Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Nurse's therapeutic communication correlated with patient’s satisfaction at Tanjung Regional Hospital in North Lombok: A cross-sectional study Dwi Azila Martiana Selo; Ni Nyoman Santi Tri Ulandari; Sri Masdiningsih Utami; Eva Marvia
Nurse Point: Journal of Nursing Vol. 1 No. 01 (2025): Nurse Point Journal of Nursing
Publisher : Yayasan Pendidikan Kardin Assidiq

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63868/npjn.v1i01.5

Abstract

Background: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus, transmitted by the Aedes aegypti mosquito. This illness poses a significant public health threat, particularly in tropical and subtropical regions such as Indonesia. Poor environmental sanitation can promote the breeding of the disease vector, leading to an increase in DHF cases. As a result, public awareness and understanding of sanitation practices are essential for preventing and controlling this disease. Purpose: This study aims to investigate the relationship between knowledge of environmental sanitation and the incidence of Dengue Fever in the coastal areas of Mataram City. Methods: This study adopted a quantitative approach with a cross-sectional design, collecting data at a singular point in time. A structured questionnaire was employed to observe and measure variables within the target population. Two hundred thirteen respondents were selected through systematic random sampling, adhering to clearly defined inclusion and exclusion criteria. The primary instruments utilized in this research included a survey sheet and a validated questionnaire. Results: The findings from the Spearman rank correlation test revealed a statistically significant relationship between environmental sanitation and the incidence of dengue hemorrhagic fever (DHF), as indicated by a p-value of 0.000 (p < 0.05). The correlation coefficient (r = 0.320) demonstrates a moderate positive association between these two variables. Conclusion and recommendation: This study reveals a statistically significant association between environmental sanitation conditions and the incidence of dengue hemorrhagic fever (DHF), indicating a moderate positive correlation (r = 0.320; p < 0.05). These findings underscore the importance of environmental hygiene as a crucial factor in the transmission dynamics of DHF within the population examined.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien di Puskesmas Banyumulek Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat Eva Marvia; Puput Novita Sari; Alwan Wijaya
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/704vhg25

Abstract

Pendahuluan: Data kunjungan Puskesmas Banyumulek menunjukkan adanya penurunan kualitas pelayanan dan tingkat kepuasan pasien selama beberapa tahun terakhir, yang dapat memengaruhi loyalitas dan kepercayaan pasien terhadap layanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Banyumulek. Metode: desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan rancangan cross sectional. Sampel 96  responden, teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner berbasis lima dimensi SERVQUAL (tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy) dan kuesioner kepuasan pasien. Uji analisa menggunakan uji Spearman Rank dengan bantuan SPSS versi 29. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pada kualitas pelayanan, dimensi tertinggi yaitu assurance 93%. Pada kepuasan pasien, indikator tertinggi kesesuaian dengan harapan 88%. Uji statistik Spearman Rank nilai p < 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Ada hubungan signifikan antara kualitas pelayanan  kesehatan  dengan  kepuasan  pasien  di  Puskesmas Banyumulek. Semakin baik kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan, maka tingkat kepuasan pasien juga akan meningkat.
Hubungan Self Management dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Dusun Sigerongan Wilayah Kerja Puskesmas Sigerongan Nia Firdianty Dwiatmojo; Eva Marvia; Agus Putradana; Tiara Adriyani
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/2pdp0y60

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Pengendalian hipertensi memerlukan self-management yang baik agar tekanan darah tetap terkontrol dan komplikasi dapat dicegah. Self-management meliputi kepatuhan minum obat, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, pemantauan tekanan darah, serta interaksi dengan tenaga kesehatan (Handayani et al., 2025). Tujuan: mengetahui hubungan self-management dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 65 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner self-management dan pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer serta stetoskop. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self-management kurang sebanyak 32 responden (49,2%), dan mayoritas mengalami hipertensi stadium II sebanyak 44 responden (67,7%). Hasil uji korelasi Pearson diperoleh nilai p-value <0,001 dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,667. Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara self-management dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Dusun Sigerongan wilayah kerja Puskesmas Sigerongan. Semakin baik self-management yang dilakukan pasien, maka tekanan darah cenderung lebih terkontrol.