Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Dismenore terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja dalam Mengatasi Dismenore (SMK) Muhammadiyah 1 Banjarmasin Rizky Ferlia Halnas; Kristina Yuniarti; Yuliani Budiyarti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.21738

Abstract

ABSTRACTAdolescence is a critical phase in individual development marked by various physical and psychological changes, one of which is menstruation. Dysmenorrhea, or menstrual pain, is a common health problem experienced by adolescent girls and can interfere with daily activities and reduce quality of life. The lack of adolescent knowledge about dysmenorrhea poses a particular challenge, thus requiring a health education intervention. This study aims to determine the effect of health education on dysmenorrhea on adolescents' knowledge in managing dysmenorrhea at SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin. This research employed a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach. The sample consisted of 33 respondents selected through purposive sampling. The instrument used was a knowledge-level questionnaire. Data analysis was conducted using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that before receiving health education, the majority of adolescents had a moderate level of knowledge (69.7%). After the intervention, the level of knowledge increased to the good category (75.8%). The Wilcoxon test results indicated a significant effect of health education on adolescents' knowledge of dysmenorrhea (p = 0.000 α = 0.05). Keywords: Health Education, Dysmenorrhea, Knowledge, Adolescent Girls.  ABSTRAK Masa remaja merupakan fase kritis dalam perkembangan individu yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik dan psikologis, salah satunya adalah menstruasi. Dismenore, atau nyeri haid, merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup. Kurangnya pengetahuan remaja tentang dismenore menjadi tantangan tersendiri, sehingga diperlukan intervensi pendidikan kesehatan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang dismenore terhadap tingkat pengetahuan remaja dalam mengatasi dismenore di SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Jumlah sampel sebanyak 33 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tingkat pengetahuan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar remaja memiliki tingkat pengetahuan cukup (69,7%). Setelah intervensi, tingkat pengetahuan meningkat menjadi kategori baik (75,8%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang dismenore (p = 0,000 α = 0,05). Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Dismenore, Pengetahuan, Remaja Putri.
Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Sebagai Determinan Kesiapan Reproduksi Remaja Putri Eka Puspita Sari; Kristina Yuniarti; Yuliani Budiyarti
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i2.8023

Abstract

Remaja putri rentan anemia akibat kehilangan darah saat menstruasi dan meningkatnya kebutuhan zat besi. Pemerintah menjalankan program Tablet Tambah Darah (TTD), namun kepatuhan konsumsi masih menjadi kendala dan diduga memengaruhi kesiapan reproduksi. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan kepatuhan konsumsi TTD Sebagai Determinan Kesiapan Reproduksi Remaja Putri. Penelitian kuantitatif analitik desain cross-sectional dilaksanakan Desember 2025–Januari 2026 di SMPN 1 Banjarmasin. Sampel 215 siswi kelas VII–IX dipilih dengan proportional stratified random sampling. Kepatuhan TTD diukur menggunakan kuesoner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), sedangkan kesiapan reproduksi dinilai dengan Reproductive Health Readiness Questionnaire (RHRQ) BKKBN yang mencakup dimensi fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi. Data dikumpulkan setelah persetujuan etik dan informed consent, lalu dianalisis dengan uji Chi-Square (α=0,05). Terdapat hubungan bermakna antara kepatuhan konsumsi TTD dan kesiapan reproduksi (Pearson χ²=7,231; p=0,027), sejalan dengan temuan observasi kepatuhan (p=0,037). Kepatuhan konsumsi TTD terbukti berhubungan secara bermakna dengan kesiapan reproduksi remaja putri; karena itu, penguatan edukasi serta pemantauan rutin di lingkungan sekolah perlu dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga dan meningkatkan kepatuhan.