Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat

PELATIHAN PENANAMAN SAYUR DI PEKARANGAN UNTUK MENAMBAH PENDAPATAN KELUARGA Tri Widayati; Andalan Tri Ratnawati; Khamimah
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/6csq8460

Abstract

Penanaman sayur di pekarangan rumah menjadi solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat Desa Ngadirgo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, dalam memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan dan pendapatan tambahan. Metode yang digunakan meliputi penyampaian teori, praktik langsung, dan pendampingan pasca-pelatihan. Peserta diajarkan teknik penyemaian, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman menggunakan media tanam sederhana dan organik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menanam dan memanfaatkan pekarangan secara produktif, serta terciptanya kesadaran akan pentingnya konsumsi sayuran segar. Program ini diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan, memberdayakan masyarakat secara ekonomi, dan membangun komunitas berbasis pertanian berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGOLAHAN SUSU SAPI MENJADI PRODUK BERNILAI TAMBAH UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI LOKAL Tri Widayati; Khamimah; Andalan Tri Ratnawati
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 8 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Agustus 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i8.1653

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Desa Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga yang merupakan penghasil susu sapi yang potensial. Tujuan utama dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah susu menjadi produk bernilai tambah, membentuk unit usaha baru berbasis susu, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui kegiatan yang produktif dan berorientasi pasar. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat jejaring antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah dalam pengembangan ekonomi berbasis potensi desa. Pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) Teknik pelaksanaan menggabungkan pelatihan berbasis praktik (learning by doing) dengan pendampingan berkelanjutan, agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat diaplikasikan secara langsung
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK MENJADI ECOENZYM PADA MASYARAKAT KELURAHAN NGIJO, KOTA SEMARANG Tri Widayati; Khamimah; Andalan Tri Ratnawati; Camilus Isidorus Ikut; Rr Suprantiningrum
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 11 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, November 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i11.1982

Abstract

Permasalahan sampah organik merupakan isu lingkungan di wilayah perkotaan, termasuk Kelurahan Ngijo, Kota Semarang. Lebih dari 60% sampah rumah tangga merupakan sampah organik yang belum dikelola dengan baik dan berpotensi menimbulkan pencemaran. Ecoenzim merupakan produk fermentasi sederhana dari sampah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk cair, pengusir hama, dan penjernih air. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengolah sampah organik menjadi ecoenzim. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik, pendampingan, serta evaluasi pre–post test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dan keterampilan warga, dengan 94% peserta memahami proses pembuatan ecoenzim dan 100% berhasil membuat fermentasi ecoenzim secara mandiri. Program ini juga menurunkan volume sampah organik sekitar 1–1,5 kg per rumah tangga per minggu. Kegiatan ini berpotensi dikembangkan menjadi program ekonomi lingkungan berbasis masyarakat dan mendukung target pengurangan sampah di Kota Semarang.