Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA CELEMEK PINTAR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF HIJAIYAH ANAK USIA 3-4 TAHUN DI KELOMPOK BERMAIN AISYIYAH TENGGARONG TAHUN AJARAN 2018/2019 Sri - Syahadah; Hanita - Hanita
Jurnal Warna : Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2019): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.069 KB) | DOI: 10.24903/jw.v4i2.375

Abstract

PAUD is an act of providing stimulation as a stimulation to children aged 0-6 years, to achieve maximum growth and development. This was done both and so that the child will be ready to enter the next level of education. To achieve growth and development, it is necessary to develop aspects of cognitive abilities, language, motor skills, arts, social, emotional, religious values, through fun activities. Religious values are developed through Imtaq, hoping children will recognize, know, understand and say Hijaiyah as a developing ability for children to recite as a benchmark for achieving child development. The purpose of this study was to determine the use of Smart Apron Media in improving the ability to recognize letters Hijaiyah Children Age 3-4 Years in the Play Group Aisyiyah Tenggarong, 2019. This research was PTK (Classroom Action Research). This research was carried out with two cycles in which each cycle consisted of 4 (four) stages that had to be passed planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were 10 children comprising 4 boys and 6 girls. While the object of this research is the use of smart apron media in improving the ability to recognize Hijaiyah letters. Data collection techniques used are observation and documentation. Based on the results of research in the first cycle, for meetings 1 and 2 have seen an increase of 45% and at the second meeting reached 70%. in the second cycle the first meeting achieved an increase with 72 percent and in the second meeting reached 85%. The results be concluded that by using smart apron media the ability to recognize letters of Hijaiyah as a whole has experienced a good increase in every aspect of its assessment.
MOTIVASI BELAJAR GURU PAUD DI TK NEGERI PEMBINA KARANGAN DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SELAMA PANDEMI Nuryanti Nuryanti; Hanita Hanita; Rizqi Syafrina
Jurnal Warna : Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jw.v7i1.816

Abstract

Based on government regulations regarding the implementation of learning during the pandemic by learning from home. So PAUD teachers must be able to innovate in carrying out learning activities through online and offline learning according to directions from the government. This study aims to determine the implementation of PAUD teacher learning motivation in Pembina Karangan State Kindergarten during the pandemic. This study uses a qualitative approach, with data collection through observation, interviews, and documentation. The subject of the study was a Kindergarten teacher at Pembina Karangan. From the results of the analysis, it is known that the implementation of learning during the pandemic is increasing as a form of achievement motivation during the pandemic. This achievement is supported by aspects of perseverance, independence, struggle, and consistency in expressing opinions.
Analisis Pola Asuh Orang Tua Terhadap Penggunaan Smartphone pada Anak Usia Dini Dimasa Pandemi Covid-19 di Kelompok BKB Vatika Samarinda Ade al'fani; Rosdiana Rosdiana; Hanita Hanita
Jurnal Cakrawala Promkes Vol. 4 No. 2 (2022): August
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/promkes.v4i2.6303

Abstract

Backround: Parenting patterns during the pandemic are very much needed, both parents who work from home or who have started to go to work, need assistance and guidance when children are given smartphones so that children can follow the development of information media and technology positively. Objective: The purpose of this study was to analyze the type of parenting style for the use of smartphones in early childhood during the Covid-19 pandemic in the Vatika Family Development Group (BKB) in Sungai Kunjang District in 2021. Methods: The method used in this study was a qualitative method with a study approach. cases through interview and observation techniques on 6 informants, namely 3 parents of Vatika Family Development Group members who work, 2 caregivers who work with these parents, and 1 family member of the parents. Results: Based on the results of data analysis and discussion, in terms of smartphone use, the three main informants tend to be permissive because they allow children to use smartphones excessively, and there are no strict rules, controls, and supervision on the use of smartphones in their children so that children often play smartphones with intensity. tall one. This makes the child experience symptoms such as stinging in the eyes and pain in the neck. Conclusion: Parents do not provide strict and strict rules, but only situational, parents also lack supervision and assistance for children in using Smartphones. So that children play Smartphones with high intensity, so they are often seen experiencing eye fatigue
MENDIDIK ANAK USIA DINI DI ERA DIGITAL DAN MASA PANDEMI COVID-19 Hanita Hanita
Jurnal Pengabdian Kreativitas Pendidikan Mahakam (JPKPM) Vol. 1 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.877 KB) | DOI: 10.24903/jpkpm.v1i1.755

Abstract

Orang tua dituntut untuk bisa memahami perkembangan teknologi agar dapat membimbing dan membina anak dalam menggunakan dan memakai media digital. Agar anak tidak terpengaruhi hal-hal yang negatif akibat penggunaan media digital yang berlebihan. Sama halnya dalam masa pandemi covid-19 saat ini. Upaya pencegahan penyebaran virus covid-19 semua aktifitas dilakukan di rumah salah satunya adalah pelaksanaan belajar dan pembelajaran. kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ingin memberikan informasi dan pengetahuan terkait bagaimana mendidik anak di era digital dan masa pandemi covid-19. Dan menganlisis bagaima permasalahan dan pemahaman bagi para peserta kegiaatan terkait cara mendidik anak di era digital dan masa pandemi covid-19. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan informasi dan solusi terkait fenomena yang terjadi di masyarakat terutama dalam pendidikan anak usia dini . Sasaran pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah para orang tua, mahasiswa, pendidik anak usia dini dan masyarakat umum baik di kota Samarinda maupun di luar kota Samarinda. Pelaksanaan aplikasi Zoom dan survei menggunakan google form. Berdasarkan hasil survei kepada para peserta webinar penggunaan media digital yang bisa digunakan oleh anak usia dini adalah handphone dan leptop. Dalam peran orang tua dalam mendampigi anak selama menggunakan fasilitas media digital untuk kategori memberikan arahan dalam menggunakan fasilitas digital 30%, mengatur waktu dalam menggunakan fasilitas digital 40% , mengatur peminjaman fasilitas digital sesuai dengan keperluan 15%, memilih dan mensetting program aplikasi yang positif 20%, mendampigi anak saat menggunakan faslitas digital 30%, menggatur penggunaan fasilitas digital secara bijaksana 20% dan menelusiri kegiatan anak di dunia maya 20 %. Dan di tambah masa pendemi covid-19 dimana media digital menjadi satu-satunya sarana yang dapat memberikan solusi untuk tetap terlaksananya kegiatan pembelajaran, hal ini menjadi alasan bagi orang tua untuk dapat mendidik dan membimbing anak sebagai antisipasi dampak negative bagi anak dalam penggunaan media digital. Adapun yang dapat dilakukan adalah membuat kesepakatan kepada pasangan, anak, orang tua dan mertua berkaitan kebijakan penggunaan mendia digital.Sebelum memberikan media digital ke anak orang tua terlebih dahulu melakukan diskusi kepada anak tentang kebutuhan dalam menggunakan media digital, bagaimana mempertanggungjawabkan dalam menggunakan media digital, serta mendiskusikan resiko yang terajadi saat menggunakan media digital.Orang tua memberikan alternatif lain dengan menyediakan alat dan kegatan permainan yang mengasah keaktifan tubuh dan pikiran Buat anak selalu sibuk dengan tanggung jawab, baik tanggung jawab teradap keperluan diri sendiri atau membantu pekerjaan di rumah. Orang tua melakukan pencegahan dan kontrol dengan memproteksi aplikasi-aplikasi yang digunakan, agar anak tidak membuka situs-situs yang tidak mendidik. Dalam keberhasilan proses mendidik anak selama era digital dan masa pendemi covid-19 ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah lembaga sekolah, guru dan orang tua.
PELATIHAN PEMBUATAN ALAT PENILAIAN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Hanita Hanita
Jurnal Pengabdian Kreativitas Pendidikan Mahakam (JPKPM) Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.28 KB) | DOI: 10.24903/jpkpm.v2i1.971

Abstract

Hakikat penilaian dalam pendidikan anak usia dini terdiri dari pengukuran, penilaian dan asesmen.Pelatihan ini sebagai salah satu sarana memberikan solusi bagi guru dan mahasiswa terutaman pada mahasiswa PG PAUD dalam membaut penilaian pada hasil kegiatan pembelajaran anak usia dini. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah Guru dan Mahasiswa PAUD. menggunakan metode ceramah dengan teknik presentasi. Dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 02 April 2022. Penilaian merupakan program yang merupakan formalitas untuk memenuhi aturan administrasi lembaga atau memberikan jawaban bagi keingintahuan terhadap perkembangan anak.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Hanita Hanita; Yoyon Suryono; Puji Yanti Fauziah
Jurnal Warna : Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jw.v8i1.1289

Abstract

Learning management is a reference for teachers in carrying out a learning implementation. Project-based learning also has steps and implementation procedures. So in this study we want to examine in depth how to implement project learning in education, especially in early childhood education. The research method used is literature review and will use the PRISMA checklist to determine the selection of studies that have been found and adapted to the objectives of the literature review. The results of the research Project-based learning management in early childhood education has different procedures and procedures. The same concept is only at the planning, implementation and evaluation stages, which are indeed stages in the learning process. From several researches it is still found that project-based learning from the point of view of the initial originator of the project method, namely William H. Kilpatrick, is still lacking. The conclusions on the implementation of project learning in early childhood are diverse. But still through planning, implementation and evaluation. However, this is still considered far from the steps that were originally applied by the originator of the project method, namely William H. Kilpatrick. This change was due to the many theoretical developments of William H. Kilpatrick's project method.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA MELALUI LAMBANG DAN LOGO PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK AR RAHMAN MAKROMAN SAMBUTAN SAMARINDA Mahkamah Brantasari; Hanita Hanita
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 1 No. 1 (2017): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v1i1.27

Abstract

Anak didik yang baru memasuki awal pendidikan dini kebanyakan dari mereka masih memiliki kemampuan bahasa yang masih minim. Peneliti melakukan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak didik dengan cara mengenalkan lambang dan logo yang mudah di ingat. Oleh karena itu apakan melalui lambang dan logo dapat meningkakan kemampuan bahasa pada anak usia 4-5 tahun di TK Ar-Rahman Makroman Sambutan Samarinda. Tujuan dari penelitian ini diharapkan melalui lambang dan logo dapat meiningkatkan kemampuan bahasa anak usia 4-5 tahun di TK Ar-Rahman Makroman Sambutan Samarinda. Kegiatan dilaksanakan dengan metode tindakan kelas yang dilakukan dengan dua siklus kegiatan, pelaksanaan penelitian ini di bantu oleh guru kelas sebagai pelaksana dan peneliti sebagai pengamat. Anak didik usia 4-5 tahun di TK Ar-Rahman Makroman Sambutan Samarinda menjadi subjek penelitian ini. Anak sangat antusias dalam kegiatan ini dan tentu dapat membantu anak didik untuk lebih cepat memahami komunikasi yang ada melalui simbol-simbol, gambar, angka dan huruf yang terdapat pada lambang dan logo sehingga kemampuan anak didik dalam memahami bahasa bisa meningkatkan dengan baik. Hasil kalkulasi akhir pada siklus II berarti kemampuan bahasa anak mengalami peningkatan dari siklus I 54,5% menjadi 91,5%, persentase peningkatan kemampuan bahasa anak dengan menggunakan logo dan simbol sekitar 37%.
Peran Orang Tua dalam Memanfaatkan Bahan Alam Sebagai Media Pembelajaran di Rumah pada Anak Usia Dini Hanita Hanita; Ayu Memelina
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 4 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v4i2.495

Abstract

Penelitian ini mengangkat tema tentang pemanfaatan media bahan alam sebagai media pembelajaran anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dalam memanfaatkan media bahan alam sebagai media pembelajaran anak usia dini dirumah di Desa Kaubun Kaubupaten Kutai Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sebelum melakukan penelitian, peneliti telah melakukan observasi kepada sepuluh orang tua. Hasil penelitian menujukan bahwa peran orang tua tersebut paham mengenai dunia pendidikan anak untuk pemanfaatan media bahan alam sebagai media pembelajaran di rumah. Data menunjukkan bahwa sebanyak lima puluh persen orang tua tidak memanfaatkan dikarenakan kesibukan pekerjaan di luar rumah. Sedangkan lima puluh persen orang tua lainya memanfaatkan media bahan alam sebagai media pembelajaran anak di rumah dengan alasan tidak bekerja serta bahan alam mudah ditemukan dan tidak mengeluarkan biaya.
Pelatihan Implemantasi dan Inovasi Kurikulum 2013 Paud di Lembaga Paud Kota Samarinda Hanita Hanita
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 1 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v1i1.233

Abstract

AbstrakPengembangan profesionalisme menjadi dasar keahlian seorang pendidik. Tujuan pengembangan professional terdiri dari pengetahuan tentang isi pembelajaran, pengetahuan tentang pendidikan, pengetahuan professional, dan kualitas professional. Perkembangan yang tidak terlepas dari pendekatan yang sesuai dengan perkembangan peserta didik, dengan memahami anak-anak, praktik pengajaran yang sesuai dengan perkembangan dan budaya anak didik, serta kurikulum pembelajaran anak usia dini. Kurikulum memegang kunci dalam pendidikan, serta berkaiatan dengan penentuan arah, isi dan proses pendidikan yang menetukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga. Pentingnya kurikulum dalam kegiatan pendidikan maka dalam penyusunanya memerlukan landasan yang kuat melalui pemikiran – penelitian yang mendalam dan salah satu upaya pengembangan profesionalisme dan peningkatan keahlian pendidik dalam pendidikan anak usia dini. Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang memiliki peran strategis karena seluruh kegiatan berpusat pada kurikulum. Dalam hal ini maka kurikulum merupakan hal yang penting dipahami oleh pendidik yaitu pemahaman terhadap kurikulum 2013 yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini yang salah satunya membahasa tentang Standar Proses yang mencakup Perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran dan Pengawasan Pembelajaran dalam hal ini terkait tentang standar kurikulum PAUD. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 146 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. 
Seminar tentang Peranan Budaya Lokal di Indonesia terhadap Perkembangan Nilai-Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini Hanita Hanita; Ayu Memelina; Nuryanti Nuryanti
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.783

Abstract

Pengenalan budaya pada anak tidak terlepas dari pengaruh pendidikan dilingkungan rumah maupun di sekolah. Budaya merupakan bagian dari kebiasaan sehari-hari yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, Sehingga kebutuhan pendidikan semakin meningkat. Pemahaman pendidikan secara keseluruhan upaya meningkatkan kemampuan dan potensi nilai-nilai sosial budaya dan rasa kemanusiaan secara utuh pada anak usia dini. Dalam pembelajaran aspek perkembangan agama dan moral berkaitan tentang perkembagan sikap dan tingkah laku anak. Melaksanakan ajaran sesuai agama yang dianut dalam kehidupan sehari-hari. Stimulus tentang perkembangan aspek nilai agama serta moral memiliki tujuan membetuk perilaku terpuji dan tidak terpuji, serta taat dalam menjalankan aturan yang ada perintah agamanya dan sesuai dengan pembiasaan budaya, yang  mendasari prilaku dan sikapnya terhadap kehidupan selanjutnya baik masa kanak-kanak, remaja, dewasa dan orang tua adalah menanaman aspek ini. Hasil berdasarkan pertanyaan kepada para guru dan orang tua, menunjukkan bahwa adanya peranan budaya terhadap peningkatan nilai-nilai agama dan moral yang dibuktikan dari hasil persentase point 3 (sering) sebanyak 96,36% pada Penilaian Penananaman Nilai-Nilai Agama Dan Moral, point 3 (sering) sebanyak 75% pada penilaian terhadap budya (pembiasaan) pada anak usia dini. Penerapan serta menanamkan perilaku nilai agama serta moral, disiplin dan afeksi dalam upaya pembentukan bidang perilaku yang merupakan kegiatan secara terus menerus dilakukan dan dibiasakan pada kegiatan sehari-hari anak, sehingga aspek ini secara optimal mengalami perkembangan .