Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peningkatan Perilaku Prososial Melalui Pengembangan Media Digital Dadan Nugraha; Fasli Jalal; Sofia Hartati
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i1.73866

Abstract

Betapa pentingya perilaku prososial ini khususnya untuk aspek perkembangan anak usia dini kedepannya, karena perilaku prosososial ini akan terus berlanjut hingga ke sekolah dasar. Perilaku prososial sangat penting untuk distimulasikan pada kehidupan anak usia dini, akan tetapi  masih sedikit media digital yang dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media digital dalam meningkatkan perilaku prososial. Metode penelitian menggunakan pendekatan ADDIE dengan 5  tahap  utama  yaitu  Analyze, Design, Developt, Implement dan Evaluate. Subjek penelitian ini adalah anak usia 5 – 6 tahun. Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik analisis N-gain score maka dapat diperoleh dan di analisis data penelitian. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa perilaku prososial anak usia dini meningkat setelah menggunakan media berbasis digital.
PELATIHAN PERANCANGAN ALAT EVALUASI UNTUK MENILAI KOMPETENSI SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SURIAN KABUPATEN SUMEDANG Riana Irawati; Dadang Kurnia; Dadan Nugraha; Dede Tatang Sunarya
Jurnal Pasca Dharma Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpdpm.v2i2.29088

Abstract

Kegiatan pengabdian ini didasari oleh permintaan Kelompok Kerja Guru Kecamatan Surian di Kabupaten Sumedang untuk melakukan pendampingan pembuatan soal bagi siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Surian. Sedangkan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui pemahaman guru Sekolah Dasar dalam menyusun alat evaluasi dengan langkah-langkah pengembangan instrumen yang standar dan untuk mengembangkan instrumen tes berbasis HOTS. Adapun tahapan kegiatan pengabdian ini adalah tahap perencanaan berupa identifikasi kompetensi guru dalam melaksanakan penilaian hasil belajar, tahap pelaksanaan berupa seminar dan workshop tentang perancangan alat evaluasi dan perancangan soal HOTS, terakhir tahap pendampingan dan evaluasi kegiatan. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah meningkatnya kompetensi peserta dalam merancang alat evaluasi serta instrumen tes berbasis HOTS yang dapat digunakan untuk menilai kompetensi siswa Sekolah Dasar sehingga menciptakan Sumber Daya Manusia yang unggul dan mampu bersaing.Kata Kunci : penilaian, hasil belajar, instrumen HOTS
Pengaruh Problem Based Learning Berbasis Media Puzzle Quiz Terhadap Hasil Belajar Siswa Materi Puasa Ramadhan Francisca; Ani Nur Aeni; Dadan Nugraha
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 7 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v7i1.8268

Abstract

The research was conducted because of the problem of low student learning outcomes in learning Islamic Religious Education in schools, especially elementary schools. One solution is to use interesting learning models and media, such as a problem based learning model based on puzzle quiz media. The aim of this research is to find out whether there is an influence and difference in improving student learning outcomes using the problem based learning model based on puzzle quiz media on the material of the month of Ramadan. The research method is a non-equivalent control group design quasi-experimental method with a sample of 30 students from the experimental group and the control group. The research was carried out in two schools, namely SDN Karangbaru as the experimental group and SDN Linggajaya as the control group. The results of research in the cognitive domain carried out using an independent t test showed that H1 was accepted, namely that there was an influence of the problem based learning model based on puzzle quiz media on Ramadan fasting material with a moderate influence test category based on the effect size test. Meanwhile, in the affective domain, the difference in the average attitude observation score of the experimental class at the first meeting and the second meeting was the average, with the results showing the difference in the average of the experimental and control classes. Meanwhile, in the cognitive domain, there is a difference in the increase in learning outcomes as shown by the difference in the N-Gain score with the N-Gain score of the experimental class being greater than that of the control class and both including moderate improvement. Meanwhile, in the affective domain, the difference in the average of two meetings between the experimental class and the control class was seen, with the experimental class having a greater increase. So it can be concluded that there is an influence and difference in improving student learning outcomes using the problem based learning model based on puzzle quiz media on the material of the month of Ramadan.
Analisis Kesalahan Berbahasa Dalam Karangan Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Nisa Khoerunajah; Prana Dwija Iswara; Dadan Nugraha
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2024): JIPPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jippsd.v8i1.126610

Abstract

This research is motivated by the problems experienced by students in writing. This is based on initial observations which show that the students' writing results are not in accordance with the applicable Indonesian grammar, even though class IV students already know the functions of spelling and know the elements of complete sentences. This indicates that students' writing skills with attention to applicable grammar are still low. Based on this background, this research was conducted on the essays of class IV students at an elementary school in Kuningan Regency. This research was conducted using descriptive qualitative research methods to determine (1) spelling errors made by students, (2) morphological errors made by students, (3) syntax errors made by students. The research results obtained were that the spelling errors that were most frequently made were errors in the use of capital letters, namely 92 errors (22.16%), the most morphological errors were the use of conjunctions, 42 errors (10.12%), the most syntactic errors were ambiguous sentences, as many as 22 errors (5.30%).
PERAN DAN PROBLEMATIKA GURU MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN 4C ABAD 21 MASA PANDEMI DI SEKOLAH DASAR Tessa Salma Monika; J Julia; Dadan Nugraha
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i3.2672

Abstract

Proses pengembangan keterampilan 4C abad 21 di masa pandemi Covid-19 terhambat akibat adanya keterbatasan proses pembelajaran. Peran guru terhambat akibat proses pembelajaran yang berubah secara jarak jauh memanfaatkan teknologi. Tujuan dari penelitian ini untuk menginvestigasi terkait peran guru dan problematika guru maupun solusi mengembangkan keterampilan 4C di masa pandemi. Penelitian ini dapat menjadi dasar perbaikan proses pengembangan keterampilan 4C di SD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara bersifat tidak terstruktur atau terbuka (open ended) menggunakan google form terhadap 27 guru di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Hasil temuan penelitian diuraikan menjadi enam tema bahasan yaitu: permasalahan pengembangan keterampilan 4C, keterampilan penunjang Abad 21, kreativitas yang berpusat pada siswa, berpikir kritis melalui pemecahan masalah, strategi pengembangan keterampilan komunikasi, dan keterampilan berkolaborasi masa pandemi. Hasil penelitian menunjukkan peran guru terhambat dalam merancang pelaksanaan pembelajaran yang memuat keterampilan 4C, proses pelaksanaan pembelajaran terbatas, kurangnya penguasaan teknologi penunjang pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran yang terbatas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan keterampilan 4C pada masa pandemi masih cukup terhambat akibat keterbatasan pembelajaran, namun para guru berupaya mengembangkan keterampilan 4C melalui kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah, guru kunjung, dan bekerja sama dengan orang tua selama pembelajaran di masa pandemi.