Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PERAN TOKOH ELIS DAN KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL ELIS TANDIGO KARYA ERLINA MAMUS Gosa, Nastiana; Purnamasari, Hetty; Amrullah, Imron
JURNAL RISET PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol. 2 No. 1 (2023): JANUARY
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/jrpp.v2i1.421

Abstract

The problems discussed in this study are (1) How is the role of Elis character in the novel Elis Tandigo by Erlina Mamus? (2) How is the internal conflict in the novel Elis Tandigo by Erlina Mamus? (3) How is the external conflict in the novel Elis Tandigo by Erlina Mamus?. The purpose of this study is to describe: (1) the role of Elis character in Elis Tandigo novel by Erlina Mamus (2) internal conflict in Elis Tandigo novel by Erlina Mamus (3) External conflict in Elis Tandigo novel by Erlina Mamus. In conducting this research, the method used is descriptive qualitative method. The main data source in this research comes from the novel Elis Tandigo by Erlina Mamus. Data collection in this research uses literature study technique by reading and understanding the novel. The data analysis technique uses a flowing analysis technique which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the research conducted, it is concluded that this novel tells the story of Elis who plays a very important role because she is often the person in solving problems or solving problems in society.
Citra Perempuan dalam Novel “Hafalan Shalat Delisa” Karya Tere Liye: The Image of Women in the Novel "Hafalan Shalat Delisa" by Tere Liye Atul Izzati, Qory; Amarya, Naomi Zhalya; Rahayu, Winda Nofita; Amrullah, Imron
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 7 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v7i1.19855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra perempuan dalam novel “Hafalan Shalat Delisa” karya Tere Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Novel “Hafalan Shalat Delisa” karya Tere Liye. Kemudian, data dalam penelitian ini yakni data tertulis berupa kata, frasa, dan kalimat dalam yang terdapat pada Novel “Hafalan Shalat Delisa” karya Tere Liye. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara membaca novel secara berulang, kemudian mengambil data, mendeskripsikan hasil data, dan menyimpulkan hasil dari penelitian. Berdasarkan hasil analisis data, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam novel “Hafalan Shalat Delisa” terdapat kutipan yang mengandung citra perempuan, yakni citra diri perempuan, citra perempuan dalam aspek fisik, citra perempuan dalam aspek psikis, dan citra perempuan dalam aspek sosial.
Perjuangan Tokoh Nasional Pra Kemerdekaan dalam Novel Biografi Indonesia (Kajian New Historicism) Imayah, Imayah; Amrullah, Imron
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v11i1.21479

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perjuangan tokoh-tokoh nasional di era pra kemerdekaan Indonesia dalam aspek pendidikan, ekonomi dan politik. Sumber Data dalam penelitian adalah novel “Sang Mujtahid Islam Nusantara” dan novel “Penakluk Badai” karya Aguk Irawan. Sumber data yang diambil berupa kutipan teks yang ada dalam novel karya Aguk Irawan tentang perjuangan di bidang pendidikan, ekonomi dan politik. Penelitian ini dikaji dengan pendekatan new historicism yang mengarahkan pada peristiwa sejarah yaitu yang melatarbelakangi adanya sebuah teks sastra dengan mengacu pada teks non sastra. Bentuk penelitian menggunakan kualitatif deskriptif yaitu data deskriptif dilakukan dengan cara pendeskripsian fakta-fakta yang kemudian disusul dengan kesimpulan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumetasi. Teknik analisis data meliputi: (1) Teknik pembacaan paralel yaitu teks sastra dan teks non sastra; (2) analisis yang digunakan meliputi penyajian data dan pembahasan; (3) penyajian dari hasil simpulan analisis yang mengenai perjuangan tokoh telah disejajarkan dengan teks non sastra yang memiliki kesamaan pokok bahasan. Hasil penelitian ini mendeskrispikan perjuangan-perjuangan yang meliputi; (1) perjuangan di aspek pendidikan yang ditandai dengan diadakannya metode pembelajaran baru dengan menggunakan ilmu pengetahuan disamping mengajarkan ilmu agama yang bertujuan untuk mencerdaskan bangsa indonesia karena dengan ilmu yang dimiliki akan menyadarkan betapa pentingnya makna kemerdekaan; (2) perjuangan di aspek ekonomi menghasilkan rakyat yang sejahtera khususnya dibidang pertanian; (3) perjuangan di aspek politik yaitu  menumbuhkan semangat dan kegigihan dalam memperjuangkan kemerdekaan indonesia melalui organisasi-organisasi yang dibentuk.
Kajian Elaborasi Folklor Cublak-Cublak Suweng dalam Edu Semiotik di Kampung Banjarkemantren Sidoarjo Wijaya, Roni Putra; Putri Achmad, Noer Adhela Krisna; Aprilianti, Bilqis Dewita; Amrullah, Imron
Kode : Jurnal Bahasa Vol 13, No 3 (2024): Kode: Edisi September 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i3.64048

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi penggunaan edusemiotik dalam permainan tradisional Indonesia, khususnya Cublak-Cublak Suweng, untuk memahami bagaimana berbagai bentuk tanda (indeks, simbol, dan ikon) digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kepada pemain. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis teks-teks lirik Cublak-Cublak Suweng secara mendalam, serta mempertimbangkan konteks budaya dan historis permainan tersebut. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan observasi langsung terhadap praktik dan interpretasi masyarakat terhadap permainan ini. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa indeks, simbol, dan ikon dalam Cublak-Cublak Suweng tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai media pendidikan yang melintasi generasi. Indeks seperti lirik "Sopo Ngguyu Ndhelikake" menyoroti nilai-nilai kebijaksanaan dalam menghadapi kehidupan sehari hari. Simbol, seperti dalam lirik "Mambu Ketudhung Gudel", mencerminkan stereotip sosial tentang kebodohan. Sementara itu, ikon dalam lirik "Cublek-Cublek Suweng" menggambarkan konsep harta sejati melalui representasi fisik yang konkret. aplikasi dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat pemahaman tentang pentingnya warisan budaya dalam pendidikan dan pengembangan identitas sosial dalam masyarakat Indonesia.
SOSIALISASI PROGRAM STUDI S1 FKIP UNITOMO DI MAN 9 JOMBANG Setiawan, Windi; Prastiwi, Lusiana; Amrullah, Imron; Huda, Nuril; Hatip, Ahmad; Haerussaleh, Haerussaleh
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v7i2.3811

Abstract

ABSTRACTThe importance of higher education plays an important role in every individual's career in the future. This step needs to be considered carefully since students are in high school. They have the freedom to decide after graduation to determine their next steps. Are they working, studying, or working while studying? This question is something that always arises when they are about to graduate. This was also found in students at MAN 9 Jombang. Most of them still have minimal information about higher education. The Community Service Team (abdimas) was present to answer this problem through the Socialization activities of the FKIP Unitomo Undergraduate Study Program at MAN 9 Jombang. This activity is carried out in three stages. First, the planning stage. At this stage the researcher coordinates with the school and determines the material to be presented. Second, the implementation stage. At this stage, the community service team carried out socialization which was attended by all grade 12 students in the MAN 9 Jombang hall. At the reflection stage, the community service team provides the opportunity to conduct questions and answers with students. As a result of this activity, students have information regarding the registration mechanism, graduate profiles, various academic activities, and student achievements in mathematics education and Indonesian language and literature education study programs.Keywords: socialization, study program, madrasah, senior high school ABSTRAKPentingnya pendidikan tinggi memegang peranan penting bagi karir setiap individu di kemudian hari. Langkah tersebut perlu dipikirkan secara matang sejak siswa duduk di bangku SMA. Mereka memiliki kebebasan untuk menentukan setelah lulus untuk menentukan langkah selanjutnya. Apakah mereka bekerja, kuliah, atau bekerja sambil kuliah? Pertanyaan ini menjadi hal yang senantiasa muncul saat mereka hendak lulus. Hal ini juga dijumpai pada siswa di MAN 9 Jombang. Sebagian besar dari mereka masih minim informasi tentang perguruan tinggi. Tim pengabdian Masyarakat (abdimas) hadir untuk menjawab permasalahan tersebut melalui kegiatan Sosialisasi Program Studi S1 FKIP Unitomo di MAN 9 Jombang. Kegiatan ini dilakukan melalui tiga tahap. Pertama, tahap perencanaan. Pada tahap ini peneliti melakukan kordinasi dengan pihak sekolah dan menentukan materi yang akan disampaikan. Kedua, tahap pelaksanaan. Pada tahap ini, tim abdimas melakukan sosialisasi yang dihadiri oleh seluruh siswa kelas 12 di aula MAN 9 Jombang. Pada tahap refleksi, tim abdimas memberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab dengan siswa. Hasil dari kegiatan ini, siswa memiliki informasi terkait mekanisme pendaftaran, profil lulusan, berbagai kegiatan akademik, dan prestasi mahasiswa prodi pendidikan matematika dan pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia.Kata Kunci: sosialisasi, program studi, madrasah, sekolah menengah atas
Kearifan Lokal dalam Novel Tarian Bumi Karya Oka Rusmini Amrullah, Imron; Imayah
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 4 (2024): Kode: Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i4.65859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang kearifan lokal masyarakat Bali yang memegang teguh kepercayaan nenek moyangnya. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang digunakan ketika penelitian berlangsung dan juga memanfaatkan antropologi sastra sebagai pendekatan penelitian. Hasil penelitian ini mendeskripsikan kearifan lokal yang meliputi:(1) Aspek kasta sosial yang ditandai dengan penggunaan nama dalam setiap kasta berbeda-beda. Semakin tinggi kasta yang disandang, maka semakin bagus bahasa yang digunakan;(2) Aspek adat istiadat yang ditandai dengan adanya upacara melaspas yang dilaksanakan dalam rangka upacara pembersihan dan penyucian pura yang baru dibangun untuk dipersembahkan kepada dewa tari, dan upacara ngaben, yaitu pembakaran jasad yang telah meninggal dengan tujuan menyucikan dan mengembalikan roh kepada Sang Hyang Widi. Kesimpulan penelitian yaitu bahwa kearifan lokal pada novel karya Oka Rusmini ditemukan dalam dua aspek, yakni kasta sosial dan upacara adat. Keduanya memiliki peran penting sebagai pelestarian lingkungan Bali yang berdampak pada pengenalan identitas Bali dan memperkuat solidaritas masyarakat Bali.
LANGUAGE AND MEANING IN THE TAYUB TRADITION IN TEGALAGUNG VILLAGE TUBAN REGENCY THROUGH A SOCIOSEMIOTIC APPROACH Pambudi, Archielian Satrio Putro; Hetty Purnamasari; Imron Amrullah
Esteem Journal of English Education Study Programme Vol. 8 No. 2 (2025): Esteem Journal of English Education Study Programme
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/esteem.v8i2.19193

Abstract

The Tayub tradition in Tegalagung Village, Tuban Regency, is a cultural performance that combines dance, music, and symbolic language reflecting the values and identity of the local community. This study explores how verbal and non-verbal language in Tayub carries social meaning using a sociosemiotic approach. Data were collected through observation and interviews with key cultural actors, including dancers (ledhek), musicians, and elders. The analysis applies Peirce’s semiotic theory and the concept of symbolic interaction to understand how language and signs operate in Tayub performances. Findings show that Tayub functions not only as entertainment but also as a medium of communication, cultural preservation, and social bonding. Verbal elements such as song lyrics and spoken interactions convey messages of love, respect, and tradition, while non-verbal signs like gestures, costumes, and facial expressions carry symbolic meanings that reflect social roles and values. The use of language in Tayub is context-dependent and varies according to the performer, audience, and setting. This study highlights the importance of understanding traditional performances through a linguistic and semiotic lens to preserve their cultural significance and deepen appreciation of local heritage.
LANGUAGE AND MEANING IN THE TAYUB TRADITION IN TEGALAGUNG VILLAGE TUBAN REGENCY THROUGH A SOCIOSEMIOTIC APPROACH Pambudi, Archielian Satrio Putro; Hetty Purnamasari; Imron Amrullah
Esteem Journal of English Education Study Programme Vol. 8 No. 2 (2025): Esteem Journal of English Education Study Programme
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/esteem.v8i2.19193

Abstract

The Tayub tradition in Tegalagung Village, Tuban Regency, is a cultural performance that combines dance, music, and symbolic language reflecting the values and identity of the local community. This study explores how verbal and non-verbal language in Tayub carries social meaning using a sociosemiotic approach. Data were collected through observation and interviews with key cultural actors, including dancers (ledhek), musicians, and elders. The analysis applies Peirce’s semiotic theory and the concept of symbolic interaction to understand how language and signs operate in Tayub performances. Findings show that Tayub functions not only as entertainment but also as a medium of communication, cultural preservation, and social bonding. Verbal elements such as song lyrics and spoken interactions convey messages of love, respect, and tradition, while non-verbal signs like gestures, costumes, and facial expressions carry symbolic meanings that reflect social roles and values. The use of language in Tayub is context-dependent and varies according to the performer, audience, and setting. This study highlights the importance of understanding traditional performances through a linguistic and semiotic lens to preserve their cultural significance and deepen appreciation of local heritage.
PENDAMPINGAN PUBLIKASI ILMIAH BAGI MAHASISWA FKIP UNIVERSITAS DR SOETOMO Listiana, Yuni; Prastiwi, Lusiana; Amrullah, Imron
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2021): JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v5i1.877

Abstract

Publikasi ilmiah merupakan suatu kegiatan penyebarluasan hasil penelitian melalui sebuah jurnal ilmiah dalam bentuk artikel ilmiah. Artikel ilmiah dapat diartikan sebagai karya tulis yang sengaja dirancang untuk dimuat dalam jurnal ataupun kumpulan artikel yang dibuat dengan memperhatikan kaidah penulisan ilmiah dan mengikuti pedoman ilmiah yang berlaku. FKIP Universitas Dr Soetomo, mulai semester genap tahun ajaran 2019/2020 telah menerapkan aturan terkait publikasi ilmiah mahasiswa sebagai syarat kelulusan. Mahasiswa minimal harus mampu menunjukkan bukti submission karya ilmiah mereka pada sebuah jurnal ilmiah. Kondisi demikian belum mampu dipahami oleh mahasiswa FKIP Universitas Dr Soetomo, sehingga pada kegiatan pengabdian Pendampingan Publikasi Ilmiah bagi mahasiswa ini salah satu tujuannya adalah mengedukasi mahasiswa agar lebih memahami apa itu publikasi ilmiah, manfaat melakukan publikasi, bagaimana cara menulis artikel ilmiah hasil penelitian skripsi, bagaimana cara penulisan sitasi dengan Mendeley dan kegiatan pendampingan secara langsung pada beberapa mahasiswa tertentu. Dari hasil kegiatan didapatkan bahwa pendampingan publikasi bagi mahasiswa cukup membantu mahasiswa dalam melakukan publikasi ilmiah, terbukti bahwa satu mahasiswa telah berhasil melakukan publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 5, sedangkan dua lainnya masih menunggu proses review pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 3 dan SINTA 4.
Meningkatkan Ekowisata Tari Remo Gagrak Anyar Dusun Banyuasin Desa Kromong Cahyani, Arum Dyah; Oktaviano, Ferdy Briliant; Sinarti, Meldiana; Amrullah, Imron
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 5 No 2 (2024): Edisi Agustus 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v5i2.2260

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan budaya dan tradisi. Setiap daerah mempunyai ciri khas masing-masing baik dalam bidang makanan, minuman, pakaian adat, tradisi, dan juga tarian. Hampir setiap wilayah di Nusantara memiliki dan menyimpan kekayaan dalam bentuk tradisi salah satunya tari. Salah satu tarian yang akan diteliti pada penelitian ini adalah Tari Remo Gagrak Anyar. Tari Remo merupakan salah satu warisan leluhur di Indonesia untuk penyambutan tamu. Tarian ini berasal dari Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Jombang – Jawa Timur. Tarian ini diciptakan oleh seorang penari jalanan. Tari Remo ini juga merupakan tarian yang digunakan sebagai pengantar dalam taarian Ludruk. Tarian ini bertumbuh dan berkembang di tengah masyarakat sehingga Tari Remo sering ditarikan dalam pembuka pada acara kesenian, sebagai Berbagai kepulangan atas tamu kedaerahan, ditarikan dalam upacara-upacara daerah maupun kenegaraan serta dalam festival kesenian daerah. Hingga saat ini masih berkembang dan terus dilestarikan oleh para seniman dan budayawan Jawa Timur. Tari Remo merupakan tarian yang khusus dibawakan oleh penari laki-laki, namun seiring berkembangnya zaman Tari Remo ini juga bisa dibawakan oleh perempuan. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, peneliti akan memaparkan mengenai penanda serta penanda yang ada pada ragam gerak Tari Remo Gagrak Anyar sebagai objek peneliian. Dan menggunakan teknik pengumpulan data dengan melihat video tari, serta observasi dan wawancara pada pemilik sangar Laboratorium Remo guna memastikan kebenaran data yang telah diperoleh. Kata kunci: Tari Remo Gagrak Anyar, Etnosemiotik, Ekowisata