Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERLINDUNGAN PEKERJA BAGIAN PELAYANAN TEKNIK PADA PT. PLN (PERSERO) KOTA BANDA ACEH DALAM PERSPEKTIF AKAD KAFĀLAH Misran; Muhammad Aqil Azizi
Al-Mudharabah: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol 1 No 2 (2020): Al-Mudharabah : Jurnal ekonomi dan Keuangan Syariah
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-mudharabah.v2i2.1289

Abstract

PLN (Persero) masih menggunakan sistem outsourcing dalam perekrutan tenaga kerjanya dan juga dalam memperkerjakan karyawan pada bagian pelayanan teknik yang memiliki tingkat risiko pekerjaan sangat tinggi, Namun perlindungan keselamatan terhadap pekerja masih sangat rendah, hal ini akan berdampak secara signifikan terhadap keselamatan kerja karyawan. Berdasarkan fakta tersebut, maka yang menjadi permasalahan dalam skripsi ini yaitu perlindungan hukum terhadap keselamatan kerja karyawan bagian pelayanan teknik pada PT.PLN (persero) kota Banda Aceh, bentuk jaminan keselamatan kerja karyawan pelayanan teknik terkait perusahaan outsourcing serta pertanggungan risiko yang dilakukan oleh PT. PLN (persero) dengan perusahaan outsourcing terhadap keselamatan kerja dalam perspektif akad Kafālah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif analisis, dimana data yang diperoleh bersumber dari hasil pengamatan, wawancara, dan analisis dokumen. hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum keselamatan kerja yang diterapkan kepada karyawan bagian pelayanan teknik pada PT. PLN (Persero) UP3 Banda Aceh masih rendah dan belum optimal dimana PT PLN (Persero) belum memberikan suatu kondisi keselamatan kerja yang optimal yang meliputi pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) secara efektif dan maksimal sesuai standar bagi tenaga kerjanya pada pelaksanaan pekerjaan yang berpotensi bahaya, Melakukan Pekerjaan sesuai SOP, Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan, bekerja sesuai ketentuan K3 dan K2, jaminan tambahan terhadap kecelakaan kerja diluar BPJS. Pertanggungan risiko terhadap keselamatan yang dilakukan sesuai dengan tinjauan konsep kafālah dalam fiqh muamalah dimana pertanggungan keselamatan kerja yang dilakukan bertumpu pada konsep tolong-menolong dan saling membantu dalam menanggung keselamatan pekerja.
Pemanfaatan Limbah Jagung Eka; Aditia; Kartika; Misran; Aspian Nur, Adi; al amrie, machmud
JOURNAL OF SOCIETY SERVICE Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit jagung yang memiliki tekstur yang cukup kuat, tahan lama, ekonomis, dan juga unik dapat dijadikan bahan baku sebagai karya seni seperti hiasan. dinding dekoratif dan bunga. Sehingga masyarakat memerlukan pembinaan untuk mengurangi sampahuntuk dijadikan hiasan dinding dan juga bunga hias. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalahberupa demonstrasi dan praktek langsung, yang pada umumny generasi milenial mempunyai ciri-ciri dan ide-ide cemerlang dan sifat kreatif generasi milenial umumnya tinggi, oleh karena itu diharapkan kegiatan ini dapat berkembang agar pencemaran sampah menjadi lebih baik. berkurang dan memembantu pendapatan
PERLINDUNGAN PEKERJA BAGIAN PELAYANAN TEKNIK PADA PT. PLN (PERSERO) KOTA BANDA ACEH DALAM PERSPEKTIF AKAD KAFĀLAH: Studi Kasus pada Kantor Operasional PLN Merduati di PT. PLN Persero dalam Pemeliharaan Jaringan Listrik Misran; Aqil Azizi, Muhammad
Al-Mudharabah: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 1 No. 2 (2020): Al-Mudharabah : Jurnal ekonomi dan Keuangan Syariah
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-mudharabah.v2i2.1289

Abstract

PLN (Persero) masih menggunakan sistem outsourcing dalam perekrutan tenaga kerjanya dan juga dalam memperkerjakan karyawan pada bagian pelayanan teknik yang memiliki tingkat risiko pekerjaan sangat tinggi, Namun perlindungan keselamatan terhadap pekerja masih sangat rendah, hal ini akan berdampak secara signifikan terhadap keselamatan kerja karyawan. Berdasarkan fakta tersebut, maka yang menjadi permasalahan dalam skripsi ini yaitu perlindungan hukum terhadap keselamatan kerja karyawan bagian pelayanan teknik pada PT.PLN (persero) kota Banda Aceh, bentuk jaminan keselamatan kerja karyawan pelayanan teknik terkait perusahaan outsourcing serta pertanggungan risiko yang dilakukan oleh PT. PLN (persero) dengan perusahaan outsourcing terhadap keselamatan kerja dalam perspektif akad Kafālah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif analisis, dimana data yang diperoleh bersumber dari hasil pengamatan, wawancara, dan analisis dokumen. hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum keselamatan kerja yang diterapkan kepada karyawan bagian pelayanan teknik pada PT. PLN (Persero) UP3 Banda Aceh masih rendah dan belum optimal dimana PT PLN (Persero) belum memberikan suatu kondisi keselamatan kerja yang optimal yang meliputi pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) secara efektif dan maksimal sesuai standar bagi tenaga kerjanya pada pelaksanaan pekerjaan yang berpotensi bahaya, Melakukan Pekerjaan sesuai SOP, Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan, bekerja sesuai ketentuan K3 dan K2, jaminan tambahan terhadap kecelakaan kerja diluar BPJS. Pertanggungan risiko terhadap keselamatan yang dilakukan sesuai dengan tinjauan konsep kafālah dalam fiqh muamalah dimana pertanggungan keselamatan kerja yang dilakukan bertumpu pada konsep tolong-menolong dan saling membantu dalam menanggung keselamatan pekerja.
How is Information and Communication Technology used in the Indonesian Government? A Sciencetometric Analysis Lawelai, Herman; Misran; Baulete, Elaine; Tenorio, Christine B.; Prakoso, Velandani
Internasional Journal of Politics and Public Policy Vol. 1 No. 2 (2024): June
Publisher : Konsultan Surya Buanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70214/fttj9933

Abstract

This study aims to analyze publication trends related to the ICT Government in Indonesia with a scientomertic approach. This study uses data analysis methods from Scopus with RStudio, VOSviewer, and CiteSpace applications to visualize and analyze publications. The findings show that Indonesian authors dominate ICT Government research with 172 documents, while the contributions of authors from Malaysia, the United States, and the Netherlands provide an important international perspective. The main research topics include e-government, smart cities, and sustainable development. The findings demonstrate the role of ICTs in improving government efficiency, transparency, and civic engagement. However, publications declined in 2022, possibly due to changing research priorities or the impact of the COVID-19 pandemic. The implication of this study is the importance of international collaboration and improved technological infrastructure. The limitation of this study is the limited data that is only taken from Scopus, and it does not include analysis of interviews or direct observations that can enrich the understanding of ICT government implementation.
Normative and Sociological Review of the Selangor Majlis Fatwa Decree on Dowry Bin Ramli, Muhammad Afiq Najmi; Misran; Achyar, Gamal
El-Hadhanah : Indonesian Journal Of Family Law And Islamic Law Vol. 5 No. 1 (2025): El-Hadhanah: Indonesian Journal of Family Law and Islamic Law
Publisher : Prodi Hukum Keluarga Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The determination of the minimum level of dowry issued by Majlis Fatwa should contain elements of benefit for both the husband and the wife. The determination of the level of dowry is considered with various aspects such as customs and maslahat for the people in the State of Selangor. This study aims to find out the provisions of the minimum level of dowry in Islamic law, the legal basis of Majlis Fatwa State of Selangor in determining the minimum level of dowry of RM 300 and the relevance of Majlis Fatwa State of Selangor in determining the minimum level of dowry of RM 300 to the community. This research is field research located in Selangor. The data sources used by the author are primary data sources, namely data obtained directly from interviews and secondary data sources obtained from various documents related to this research. The results showed that the provision of the minimum level of dowry in Islamic law is not specifically determined about the level of dowry for marriage. Islam only orders to lighten the dowry and facilitate marriage. The legal basis of Majlis Fatwa State of Selangor in determining the minimum level of dowry of RM 300, based on the hadith from Aisha, from the Prophet SAW, who said: (The women whose blessings are great are the women who facilitate the financing of their marriages). This hadith is seen as still not fulfilling the main purpose and objective for the people living today, because the people of the State of Selangor still feel the burden of financing marriage. This also protects the right of dowry so that the determination of the dowry rate does not apply arbitrarily and complicate marriage. The relevance of Majlis Fatwa State of Selangor in determining the minimum level of dowry of RM 300 to the community is still not appropriate, because what is set only the minimum limit. Majlis Fatwa should also determine the maximum level which will be good between the man and the woman.
Asymmetrical Information Between Smes And Banking: A Perspective From Signaling Theory Virginia, Winda Ayu; Misran
Agregat: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR HAMKA.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/agregat_vol9.i1/17385

Abstract

The aim of this research will be to look more deeply into the problems faced by MSMEs in obtaining capital from banks due to the existing information asymmetry. This study uses a qualitative method that aims to explore the conditions in the field. The data analysis model used in this study is descriptive, qualitative, and quantitative, presented in the form of tables and images with descriptive statistics so that a comprehensive picture is obtained that can explain the research questions. Data collection techniques use questionnaires in the form of closed and open questions, interviews, and documentation.We find that there are information asymmetry between customers and banks. The information signal given by customers cannot be understood properly by bank officers because the information conveyed is in accordance with the SOP set by the bank. Customers modify the information given to bank officers so that the credit given is approved for several reasons such as insufficient collateral, other urgent needs, paying off debts from other creditors (take over), for new businesses, education costs and helping families. The bank's developed instrument should have identified the customer's signal. The bank can ignore this signal because the customer has a credit score that is not problematic and pays installments on time.
Pelaksanaan Pemenuhan Hak Kesehatan Terhadap Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banda Aceh Perspektif Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 Fathullah, Muhammad; Misran; Umur, Azmil
As-Siyadah Vol. 5 No. 2 (2025): September (2025) As-Siyadah: Jurnal Politik dan Hukum Tata Negara
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara (Siyasah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/as-siyadah.v5i2.7852

Abstract

Pelaksanaan hak kesehatan bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banda Aceh mengalami beberapa tantangan yang mengindikasikan belum optimalnya pemenuhan kewajiban negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, khususnya Pasal 14 huruf d dan Pasal 15, yang mengatur bahwa setiap narapidana berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan makanan yang layak serta sarana prasarana kesehatan yang memadai. Jenis peneltian yang digunakan dalam penelitian ini yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Lapas Kelas II A Banda Aceh telah berusaha memenuhi kewajiban hukum, terdapat berbagai tantangan signifikan. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan masih terbatas, fasilitas kesehatan kurang memadai, dan perawatan medis sering kali tidak memenuhi kebutuhan khusus narapidana, terutama yang berusia lanjut. Selain itu, kekurangan tenaga medis yang berkompeten, fasilitas yang tidak memadai, dan anggaran yang terbatas memperburuk kondisi tersebut. Untuk meningkatkan pemenuhan hak kesehatan narapidana secara efektif, disarankan adanya penambahan tenaga medis, perbaikan sarana dan prasarana, serta peningkatan anggaran, bersama dengan peningkatan kualitas penyuluhan kesehatan dan pemenuhan standar gizi serta perlengkapan sehari-hari.
Perspektif Perspektif Siyasah Syar’iyyah terhadap Pemberlakuan had Zina dalam Pasal 33 Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat: Indonesia Misran
As-Siyadah Vol. 2 No. 1 (2023): Maret As-Siyadah: Jurnal Politik dan Hukum Tata Negara
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara (Siyasah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/as-siyadah.v2i1.2950

Abstract

Ketentuan had zina dalam Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat relatif berbeda dengan ketentuan hukum Pidana Islam, perbedaan tersebut bukan pada bentuk hukumannya, tetapi pada kriteria muhsan dan ghairu muhsan-nya. Di dalam Qanun tersebut tidak dibedakan antara pelaku muhsan dan ghairu muhsan, sebagaimana ketentuan dalam fiqih jinayat. Oleh kerena itu pembahasan ini penting dikaji lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan pertama, bagaimana kriteria had zina dalam hukum pidana Islam dan Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat? kedua, bagaimana perspektif siyasah syar’iyyah terhadap had zina pasal 33 Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014? Untuk menjawab pertanyaan tersebut digunakan metode penelitian pustaka yang diperoleh dari al-Quran/al-Hadits, kitab atau buku fiqh jinayah, qanun dan artikel jurnal ilmiah. Penelitian ini bersifat kualitatif normatif dengan menggali norma-norma hukum yang berlaku di Aceh. Lebih lanjut semua data yang diperoleh tersebut dianalisis dan dibahas sehingga dapat disimpulkan bahwa, pertama, Zina Ghairu Muḥṣan adalah zina yang dilakukan oleh orang yang belum pernah melangsungkan perkawinan yang sah. atau pelaku zina yang masih bujang atau perawan yang belum menikah secara sah. Sanksi pidananya adalah seratus kali cambuk. Kedua, Zina muhsan pelakunya adalah bersetatus suami, isteri, duda atau janda. Pelakunya adalah orang yang masih berstatus dalam pernikahan atau pernah menikah secara sah. Hukumannya menurut para ahli hukum Islam adalah rajam (dilempari batu) sampai mati. Hukuman ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW. Kedua, Sepuluh perkara jinayat dalam Qanun Jinayat Aceh termasuk salah satunya Pasal 33 tentang zina merupakan salah satu ketentuan fiqh jinayat yang kedudukannya sudah menjadi siyasah syar’iyyah di provinsi Aceh. Oleh karena itu, apabila terjadi pelanggaran terhadap qanun tersebut, maka pelakunya dapat dihukum sesuai dengan ketentuan qanun tersebut seperti had zina yang pelakunya sudah pernah dilaksanakan hukuman cambuk di Aceh. Beberapa ketentuan fiqih jinayah sudah beralih kedudukannya menjadi siyasah syar’iyyah di Aceh.
The Politicization of Population Data Governance in the Perspective of Principal-Agent: Case Study in Indonesia Misran; Muallidin, Isnaini; Nanaman, Marilou Siton; Prasetyo, Satria Iman
Jurnal Bina Praja Vol 14 No 2 (2022)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.14.2022.275-287

Abstract

Indonesia is one of the list of developing countries in the world. The thing that is most often found in developing countries is vast populations. As one of the countries with the highest demographic bonus, Indonesia ranks at the top of the list for the world's population density. The complexity of the problem of population data in Indonesia has become an enormous homework for the government. The issue of this occupation data has haunted the Indonesian government for a long time. This study aims to analyze the politicization of Indonesian population data governance from the moral agent perspective. This study uses a qualitative approach. Sources of data were collected from previous studies related to the research topic by analyzing the phenomena in Indonesia. The findings of this study reveal the game of politicians and bureaucracy in playing population data. The game is in the form of politicizing data based on political interests. In the principal-agent perspective, where the contract is signed under asymmetric information when one party knows certain relevant things that the other party does not know
A Historical Review for City Branding: Hyper Competition, Challenges, and Improvement Opportunities Suardi, Wahdania; Nurmandi, Achmad; Mutiarin, Dyah; Purnomo, Eko Priyo; Pribadi, Ulung; Purwaningsih, Titin; Misran; Zulkifli, Zarina; Younus, Muhammad
Jurnal Bina Praja Vol 15 No 1 (2023): City Branding
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.15.2023.85-99

Abstract

This study aims to present a history of city branding: hyper-competition, challenges, and opportunities for improvement. The method used in this study used qualitative with a literature study approach. The findings in the study showed that in understanding the place and building city branding, there are at least three processes first through urban governance planning or infrastructure, then observation by looking at other places in the city branding. Finally, branding representation on social media is in the form of websites and tweets through news, while Instagram is through branding images from somewhere and several other media. Furthermore, City branding can be hyper-competition, showing that business competition is increasing. On the other hand, it can be a challenge and an opportunity considering that many cities have reimagined their competitive strategies by maximizing their internal potential, namely existing resources, to take opportunities and anticipate the threats faced. The contribution of this study provides an understanding of measurements in the city branding literature, helps researchers discover new studies, and can interpret the complex nature of cities. Another thing is that closing the gap between theory and practice presents a huge challenge for brands.