Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : mining science and technology journal

the Analisis Pencampuran Fly Ash Dan Overburden Sebagai Media Tanam Pada Kegiatan Reklamasi Tambang) Andi Nurul Waqiah; Hasriyanti Hasriyanti; Nurfasiha Nurfasiha
Mining Science And Technology Journal Vol 4 No 1 (2025): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v4i1.1092

Abstract

Di Indonesia, sterdapat beberapa industri yang menggunakan batubara sebagai bahan bakar, Rata-rata perusahaan yang memanfaatkan batubara sebagai bahan bakar utamanya adalah pabrik-pabrik dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Proses pembakaran batubara pada PLTU dapat menghasilkan limbah padat berupa fly ash. Pada Fly ash dapat dimanfaatkan sebagai bahan amelioran yang mampu meningkatkan jumlah mikro pori tanah, memperbesar kapasitas tanah dalam menahan air, serta dapat menyediakan sebagian besar unsur hara esensial, baik unsur hara makro maupun mikro yang dibutuhkan oleh tanaman. Dari hasil pengujian, fly ash mengandung unsur hara yang berguna untuk pertumbuhan tanaman serta kesuburan tanah yang terdiri dari Nitrogen (N), Fospor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Natrium (Na) dan Kapasitas Tukar Kation (KTK). pada kegiatan penambangan dapat mengganggu kondisi keseimbangan ekosistem permukaan tanah serta kualitas kesuburan tanah yang rendah sehingga Pada kegiatan reklamasi lahan, diperlukan usaha perbaikan kandungan humus serta unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. akan tetapi pada umumnya tanah over burden kekurangan humus dan unsur hara. Dengan itu maka dilakukan percobaan penelitian dengan cara mecampurkan fly ash dan overburden untuk melihat apakah unsur hara dapat terpenuhi dan tanaman dapat tumbuh dan berkembang secara optimal agar dapat digunakan pada kegiatan reklamasi tambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur laju tumbuh tanaman bitti menggunakan parameter tinggi tanaman, luas daun, dan diameter batang dengan Persentase media tanam yang digunakan pada penelitian ini yaitu fly ash 100%, Overburden 100%, fly ash 75% + Overburden 25%, fly ash 50% + Overburdenl 50% dan fly ash 25% + Overburden 75%. Berdasarkan hasil pengukuran, alternatif media tanam yang dapat digunakan untuk kegiatan reklamasi yang menghasilkan pertumbuhan tanaman yang optimal adalah Overburden 100% Kata kunci: Fly Ash, OverBurden, Pencampuran, unsur hara.
Kajian Teknis Penanganan Moisture Content Nikel Laterit di Stockyard pada Jetty Babarina PT. Ceria Nugraha Indotama Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara Lilis Lilis; Nurfasiha Nurfasiha; Hasriyanti Hasriyanti; Arif Arif; Rizki Kumalasari; Isram Yano Yatjong
Mining Science And Technology Journal Vol 5 No 1 (2026): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v5i1.1507

Abstract

PT. Ceria Nugraha Indotama merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan yang berlokasi di Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara. Moisture content adalah nilai berat air terkandung dalam contoh bijih nikel dengan berat kering bijih nikel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji penanganan kadar air (moisture content) pada tumpukan bijih nikel laterit di area stockyard Jetty Babarina PT. Ceria Nugraha Indotama, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui observasi lapangan, pengambilan sampel, pengujian laboratorium, serta analisis data moisture content. Sampel diambil sebanyak 20 yang terdiri atas 10 sampel pada tumpukan sebelum dilakukan penanganan dan 10 sampel pada tumpukan setelah dilakukan penanganan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar moisture content rata-rata pada tumpukan sebelum dilakukan penanganan sebesar 44,67%, sedangkan pada tumpukan setelah dilakukan penanganan sebesar 31,07%, sehingga terdapat penurunan sebesar 13,60%, adapun standar moisture content pada PT. Ceria Nugraha Indotama 35%. Faktor utama yang menyebabkan kenaikan kadar air pada bijih nikel di stockyard antara lain kondisi cuaca (curah hujan tinggi), kondisi lantai stockpile yang cekung dan berlumpur, serta sistem drainase yang kurang optimal. Upaya penanganan dilakukan melalui penerapan treatment berupa buka-tutup terpal, pemadatan tumpukan, Perlapisan dasar/lantai stockpile, dan proses pengeringan (drying). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan treatment tersebut efektif dalam menurunkan kadar air pada bijih nikel laterit di area stockyard, sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas bijih yang dikirim ke smelter.