Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Seminar tentang Peranan Budaya Lokal di Indonesia terhadap Perkembangan Nilai-Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini Hanita Hanita; Ayu Memelina; Nuryanti Nuryanti
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.783

Abstract

Pengenalan budaya pada anak tidak terlepas dari pengaruh pendidikan dilingkungan rumah maupun di sekolah. Budaya merupakan bagian dari kebiasaan sehari-hari yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, Sehingga kebutuhan pendidikan semakin meningkat. Pemahaman pendidikan secara keseluruhan upaya meningkatkan kemampuan dan potensi nilai-nilai sosial budaya dan rasa kemanusiaan secara utuh pada anak usia dini. Dalam pembelajaran aspek perkembangan agama dan moral berkaitan tentang perkembagan sikap dan tingkah laku anak. Melaksanakan ajaran sesuai agama yang dianut dalam kehidupan sehari-hari. Stimulus tentang perkembangan aspek nilai agama serta moral memiliki tujuan membetuk perilaku terpuji dan tidak terpuji, serta taat dalam menjalankan aturan yang ada perintah agamanya dan sesuai dengan pembiasaan budaya, yang  mendasari prilaku dan sikapnya terhadap kehidupan selanjutnya baik masa kanak-kanak, remaja, dewasa dan orang tua adalah menanaman aspek ini. Hasil berdasarkan pertanyaan kepada para guru dan orang tua, menunjukkan bahwa adanya peranan budaya terhadap peningkatan nilai-nilai agama dan moral yang dibuktikan dari hasil persentase point 3 (sering) sebanyak 96,36% pada Penilaian Penananaman Nilai-Nilai Agama Dan Moral, point 3 (sering) sebanyak 75% pada penilaian terhadap budya (pembiasaan) pada anak usia dini. Penerapan serta menanamkan perilaku nilai agama serta moral, disiplin dan afeksi dalam upaya pembentukan bidang perilaku yang merupakan kegiatan secara terus menerus dilakukan dan dibiasakan pada kegiatan sehari-hari anak, sehingga aspek ini secara optimal mengalami perkembangan .
Peningkatan Kompetensi Guru PAUD di Masa Pandemi melalui Pengenalan Model Pembelajaran Daring Hanita Hanita; Sulau Lugi
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 02 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru PAUD di masa pandemi covid-19 melalui pengenalan model pembelajaran daring. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode ceramah dengan teknik presentasi materi karya pengembangan profesi dilanjutkan dengan diskusi melalui aplikasi zoom. Adapun peserta dalam kegiatan ini adalah guru PAUD di kecamatan Samarinda Utara kota Samarinda. Hasil survei saat melaksanakan kegiatan dapat dikatakan bahwa guru PAUD sudah dapat beradaptasi dengan perkembangan dan tuntutan zaman di bidang pendidikan. Guru PAUD juga rata-rata memiliki kemampuan dalam mengakses media teknologi informasi dan komunikasi dengan baik. Namun, terdapat kendala yang menjadi penghambat pelaksanaan pembelajaran daring yaitu tidak memiliki alat yang memadai sekitar 25 %, tidak memiliki cukup dana untuk membeli paket atau pulsa untuk pelaksanaan daring 29,2%, sinyal yang tidak mendukung 70,8%, dan kurang memahami teknologi 8,3%. hasil sekitar 90,5% menyatakan bahwa pembelajaran digital mempermudah dalam berkomunikasi dan menerima informasi dalam proses belajar dan pembelajaran terutama di era pandemi covid-19. Proses pembelajaran seperti apa yang dilakukan oleh lembaga PAUD yang tepat selama melaksanakan pembelajaran daring selama pandemi covid-19. Namun 30,4% berpendapat bahwa pembelajaran dring selama pandemi ini dikombinasi antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring, pembelajaran tatap muka ini dilakukan guru dengan melakukan kegiatan home visit dimana guru mengunjungi anak didik dirumah masing-masing dengan jadwal yang telah di tentukan. Melalui pengenalan model pembelajaran daring, dapat dikatakan bahwa guru PAUD sudah dapat beradaptasi dengan perkembangan dan tuntutan zaman di bidang pendidikan. Namun ternyata proses pembelajaran daring ini memiliki kendala yang menjadi penghambat paling banyak adalah sinyal yang tidak mendukung, dana, fasilitas dan terakhir adalah kemampuan penguasaan teknologi walaupun ini tidak terlalu banyak, tapi masih ada.
Asynchronous Online Community Engagement for Developing Intensive Reading Skills Using a Prototype LMS and Adapted Literary Texts Dedi Rahman Nur; Arbain Arbain; Godefridus Bali Geroda; Hanita Hanita; Sukaena Sukaena; Akhmad Heriyadi; Indah Farma Pasaribu; Maria Goretti Adella Kornelia Yulianti Hiping; Yasmin Auliasari; Annisa Rohmah
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v9i12026p56-64

Abstract

This community service initiative investigated the implementation of an asynchronous Learning Management System to enhance intensive reading abilities in English language learners. The platform, available at https://publicmodul.my.canva.site/checkreading1 , was developed as a prototype Learning Management System (LMS) to evaluate instructional viability, learner engagement, and the effectiveness of modular delivery in a flexible online setting. The program took place from January 2026 and was structured into six consecutive modules addressing skimming, scanning, primary concept identification, cohesiveness, inference, and tone analysis. Participants engaged in self-directed learning activities, contributed to asynchronous discussion forums, and assembled documentation of their progress via organized reading portfolios. The evaluation utilized LMS activity logs, task completion trends, and qualitative reflections submitted by participants during the training. The results indicate a progressive transformation in reading habits. Numerous learners seemed to diminish word-by-word processing and commenced utilizing more deliberate tactics, especially in skimming and scanning activities. Enhancements in cohesion awareness were also seen in subsequent entries. Inference and tone interpretation continued to be challenging, while portfolio entries suggest developing progress backed by textual rationale. The LMS operated dependably as a prototype for pilot use, although it exposed multiple opportunities for usability enhancement. The results suggest that an asynchronous, community-focused paradigm demonstrates potential for facilitating flexible reading development, while specific enhancements are necessary prior to broader implementation.
Aku mengenal diriku: Peningkatan kesadaran diri anak usia 5–6 tahun melalui metode bernyanyi di TK Bakti Terpadu Puji Lestari; Hanita Hanita; Reni Ardiana; Nazmi Soraya
Jurnal Warna : Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 11 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jw.v11i1.2454

Abstract

Self-awareness is one of the basic competencies in early childhood social-emotional development that plays an important role in the ability to recognize emotions, control behavior, and build positive social interactions. The results of the pre-cycle at Bakti Terpadu Kindergarten show that most children aged 5-6 years still have difficulty recognizing feelings, following directions, and showing confidence during the learning process. This research aims to increase children's self-awareness through the application of the singing method. The research uses the Classroom Action Research (PTK) approach with the Kemmis and McTaggart models which is carried out in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The research subjects were 11 children aged 5-6 years at the Integrated Bakti Kindergarten. Data was collected through observation and documentation, then analyzed using quantitative descriptive techniques in the form of percentages. The results of the study show that the application of the singing method is able to increase children's self-awareness gradually. The achievement percentage increased from 27.3% in the pre-cycle stage to 45.05% in Cycle I and reached 100% in Cycle II, thus exceeding the set success indicators. This improvement is shown through the development of children's ability to recognize and manage emotions, follow teachers' directions, adjust to the learning environment, build positive interactions, and increase confidence.