Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ISRAILIYYAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP TAFSIR ALQURAN Raihanah, Raihanah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2015): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v5i1.1827

Abstract

Orang Yahudi memiliki pengetahuan keagamaan yang bersumber dari Taurat dan orang Nasrani dari Injil, keduanya disebut Ahli Kitab. Sementara Alquran banyak mencakup hal-hal yang terdapat dalam Taurat dan Injil, khususnya yang berhubungan dengan kisah para Nabi dan umat terdahulu. Berita-berita yang diceritakan oleh Ahli Kitab yang masuk Islam disebut Israiliyat. Berita tersebut ada yang sesuai dengan Islam, ada yang batil, ada juga yang harus disikapi dengan mauquf. Penyusupan Israiliyyat ke dalam tafsir melalui periodesasi periwayatan dan pengkodifikasiannya. Tanpa disadari Israiliyyat masuk ke dalam ranah Tafsir Alquran dan hadis sampai tercampur aduk dan tidak diketahui lagi otentitas riwayat, mana yang dari Nabi dan mana yang datang dari Ahli Kitab. Kajian mendalam diperlukan untuk bisa mensikapi maraknya Israiliyyat untuk bisa mengambil intisari kebenaran kisah-kisah dalam Alquran.Kata Kunci: Israiliyyat, tafsir, Alquran, Ahli Kitab
KONSEP PESERTA DIDIK DALAM TEORI PENDIDIKAN ISLAM DAN BARAT Raihanah, Raihanah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2015): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v5i2.1834

Abstract

Dalam paradigma pendidikan Islam, manusia sebagai peserta didik pada hakikatnya dalam proses pendidikannya bisa dilihat dari kajian perkembangan kepribadiannya, baik yang bersifat biologis, didaktis, maupun psikologis. Baik pendidikan Barat maupun pendidikan Islam sepakat terhadap pembagian perkembangan itu. Ketika di Barat hanya terbatas pada pertumbuhan dan perkembangan yang dapat terlihat maka disitulah titik tekan pendidikannya sehingga hasilnya terkesan hampa nilai. Namun dalam Islam, semua fase perkembangan itu senantiasa diwarnai dengan pemaknaan norma-norma keagamaan sehingga sarat dengan nuansa nilai-nilai. Long life education teori Barat diperkuat dalam Islam dengan teori minal mahdi ila llahdi merupakan jawaban atas pertanyaan tentang batas awal dan akhir pendidikan bagi setiap peserta didik.Kata Kunci: Peserta Didik, Pertumbuhan, Perkembangan, Islam, Barat
Pengembangan Karakter Siswa Melalui Kegiatan Ekstra Kurikuler Keagamaan di Sekolah (Studi Pada SMA di Kota Banjarmasin) tarwilah, Tarwilah; raihanah, Raihanah; siti Aisyah, Siti Aisyah
TASHWIR Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v3i5.584

Abstract

Characters are the values of human behavior associated with the One Almighty God, ourselves, our fellow human beings, our environment and nation which are embodied in our mind, attitudes, feelings, words and actions based on legal norms, manners, culture and customs. Extracurricular activities are one of the parts of the student development program as an effort in improving the quality of education. In the 2013 curriculum, extracurricular activities are positioned as curriculum operational devices (supplements and complements) which include the religious extracurricular activities.Among the character values that can be developed through religious extracurricular activities are: religious values, honesty, tolerance, discipline, perseverance, creativity, independence, democratic, curiosity, the spirit of nationalism and patriotism, and responsibility.Keywords: Characters, extracurricular, religiousKarakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan YME, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan dan perbuatan berdasarkan norma-norma hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian dari program pembinaan kesiswaan, termasuk kelompok bidang peningkatan mutu pendidikan. Dalam kurikulum 2013, kegiatan ekstrakurikuler diposisikan sebagai perangkat operasional (supplement dan complements) kurikulum, termasuk di dalamnya adalah kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Semua nilai-nilai karakter dapat dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, di antaranya: nilai religius, karakter kejujuran, karakter toleransi, karakter disiplin, karakter kerja keras, karakter kreatif, karakter mandiri, karakter demokratis, karakter rasa ingin tahu, karakter semangat kebangsaan dan cinta tanah air, dan karakter tanggung jawab. Kata kunci: Karakter, ektrakurikuler, keagamaan
Pembinaan Profesionalisme Guru Madrasah Ibtidaiyah Se Kalimantan Selatan Husaini, Rusdiana; Raihanah, Raihanah
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 9, No. 4 (Oktober 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v9i4.5593

Abstract

Guru merupakan pendidik yang professional yang memilikir kewajiban dasar mengajar, mendidik, mengelola, mengkoordinasikan, mempersiapkan, mensurvei, dan mengukur kemampuan peserta didik melalui sekolah yang tepat, sekolah esensial dan instruksi opsional. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembinaan profesionalisme guru Madrasah Ibtidaiyah se Kalimantan Selatan dalam diskursus Penelitian Berbasis Masyarakat dan Apa saja kendala pembinaan profesionalisme guru Madrasah Ibtidaiyah Se Kalimantan Selatan dalam diskursus Penelitian Berbasis Masyarakat. Riset ini adalah penelitian berbasis lapangan (Field Research). Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif-kualitatif. Teknik yang digunakan adalah wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa Pembinaan profesionalisme guru menjadi tugass kepala madrasah sebagai bagian dari tugas supervisi guru dan tendik. Kepala madrasah belum melaksanakan tugas pembinaan dengan memadai karena lebih fokus ke tugas manajerial, dan juga sebagian guru tidak kooperatif dan bearanggapan bahwa supervisi kepala madrasah itu untuk mencari kesalahan guru. Pengawas madrasah tidak banyak terlibat secara langsung dalam membina guru karena banyaknya madrasah binaan dan kondisi geografis desa paminggir. Pembinaan yang pernah dilakukan oleh kepala Madrasah terkait dengan sosialisasi kurikulum 2013 saja. Kepala Madrasah jarang melakukan supervisi atau kunjungan kelas, tetapi hanya memberikan bimbingan secara umum.
Prophetic Parenting; The Role of Parents in Building The Character of Children in Madrasah Raihanah, Raihanah
JURNAL AL-TANZIM Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.885 KB) | DOI: 10.33650/al-tanzim.v6i3.3633

Abstract

This study aims to find out about the role of parents in building children's character at MAN 1 Banjarmasin. This research uses a qualitative case study approach, where the researcher uses interviews, observation, and documentation as the primary media to obtain data. The data analysis was carried out simultaneously, starting with data reduction, displaying data to concluding. The results showed that the role of parents in building children's character at MAN 1 Banjarmasin was done through; the formation of the nature and character of parents, preparing excellent schools as places for children to be educated and forged, directions, rules, and prohibitions, and become good friends of children. This research has implications for the importance of parental leadership in building solid religious characters in children. They do not falter when hit by the storms of globalization and modernization.
I Identifikasi Zat Pewarna Rhodamin B pada Liptint yang Beredar Via-Online Shop Menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Spektrofotometri Uv-Vis Raihanah, Raihanah; fitriani, Siska Fitriani; Laili, Rofiatul Laili; Fatimah, Siti Fatimah; Sinta, Sinta Pratiwi; Siti Monica Anjani
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 2 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i2.568

Abstract

  Background: Rhodamine B (Color K10) is a synthetic dye. This dye is a dye that is generally used in the textile industry as a clothing dye. Meanwhile, use is prohibited or not permitted by BPOM. However, the majority of people in Indonesia still do not know about the health risks of using Liptint in circulation, so the use of rhodamine B is still widespread due to being tempted by its cheap price. Objective: This study aims to determine the presence of Rhodamine B in Via-olshap liptint cosmetics which are in demand by most female consumers. Method:   The research method uses laboratory experimental research using descriptive analysis. So the data used is qualitative data (KLT) and quantitative data (UV-Vis spectrophotometry) Results:  He results of testing using KLT showed that the O brand liptint sample showed an Rf value of 0.08, indicating a discrepancy with the theory of a good Rf value. Meanwhile, the results of determining Rhodamine B levels in Liptint brand O were 28,644 mg/L Conclusion: The O brand liptint sold Via-Online Shop contains rhodamine B dye
Analisis Metode Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Kota Banjarmasin Hidayat, Muhammad Ferdy; Raihanah, Raihanah
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2026): Takuana (January-March)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i4.158

Abstract

This study analyzes the implementation of Islamic Cultural History (SKI) learning methods at Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Banjarmasin and the factors influencing their effectiveness. Using a descriptive qualitative approach, the research involved the head of the madrasah, SKI teachers, and 40 students, with data collected through observation, interviews, and documentation. Findings reveal that SKI learning remains dominated by the lecture method with limited media use, resulting in low student motivation and participation. Contributing factors include short class time, non-linear teacher backgrounds, limited pedagogical competence, inadequate media utilization, and less effective classroom management. Students expressed higher interest in interactive approaches such as discussion, role playing, and multimedia. The study suggests diversifying methods, integrating technology-based media, and enhancing teacher competence to foster engagement and align SKI learning with the Merdeka Curriculum.
Pelatihan dan Pendampingan Kader Kesehatan melalui Media Flashcard untuk Meningkatkan Kesadaran Herbavigilans dan Rasionalitas Penggunaan Tanaman Obat [ Training and Assistance of Health Cadres through Flashcard Media to Increase Awareness of Herbavigilance and the Rationality of the Use of Medicinal Plants] Atmaja, Dewi Susanti; Rohama, Rohama; Latif, Abdul; Raihanah, Raihanah; Tazkiyah, Aulia; Nurhidayah, Dea; Aulia, Devina; Khatimah, Husnul; Yuniar, Nabila; Dagau, Lelie; Syifha, Nor; Amelia, Rina; Gunawan, Prayogo Aldi; Abidin, Zainul
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261363

Abstract

This community service activity was carried out in Danda Jaya Village, Rantau Badauh District, Barito Kuala Regency, with the aim of increasing awareness of herbavigilance and rationality of the use of medicinal plants among the community. This program uses a Participatory Action Research (PAR) approach that emphasizes the activity involvement of the community in every stage of the activity. The target of the activity consisted of Posyandu cadres with a total of 20 participants. The implementation of the activity lasted for three months and included three main stages, namely preparation, implementation, and evaluation. In the preparation stage, coordination was carried out with the village government and an initial survey regarding the types and patterns of use of medicinal plants. The implementation stage included counseling, training and mentoring, as well as the formation of the Danda Jaya Village Herbavigilance Monitoring Group as an effort to sustain the program. The results of the evaluation showed that there was a significant increase in the average value of cadre knowledge from 49,5 ± 13.17 to 82.0 ± 9.51, with an increase of 32.5% and a statistically significant difference (p less than 0.001). The distribution of categories shows a large shift from the “less” to the “good” and “excellent” levels. Before the training, the majority of cardes (85%) were in the “less” and “sufficient” categories, while after the training, 85% had reached the “good” to “very good” category. These results prove that herbavigilance-based training with the support of flashcard media is effective in increasing cardes understanding of the safety of using medicinal plants safely and rationally. Although the increase is not too large, this activity has succeede in fostering a new understanding of the importance of monitoring the side effects of medicinal plants and encouraging the public to be more careful in their use. This program has proven to be effective in educating the community while strengthening the role of villages as active actors in maintaining health based on local potential. Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala, dengan tujuan meningkatkan kesadaran herbavigilans dan rasionalitas penggunaan tanaman obat di kalangan masyarakat. Program ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan. Sasaran kegiatan terdiri dari kader posyandu dengan total peserta sebanyak 20 orang. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama tiga bulan dan mencakup tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan dilakukan koordinasi dengan pemerintah desa serta survei awal mengenai jenis dan pola penggunaan tanaman obat. Tahap pelaksanaan mencakup penyuluhan, pelatihan dan pendampingan, serta pembentukan Kelompok Pemantau Herbavigilans Desa Danda Jaya sebagai upaya keberlanjutan program. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan kader meningkat signifikan dari 49,5 ± 13,17 menjadi 82,0 ± 9,51, dengan peningkatan sebesar 32,5% dan perbedaan yang bermakna secara statistik (p kurang dari 0,001). Distribusi kategori menunjukkan pergeseran besar dari tingkat “kurang” ke “baik” dan “sangat baik”. Sebelum pelatihan, mayoritas kader (85%) berada pada kategori “kurang” dan “cukup”, sedangkan setelah pelatihan, 85% sudah mencapai kategori “baik” hingga “sangat baik”. Hasil ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis herbavigilans dengan dukungan media flashcard efektif dalam meningkatkan pemahaman kader tentang keamanan penggunaan tanaman obat secara aman dan rasional. Meskipun peningkatannya tidak terlalu besar, kegiatan ini berhasil menumbuhkan pemahaman baru tentang pentingnya pengawasan terhadap efek samping tanaman obat serta mendorong masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaannya. Program ini terbukti efektif dalam mengedukasi masyarakat sekaligus memperkuat peran desa sebagai pelaku aktif dalam menjaga kesehatan berbasis potensi lokal.
Penggunaan Tanaman Sebagai Obat pada Masyarakat Banjarmasin Tengah: The Use of Plants as Medicine Among the Community of Central Banjarmasin Aryani, Norsarida; Rohama, Rohama; Raihanah, Raihanah; Melviani, Melviani
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11335

Abstract

Latar Belakang: Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dengan sekitar 30.000 spesies tumbuhan, di mana ±9.600 di antaranya berkhasiat obat dan ±300 spesies sebagai bahan baku jamu dan obat tradisional. Masyarakat Banjarmasin, khususnya Kecamatan Banjarmasin Tengah, memanfaatkan tanaman obat tradisional sebagai pengobatan dan pemeliharaan Kesehatan. Tujuan: Mengetahui jenis tanaman obat, bagian yang digunakan, cara pengolahan dan pemanfaatan tanaman obat. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap 28 responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Analisis secara deskriptif menggambarkan pola pemanfaatan tanaman obat. Hasil: Ada 24 jenis tanaman obat yang digunakan masyarakat. Bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun (54,2%). Penyakit paling banyak diobati hipertensi (40%), tanaman yang digunakan yaitu sirsak (12,5%). Cara pengolahan dominan adalah direbus (87,5%), dan cara penggunaan terbanyak adalah diminum (87,5%). Simpulan: Masyarakat Banjarmasin Tengah masih mempertahankan tradisi pengobatan dengan tanaman obat sebagai bagian dari kearifan lokal. Hasil ini penting sebagai dasar pengembangan penelitian etnomedisin dan pelestarian tanaman obat untuk menunjang kesehatan masyarakat.
Evaluasi Fisikokimia Ekstrak Gliserin Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) pada Sediaan Serum Gel Anti Jerawat: Physicochmical Evaluation of Glycerin Extract of Pomegranate Peels (Punica grabatum L.) in an Anti-Acne Serum Gel Formulation Audina, Mia; Raihanah, Raihanah; Setiawan, Agus; Faisal, Ahmad; Lutfhi, Lutfhi; Anjani, Siti Monica; Listiani Rahayu, Ni Luh Lady
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12001

Abstract

Jerawat (acne vulgaris) merupakan masalah kulit yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk bakteri Cutibacterium acnes dan proses inflamasi. Penggunaan obat konvensional sering menimbulkan efek iritasi sehingga mendorong pencarian alternatif alami, salah satunya kulit buah delima (Punica granatum L.) yang kaya akan polifenol dan memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, serta antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisikokimia ekstrak gliserin kulit buah delima pada sediaan serum gel antijerawat dengan dua konsentrasi ekstrak, yaitu Formula I (FI) 15% dan Formula II (FII) 30%. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kedua formula memenuhi kriteria sediaan topikal yang baik. Secara organoleptis, kedua formula berbentuk kental, berair, dan memiliki aroma khas delima, dengan FII berwarna cokelat sedangkan FI berwarna kekuningan. Nilai pH kedua formula berada dalam rentang pH kulit (4,5–6,8) dan viskositasnya memenuhi syarat (2.000–4.000 cPs) dengan sifat aliran pseudoplastis. Secara statistik, FII menunjukkan daya sebar (6,78 ± 0,16 cm) dan daya lekat (188,33 ± 1,53 detik) yang lebih tinggi dan berbeda signifikan dibandingkan FI, yang menunjukkan kemudahan aplikasi serta retensi kulit yang lebih baik. Berdasarkan hasil karakteristik fisikokimia, FII (30%) disimpulkan sebagai formula yang paling optimal.