Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Aksara

Mengukur Pemikiran Kritis Calon Guru Bahasa melalui Teks Sastra Abdul Rozak; Atikah Atikah; Jimat Susilo
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4800.134-148

Abstract

Critical thinking is a necessary skill for problem-solving in learning, especially for prospective teacher students. This study investigates the critical thinking skills of prospective teacher students at Universitas Sindang Kasih Majalengka through literary analysis. This research is based on the claim that there is a low number of graduates with critical thinking abilities. Meanwhile, courses that focus on literary analysis involve critical thinking skills by utilizing various literary approaches. Critical thinking in this context focuses on indicators such as the ability to provide simple explanations, develop basic skills, summarize/conclude, provide more detailed explanations, and decide on the next strategy. Specifically, this research examines critical thinking skills in the context of literary analysis activities, including poetry, prose, and drama. The findings show that literary analysis activities provide space for prospective teacher students to train their critical thinking skills. The critical thinking abilities of each student vary, but the essay assignment framework in literary analysis provides a framework for critical thinking among students. This directly impacts the development of literacy and the ability to read critically literary works in Indonesia. AbstrakBerpikir kritis adalah kemampuan yang diperlukan untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran, khususnya pada mahasiswa calon guru. Studi ini menyelidiki kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru di Universitas Sindang Kasih Majalengka melalui telaah karya sastra. Penelitian ini didasari oleh klaim rendahnya lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis. Sementara itu, mata kuliah yang berorientasi pada telaah karya sastra melibatkan kemampuan berpikir kritis dengan memanfaatkan berbagai pendekatan sastra. Kemampuan berpikir kritis dalam hal ini berpusat pada indikator kemampuan memberikan penjelasan sederhana, mengembangkan keterampilan dasar, meringkas/kesimpulan, memberikan penjelasan yang lebih rinci, dan memutuskan strategi selanjutnya. Secara khusus, penelitian ini meneliti kemampuan berpikir kritis dalam kegiatan telaah karya sastra, baik puisi, prosa, maupun drama. Temuan menunjukkan bahwa kegiatan telaah karya sastra memberikan ruang untuk mahasiswa calon guru dapat melatih kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis setiap mahasiswa relatif berbeda, tetapi konstruk penugasan esai dalam telaah sastra memberikan kerangka kerja berpikir kritis di kalangan mahasiswa. Hal ini berimplikasi langsung pada perkembangan literasi dan kemampuan membaca kritis karya sastra di Indonesia.
Pendidikan Karakter dalam Novel Kata Karya Rintik Sedu: Kajian Sastra dan Relevansinya dalam Kurikulum Sekolah Intan Indriyani; Sindi Apriliyanti; Muhamad Loudry Prastyo; Abdul Rozak; Andi Sutisno
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4898.486-496

Abstract

This research aims to explain the values of character education contained in the novel Kata karya Rintik Sedu and its relevance to literary learning at the high school level based on the Independent Curriculum. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data was obtained through reading and recording techniques for the text of the novel Kata karya Rintik Sedu. The research instruments include researchers as data collectors and analyzers as well as a categorization sheet of character education values, namely care, hard work, and responsibility. Data were analyzed by qualitative descriptive analysis techniques through the stages of collecting, grouping, and interpreting character education values that appeared in the text. The results of the study show that the novel Kata contains character education values in the form of care, hard work, and responsibility that are implicitly conveyed through the experience and development of the main character. These findings show that the Kata novel has the potential as a literary teaching material that supports the formation of students' character and is relevant to be integrated in literary learning in schools in accordance with the goals of the Independent Curriculum. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Kata karya Rintik Sedu serta relevansinya dengan pembelajaran sastra pada jenjang pendidikan menengah atas berdasarkan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui teknik baca dan catat terhadap teks novel Kata karya Rintik Sedu. Instrumen penelitian meliputi peneliti sebagai pengumpul dan penganalisis data serta lembar kategorisasi nilai-nilai pendidikan karakter, yaitu kepedulian, kerja keras, dan tanggung jawab. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahap pengumpulan, pengelompokan, dan penafsiran nilai-nilai pendidikan karakter yang muncul dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Kata memuat nilai-nilai pendidikan karakter berupa kepedulian, kerja keras, dan tanggung jawab yang disampaikan secara implisit melalui pengalaman dan perkembangan tokoh utama. Temuan ini menunjukkan bahwa novel Kata memiliki potensi sebagai bahan ajar sastra yang mendukung pembentukan karakter peserta didik dan relevan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran sastra di sekolah sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka.