Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektivitas Kulit Buah Kakao Sebagai Media Biosorpsi Logam Ni (Nikel) dan Merkuri (Hg) pada Air Limpasan Tambang Azimatul Afifah; Setyawati Yani; Syamsuddin Yani
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 21 No. 01 (2026): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v21i01.310

Abstract

Kulit buah kakao dipilih karena merupakan limbah pertanian melimpah yang kaya akan komponen lignoselulosa (selulosa, lignin, dan pektin) dengan gugus fungsional aktif seperti hidroksil, karboksil, dan fenolik yang berpotensi mengikat ion logam berat. Biosorben dipreparasi melalui proses pengeringan, penghalusan, pengayakan, aktivasi menggunakan HNO₃serta sonikasi untuk meningkatkan kemampuan biosorpsinya. Penelitian ini mengkaji efektivitas kulit buah kakao sebagai biosorben ramah lingkungan untuk menurunkan kadar logam berat Nikel (Ni) dan Merkuri (Hg) pada air limpasan tambang. Latar belakang penelitian didasari oleh meningkatnya pencemaran air akibat aktivitas pertambangan dan industri, khususnya oleh logam berat yang bersifat toksik, tidak dapat terdegradasi, dan berbahaya bagi lingkungan serta kesehatan manusia. Biosorben kulit buah kakao diaktivasi dengan HNO3 0,6 M. Biosorben dengan 20 gram dengan waktu kontak 60 menit mampu menyerap logam Ni dan Hg pada limbah limpasan tambang dari konsentrasi awal limbah yaitu 0.6050 mg/L untuk Ni dan 0.5000 mg/L untuk Hg. Sehingga diperoleh penyerapan terbesar dengan penambahan biosorben sebanyak 20 gram dengan waktu kontak 60 menit pada logam Ni dengan menyerap sebesar 0,5412 mg/L sehingga diperoleh efektifitas sebesar 89,45% dan untuk logam Hg penyerapan terbesar dengan penambahan biosorben sebanyak 20 gram dengan waktu kontak 60 menit dengan menyerap sebesar 0.4717 mg/L sehingga diperoleh efektifitas sebesar 94.34%. Penelitian ini menunjukkan bahwa kulit buah kakao efektif digunakan sebagai biosorben logam berat Ni dan Hg, serta memiliki potensi besar untuk diaplikasikan sebagai alternatif teknologi pengolahan limbah cair tambang yang ekonomis, sederhana, dan berkelanjutan. Penelitian ini juga mendukung pemanfaatan limbah pertanian sebagai solusi lingkungan dalam pengendalian pencemaran logam berat. Kata kunci: Biosorben, Limbah, Kulit buah kakao, lignoselulosa
PEMANFAATAN SLAG FERRONIKEL SEBAGAI BAHAN DASAR PUPUK SILIKAT DENGAN STABILISASI LOGAM BERAT Ni DAN Cr: STUDI APLIKASI PADA PERTUMBUHAN SAWI (Brassica juncea L.) Wiwin Handayani Mustakim; Setyawati Yani; Syamsuddin Yani; Andi Artiningsih
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 21 No. 01 (2026): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v21i01.315

Abstract

Slag ferronikel merupakan residu padat yang dihasilkan dari proses peleburan nikel. Penelitian ini bertujuan untukmemanfaatkan slag ferronikel sebagai bahan dasar pupuk silikat yang berfungsi menstabilkan logam berat nikel (Ni)dan kromium (Cr), serta menguji efektivitas aplikasinya terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.).Metode penelitian meliputi analisis awal kandungan slag ferronikel, stabilisasi slag ferronikel menggunakan zeolitaktif untuk menurunkan bioavailabilitas logam berat, pembuatan pupuk silikat dengan variasi komposisi slagferronikel (0%, 10%, 30%, 60%, tanpa stabilisasi, dan kontrol positif), serta melakukan pengamatan setiap minggupada jumlah daun, tinggi tanaman, lebar tanaman dan pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slag ferronikelmemiliki kandungan SiO₂ sebesar 49,92% yang berpotensi sebagai sumber silikat. Perlakuan dengan slag ferronikel60% menghasilkan pertumbuhan sawi tertinggi (23,8 cm) dan jumlah daun terbanyak (24 helai), sementarastabilisasi menggunakan zeolit menurunkan bioavailabilitas Ni dan Cr. Nilai pH tanah tetap stabil pada kisaran netral(6,5–7,0), menunjukkan bahwa pupuk silikat tidak menimbulkan perubahan signifikan terhadap sifat kimia tanah.Secara keseluruhan, pemanfaatan slag ferronikel sebagai pupuk silikat terstabilisasi efektif meningkatkanpertumbuhan tanaman dan menekan toksisitas logam berat, sekaligus mendukung konsep pertanian berkelanjutandan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah industri.