Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh ERM dan Risiko Keuangan terhadap Kualitas Laporan Keuangan: Moderasi Asimetri Informasi Firdaus Abdul Rahman; Rona Naula Oktaviani; Erwin Febriansyah; Ahmad Zubair
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol. 11 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/penelitianipteks.v11i2.4488

Abstract

Kualitas laporan keuangan menentukan keandalan informasi yang digunakan investor dan pemangku kepentingan dalam menilai kinerja serta risiko perusahaan. Namun, efektivitas pengelolaan risiko dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan dapat berkurang ketika informasi tidak tersebar secara merata. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Enterprise Risk Management dan risiko keuangan terhadap kualitas laporan keuangan serta menguji peran moderasi asimetri informasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 630 observasi perusahaan-tahun dari 210 perusahaan sektor Consumer Non-Cyclicals dan Consumer Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 2021–2023. Sampel dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi data panel dengan Common Effect Model dan Moderated Regression Analysis, sedangkan leverage dan profitabilitas digunakan sebagai variabel kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Enterprise Risk Management berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, sedangkan risiko keuangan tidak berpengaruh signifikan. Asimetri informasi memperlemah pengaruh positif Enterprise Risk Management terhadap kualitas laporan keuangan, tetapi tidak memoderasi hubungan risiko keuangan dengan kualitas laporan keuangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan manajemen risiko yang terintegrasi dapat mendukung kualitas laporan keuangan, tetapi manfaat tersebut bergantung pada transparansi informasi. Oleh karena itu, perusahaan perlu menguatkan pengendalian risiko sekaligus memastikan pengungkapan informasi yang konsisten, tepat waktu, dan dapat diakses oleh pemangku kepentingan.
PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN DENGAN KUALITAS AUDIT SEBAGAI MODERASI Rona Naula Oktaviani; Khairunnisa Khairunnisa; Salzabela Ushabina Caramoy
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/kurs.v11i1.5914

Abstract

This study aims to analyze the effect of institutional ownership and independent commissioners on financial reporting quality with audit quality as a moderating variable in energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2022–2024. This study uses a quantitative approach with secondary data obtained from annual reports and financial statements. The sample was selected using purposive sampling, resulting in 73 companies with 219 observations. Data analysis was conducted using panel data regression with the Fixed Effect Model (FEM) and Moderated Regression Analysis (MRA) using EViews 13. The results show that institutional ownership has a significant negative effect on financial reporting quality, while independent commissioners have no significant effect. Audit quality, proxied by audit firm size, has a significant positive effect, while audit delay has no significant effect. The moderating results indicate that audit firm size does not moderate the effect of institutional ownership but weakens the effect of independent commissioners. Meanwhile, audit delay strengthens the effect of institutional ownership but does not moderate the effect of independent commissioners. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan institusional dan komisaris independen terhadap kualitas laporan keuangan dengan kualitas audit sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan tahunan dan laporan keuangan. Sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 73 perusahaan dan total 219 observasi. Teknik analisis data menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM) serta Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, sedangkan komisaris independen tidak berpengaruh signifikan. Kualitas audit yang diproksikan dengan ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) berpengaruh positif signifikan, sedangkan audit delay tidak berpengaruh signifikan. Variabel moderasi menunjukkan bahwa ukuran KAP tidak memoderasi pengaruh kepemilikan institusional, tetapi memperlemah pengaruh komisaris independen. Sementara itu, audit delay memperkuat pengaruh kepemilikan institusional, namun tidak memoderasi pengaruh komisaris independen.