Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dalam Perspektif Pemberdayaan Ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara Sri wahyuni, Rina; Aspian Nur, Adi
Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Manajemen Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Manajemen
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasiUndang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang PenyandangDisabilitas dalam perspektif pemberdayaan ekonomi di ProvinsiKalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data dikumpulkanmelalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasiterhadap organisasi perangkat daerah terkait serta penyandangdisabilitas yang terlibat dalam program pemberdayaan ekonomi.Analisis data dilakukan dengan menggunakan model implementasikebijakan Edward III yang mencakup aspek komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasiUndang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 di Provinsi KalimantanUtara belum berjalan secara optimal dalam mendorongpemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas. Kendala utamameliputi lemahnya koordinasi dan komunikasi lintas sektor,keterbatasan sumber daya, belum terinternalisasinya isu disabilitassebagai prioritas pembangunan ekonomi daerah, serta strukturbirokrasi yang belum adaptif. Kondisi tersebut menyebabkanprogram pemberdayaan ekonomi cenderung bersifat parsial danbelum terintegrasi dalam strategi pembangunan ekonomi daerah.Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan disabilitas sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaan kebijakan di tingkat daerah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi kelembagaan,peningkatan kapasitas sumber daya, serta reformasi mekanisme birokrasi guna mendukung pembangunanekonomi yang inklusif bagi penyandang disabilitas di wilayah perbatasan.
Community Empowerment Through Training on Coffee Waste Briquette Production as an Environmentally Friendly Alternative Energy Source Amrie, Machmud Al; Nur, Adi Aspian; Risnafaty, Risnafaty
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v8i1.23467

Abstract

Coffee waste in Lebong Village, Tanjung Palas Hilir District, has not been utilized, resulting in increasing organic waste volume and the absence of economic value for the community. This community service program aims to enhance residents’ skills in producing coffee-waste briquettes as an environmentally friendly alternative energy source. The methods applied include socialization, counseling, workshops, and hands-on practice with 25 participants from the Lebong Village Youth Group. Evaluation was conducted through skill observation and assessment of briquette quality, including density, moisture content, and burning duration. The results show an 85% improvement in participants’ skills, demonstrated by their ability to produce briquettes that meet quality standards. Additionally, utilizing coffee waste opens new economic opportunities, as production costs are low while potential selling prices range from IDR 8,000 to 10,000 per kilogram. This program successfully enhances community capacity in waste management while strengthening economic opportunities based on renewable energy.Limbah kopi di Desa Lebong, Kecamatan Tanjung Palas Hilir, belum dimanfaatkan sehingga menambah volume sampah dan belum memberi nilai ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan keterampilan warga yang nantinya dapat memproduksi briket limbah kopi sebagai energi alternatif ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan sosialisasi dengan mitra Kelompok Pemuda dan warga Desa Lebong sebanyak 25 peserta. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab dan wawancara singkat. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat pemahaman keterampilan peserta hingga 85%, ditandai keinginan untuk memproduksi briket. Selain itu, pemanfaatan limbah kopi membuka peluang usaha baru, karena biaya produksi rendah dan potensi harga jual mencapai Rp8.000–Rp10.000 per kilogram. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah sekaligus memperkuat peluang ekonomi berbasis energi terbarukan.