Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

KAJIAN TASAWUF DALAM GUGURITAN SINOM GURINDA PANGRASA KARYA RADEN HAJI MUHAMAD SYU’EB (Analisis Struktural dan Hermeneutik) ALIA, DWI
LOKABASA Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v4i1.3098

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya penelitian mengenai kajian tasawuf dalam naskah guguritan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tasawuf pada naskah guguritan dengan menggunakan analisis struktural dan hermeneutik. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan beberapa hal berikut:1) dari hasil analisis struktural pada naskah guguritan ini, terdapat 2 bait yang tidak sesuai dengan aturan guru gatra pupuh Sinom yaitu pada bait ke-3 dan bait ke-58. Menurut aturan guru wilangan dalam pupuh Sinom, naskah guguritan ini tidak sesuai dengan aturan yang baku; 2) dari hasil analisis hermeneutik didapatkan isi dari guguritan ini adalah menggambarkan hal-hal yang dialami oleh pengarang dalam mencapai hakikat diri untuk ma’rifatullah; 3) AlMaqam dalam istilah tasawuf yang didapatkan dari hasil kajian pada guguritan ini adalah: attaubah, al-zuhud, as-shabr, at-tawakkal, al-ridha, al-mahabbah, dan al-ma’rifah. AbstractThis research was motivated by the dearth of research on the study of Su¿sm of guguritan manuscripts. This main goal was to examine the Su¿sm concepts in a guguritan manuscript using a structural analysis and hermeneutics. Results reveal the following: i) the structural analysis on the guguritan manuscript indicates that two stanzas (i.e. the 3rd stanza and 58th stanza do not align with the rules of the guru gatra pupuh Sinom. According to the rules of the guru wilangan in pupuh Sinom, this guguritan manuscript is not in accordance with the standard rules; ii) the hermeneutic analysis indicates that the guguritan describes what the author experienced in reaching the level of ma’rifatullah (acknowledging God); iii) the ¿ndings reveal Al-Maqam-related Su¿sm terms: attaubah, al-zuhud, as-shabr, at-tawakal, ar- ridho, al-mahabbah, and al-ma’rifah.
Aspek Sosiologi Sastra dalam Novelet Catetan Poéan Réré Karya Ai Koraliati Alia, Dwi
LOKABASA Vol 12, No 2 (2021): Vol. 12 No. 2, Oktober 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i2.39546

Abstract

Sastra dan manusia hubungannya sangat erat, karena disadari atau tidak, terdapat hubungan kausal di antara keduanya. Sastra tumbuh dan berkembang karena eksistensi manusia. Sastra pun mempengaruhi individu manusia. Asumsi ini muncul dari kesadaran bahwa sastra adalah media subjektif yang menggali persoalan realitas objektif yang ada di masyarakat. Penelitian sosiologi sastra yang dilaksanakan, menelaah sastra sebagai cerminan kehidupan masyarakat. Asumsi dasar penelitian sosiologi sastra adalah lahirnya sastra tidak dalam kekosongan sosial. Kehidupan sosial jadi pemicu lahirnya karya sastra. Karya sastra yang sukses adalah yang mampu merefleksikan jamannya. Bentuk karya sastra yang terbilang baru adalah novelet. Bentuk novelet ada di antara cerpen dan novel, lebih panjang dari cerpen namun lebih pendek dari novel. Novelet Catetan Poéan Réré merupakan salah satu karya sastra yang bisa disebutkan berupa gambaran rasa, pengalaman, dan pemikiran pengarangnya dalam hubungannya dengan kehidupan masyarakat. Dalam novelet Catetan Poéan Réré nampak kedekatan karya sastra dengan kehidupan manusia khususnya kehidupan pengarangnya sendiri yakni seorang guru SMA, yang dekat dengan kehidupan anak remaja. Dari hasil penelitian terlihat jelas hubungan yang erat antara karya sastra dengan kehidupan sosial yang tumbuh di masyarakat. Latar cerita yang begitu dekat dengan kejadian sehari-hari yang dialami manusia dalam kehidupannya sangat nampak dalam novelet ini.  Ide-ide cerita yang diangkat dan bahasa yang dikemas dalam novelet ini jelas menggambarkan kehidupan masyarakat yang berada di sekitar kehidupan pengarang.  
Pengembangan Bahan Ajar Digital dalam Blended Learning Model untuk Meningkatkan Literasi Digital Mahasiswa Pidi Mohamad Setiadi; Dwi Alia; Dadan Nugraha
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 3 (2022): June Pages 3201-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i3.2727

Abstract

Sejak tahun 2015, pembelajaran di UPI Kampus Tasikmalaya diinisiasi untuk menggunakan pembelajaran online melalui Sistem Pembelajaran Online Terpadu. Pada praktiknya, model pembelajaran yang dapat memadukan pembelajaran online tersebut dengan pembelajaran tatap muka menjadi penting untuk diidentifikasi. Blended Learning Model sebagai model pembelajaran yang dapat memanfaatkan berbagai platform digital dalam menyebarkan konten materi serta menggunakan pembelajaran tatap muka dalam artian praktik baiknya. Berdasarkan studi pendahuluan, diketahui bahwa penggunaan buku dan modul cetak kurang relevan dengan literasi digital mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode 4D, populasi 193 mahasiswa S1 PGSD UPI Kampus Tasikmalaya, dan dilaksanakan selama 8 bulan. Produk yang dikembangkan berupa PDF, inforgrafis, dan video pembelajaran. Ditemukan bahwa penggunaan bahan ajar digital relevan dengan Blended Learning Model. Pengembangan produk ini adalah berupa peningkatan literasi digital mahasiswa S1 PGSD UPI Kampus Tasikmalaya, terutama dalam aspek pemerolehan informasi, menjaga privasi data digital, dan efektivitas interaksi pembelajaran.
DEVELOPMENT OF A COLLABORATIVE-BASED INTERACTIVE STORYTELLING MODEL ON SKILLS SPEAKING OF GRADE IV ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Istikhoroh Nurzaman; Dwi Alia; Pidi Mohammad Setiadi; Liz Erlyna; Iis Haerunisa
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.3876

Abstract

The Android-based Interactive Storytelling Model Research is the initial research that has been conducted, and it concluded that the model used can stimulate students' speaking skills. However, besides that, this research shows that there are deficiencies, namely the limitations of teachers and students in operating Android. Complementing the lack of research that has been done, this research was carried out, which aims to develop a Collaborative-based Interactive Storytelling Model. This study aims to develop a learning model that can stimulate students' speaking skills with the help of presenting practitioners. This research was carried out by going through the stages of the EDR development research procedure proposed by McKenny & Reeves. The research stages that have been carried out are 1) the analysis and exploration stage, 2) the design and construction stage, and 3) the evaluation and reflection stage. The data were obtained from interviews, literature studies, and field trials tested on fourth-grade students at SDN 3 Karangsambung. The final result of this research is to produce a storytelling guidebook product based collaboratively with the image castle community and have gone through the trial phase twice. Based on the expert assessment results and the trials that have been carried out, this interactive storytelling model is declared feasible for use in learning. Penelitian Model Interactive Storytelling berbasis Android merupakan penelitian awal yang telah dilakukan dan menghasilkan kesimpulan bahwa model yang digunakan dapat menstimulus keterampilan berbicara siswa. Namun di samping itu, penelitian tersebut menunjukan adanya kekurangan yaitu keterbatasan guru dan siswa dalam mengoperasikan android. Untuk melengkapi kekurangan penelitian yang telah dilakukan, maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan mengembangkan Model Interactive Storytelling berbasis Kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran yang mampu memberikan stimulasi keterampilan berbicara siswa dengan bantuan menghadirkan praktisi. Penelitian ini dilaksanakan dengan melalui tahapan prosedur penelitian pengembangan EDR yang dikemukakan oleh McKenny & Reeves. Adapun tahapan penelitian yang telah dilaksanakan, yaitu: 1) Tahap analisis dan eksplorasi, 2) Tahap desain dan kontruksi, dan 3) Tahap evaluasi dan refleksi. Data diperoleh dari hasil wawancara, studi literatur, dan uji coba dilapangan yang diujikan pada siswa kelas IV di SDN 3 Karangsambung. Hasil akhir dari penelitian ini menghasilkan produk buku panduan bercerita berbasis kolaboratif bersama Komunitas Kastel Imaji dan telah melalui tahap uji coba sebanyak dua kali. Berdasarkan hasil penilaian ahli dan hasil uji coba yang telah dilaksanakan, model Interactive Storytelling ini dinyatakan layak untuk digunakan dalam pembelajaran.
Construction of Elementary School Students in Responding to Pros and Cons Issues (Qualitative Descriptive Study of the Functions of Discussion Texts) Dwi Alia
Indonesian Journal of Primary Education Vol 6, No 2 (2022): Indonesian Journal of Primary Education: December 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v6i2.55301

Abstract

The purpose of this study  Construction of Elementary School Students in Responding to Pros and Cons Issues (Qualitative Descriptive Study of the Functions of Discussion Texts). Critical thinking plays an important role in human daily life. Someone who has the ability to think critically can also develop other thinking skills, such as the ability to solve problems and make decisions. Critical thinking is an activity in response to a certain phenomenon that occurs due to a number of deficiencies. Critical thinking skills are important to be mastered by students, in the midst of the rapid development of science and technology, causing the sources and essence of information received by students to vary greatly. Students are required to have the ability to choose and sort out good and correct information to enrich their thinking assets (Firdaus, 2019). Another thing that is the reason is that students are one of the resources that have high potential, which must be directed with adequate thinking skills. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The instruments used to collect data in this study were data cards with the object of research in the form of students' writings. Based on this research, it can be seen that students are able to think critically with a very simple pattern. The function of the text they build is to convince and evaluate with a direct structure to the point.
Computational Thinking (CT) Unplugged dalam Pembelajaran Seni Tari di Sekolah Dasar Rosarina Giyartini; Dwi Alia; Muhammad Rijal Wahid Muharram
Naturalistic: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 2 (2023): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/naturalistic.v7i2.3096

Abstract

This research is based on empirical facts, that until now dance arts learning in elementary schools (SD) still uses educational patterns in dance workshops. The orientation is that the student memorizes a certain dance so that the learning method of the student imitates the movement exemplified by the teacher without being given space to creatively process the body based on imagination and all its creative potential. This has an impact on the cover of various intelligences possessed by students. To hack this research seeks to give birth to the concept of dance art learning in elementary school by applying unplugged computational thinking (ct). The goal is that the learning of dance in elementary school is not just to pursue the memorization of motion, but students can creatively realize their creative ideas in the form of dance in accordance with the level of development. To achieve this, the research method used is descriptive analysis. The results of this research in the form of dance learning concepts in elementary schools that apply computational thinking unplugged and ready to be applied
Analisis kebutuhan pengembangan media literasi baca tulis berbantuan wordwall untuk Siswa Sekolah Dasar Lela Santikasari; Seni Apriliya; Dwi Alia
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 5 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i5.18433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media literasi baca tulis berbantuan wordwall untuk siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar wawancara dan studi literatur. Penelitian ini melibatkan satu orang Guru kelas IV SD Negeri 2 Jayasari. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri atas tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa: (1) kemampuan literasi baca tulis siswa hanya sebatas membaca dan menulis saja (2) tidak adanya media yang menarik dan interaktif untuk menunjang literasi baca tulis siswa (3) perlu adanya pengembangan media menarik dan interaktif yang dapat menunjang literasi baca tulis siswa. Dengan demikian, tidak adanya media yang dapat menunjang literasi baca tulis siswa berdampak pada kemampuan literasi baca tulis siswa. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan media literasi baca tulis yang dapat menarik perhatian siswa dan membuat suasana interaktif bagi siswa sekolah dasar.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK ANAK USIA DINI Adistiarachma, Nazila; Alia, Dwi
Al-Abyadh Vol 7 No 1 (2024): Edisi Juni
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI INSTITUT AGAMA ISLAM DINIYYAH PEKANBARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-abyadh.v7i1.1000

Abstract

Perkembangan bahasa pada anak usia dini merupakan hal yang penting dan tidak boleh diabaikan. Bahasa memungkinkan anak dapat berkomunikasi, berinteraksi, serta bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Salah satu keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh anak adalah menyimak. Menyimak merupakan keterampilan awal sebelum anak dapat berbicara, membaca, dan menulis. Anak yang memiliki keterampilan menyimak yang baik akan dapat mengoptimalkan proses belajarnya. Oleh karena itu, penting mengembangkan keterampilan menyimak anak. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan media yang menarik bagi anak, salah satunya adalah dengan menggunakan video animasi. Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan analisis dasar kebutuhan untuk mengetahui kebutuhan di lapangan terkait video animasi untuk selanjutnya dijadikan landasan dalam pengembangan media. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development dengan desain ADDIE. Hasil penelitian didasarkan pada dua hal yaitu hasil studi lapangan dan studi literatur. Berdasarkan hasil studi lapangan diperoleh data terkait permasalahan keterampilan menyimak anak serta minimnya media yang khusus digunakan untuk mengembangkan keterampilan menyimak. Hasil studi literatur menunjukan bahwa keterampilan menyimak penting untuk dikembangkan melalui media yang menarik, salah satunya adalah dengan video animasi.
Peningkatan Hasil Belajar Menyimak Bahasa Sunda melalui Penggunaan Media Pembelajaran Video Animasi Azzizah, Diah Siti Nur; Respati, Resa; Alia, Dwi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7296

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menyimak peserta didik dalam memahami materi Dongeng pada pembelajaran bahasa Sunda di SD Negeri Indihiang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar menyimak peserta didik terhadap materi Dongeng bahasa Sunda dengan menggunakan media pembelajaran berupa video animasi. Metode penelitian yang diterapkan adalah PTK model Stephen Kemmis dan Robyn McTaggart yang melibatkan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran video animasi dapat meningkatkan hasil belajar menyimak peserta didik dalam mata pelajaran bahasa Sunda di SD Negeri Indihiang. Terdapat dua parameter keberhasilan yang diamati dalam penelitian ini, yaitu: 1) adanya peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar dan capaian ketuntasan peserta didik dan 2) terdapat peningkatan dalam aktivitas belajar peserta didik selama proses pembelajaran yang juga secara langsung memengaruhi hasil belajar peserta didik. Pada tahap pra-siklus, rata-rata nilai peserta didik adalah 61,7; pada siklus I meningkat menjadi 67,8; dan pada siklus II meningkat kembali menjadi 78,04. Aktivitas belajar peserta didik mencapai persentase 78,8%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran video animasi memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan hasil dan aktivitas belajar peserta didik dalam mata pelajaran bahasa Sunda, mulai dari tahap pra-siklus, siklus I, hingga siklus II
Motion Graphics Containing Education for Sustainable Development: A Research Development of Instructional Media for Elementary School Students Setiadi, Pidi; Alia, Dwi; Nurzaman, Istikhoroh
PrimaryEdu : Journal of Primary Education Vol. 7 No. 2 (2023): Volume 7, Number 2, September 2023
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/pej.v7i2.4106

Abstract

The emergence of issues of species extinction, pollution, scarcity, and others need to be addressed by everyone, including educators. One solution is the use of motion graphics-based learning media. This research was conducted to describe design development, design validity, and the effectiveness of motion graphic designs with content related to Education for Sustainable Development. The research method used is Design-Based Research. The stages of this research include identifying and analyzing problems for initial development needs, designing motion graphics media designs, implementing, reflecting, and making the final product. This research was conducted at the UPI Campus Tasikmalaya partner school. The results of the study found that motion graphics which contain Education for Sustainable Development are very useful as a medium for learning the functions of attention and affection significantly. Motion graphics duration of no more than 3-5 minutes is sufficient to focus students' attention on learning more deeply about human activity with a sustainable perspective. However, it was also found that this short duration limits the richer educational content related to Education for Sustainable Development, so it is recommended to use motion graphics in combination with learning media and other teaching materials.