Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Perbandingan Efektifitas Pendidikan Kesehatan Metode Ceramah Antara Media Poster dengan Video terhadap Pengetahuan Cuci Tangan Pakai Sabun Sa'dillah, Muhammad Refly; Rachmawati, Kurnia; Rahmayanti, Devi
Nerspedia Vol. 5 No. 6 (2023): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar belakang: Lansia kelompok berisiko yang kesehatannya akan berkembang lebih buruk sebab beberapakeadaan, sehingga perlunya peningkatan kualitas hidup dengan memenuhi pelayanan kesehatan promotif, preventif.Pengetahuan PHBS seperti cuci tangan sangat diperlukan kepada mereka terlebih dimasa pandemic covid-19. Seiringperkembangan zaman berbagai media juga sangat memungkinkan untuk memenuhi pelayanan kesehatan lansiaseperti poster dan video. Tujuan: Mengetahui efektivitas..media poster dan..video terhadap tingkat pengetahuanmencuci tangan dengan sabun pada lansia..di PSTW Budi Sejahtera Martapura Metode: Quasy experimental denganpretest 
Peningkatan Pengetahuan dan Skill Kader Kesehatan melalui Edukasi tentang Hipertensi dan Simulasi Terkait Teknik Komunikasi Efektif Rahmayanti, Devi; Tahlil, Teuku; Diba, Farah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 2 (2024): April 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i2.3070

Abstract

Salah satu faktor penyebab kurangnya rasa percaya diri kader dalam memberikan penyuluhan kesehatan saat Posbindu adalah belum optimalnya informasi atau pengetahuan yang dimiliki kader. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui gambaran efektivitas kegiatan penyuluhan teknik komunikasi dan penyuluhan tentang hipertensi pada kader Posyandu Lansia. Lima kader posyandu di desa terpilih dilibatkan dalam studi ini. Intervensi dilakukan dengan memberikan edukasi tentang hipertensi dan simulasi terkait teknik komunikasi efektif. Kegiatan dimulai dengan pre-test, kemudian pemberian edukasi terkait hipertensi, dan dilanjutkan dengan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan proporsi jumlah kader dalam kategori baik untuk tingkat pengetahuan tentang penyakit hipertensi (dari 40% menjadi 100%) dan kemampuan teknik komunikasi (dari 15% menjadi 75%) setelah intervensi dilakukan. Kesimpulan yang diperoleh adalah edukasi dan simulasi dapat meningkatkan pengetahun dan ketrampilan kader Posyandu Lansia. Diharapkan kepada pihak puskesmas dan terkait lainnya dapat mempertimbangkan penggunaan teknik pendidikan dalam upaya peningkatan pengetahuan dan skill kader kesehatan.
UNJUK KERJA ON OFF KEYING DAN PULSE POSITION MODULATION PADA JARINGAN OPTICAL WIRELESS CDMA Devi Rahmayanti
Jurnal Teknik Informatika dan Teknologi Informasi Vol. 3 No. 1 (2023): April: Jurnal Teknik Informatika dan Teknologi Informasi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jutiti.v3i1.2413

Abstract

Jaringan Optical Wireless adalah sistem komunikasi yang memanfaatkan frekuensi cahaya sebagai media transmisinya, dengan menggunakan daerah frekuensi infra merah sebagai panjang gelombang. Dalam optical wireless, informasi dikirim menggunakan media udara melalui cahaya optik, umumnya digunakan dalam jarak yang relatif pendek, dan tentu saja sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca, adanya sinar matahari, petir, lampu atau cahaya yang memiliki panjang gelombang pada daerah infra merah. Kondisi yang mengganggu ini akan sangat mempengaruhi kualitas transmisi data dan informasi, apalagi jika jarak transmisi sinyal semakin jauh. Interferensi dapat menyebabkan kesalahan pada bit-bit sinyal yang dikirimkan, sehingga penerima atau penerima akan menerjemahkan sinyal tersebut menjadi bentuk data dan informasi yang berbeda. Metode : probabilitas error rate yang dipengaruhi oleh faktor transmisi yaitu jumlah user, bobot kode biner, panjang kode, jumlah bit data, probabilitas rate dan juga faktor peningkatan kecepatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performansi Probability of Bit Error Rate pada sistem komunikasi optik nirkabel menggunakan OOK-CDMA dan PPM-CDMA. Hasil menunjukkan bahwa Probability of Bit Error atau Bit Error Rate pada PPM-CDMA memberikan performansi yang lebih baik dibandingkan OOK-CDMA.
Predicting Quality of Service on Cellular Networks Using Artificial Intelligence Devi Rahmayanti
Journal of Engineering, Electrical and Informatics Vol. 5 No. 2 (2025): June: Journal of Engineering, Electrical and Informatics
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jeei.v5i2.3901

Abstract

The purpose of this research is to explore the application of artificial intelligence (AI) techniques, particularly Machine Learning, in predicting quality of service (QoS) on mobile networks, with the main focus being to test the ability of AI models to predict several QoS parameters, involving several important stages that reflect best practices in the development of artificial intelligence (AI)-based predictive systems for mobile networks. The dataset used in this study consists of data collected from simulations of mobile networks with various load and latency conditions. The parameters measured include Throughput, Latency and Packet Loss. Model evaluation was carried out to measure prediction performance using Mean Absolute Error (MAE), Root Mean Square Error (RMSE), and Mean Absolute Percentage Error (MAPE) measurements. The AI models used include machine learning algorithms consisting of K-Nearest Neighbors (KNN) for classification and regression on QoS datasets, Support Vector Machine (SVM) to model non-linear relationships between QoS parameters and input variables, and Deep Learning (LSTM=Long Short-Term Memory) used to predict QoS based on time sequence data. This study found that LSTM-based deep learning models have the lowest prediction error rate in estimating packet loss, so they can provide the most accurate results in predicting QoS on mobile networks. This approach is capable of handling data that is sequential and has significant time dependence, making it more suitable for dynamic mobile network applications.
Beamforming Efficiency in MIMO-IRS Using Non-Convex Optimization Method Devi Rahmayanti
Journal of Engineering, Electrical and Informatics Vol. 5 No. 3 (2025): October: Journal of Engineering, Electrical and Informatics
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jeei.v5i3.6722

Abstract

Advances in wireless communication technology face challenges in providing high channel capacity, energy efficiency, and transmitted signal quality in complex channels. Previous studies on Multiple Input Multiple Output (MIMO) with Intelligent Reflecting Surface (IRS) generally discuss theoretical models under ideal channel assumptions using the Semidefinite Relaxation (SDR) method, which exhibits high complexity and limited scalability. A research gap emerges due to the scarcity of studies on MIMO-IRS that address realistic optimization efficiency to maximize the Signal-to-Noise Ratio (SNR) in dynamic environments. This study aims to overcome these limitations through the integrated application of Alternating Optimization (AO) and Manifold Optimization (MO), which can handle non-convex problems more efficiently. The research is grounded in ontological, epistemological, and axiological aspects, employing experimental and simulation methods to optimize active beamforming at the Base Station and passive beamforming at the IRS while maintaining the unit modulus constraint. The results demonstrate that the AO-MO combination in MIMO-IRS increases channel capacity by up to 39.8%, SNR by up to 19.1%, and reduces computational time by more than fivefold compared to conventional methods without AO-MO. The contribution of this study lies in an optimization approach that efficiently enhances channel capacity and SNR without increasing computational complexity, enabling its application in wireless networks requiring high-speed and low-latency communication.
Asuhan Keperawatan Ketidakefektifan Manajemen Mandiri Kesehatan Pada Ny.S Dengan Hipertensi Melalui Pemberian Jus Labu Siam Emelia Rahmawati; Devi Rahmayanti
Nerspedia Vol. 6 No. 3 (2024): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ny.S merupakan warga Desa Awang Bangkal Barat yang menderita hipertensi dan kurang memperhatikan masalah kesehatannya sehingga tekanan darahnya tidak terkontrol. Tujuan penelitian ini untuk memberikan asuhan keperawatan dengan intervensi jus labu siam untuk menurunkan tekanan darah pada Ny. S. Penelitian ini merupakan metode studi kasus pada salah satu penderita hipertensi. Klien diberikan intervensi jus labu siam selama 7 hari, serta dilakukan pengukuran tekanan darah sebelum dan 2 jam setelah intervensi. Hasil didapatkan tekanan darah Ny. S menurun karena labu siam mengandung kalium yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Kesimpulannya bahwa terapi jus labu siam dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Quantum Key Distribution (QKD) as a Wireless Telecommunications Security Solution Devi Rahmayanti
Jurnal Informatika Dan Tekonologi Komputer (JITEK) Vol. 5 No. 1 (2025): Maret : Jurnal Informatika dan Tekonologi Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jitek.v5i1.5765

Abstract

The purpose of this research is to analyze and explore quantum theorems as a wireless telecommunications security solution in the future. This study uses a quantitative approach through simulation and performance analysis of QKD systems in wireless channels, by combining literature studies and comparative analysis between QKD and PQC. Meanwhile, the wireless communication simulation model, using the QKD protocol and PQC algorithm, with Free Space Optics (FSO), WiFi, and LiFi-based network scenarios. The simulation was carried out using MATLAB. This study is based on QKD, which uses BB84 and CV-QKD protocols on FSO 100m and LiFi wireless channels. And based on PQC, which uses the Kyber algorithm, with AES authentication for communication. Both models were simulated and tested based on the parameters of Quantum Bit Error Rate, Key Generation Rate, latency, and resistance to third-party attacks (wiretapping detection). Furthermore, the analysis was carried out quantitatively and comparatively to compare the performance of QKD and PQC based on the QBER, latency, KGR, and wiretapping detection of implementation. This analysis are combined with data based on the literature, to formulate optimal implementation strategies in the context of future wireless networks. The results indicate that QKD, specifically CV-QKD, has significant potential for use in attack-sensitive wireless communications, such as military, government, and industrial applications. However, this model requires more complex hardware and infrastructure investments in its implementation. Meanwhile, PQC offers a more ready-to-use and cost-effective solution for everyday communications that remains resilient to quantum attacks.