Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Sikap dan perilaku Tenaga Kesehatan dengan Pemakaian Kontrasepsi Suntik pada Akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Jombang Kecamatan Ciputat Tahun 2014 Triana Srisantyorini; Andriyani Andriyani
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN - EXTEND
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.11.1.34-39

Abstract

Berdasarkan data dari PKM Jombang Kecamatan Ciputat, metode kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh akseptor KB adalah suntik. Belum ada penelitian sebelumnya yang mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong akseptor KB memilih kontrasepsi suntik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pemakaian kontrasepsi suntik. Penelitian dilakukan dengan desain cross-sectional di wilayah kerja PKM Jombang Kecamatan Ciputat pada bulan Juni-Juli 2014, dengan data primer dan sampel sebanyak 152 responden. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa usia dan sikap berhubungan signifikan dengan pemakaian kontrasepsi suntik. Variabel lain seperti pendidikan, jumlah anak hidup, pengetahuan, biaya pelayanan, perilaku nakes, dan ketersediaan media tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Puskesmas Jombang perlu meningkatkan sosialisasi, edukasi, dan konseling mengenai berbagai metode kontrasepsi, terutama kontrasepsi suntik, kepada calon akseptor baru dan pasangan mereka.---Based on data from the PKM Jombang in the Ciputat Subdistrict, the most widely used contraceptive method by family planning acceptors is injection. There hasn't been any previous research identifying the factors that drive family planning acceptors to choose injectable contraceptives. Therefore, this study aims to explore the factors related to the use of injectable contraceptives. The research was conducted using a cross-sectional design in the working area of PKM Jombang, Ciputat Subdistrict, in June-July 2014, with primary data and a sample of 152 respondents. The results of statistical analysis show that age and attitude are significantly associated with the use of injectable contraceptives. Other variables, such as education, the number of living children, knowledge, service costs, healthcare worker behavior, and media availability, do not show a significant relationship. PKM Jombang needs to enhance socialization, education, and counseling regarding various contraceptive methods, especially injectable contraceptives, for potential new acceptors and their partners.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) PADA PENDERITA HIPERTENSI YANG TIDAK RUTIN DALAM MINUM OBAT DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS PAMULANG, KELURAHAN PAMULANG BARAT Andriyani Andriyani; Alpri Azika; Andini Putri Fitriani; Anisya Dwi Rahmawati; Fahira Mawaddah; Fitri Anggraeni; Hanindia Putri; Muhammad Aghnan Adil
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): AS-SYIFA: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.4.2.58-65

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang saat ini menjadi prioritas Indonesia dan belahan dunia lainnya. Terdapat sebesar 1,28 miliar orang di seluruh dunia, berusia 30-79 tahun, menderita hipertensi. Namun hanya 8,8% orang yang berusia di atas 18 tahun memiliki diagnosis yang ditentukan oleh dokter. Keberhasilan terapi hipertensi bergantung pada peningkatan dalam mengonsumsi obat antihipertensi, yang membutuhkan kepatuhan dan ketatan. Ketidakpatuhan pasien terhadap obat antihipertensi merupakan kontributor terbesar untuk kegagalan terapi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan perilaku minum obat pda penderita hipertensi yang berada di wilayah kerja UPT Puskesmas Pamulang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperimental bentuk rancangan Nonequivalent Control Group Design. Diketahui hasil uji statistik mendapatkan nilai p value 0,000 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata frekuensi dalam minum obat sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa kartu checklist obat pada kelompok eksperiment. Sementara pada kelompok kontrol didapatkan nilai p value=0,407 yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengawasan minum obat pada kelompok kontrol.