Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PELATIHAN PERANCANGAN ALAT EVALUASI UNTUK MENILAI KOMPETENSI SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SURIAN KABUPATEN SUMEDANG Riana Irawati; Dadang Kurnia; Dadan Nugraha; Dede Tatang Sunarya
Jurnal Pasca Dharma Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpdpm.v2i2.29088

Abstract

Kegiatan pengabdian ini didasari oleh permintaan Kelompok Kerja Guru Kecamatan Surian di Kabupaten Sumedang untuk melakukan pendampingan pembuatan soal bagi siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Surian. Sedangkan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui pemahaman guru Sekolah Dasar dalam menyusun alat evaluasi dengan langkah-langkah pengembangan instrumen yang standar dan untuk mengembangkan instrumen tes berbasis HOTS. Adapun tahapan kegiatan pengabdian ini adalah tahap perencanaan berupa identifikasi kompetensi guru dalam melaksanakan penilaian hasil belajar, tahap pelaksanaan berupa seminar dan workshop tentang perancangan alat evaluasi dan perancangan soal HOTS, terakhir tahap pendampingan dan evaluasi kegiatan. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah meningkatnya kompetensi peserta dalam merancang alat evaluasi serta instrumen tes berbasis HOTS yang dapat digunakan untuk menilai kompetensi siswa Sekolah Dasar sehingga menciptakan Sumber Daya Manusia yang unggul dan mampu bersaing.Kata Kunci : penilaian, hasil belajar, instrumen HOTS
Pengaruh Problem Based Learning Berbasis Media Puzzle Quiz Terhadap Hasil Belajar Siswa Materi Puasa Ramadhan Francisca; Ani Nur Aeni; Dadan Nugraha
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 7 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v7i1.8268

Abstract

The research was conducted because of the problem of low student learning outcomes in learning Islamic Religious Education in schools, especially elementary schools. One solution is to use interesting learning models and media, such as a problem based learning model based on puzzle quiz media. The aim of this research is to find out whether there is an influence and difference in improving student learning outcomes using the problem based learning model based on puzzle quiz media on the material of the month of Ramadan. The research method is a non-equivalent control group design quasi-experimental method with a sample of 30 students from the experimental group and the control group. The research was carried out in two schools, namely SDN Karangbaru as the experimental group and SDN Linggajaya as the control group. The results of research in the cognitive domain carried out using an independent t test showed that H1 was accepted, namely that there was an influence of the problem based learning model based on puzzle quiz media on Ramadan fasting material with a moderate influence test category based on the effect size test. Meanwhile, in the affective domain, the difference in the average attitude observation score of the experimental class at the first meeting and the second meeting was the average, with the results showing the difference in the average of the experimental and control classes. Meanwhile, in the cognitive domain, there is a difference in the increase in learning outcomes as shown by the difference in the N-Gain score with the N-Gain score of the experimental class being greater than that of the control class and both including moderate improvement. Meanwhile, in the affective domain, the difference in the average of two meetings between the experimental class and the control class was seen, with the experimental class having a greater increase. So it can be concluded that there is an influence and difference in improving student learning outcomes using the problem based learning model based on puzzle quiz media on the material of the month of Ramadan.
Analisis Kesalahan Berbahasa Dalam Karangan Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Nisa Khoerunajah; Prana Dwija Iswara; Dadan Nugraha
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2024): JIPPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jippsd.v8i1.126610

Abstract

This research is motivated by the problems experienced by students in writing. This is based on initial observations which show that the students' writing results are not in accordance with the applicable Indonesian grammar, even though class IV students already know the functions of spelling and know the elements of complete sentences. This indicates that students' writing skills with attention to applicable grammar are still low. Based on this background, this research was conducted on the essays of class IV students at an elementary school in Kuningan Regency. This research was conducted using descriptive qualitative research methods to determine (1) spelling errors made by students, (2) morphological errors made by students, (3) syntax errors made by students. The research results obtained were that the spelling errors that were most frequently made were errors in the use of capital letters, namely 92 errors (22.16%), the most morphological errors were the use of conjunctions, 42 errors (10.12%), the most syntactic errors were ambiguous sentences, as many as 22 errors (5.30%).
PERAN DAN PROBLEMATIKA GURU MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN 4C ABAD 21 MASA PANDEMI DI SEKOLAH DASAR Tessa Salma Monika; J Julia; Dadan Nugraha
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i3.2672

Abstract

Proses pengembangan keterampilan 4C abad 21 di masa pandemi Covid-19 terhambat akibat adanya keterbatasan proses pembelajaran. Peran guru terhambat akibat proses pembelajaran yang berubah secara jarak jauh memanfaatkan teknologi. Tujuan dari penelitian ini untuk menginvestigasi terkait peran guru dan problematika guru maupun solusi mengembangkan keterampilan 4C di masa pandemi. Penelitian ini dapat menjadi dasar perbaikan proses pengembangan keterampilan 4C di SD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara bersifat tidak terstruktur atau terbuka (open ended) menggunakan google form terhadap 27 guru di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Hasil temuan penelitian diuraikan menjadi enam tema bahasan yaitu: permasalahan pengembangan keterampilan 4C, keterampilan penunjang Abad 21, kreativitas yang berpusat pada siswa, berpikir kritis melalui pemecahan masalah, strategi pengembangan keterampilan komunikasi, dan keterampilan berkolaborasi masa pandemi. Hasil penelitian menunjukkan peran guru terhambat dalam merancang pelaksanaan pembelajaran yang memuat keterampilan 4C, proses pelaksanaan pembelajaran terbatas, kurangnya penguasaan teknologi penunjang pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran yang terbatas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan keterampilan 4C pada masa pandemi masih cukup terhambat akibat keterbatasan pembelajaran, namun para guru berupaya mengembangkan keterampilan 4C melalui kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah, guru kunjung, dan bekerja sama dengan orang tua selama pembelajaran di masa pandemi.
Development of Science and Social Studies Module Integrating Augmented Reality to Improve Elementary School Student Literacy and Numeracy Skills Ali Ismail; Rana Gustian Nugraha; Dadan Nugraha
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 9 (2025): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i9.9678

Abstract

Indonesia faces ongoing challenges in literacy and numeracy skills, as highlighted by low PISA scores. This research aims to develop an innovative learning module that integrates Natural and Social Sciences (IPAS) with augmented reality (AR) technology for primary school students. Utilizing a Research and Development (R&D) methodology, this study followed the 4D model. In the Define stage, a needs analysis through literature review and field study identified gaps in current IPAS learning and limited technology integration. The Design and Development stages focused on creating an IPAS module incorporating AR, validated by experts in science, social studies, and technology, which demonstrated its validity. During the dissemination stage, the module was tested for compatibility on various Android devices and was 100% successful in both installation and uninstallation. In addition, a feasibility test was conducted using a User Experience Questionnaire (UEQ) with 24 students, showing very positive results, with scores of Attractiveness (2.63), Clarity (2.13), Efficiency (2.38), Accuracy (2.25), Stimulation (2.38), and Novelty (2.56). All scores were above the positive threshold (>0.8). These findings show that the integration of AR in the IPAS module not only increases student engagement but also supports literacy, numeracy, and independent learning
Motion Graphic-Based Digital Media Development for Stunting Education Dadan Nugraha
SEA-CECCEP Vol. 3 No. 02 (2022): SEA-CECCEP
Publisher : SEAMEO CECCEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70896/seaceccep.v3i02.32

Abstract

This research is oriented to the development of motion graphic-based digital media as learning media for stunting education. There are various types of digital media that can be used in learning. However, one of the digital media needed is learning videos. By using a research-based design or Design Based Research (DBR), a digital media is designed, namely learning videos based on needs analysis, development design, trial and evaluation. The results of expert validation, media validation and limited trials, digital media based on motion graphics are categorized as good, so the media designed is suitable for use as digital-based learning media for stunting education.
Optimizing the role of Puskesos-SLRT facilitators through capacity building training Maulana Maulana; Encep Sudirjo; Dadan Nugraha; Enjang Yusup Ali; Heri Ridwan
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.63225

Abstract

The Social Welfare Center-Integrated Service and Referral System (Puskesos-SLRT) is a community-based institution designed to improve access to social welfare services for poor and vulnerable populations at the village and sub-district levels. In practice, the implementation of Puskesos-SLRT services has encountered major challenges, particularly the limited capacity of facilitators in managerial skills, social service delivery, and social data management. Therefore, this community service program aimed to enhance the capacity of Puskesos-SLRT facilitators in Sumedang Regency to enable them to perform their roles more effectively. The program was implemented through structured training, continuous mentoring, and capacity-building activities involving facilitators from 277 villages and sub-districts. The evaluation of capacity improvement was conducted using a descriptive qualitative approach through observation, reflective discussions, and assessments of facilitators’ understanding of their roles and service functions before and after the program. The results indicate an improvement in facilitators’ understanding of social welfare service management, increased responsiveness to community needs, and strengthened coordination with local government institutions. Overall, this community service activity contributed to optimizing the role of Puskesos-SLRT facilitators in delivering more effective and integrated social welfare services at the local level   Abstrak Pusat Kesejahteraan Sosial-Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (Puskesos-SLRT) merupakan lembaga berbasis masyarakat yang berperan dalam mendekatkan layanan kesejahteraan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan di tingkat desa dan kelurahan. Dalam praktiknya, pelaksanaan layanan Puskesos-SLRT masih menghadapi kendala utama berupa keterbatasan kapasitas sumber daya manusia fasilitator, khususnya pada aspek manajerial, keterampilan pelayanan sosial, dan pengelolaan data. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas fasilitator Puskesos-SLRT di Kabupaten Sumedang agar mampu menjalankan perannya secara lebih optimal. Pengabdian dilaksanakan melalui pelatihan terstruktur, pendampingan, dan pembinaan berkelanjutan yang melibatkan fasilitator dari 277 desa dan kelurahan. Metode evaluasi peningkatan kapasitas fasilitator dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui observasi, diskusi reflektif, serta evaluasi pemahaman terhadap tugas dan fungsi layanan sebelum dan setelah kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman fasilitator terhadap manajemen layanan kesejahteraan sosial, meningkatnya responsivitas dalam menangani kebutuhan masyarakat, serta penguatan koordinasi dengan perangkat pemerintah daerah. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi pada optimalisasi peran fasilitator Puskesos-SLRT dalam penyelenggaraan layanan kesejahteraan sosial yang lebih efektif dan terpadu di tingkat lokal. Kata Kunci: fasilitator; peningkatan kapasitas SDM; pusat kesejahteraan sosial
Pengembangan kelompok usaha Anugrah Jaya bidang budidaya ikan, peternakan ayam, dan pengrajin sale dan tempe Hodidjah Hodidjah; Yasbiati Yasbiati; Dadan Nugraha; Dwi Alia
Jurnal Abmas Vol. 15 No. 1 (2015): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v15i1.38811

Abstract

Artikel ini memaparkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk pelatihan, pembinaan dan pendampingan pada kelompok usaha Anugrah Jaya di Desa Pangkalan Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Metode pendekatan yang digunakan untuk realisasi pengabdian ini yaitu tahap persiapan, tahap assessment, tahap perencanaan alternatif program, tahap pemformulasian rencana aksi, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tahap terminasi. Kegiatan ini bertujuan untuk (1) meningkatkan motivasi wirausaha; (2) meningkatkan pemahaman kelompok usaha tentang manajemen usaha, perencanaan bisnis dan manajemen keuangan; (3) meningkatkan keterampilan kelompok usaha dalam budi daya ikan, peternakan ayam dan pengrajin sale & tempe; (4) pembangunan sarana dan prasarana (5) meningkatkan pemahaman kelompok usaha tentang jejaring kewirausahaan dan penyusunan proposal kewirausahaan. Hasil dari kegiatan ini diantaranya adalah (1) meningkatkan jiwa entrepreneurship anggota kelompok usaha sebagai upaya menunjang kegiatan pengembangan kelompok; (2) kelompok usaha memiliki kemampuan manajemen usaha, perencanaan bisnis dan manajemen keuangan; (3) meningkatnya keterampilan kelompok usaha dalam budi daya ikan, peternakan ayam dan pengrajin sale & tempe; (4) terwujudnya sarana dan prasarana (5) meningkatnya pemahaman kelompok usaha tentang jejaring kewirausahaan dan penyusunan proposal kewirausahaan; (6) mampu meningkatkan partisipasi dosen dan mahasiswa UPI Kampus Tasikmalaya dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Optimalisasi peran keluarga penerima dana PKH dalam meningkatkan pendidikan dan kesehatan anak usia dini serta pengelolaan keuangan keluarga Yasbiati Yasbiati; Atit Tajmiati; Taopik Rahman; Dadan Nugraha
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.36777

Abstract

PKH adalah Program bantuan tunai untuk Keluarga Sangat Miskin (KSM) yang memenuhi salah satu dari tiga kriteria berikut ini: 1) anak usia 0-6 tahun, 2) anak di bawah usia 18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar, 3) ibu hamil/nifas. Dengan syarat keluarga tersebut bersedia memenuhi kewajiban terkait pendidikan dan kesehatan. Tujuan PKH yaitu untuk membantu keluarga sangat miskin menghindari kemiskinan dan memastikan generasi berikutnya sehat dan menyelesaikan Pendidikan Dasar. Berdasarkan studi pendahuluan dengan pendamping PKH dan Lurah Kelurahan Setiajaya, keberhasilan PKH di wilayah tersebut masih jauh dari memuaskan. Sebagai langkah solutif, tim pengabdian melaksanakan penyuluhan, pelatihan, dan pembinaan kepada keluarga penerima dana PKH dalam bidang pendidikan dan kesehatan anak usia dini serta pengelolaan keuangan keluarga. Adapun target luarannya yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman KSM dalam bidang kesehatan AUD, pendidikan AUD, serta pengelolaan keuangan keluarga. Adapun pola model pelatihan yang digunakan adalah model pelatihan dari Treadway Parker (Rohaniyah, 2005:19-22). Keberlangsungan untuk jangka panjang terkait program ini diperlukan kerjasama berbagai pihak baik itu pemerintahan, pendamping PKH, keluarga penerima dana PKH (KSM) maupun masyarakat itu sendiri.
Pengembangan kelompok usaha Anugrah Jaya bidang budi daya ikan, peternakan ayam, dan pengrajin sale & tempe Hodidjah Hodidjah; Yasbiati Yasbiati; Dadan Nugraha; Dwi Alia
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.36781

Abstract

Program pengabdian ini dilaksanakan kepada masyarakat untuk pelatihan, pembinaan dan pendampingan pada kelompok usaha Anugrah Jaya di Desa Pangkalan Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Metode pendekatan yang digunakan untuk realisasi pengabdian ini yaitu tahap persiapan, tahap assessment, tahap perencanaan alternative program, tahap pemformulasian rencana aksi, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tahap terminasi. Kegiatan ini bertujuan untuk 1) meningkatkan motivasi wirausaha; 2) meningkatkan pemahaman kelompok usaha tentang manajemen usaha, perencanaan bisnis dan manajemen keuangan; 3) meningkatkan keterampilan kelompok usaha dalam budi daya ikan, peternakan ayam dan pengrajin sale & tempe; 4) pembangunan sarana dan prasarana 5) meningkatkan pemahaman kelompok usaha tentang jejaring kewirausahaan dan penyusunan proposal kewirausahaan. Hasil dari kegiatan ini diantaranya adalah 1) meningkatkan jiwa entrepreneurship anggota kelompok usaha sebagai upaya menunjang kegiatan pengembangan kelompok; 2) kelompok usaha memiliki kemampuan manajemen usaha, perencanaan bisnis dan manajemen keuangan; 3) meningkatnya keterampilan kelompok usaha dalam budi daya ikan, peternakan ayam dan pengrajin sale & tempe; 4) terwujudnya sarana dan prasarana 5) meningkatnya pemahaman kelompok usaha tentang jejaring kewirausahaan dan penyusunan proposal kewirausahaan; 6) mampu meningkatkan partisipasi dosen dan mahasiswa UPI Kampus Tasikmalaya dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.