Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : TEKNIK

PERSEPSI PENGEMBANGAN PETA RAWAN GEMPA KOTA SEMARANG MELALUI PENELITIAN HAZARD GEMPA DETERMINISTIK Partono, Windu; Irsyam, Masyhur; Retno Wardani, Sri Prabandiyani; Maarif, Syamsul
TEKNIK Vol 36, No 1 (2015): (Juli 2015)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.249 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v36i1.7701

Abstract

Pengembangan peta resiko gempa berdasarkan analisa hazard gempa deterministik (DSHA) merupakan salah satu tahapan yang sangat penting untuk mitigasi kegempaan Kota Semarang. Penelitian peta resiko gempa mencakup perhitungan hazard gempa, analisa kondisi tanah lokal (SSA) dan analisa tingkat resiko kegempaan. Analisa hazard gempa diimplementasikan dengan pendekatan deterministic akibat gempa untuk sumber gempa sesar aktif disekitar Kota Semarang. Parameter geoteknik diperoleh dari hasil pengamatan atau pengujian geoteknik. Hasil dari penelitian ini mencakup pengembangan peta spektra percepatan gerakan tanah di permukaan dan faktor amplifikasi percepatan tanah yang sangat diperlukan pada pengembangan peta rawan gempa Kota Semarang.[Perception Development of Seismic Risk Map Semarang City Through Deterministic Hazard Analysis Research] Development of seismic risk map based on Deterministic Hazard Analysis (DSHA) is an important step for seismic disaster mitigation for Semarang City. The study includes estimation of seismic hazard (DSHA), site specific response analysis (SSA) and risk assessment. Seismic hazard is performed based on deterministic approach considering shallow crustal fault sources influencing Semarang City. Geotechnical parameters are interpreted from previous geotechnical measurements. The result of the hazard analysis includes the distribution of site response spectral acceleration and amplification ratios are performed corresponding to seismic risk assessment for Semarang City. 
Perbaikan Tanah Lempung Ekspansif Menggunakan Soda Api (NaOH) Pardoyo, Bambang; Wardani, Sri Prabandiyani Retno; Partono, Windu
TEKNIK Vol 39, No 1 (2018): (July 2018)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.683 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v39i1.14945

Abstract

An expansive clay is soil material that is composed of various minerals include kaolinite, montmorillonite and illite group. Mineral montmorilinite have the sensitivity to the effects of the water is very easy to swell and shrink. High and low levels of swelling and shrinkage (shrinkage) expansive clay is determined by the high and low content of montmorillonite on expansive clay granules. Because of these properties are very high content of montmorillonite often cause problems in the building. This study uses a solution of Soda Api (NaOH) as a stabilizer through the compaction process Modified Proctor on (OMC + 7,5%)  Proctor standard by the number of collisions each - each is 10 x, 25x and 56x, and the amount of additional water on weight soil  dry , with variations in increments of  water by 95% : 5% NaOH, water by 90%: 10% NaOH and water by 85% : 15% NaOH. This research was conducted testing - testing in the laboratory include: Index properties, Swelling Pressure, Swelling Potential and CBR with curing and no curing. Results - results in these tests show that the value of the property index showed an increase, Test UCS showed an decrease, Test CBR by soaking at the age of 7 days with a mixture of caustic soda 10% showed the best results, while the pressure test expands and Test Potential expands decreased significant.
Interpretasi Ukuran Kolom Grouting Geopolymer Menggunakan Metode Resistivitas Sumiyanto, Sumiyanto; Muntohar, Agus Setyo; Wardani, Sri Prabandiyani Retno
TEKNIK Vol 45, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i2.61831

Abstract

Pada injeksi grouting, ukuran kolom grouting merupakan indikator penting untuk mengevaluasi keberhasilan penyebaran dan sementasi grouting. Pada penelitian di laboratorium, pengukuran kolom grouting dapat dilakukan dengan memisahkan antara kolom grouting dan tanah. Namun demikian, metode ini bersifat merusak dan hanya cocok untuk penelitian, sehingga tidak dapat diterapkan di lapangan. Metode resistivitas bersifat tidak merusak dan berhasil digunakan untuk interpretasi formasi batuan dyke. Formasi dyke ini mempunyai kemiripan dengan kolom grouting, sehingga metode resistivitas berpotensi dikembangkan untuk interpretasi ukuran kolom grouting. Berdasarkan pertimbangan tersebut, penelitian dilakukan untuk mengembangkan metode resistivitas sebagai metode interpretasi ukuran kolom grouting. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan tanah clay shale yang diinjeksi grouting geopolymer. Berdasarkan hasil data pengukuran resistivitas dilakukan inversi untuk menggambarkan profil resistivitas benda uji, menggunakan software Res2dinv. Profil resistivitas pada umur 28 hari menghasilkan interpretasi ukuran kolom grouting yang akurat karena terdapat perbedaan resistivitas yang besar antara tanah dan kolom grouting. Hasil penelitian ini memberikan peluang metode resistivitas untuk kembangkan lebih lanjut sebagai metode interpretasi ukuran kolom grouting dan berpotensi untuk diterapkan di lapangan.