Claim Missing Document
Check
Articles

Community Empowerment Through Training on Coffee Waste Briquette Production as an Environmentally Friendly Alternative Energy Source Machmud Al Amrie; Adi Aspian Nur; Risnafaty Risnafaty
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v8i1.23467

Abstract

The increase in global coffee consumption has an impact on the accumulation of coffee grounds waste which has not been utilized optimally, even though it has potential as a biomass-based alternative energy source. This condition also occurs in Lebong Village, Tanjung Palas Hilir District, where coffee waste continues to increase along with the development of household-scale coffee shop businesses, while community capacity in managing waste and utilizing alternative energy is still limited. This research aims to increase people's knowledge and skills in processing coffee grounds waste into economically valuable briquettes. The method used is a participatory approach through technical training, counseling and production assistance that involves the community directly. The research results show an increase in understanding, technical skills and environmental awareness in the community in utilizing waste into alternative energy products. Apart from that, this activity also opens up new business opportunities based on local potential which contributes to improving the community's economy. The implications of this research confirm that the use of coffee waste as briquettes not only supports sustainable environmental management, but also strengthens energy independence and community economic empowerment based on local resources.Peningkatan konsumsi kopi global berdampak pada akumulasi limbah ampas kopi yang belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif berbasis biomassa. Kondisi ini juga terjadi di Desa Lebong, Kecamatan Tanjung Palas Hilir, di mana limbah kopi terus meningkat seiring berkembangnya usaha kedai kopi skala rumah tangga, sementara kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah dan pemanfaatan energi alternatif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah ampas kopi menjadi briket bernilai ekonomis. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pelatihan teknis, penyuluhan, serta pendampingan produksi yang melibatkan masyarakat secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, keterampilan teknis, serta kesadaran lingkungan masyarakat dalam memanfaatkan limbah menjadi produk energi alternatif. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal yang berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan limbah kopi sebagai briket tidak hanya mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, tetapi juga memperkuat kemandirian energi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.
Implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dalam Perspektif Pemberdayaan Ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara Rina Sri wahyuni; Adi Aspian Nur
Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Manajemen Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Manajemen
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasiUndang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang PenyandangDisabilitas dalam perspektif pemberdayaan ekonomi di ProvinsiKalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data dikumpulkanmelalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasiterhadap organisasi perangkat daerah terkait serta penyandangdisabilitas yang terlibat dalam program pemberdayaan ekonomi.Analisis data dilakukan dengan menggunakan model implementasikebijakan Edward III yang mencakup aspek komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasiUndang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 di Provinsi KalimantanUtara belum berjalan secara optimal dalam mendorongpemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas. Kendala utamameliputi lemahnya koordinasi dan komunikasi lintas sektor,keterbatasan sumber daya, belum terinternalisasinya isu disabilitassebagai prioritas pembangunan ekonomi daerah, serta strukturbirokrasi yang belum adaptif. Kondisi tersebut menyebabkanprogram pemberdayaan ekonomi cenderung bersifat parsial danbelum terintegrasi dalam strategi pembangunan ekonomi daerah.Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan disabilitas sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaan kebijakan di tingkat daerah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi kelembagaan,peningkatan kapasitas sumber daya, serta reformasi mekanisme birokrasi guna mendukung pembangunanekonomi yang inklusif bagi penyandang disabilitas di wilayah perbatasan.
Metode Shift Share pada Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulungan Nur, Adi Aspian
Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 (2021): Januari 2022
Publisher : STIE Jambatan Bulan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52421/jurnal-esensi.v1i2.186

Abstract

The purpose of this study was to determine the leading and non-superior sectors through the GRDP data of Bulungan Regency and GRDP of North Kalimantan Province. The data in the study is secondary data originating from the Central Statistics Agency (BPS) in the form of GRDP data at the base prices that apply according to business fields in 2014-2018. With quantitative research methods and Shift Share analysis, it can be seen which sectors are superior and not superior in the region. Based on the Shift Share analysis, there are 4 superior economic sectors, namely: (1) Construction; (2) Wholesale and Retail Trade; Car and Motorcycle Repair; (3) Transportation and Warehousing; and (4) Provision of accommodation and food and drink. The others 13 sectors did not potencial.
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Dan Inflasi Terhadap Kemiskinan Di Provinsi Kalimantan Utara Syaifullah, Mahfud; Nur, Adi Aspian
Journal of Economics and Regional Science Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Of Economics and Regional Science
Publisher : STIE Jambatan Bulan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52421/jurnal-esensi.v3i2.417

Abstract

The objectives in this study are 1. Knowing that economic growth can have an effect on changes in reducing poverty rates in North Kalimantan Province 2. Knowing that inflation can have a changing effect in increasing the poverty rate in North Kalimantan Province. Using method Multi Regression Analysis. The results of this study are, 1.The level of welfare is related to the level of poverty, if the level of welfare of the community is low then the level of poverty is also high and if the level of welfare is high then the level of poverty will be low. 2. The use of inflation variables because inflation is a continuous increase in the price of general goods over a long period of time, the increase in the price of goods if left continuously will affect the decline in people's purchasing power. The decline in people's purchasing power is due to people's inability to buy these goods or low income. The conclusions in this study are as follows: 1. Economic growth can have an effect on changes in reducing poverty rates in North Kalimantan province. 2. Inflation can have a changing effect in increasing the poverty rate in North Kalimantan province.
Pemberdayaan Ibu Tunggal Melalui Pengelolaan Usaha Kuliner Berbasis Potensi Lokal untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Rina Sri Wahyuni; Yuliansyah; Adi Aspian Nur
JOURNAL OF SOCIETY SERVICE Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu tunggal merupakan salah satu kelompok masyarakat yang menghadapi tantangan ekonomi akibat harus menjalankan peran sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh keluarga. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya pemberdayaan yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan ibu tunggal melalui pengelolaan usaha kuliner berbasis potensi lokal sebagai strategi peningkatan kesejahteraan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap ibu tunggal yang menjalankan usaha kuliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan baku lokal, peningkatan keterampilan kewirausahaan, pengelolaan usaha yang baik, serta dukungan dari pemerintah dan masyarakat mampu meningkatkan produktivitas usaha, pendapatan, dan kemandirian ekonomi ibu tunggal. Selain memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga, usaha kuliner berbasis potensi lokal juga berkontribusi pada pelestarian kuliner daerah dan pengembangan ekonomi lokal. Oleh karena itu, program pemberdayaan yang berfokus pada pelatihan, pendampingan, akses permodalan, serta pemasaran menjadi faktor penting dalam menciptakan usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Penerapan Sistem Penyaringan Air Sederhana Berbahan Lokal untuk Menyediakan Air Bersih bagi Masyarakat Daerah Gunung Seriang Machmud Al Amrie; Adi Aspian Nur
JOURNAL OF SOCIETY SERVICE Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan akses terhadap air bersih yang memenuhi standar kesehatan masih menjadi permasalahan utama bagi masyarakat di Daerah Gunung Seriang, Kabupaten Bulungan. Sumber air permukaan dan sumur warga umumnya memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi, berwarna, serta berbau besi/tanah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menerapkan teknologi tepat guna berupa sistem penyaringan air sederhana berbasis material lokal (kerikil, pasir kuarsa, ijuk, arang aktif tempurung kelapa, dan batu zeolit) serta meningkatkan keterampilan masyarakat dalam penyediaan air bersih secara mandiri. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif (Participatory Action Approach) melalui empat tahapan: survei awal dan pengujian kualitas air baku, perancangan prototipe filtrasi, sosialisasi serta pelatihan teknis perakitan alat, dan evaluasi unit terpasang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa alat filtrasi yang diterapkan efektif meningkatkan kualitas fisik air baku secara signifikan, menjadikan air jernih, tidak berbau, dan bebas endapan lumpur. Selain itu, pelatihan yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat hingga lebih dari 85% dalam merakit, mengoperasikan, dan melakukan perawatan berkala (backwashing) pada unit filtrasi. Penerapan sistem penyaringan air berbahan lokal ini terbukti menjadi solusi yang ekonomis, ramah lingkungan, dan berkelanjutan dalam mendukung ketersediaan air bersih di Daerah Gunung Seriang
Strategi Manajemen Penghasilan dan Dukungan Sosial Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ibu Tunggal di Wilayah Perbatasan Kalimantan Utara Rina Sri Wahyuni; Yuliansyah; Adi Aspian Nur
Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Manajemen Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Manajemen
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesejahteraan ibu tunggal (single mother) di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, khususnya Kalimantan Utara, dihadapkan pada tantangan ganda berupa tingginya biaya hidup, keterbatasan lapangan kerja formal, dan isolasi geografis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan merumuskan strategi yang paling sesuai (most suitable strategies) dalam meningkatkan kesejahteraan ibu tunggal berbasis dua pilar utama: manajemen penghasilan (faktor internal) dan dukungan sosial (faktor eksternal). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan alat analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan ibu tunggal, tokoh masyarakat, dan pendamping sosial, serta dilengkapi dengan observasi lapangan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kekuatan utama ibu tunggal terletak pada kemandirian dan diversifikasi usaha harian, sedangkan kelemahan utamanya adalah rendahnya literasi keuangan dan keterbatasan modal. Di sisi lain, peluang eksternal didominasi oleh kuatnya solidaritas komunitas lokal serta keberadaan program bantuan sosial pemerintah, sementara ancamannya adalah fluktuasi harga kebutuhan pokok di wilayah perbatasan. Berdasarkan analisis matriks SWOT, strategi yang paling cocok dan prioritas untuk diterapkan adalah kombinasi Strategi W-O (Weakness-Opportunity) dan Strategi S-O (Strength-Opportunity). Strategi ini berfokus pada pengalihan fungsi bantuan sosial menjadi modal produktif usaha mikro, penguatan literasi keuangan berbasis kelompok komunal, serta pembentukan sistem pengasuhan anak berbasis masyarakat (community-based childcare) untuk mendukung mobilitas kerja ibu tunggal di perbatasan.
Peran Optimalisasi Pajak Parkir Jalan Umum dalam Meningkatkan PAD di Wilayah Bulungan Machmud Al Amrie; Adi Aspian Nur
Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Manajemen Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Manajemen
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan instrumen krusial dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah pasca-pemberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan kontribusi penerimaan Pajak Parkir Jalan Umum terhadap PAD di Wilayah Bulungan, mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat dalam pemungutannya, serta merumuskan strategi optimalisasi tata kelola yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dipadukan dengan analisis kuantitatif sederhana. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pejabat BPKAD, Dinas Perhubungan, juru parkir, dan pengguna jasa parkir, serta didukung oleh observasi lapangan dan analisis dokumen keuangan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penerimaan pajak parkir jalan umum di Wilayah Bulungan berada pada kategori sedang (75%–85%) dengan kontribusi terhadap PAD yang relatif kecil (di bawah 3%). Kendala utama yang ditemukan di lapangan meliputi indikasi kebocoran penerimaan (revenue leakage) akibat ketidakdisiplinan penggunaan karcis resmi, lemahnya sistem pengawasan operasional, serta belum diperbaruinya pendataan potensi titik parkir secara berkala. Strategi optimalisasi yang direkomendasikan mencakup pemetaaan ulang potensi berbasis spasial, penguatan pengawasan terpadu, pemberian insentif yang adil bagi juru parkir, serta penerapan digitalisasi pemungutan (e-parking) secara bertahap di kawasan perkotaan.