa rokok, salah satunya adalah dari mahasiswa.
Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Anak Usia Bawah Dua Tahun Gizi Kurang di wilayah kerja Puskesmas Saiti: Pattern of Complementary Feeding for Breastfeeding to Children Under Two Years of Malnutrition in the work area of the Saiti Health Center Rizka Abdussama; Ramli ramli; Yustiyanti Monoarfa; Muhammad Syahrir
Buletin Kesehatan MAHASISWA Vol. 1 No. 2 (2023): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.344 KB) | DOI: 10.51888/jpmeo.v1i2.158

Abstract

Masalah gizi kurang dan gizi buruk pada anak balita masih menjadi masalah gizi utama yang perlu mendapat perhatian.Secara langsung masalah gizi disebabkan oleh asupan yang kurang dan tingginya penyakit infeksi. Gizi merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak. Pemberian makan yang baik sejak lahir hingga usia dua tahun adalah salah satu upaya mendasar untuk menjamin pencapaian kualitas tumbuh kembang sekaligus memenuhi hak. Berdasarkan profil Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Tahun 2020 penderita gizi kurang sebanyak 8,3%. Berdasarkan data di Puskesmas Saiti terjadi peningkatan kasus gizi kurang pada tahun 2020 ke 2021 yaitu dari 11,18% menjadi 17,20%. Jenis Penelitian yang dilakukan adalah survey deskriptif yang bertujuan untuk melihat Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Anak Usia Bawah Dua Tahun Gizi Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Saiti. Pop ulasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi usia dua tahun gizi kurang pada tahun 2022 yang berjumlah 32. Penyajian data dilakukan setalah data diolah dan dianalisis kemudian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi disertai narasi untuk menarik kesimpulan. Hasil Penelitian Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Anak Usia Bawah Dua Tahun Gizi Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Saiti yaitu, sebanyak 24 (75%) baduta diberikan MP – ASI Lokal, sedangkan 8 (25%) baduta diberikan MP – ASI Pabrikan. Sebanyak 32 (100%) baduta diberikan Makanan Lumat Pada Usia 6 – 8 Bulan. Sebanyak 32 (100%) baduta diberikan Makanan Lunak pada Usia 9 – 12 Bulan. Sebanyak 32 (100%) baduta diberikan Makanan Padat pada Usia 13 – 24 Bulan. Sebanyak 30 (93,8%) baduta diberikan MP – ASI pada usia 6 – 8 Bulan sebanyak 2 – 3 kali sehari. Sedangkan, 9 – 12 bulan sebanyak 3 – 4 kali sehari 28 (87,5%) baduta. Dan 13 – 24 Bulan 3 – 4 kali sehari terdapat 27 (84,4%) baduta. Sebanyak 32 (100%) baduta diberikan MP – ASI dengan Hygiene yang baik dan, tepat waktu. Sebanyak 16 (50%) baduta diberikan MP ASI Lokal. Dan sebanyak 9 (28,1) baduta diberikan MP – ASI Lokal yaitu Bubur dicampur dengan dan daging. Dan sebanyak 7 (21,9%) baduta diberikan MP – ASI Pabrikan. Saran perlunya dilakukan upaya pemberday aan masyarakat dalam penyiapan MP – ASI Lokal yang bervariasi dan memenuhi kebutuhan gizi baduta. The problem of undernutrition and malnutrition in children under five is still a major nutritional problem that needs attention. Nutritional problems are directly caused by inadequate intake and high levels of infectious diseases. Nutrition is a very important need in the process of growth and development of infants and children. Proper feeding from birth to the age of two is one of the fundamental efforts to ensure quality growth and development while simultaneously fulfilling rights. Based on the Banggai District Health Office profile in 2020, 8.3% of people with malnutrition were malnourished. Based on data at the Saiti Health Center, there has been an increase in cases of malnutrition in 2020 to 2021, from 11.18% to 17.20%. This type of research is a descriptive survey that aims to see the pattern of complementary feeding to children under two years of age with malnutrition in the working area of the Saiti Health Center. The population in this study were all 32-year-old undernourished infants in 2022. The data was presented after the data was processed and analyzed and then presented in the form of a frequency distribution accompanied by a narration to draw conclusions. The results of the study on the pattern of providing complementary feeding to children under two years of age with malnutrition in the working area of the Saiti Health Center were 24 (75%) under-fives were given MP-ASI Local, while 8 (25%) were given MP-ASI Manufacturers. A total of 32 (100%) baduta were given crushed food at the age of 6-8 months. A total of 32 (100%) Baduta were given Soft Food at the Age of 9 -12 Months. A total of 32 (100%) children were given solid food at the age of 13 -24 months. A total of 30 (93.8%) children under two were given MP - ASI at the age of 6 - 8 months as much as 2-3 times a day. Meanwhile, 9-12 months as many as 3-4 times a day 28 (87.5%) baduta. And 13 – 24 Months 3-4 times a day there are 27 (84.4%) baduta. A total of 32 (100%) children under two were given MP - ASI with good hygiene and on time. A total of 16 (50%) chil dren under two were given MP ASI Local. And as many as 9 (28.1) children under two were given MP - Local ASI, namely porridge mixed with meat and porridge. And as many as 7 (21.9%) children under two were given MP - ASI Manufacturer. Suggestions for the need for community empowerment efforts in the preparation of local MP - ASI that are varied and meet the nutritional needs of under-fives.
Hubungan Pemberian Asi Esklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Toili I: The Relationship between Exclusive Breastfeeding with Stunting Incidence in Toddlers in the Working Area of the Toili I Puskesmas Novayanti M.; Herawati Herawati; Ramli Ramli; Yunita Sari Thirayo
Buletin Kesehatan MAHASISWA Vol. 2 No. 1 (2023): Buletin Kesehatan MAHASISWA Volume 2 Nomor 1 September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i1.189

Abstract

Stunting ialah masalah kekurangan gizi jangka panjang yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak memadai, serta mempengaruhi pertumbuhan anak, menyebabkan mereka menjadi pendek ataupun lebih pendek dari yang diharapkan untuk usia mereka (Kemenkes, 2018). Pemberian ASI eksklusif yang tidak diberikan selama enam bulan termasuk salah satu faktor penyebab stunting pada balita karena ASI diperlukan untuk tahap tumbuh kembang bayi guna memenuhi kebutuhan gizinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan ASI Esklusif dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Toili I. Jenis penelitian ini menggunakan metode Analitik dengan pendekatan retrospektif, serta teknik pengambilan sampel random sampling atau simple random sampling adalah pengambilan anggota sampel dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Responden dalam penelitian ini adalah ibu balita 36-59 bulan yaitu sebanyak 129 responden. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan ada hubungan signifikan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita dimana berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh nilai signifikan yaitu 0,002 (p<0,05) yang menunjukan bahwa ada hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita. Saran harus lebih memperhatikan pemenuhan kebutuhan gizi anak mulai dari bayi dengan cara memberikan ASI eksklusif dan pemberian IMD pada anak, serta tidak memberikan MP-ASI terlalu dini sampai bayi berusia di atas 6 bulan. Stunting is a long-term malnutrition problem caused by inadequate nutritional intake, which affects children's growth, causing them to be short or shorter than expected for their age (Ministry of Health, 2018). Exclusive breastfeeding which is not given for six months is one of the factors causing stunting in toddlers because breast milk is needed for the baby's growth and development stage to meet their nutritional needs. The purpose of this study was to determine the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in the working area of ​​the Toili I Health Center. This type of research uses an analytical method with a retrospective approach, as well as a sampling technique. Random sampling or Simple Random Sampling is taking members of a population randomly without regard to the strata in that population. Respondents in this study were mothers of toddlers 36-59 months, namely 129 respondents. Based on the results of the research conducted, it can be concluded that there is a significant relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers based on the results of the chi-square test a significant value is obtained, namely 0.002 (p <0.05) which indicates that there is a relationship between exclusive breastfeeding with the incidence of stunting in infants. Suggestions should pay more attention to meeting the nutritional needs of children starting from infants by giving exclusive breastfeeding and giving IMD to children, and not giving MP-ASI too early until the baby is over 6 months old.
Gambaran Penggunaan APD pada Tenaga Kerja PT Arta Tama Mulya di Kecematan Batui Kabupaten Banggai: Description of the Use of PPE in the Workers of PT Arta Tama Mulya in Batui Sub-District, Banggai Regency Dwi Lestari; Ramli Ramli; Mirawati Tongko; Dwi Wahyu Balebu
Buletin Kesehatan MAHASISWA Vol. 2 No. 1 (2023): Buletin Kesehatan MAHASISWA Volume 2 Nomor 1 September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i1.195

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat. Kelengkapan APD wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekitarnya Peraturan APD dibuat oleh pemerintah sebagai pelaksanaan ketentuan perundang-undang tentang keselamatan kerja. Manfaat menggunakan APD saat bekerja sangat besar dalam mencegah kecelakaan kerja. Tujuan Penelitian untuk mengetahui gambaran penggunaan APD pada tenaga kerja PT Arta Tama Mulya di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif dengan menggunakan desain Exhaustive Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pekerja PT Arta Tama Mulya dengan jumlah sampel 69 pekerja yang di bagi menjadi 8 jenis pekerjaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Exhaustive Sampling, dengan mengambil keseluruhan populasi. Hasil penelitian menunjukkan pada variabel Ketersedian APD pada PT Arta Tama Mulya (100%) memiliki APD yang Cukup. Pada variabel Kepatuhan penggunaan APD pada Karyawan di 8 jenis pekerjaan sebagian besar pekerja patuh (100%) dalam menggunakan Wearpack (baju pelindung), sebagian besar pekerja patuh (82,60%) dalam menggunakan safety helmet, sebagian besar pekerja patuh (47,82%) dalam menggunakan safety shoes, sebagian besar pekerja patuh (47,82%) dalam menggunakan kacamata, sebagian besar pekerja patuh (46,37%) dalam menggunakan celemek. sebagian besar Kebijakan perusahaan pada Pt Arta Tama Mulya 100% Baik sudah di laksanakan oleh pihak perusahaan. Kesimpulan Ketersedian APD tentang penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di PT Arta Tama Mulya 100% baik, Kepatuhan penggunaan APD di PT Arta Tama mulya (88,23 %) baik dan (11,77%) kurang baik, Kebijakan perusahaan mengenai peraturan Alat Pelindung Diri (APD) Di PT Arta Tama Mulya (100%) baik perusahaan lebih tegas terhadap kepatuhan penggunaan APD pada tenaga kerja. Saran perusahaan lebih meningkatkan dan mempertahankan dalam hal penggunaan alat pelindung diri (APD). Personal Protective Equipment (PPE)is a tool that has the ability to protect a person whose function is to isolate part or all of the body from potential hazards in the place. PPE must be used when working according to the compensation and work risks to maintain the safety of  the workers themselves and those around them. PPE regulations are made by the government as an implementation of statutory provisions regarding work safety. Purpose of the study was to find out the description of the use of  PPE in the workferce of  PT Arta Tama Mulya In Batui District, Banggai Regency. This type of research is descriptive research using exhaustive sampling design. The Population in this study are all employees of  PT Arta Tama Mulya with a total sample of  69 workers divided into B types of  work. The sampling technique used Exhaustive Sampling, by taking the entire population. The resukts showed that the variable PPE availability at PT Arta Tama Mulya (100%) have adequate PPE in the variable compliance with the use of  PPE for employees in 8 types of  work, most workers comply (100%) in using wearpacks (protective clothing), most workers  comply (82,60%) in using safety helmet, workers (47,82%) in using glasses, most of the obedient workers (46,37%) in using aprons, most of the company policies at PT Arta Tama Mulya (100%) well it has been implemented by the company. Conclusion Availability of  PPE regarding the use of personal protective Equipment (PPE) at PT Arta Tama Mulya  is (100%) good, compliance with the use of  PPE at PT Arta Tama Mulya (88,23%) is good and (11,77%) is not good, policy companies regarding regulations on personal protective Equipment (PPE) At PT Arta Tama Mulya (100%) both  companies are more assertive about compliance with the use of  PPE.
Penyuluhan tentang Etika Merokok dan Bahaya Rokok bagi Kesehatan di Desa Simpang 1 Kecamatan Simpang Raya, Sulawesi Tengah: Counseling About Smoking Ethics and the Dangers of Smoking for Health in Simpang 1 village Bambang Dwicahya; Cice Morintoh; Ramli Ramli; Maria Kanan; Fitrianty Sutadi Lanyumba; Marselina Sattu; Dwi Wahyu Balebu; Sandy Novriyanto Sakati
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO mengurutkan Indonesia dengan 65 juta perokok. Tahun 2013 berdasarkan riset Kesehatan dasar, jumlah perokok di Indonesia mencapai 36,3%.  1,4% perokok di Indonesia berusia 10-14 tahun, 9,9% ditemukan pada pengangguran dan 32,3% pada kelompok ekonomi rendah. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat perlu diketahui mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat setempat mengenai Etika merokok. Penyuluhan ini di lakukan pada 50 responden di Desa Simpang 1 pada tanggal 22 juli 2023. Berdasarkan hasil pengukuran pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat Simpang 1 mengenai Etika merokok ternyata masih kurang nya pengetahuan, minimnya sikap, dan kurangnya  partisipasi tindakan masyarakat.Terkait masalah masih banyak masyarakat desa Simpang 1 yang merokok yaitu sebesar 69,9% dan masih ada masyarakat desa Simpang 1 yang merokok dalam rumah yaitu sebesar 41,8% Kegiatan penyuluhan tentang Etika merokok dan bahaya rokok bagi kesehatan, tujuan Untuk menyadarkan masyarakat terkait bahaya rokok bagi Kesehatan, dan dapat menerapkan etika merokok,sasaran masyarakat umum, target 50 orang, sumber dana mahasiswa, waktu & tempat pelaksanaan 22 juli 2023 20.30-selesai,tempat : gereja efrata  Simpang 1, rencana penilaian : pre-test, pencapaian 100%. WHO ranks Indonesia with 65 million smokers. In 2013, based on basic health research, the number of smokers in Indonesia reached 36.3%. 1.4% of smokers in Indonesia are aged 10-14 years, 9.9% are found in the unemployed and 32.3% in the low economic group. To increase the level of public health, it is necessary to know what factors influence the knowledge, attitudes and actions of local communities regarding smoking ethics. This counseling was carried out on 50 respondents in Simpang 1 Village on July 22 2023. Based on the results of measuring the knowledge, attitudes and actions of the Simpang 1 community regarding smoking ethics, it turns out that there is still a lack of knowledge, a lack of attitudes and a lack of participation in community action. There are still many problems related to this. The people in Simpang 1 village who smoke are 69.9% and there are still people in Simpang 1 village who smoke at home, which is 41.8%. Outreach activities about smoking ethics and the dangers of cigarettes for health, the aim is to make people aware of the dangers of smoking for health, and can apply smoking ethics, target general public, target 50 people, source of student funds, time & place of implementation 22 July 2023 20.30-finish, place: Efrata Church Simpang 1, assessment plan: pre-test, 100% achievement.