Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Gizi Menggunakan Media Video Animasi dengan Media Video Biasa Terhadap Pengetahuan dan Sikap Tentang Obesitas Pada Remaja (Studi di SMA Negeri 3 Banjarbaru) Candra Selvia; Magdalena
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i1.179

Abstract

Meningkatnya prevalensi obesitas disebabkan oleh salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah gizi remaja yaitu tingkat pengetahuan gizi. Riskesdas 2018 menyebutkan proporsi obesitas nasional remaja 15-18 tahun di Indonesia pada 2013 sebesar 26,6% meningkat menjadi 31,0% pada 2018. Pada Provinsi Kalimantan Selatan, terjadi kenaikan obesitas 2,4% pada 2013 menjadi 3,17% pada 2018 dengan prevalensi 26,04%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi menggunakan video animasi dengan video biasa terhadap pengetahuan dan sikap tentang obesitas pada remaja di SMA Negeri 3 Banjarbaru. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment (experiment semu) dengan rancangan pre-test dan post-test with control group. Responden berusia 16 tahun pada kelompok kasus 62.50% dan 56.25% kontrol, 87.5% jenis kelamin perempuan, 18.75% kelas X-4 kelompok kasus dan 18.75% kelas X-2 kontrol, Ada pengaruh edukasi gizi menggunakan video animasi dan video biasa terhadap pengetahuan dan sikap tentang obesitas, Ada perbedaan pengetahuan dan sikap tentang obesitas pada hasil pre dan post test pada remaja di SMA Negeri 3 Banjarbaru setelah dilakukan edukasi gizi menggunakan video animasi dan video biasa. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh edukasi gizi menggunakan media video animasi dengan media video biasa terhadap pengetahuan dan sikap tentang obesitas pada remaja di SMA Negeri 3 Banjarbaru.
Hubungan Pola Makan, Konsumsi Makanan dan Minuman Iritatif dengan Kejadian Dispepsia Risa Ellenczynska; Magdalena
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v4i2.180

Abstract

Dispepsia adalah kumpulan gejala yang terdiri dari rasa nyeri atau tidak nyaman di epigastrium, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, rasa perut penuh, sendawa yang bersifat kronik [1]. WHO (2015) kasus dispepsia di dunia mencapai 13-40% dari total populasi setiap negara [2]. Kejadian dispepsia lebih banyak ditemukan pada usia muda dan jenis kelamin perempuan. Pola makan, konsumsi makanan dan minuman iritatif merupakan faktor risiko terjadinya dispepsia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan, konsumsi makanan dan minuman iritatif dengan kejadian dispepsia di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Barakat Cangkal Bacari Banjarbaru. Jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh klien di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Barakat Cangkal Bacari Banjarbaru. Sampel diambil menggunakan Teknik Total Sampling sebanyak 60 orang. Data primer berupa karakteristik responden, pola makan, konsumsi makanan dan minuman iritatif, dan kejadian dispepsia diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Responden dengan pola makan teratur yaitu sebesar 90%. Responden dengan kategori jarang sekali mengonsumsi makanan dan minuman iritatif yaitu sebesar 46,7%. Responden yang mengalami kejadian dispepsia yaitu sebesar 61,7%. Hasil uji statistik Chi Square menunjukkan ada hubungan antara pola makan dengan kejadian dispepsia (p=0,001), dan ada hubungan konsumsi makanan dan minuman iritatif dengan kejadian dispepsia (p=0,000. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara pola makan, konsumsi makanan dan minuman iritatif dengan kejadian dispepsia.