Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN AI GENERATIF DALAM PENYUSUNAN TUGAS MAHASISWA: ANTARA BANTUAN PEMBELAJARAN ATAU PELANGGARAN AKADEMIK M. Badruz Zaman Ar Romdhoni; Christian Arief Jaya
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.14409

Abstract

ABSTRACT The use of Generative Artificial Intelligence (Generative AI) in academic activities presents a complex situation: technologies that assist students in completing assignments can also raise questions about academic integrity. This study examines both dimensions by investigating the relationship between the use of generative AI, learning assistance, and academic misconduct among university students. A total of 85 students from the Educational Technology Study Program at Universitas Negeri Semarang were selected through purposive sampling in a quantitative study employing a correlational design. Data were collected using a five-point Likert-scale closed-ended questionnaire that had met validity and reliability requirements, and were subsequently analyzed through descriptive statistics, assumption testing, and simple linear regression using IBM SPSS Statistics version 22. The findings reveal a clear difference between the two outcomes. The use of generative AI had a positive and significant effect on learning assistance (β = 0.695; p < 0.001; R² = 40.2%), whereas its relationship with academic misconduct was not significant (β = 0.152; p = 0.245; R² = 1.6%). These findings position generative AI more strongly as a learning support tool than as a trigger for academic misconduct. Its use should nevertheless be guided by AI literacy, strengthened academic integrity, and ethical and responsible institutional policies. ABSTRAK Pemanfaatan Generative Artificial Intelligence (Generative AI) dalam aktivitas akademik menghadirkan situasi yang tidak sepenuhnya tunggal: teknologi yang membantu mahasiswa menyelesaikan tugas juga dapat menimbulkan pertanyaan mengenai integritas akademik. Penelitian ini menelaah kedua sisi tersebut dengan menguji keterkaitan penggunaan AI generatif dengan bantuan pembelajaran dan pelanggaran akademik pada mahasiswa. Sebanyak 85 mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang dipilih melalui purposive sampling dalam penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Informasi penelitian dihimpun menggunakan kuesioner tertutup berskala Likert lima poin yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas, kemudian diolah melalui statistik deskriptif, pengujian asumsi, serta regresi linear sederhana menggunakan IBM SPSS Statistics versi 22. Pola hasil yang diperoleh memperlihatkan perbedaan yang jelas antara kedua luaran. Penggunaan AI generatif memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap bantuan pembelajaran (β = 0,695; p < 0,001; R² = 40,2%), sedangkan hubungannya dengan pelanggaran akademik tidak signifikan (β = 0,152; p = 0,245; R² = 1,6%). Temuan tersebut menempatkan AI generatif lebih kuat sebagai sarana pendukung belajar daripada pemicu pelanggaran akademik. Penggunaannya tetap perlu diarahkan melalui literasi AI, penguatan integritas akademik, dan kebijakan institusional yang etis serta bertanggung jawab.
PENGARUH IMPLEMENTASI APLIKASI DUOLINGO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PADA MATERI IKLAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PESERTA DIDIK KELAS VIII DI MTs DARUT TAQWA KOTA SEMARANG Yasmine Nurmaulana Paramitha; Christian Arief Jaya
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.14958

Abstract

Reading comprehension is an important skill in English language learning, particularly in understanding advertisement texts, which are characterized by concise, informative, and persuasive content. However, eighth-grade students at MTs Darut Taqwa Semarang still experience difficulties in identifying important information, understanding vocabulary, determining the purpose, and drawing conclusions from advertisement texts. This study aimed to determine the effect of implementing the Duolingo application on students’ reading comprehension of advertisement texts. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental method with a One Group Pretest-Posttest Design. The sample consisted of 25 eighth-grade students from class VIII A, selected through cluster random sampling. Data were collected using a multiple-choice reading comprehension test and analyzed through descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, a paired sample t-test, and N-Gain analysis. The results showed that the mean score increased from 43.44 in the pre-test to 66.72 in the post-test, representing an increase of 23.28 points. The paired sample t-test produced a significance value of <0.001 (p<0.05), while the N-Gain score was 50.00%, categorized as moderate. Therefore, the implementation of Duolingo significantly improved students’ reading comprehension of advertisement texts and can serve as an interactive alternative medium for English language learning. ABSTRACTKemampuan membaca merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa Inggris, khususnya dalam memahami teks iklan yang memiliki karakteristik ringkas, informatif, dan persuasif. Namun, peserta didik kelas VIII MTs Darut Taqwa Kota Semarang masih mengalami kesulitan dalam menemukan informasi penting, memahami kosakata, menentukan tujuan, dan menyimpulkan pesan teks iklan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi aplikasi Duolingo terhadap kemampuan membaca teks iklan peserta didik kelas VIII. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pre-experimental jenis One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 25 peserta didik kelas VIII A yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji Shapiro-Wilk, paired sample t-test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test sebesar 43,44 meningkat menjadi 66,72 pada post-test, dengan kenaikan sebesar 23,28 poin. Uji paired sample t-test memperoleh signifikansi <0,001 (p<0,05), sedangkan nilai N-Gain sebesar 50,00% berada pada kategori sedang. Dengan demikian, implementasi Duolingo berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca teks iklan dan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran bahasa Inggris yang interaktif.
STUDI KOMPARATIF PERFORMA AKADEMIK MAHASISWA PENGGUNA DIGITAL NOTE-TAKING VS HAND-WRITING Nadhif Aufa Firli Wardhana; Christian Arief Jaya
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i4.14384

Abstract

Digital transformation in 21st-century learning has shifted students’ note-taking habits from predominantly handwriting to digital note-taking. This shift in methods and media has sparked academic debate regarding its effectiveness and potential risks to learning outcomes and academic performance. This study aims to conduct a comparative analysis of the effects of digital note-taking and handwriting on students’ academic performance. The research approach used is quantitative, employing a comparative causal method. The research procedure consists of three main stages: instrument development, data collection using a closed-ended questionnaire, and quantitative data analysis. The target population consists of active students at Semarang State University, with a sample selected using purposive sampling aided by screening questions. Specific provisions in the form of a sample matching procedure were also applied to balance the data, resulting in a final, balanced sample of 42 respondents (21 manual versus 21 digital). Prerequisite tests were conducted using the Shapiro-Wilk and Levene’s tests, followed by hypothesis testing via the Independent Samples t-test at a significance level of α = 0.05. The results of the analysis showed that there were no significant differences in academic performance between the two groups, either based on the Cumulative Grade Point Average (GPA) (Sig. 0.696 > 0.05) or academic performance scores (Sig. 0.173 > 0.05). This study confirms the compatibility between the two media as a result of the students’ cognitive adaptability in compensating for the limitations of each medium and note-taking method. ABSTRAK Transformasi digital dalam pembelajaran abad ke-21 telah mengubah kebiasaan mencatat mahasiswa dari mayoritas menggunakan metode hand-writing menuju digital note-taking. Fenomena peralihan metode dan media memicu polemik akademik terkait efektivitas dan potensi risikonya terhadap hasil belajar dan performa akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif penggunaan metode digital note-taking dan hand-writing terhadap performa akademik mahasiswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode kausal komparatif. Prosedur penelitian melalui tiga tahapan utama: penyusunan instrumen, pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup, dan analisis data kuantitatif. Populasi target yaitu mahasiswa aktif Universitas Negeri Semarang dengan teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling dibantu pertanyaan penyaring. Diterapkan pula ketentuan spesifik berupa prosedur penyetaraan sampel (sample matching) guna menyeimbangkan data, sehingga diperoleh total sampel akhir sebanyak 42 responden secara berimbang (21 manual versus 21 digital). Pengujian prasyarat menggunakan metode Shapiro-Wilk dan Levene's Test, dilanjutkan uji hipotesis Independent Samples t-test pada taraf signifikansi α  = 0,05. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan performa akademik antara kedua kelompok, baik berdasarkan parameter nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) (Sig. 0,696 > 0,05) maupun skor performa akademik (Sig. 0,173 > 0,05). Penelitian ini menegaskan kompatibilitas antara kedua media sebagai hasil dari kemampuan adaptasi kognitif mahasiswa dalam mengkompensasi keterbatasan media dan metode mencatat masing-masing.