Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman tentang Komitmen Melayani Karyawan Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) Klasis Jakarta Bagian Timur Desi Sianipar; Wahyu A. Rini; Demsy Jura
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 1 No. 1 (2019): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v1i1.970

Abstract

Karyawan yang bekerja di gereja perlu mendapatkan pembinaan secara berkala, khususnya menyangkut komitmen mereka dalam melayani di lingkungan gereja. Dengan adanya pembinaan mengenai hal ini, semangat dan produktivitas mereka dapat ditingkatkan. Untuk itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang komitmen melayani berdasarkan ajaran dalam Alkitab pada karyawan Kristen di lingkungan Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) klasis Jakarta Bagian Timur. Metode yang digunakan adalah seminar dan kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi. Hasil dari kegiatan ini adalah karyawan merasakan bahwa seminar ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai makna komitmen melayani menurut iman Kristen, dan mereka termotivasi untuk melakukan pelayanan yang lebih baik lagi. Hal ini terlihat dari antusiasme mereka dalam sesi tanya jawab, diskusi, dan hasil angket yang mereka isi setelah selesai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mereka juga mengusulkan supaya kegiatan pembinaan yang bertujuan meningkatkan komitmen mereka dalam melayani diadakan secara berkala oleh GKJ Klasis Jakarta Bagian Timur. Kata Kunci: komitmen melayani Abstract Employees who work in the church need to get regular guidance, especially regarding their commitment to serving in the church environment. With the guidance on this matter, their enthusiasm and productivity can be improved. For this reason, Community Service activities (PkM) aim to provide knowledge about the commitment to serve based on the teachings in the Bible to Christian employees in the Javanese Christian Church (GKJ) East Jakarta area. The method used is a seminar and then followed by question and answer and discussion. The results of this activity are that employees feel that this seminar is very useful to improve their understanding of the meaning of commitment to serve according to the Christian faith, and they are motivated to do better service. This can be seen from their enthusiasm in the question and answer session, discussion, and the results of the questionnaire they filled in after the community service activities were completed. They also proposed that coaching activities aimed at increasing their commitment in service be held regularly by GKJ Klasis Timur Jakarta. Keywords: commitment to serve
Pelatihan Penggunaan Metode Mengajar Remaja di Masa Pandemi Covid-19 di HKBP Resort Jatisampurna Bekasi Desi Sianipar; Stanley Rambitan; Wellem Sairwona; Yunardi Kristian Zega
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 2 No. 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v2i2.1963

Abstract

Metode mengajar merupakan cara atau alat yang digunakan oleh para pendidik untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan pembelajaran, agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Dengan demikian, gereja perlu menyediakan para pendidik, khususnya pendidik remaja yang berkualitas, salah satu kualitas yang harus dimiliki oleh para pendidik remaja adalah mampu menggunakan metode mengajar yang sesuai dengan kebutuhan remaja, khususnya di masa pandemi covid-19 sekarang ini. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk membantu para pembina remaja dalam penggunaan metode mengajar yang sesuai dengan kebutuhan remaja dan untuk meningkatkan keterampilan bagi para pendidik dalam mengajar remaja di masa pandemi Covid-19. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah menghasilkan para pembina remaja yang dapat memahami metode mengajar khususnya dalam Alkitab, metode mengajar secara luring, prinsip-prinsip dalam pemilihan metode mengajar dan cara mengajar remaja yang kreatif di masa pandemi Covid-19 dengan penggunaan metode pembelajaran daring. Kata kunci: Pelatihan, Metode Mengajar, Pandemi Covid-19, dan Remaja.
Pelatihan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Agama Kristen Remaja di HKBP Jatisampurna Bekasi Desi Sianipar; Yunardi Kristian Zega; Luterius Nehe; Kristiantoro
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 2 No. 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v2i2.1964

Abstract

Pendidikan dan pengajaran Kristen di gereja harus dipersiapkan dengan baik. Salah satu yang harus dipersiapkan gereja adalah dapat menyusun kurikulum pendidikan agama Kristen. Kurikulum pendidikan agama Kristen harus disusun dengan sebaik mungkin, sehingga dapat memenuhi setiap kebutuhan yang diperlukan jemaat untuk menunjang pertumbuhan kerohanian mereka, sehingga jemaat dapat bertumbuh semakin dewasa sesuai dengan ajaran yang Alkitabiah. Dengan demikian, menyusun kurikulum pendidikan agama Kristen di gereja sangatlah penting, khususnya membuat kurikulum bagi kaum remaja yang adalah generasi dari penerus gereja. Oleh karena itu, kegiatan PkM ini dirancang untuk membantu para pembina remaja agar dapat meningkatkan kemampuan dalam menyusun kurikulum pendidikan agama Kristen yang sesuai dengan kebutuhan para remaja masa kini. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah menghasilkan para pembina remaja yang dapat menyusun kurikulum pendidikan agama Kristen bagi remaja. Kata kunci: Pelatihan, Kurikulum PAK, dan Remaja.
ANALISIS MOTIVASI BERPRESTASI MAHASISWA DAN SKALA PENILAIAN DI PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN UKI ANGKATAN 2018 DAN 2019 Desi Sianipar; A Dan Kia
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v14i1.2500

Abstract

Motivasi berprestasi dan skala penilaian mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa. Semakin tinggi motivasi berprestasi seseorang, maka semakin tinggi prestasi akademiknya, dan semakin tepat skala penilaian ditetapkan dan digunakan untuk mengukur prestasi akademik mahasiswa, semakin tinggi motivasi berprestasi mahasiswa. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis motivasi berprestasi mahasiswa dan skala penilaian yang digunakan oleh program studi MPAK UKI angkatan 2018 dan 2019. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (mixed method) atau kombinasi penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan kuesioner dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan kualitatif deskriptif. Hasilnya adalah motivasi berprestasi mahasiswa di Program Studi MPAK UKI angkatan 2018 dan 2019 adalah sangat tinggi, yang dipengaruhi oleh cita-cita, iman pada Tuhan, kesadaran diri, dukungan lingkungan, fasilitas belajar, dan profesionalisme dosen. Dengan mengetahui hal ini, Prodi dapat terus meningkatkan layanan akademis dengan berfokus pada pencapaian pembelajaran sesuai dengan profil yang ditetapkan. Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap skala penilaian yang digunakan Prodi MPAK UKI adalah sangat tinggi. Hal ini sangat penting diketahui agar motivasi berprestasi dan prestasi akademik mahasiswa dapat ditingkatkan. Kata Kunci: analisis; motivasi berprestasi; skala penilaian
PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA KRISTEN MELALUI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BERBASIS TEOLOGI KRISTEN DAN PEDAGOGI-REFLEKTIF Januarius Naingalis Dwi Juanto; Sozanolo Telaumbanua; Kristina S. Mangero; Desi Sianipar
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.861 KB) | DOI: 10.51667/djtk.v3i1.697

Abstract

ABSTRACT   University plays a role in shaping the character of students with the aim of preparing students to enter work place and a better future. However, the problem is that not all universities pay serious attention to build the character of students because it is the responsibility of parents; university have no interest in the formation of student character; and limitations of character building methods. This study aims to offer thoughts on the role of university in shaping the character of Christian students through community service based on reflective pedagogy. This research was conducted using qualitative research methods with a literature study approach. The results of this study are the role of university in shaping the character of students through community service based on reflective pedagogy. Key Words: Christian Student; Reflective Pedagogy; Character Building; Community Service.   Abstrak   Perguruan tinggi berperan dalam membentuk karakter mahasiswa dengan tujuan mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja dan masa depan yang lebih baik. Akan tetapi masalahnya adalah belum semua perguruan tinggi memberi perhatian serius pada pembentukan karakter mahasiswa karena pembentukan karakter adalah tanggung jawab orang tua; perguruan tinggi tidak berkepentingan dalam pembentukan karakter mahasiswa; dan keterbatasan metode pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menawarkan pemikiran tentang peran perguruan tinggi dalam membentuk karakter mahasiswa Kristen melalui pengabdian kepada masyarakat berbasis pedagogi reflektif. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah peran perguruan tinggi dalam membentuk karakter mahasiswa melalui pengabdian kepada masyarakat berbasis pedagogi reflektif.            
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN YANG MEMBEBASKAN: SUATU KAJIAN HISTORIS PAK DI INDONESIA Desi Sianipar
Jurnal Shanan Vol. 1 No. 1 (2017): Maret
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.322 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v1i1.1481

Abstract

Pendidikan apapun seharusnya bersifat membebaskan sesuai dengan muatan makna yang terkandung di dalam istilah pendidikan. Terutama sekali, sifat membebaskan ini dirasakan sangat kuat pada pendidikan agama Kristen, baik PAK sebagai disiplin ilmu atau salah satu mata kuliah/pelajaran di sekolah dan universitas, maupun PAK sebagai aktivitas pendidikan dalam kehidupan orang Kristen di gereja, keluarga dan masyarakat. Pembebasan yang dimaksud adalah membawa naradidik keluar dari kebodohan, kelemahan, kemiskinan, dan berbagai penindasan.Makalah ini memuat kajian historis PAK di Indonesia, khususnya di lingkungan Protestan sejak masa VOC hingga masa kini untuk melihat sejauh mana pelaksanaan pendidikan agama Kristen sudah membawa pembebasan bagi para naradidiknya. Dengan belajar dari sejarah PAK di Indonesia, kita bisa melakukan penilaian dan koreksi atas pendidikan agama Kristen yang saat ini kita laksanakan demi memajukan para naradidik, khususnya di era MEA ini.Makalah ini berusaha mendeskripsikan upaya-upaya pendidikan agama Kristen ketika dimulai, dilaksanakan, dan dikembangkan; dan faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan PAK di Indonesia. Dengan demikian, dari pembahasan ini diharapkan dapat memperlihatkan kekuatan dan kelemahan kita, khususnya dalam mempersiapkan naradidik menghadapi persaingan-persaingan yang kuat pada masa ini.Tulisan ini disusun dari studi literatur yang memuat sejarah PAK di Indonesia, observasi, dan percakapan lisan dengan berbagai pihak terkait dengan pelaksanaan PAK di Indonesia.Kata Kunci: Pendidikan, Pendidikan Agama Kristen, Sejarah, Pembebasan
PERAN ORANGTUA DAN PENDETA DALAM MENINGKATKAN PERILAKU MENOLONG PADA REMAJA GEREJA ALKITAB ANUGERAH BEKASI Heliyanti Kalintabu; Desi Sianipar
Jurnal Shanan Vol. 1 No. 2 (2017): Oktober
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.277 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v1i2.1483

Abstract

Pada masa kini perilaku sosial, khususnya perilaku menolong pada remaja terasa sangatkurang. Banyak remaja bersikap masa bodoh dan tidak mau menolong orang yang sedangmembutuhkan. Karena itulah sikap egois pada banyak remaja telah menjerumuskan mereka padapraktik-praktik yang tidak baik, seperti: tawuran, miras, narkoba, dan lain-lain. Untuk itulah, peranorangtua dan pendeta untuk membimbing dan mengarahkan remaja menyangkut perilaku sosialsangatlah penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran orangtua danpendeta dalam meningkatkan perilaku menolong pada remaja Gereja Alkitab Anugerah Bekasi danmengusulkan rencana pelaksanaan pembelajaran mengenai perilaku menolong yang dapatdijalankan dengan teratur.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitupenelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian,misalnya: perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik. Metode pengumpulandata yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara dan observasi.Hasil dari penelitian ini adalah orangtua dan pendeta memiliki peran yang sama dalam halmembimbing, mengarahkan, memberikan pengetahuan dan memberikan motivasi kepada remajaagar mereka memiliki perilaku sosial, khususnya menyangkut perilaku menolong. Sementara itu,penelitian ini juga menghasilkan sejumlah saran untuk dipertimbangkan oleh penulis dan pihak laindalam studi lanjutan mengenai topik ini. Beberapa saran yang diberikan antara lain: Program StudiMPAK dapat memberikan pelatihan kepada para mahasiswa agar mampu mendesain programprogrampembelajaran menyangkut perilaku sosial remaja, khususnya perilaku menolong, baik digereja maupun di sekolah; Orangtua lebih memperhatikan dan mengawasi perilaku remaja,memberikan waktu untuk berkomunikasi dengan anaknya, dan memberikan teladan dalam halberperilaku menolong; Pendeta hanya membimbing dan bekerja sama dengan pengurus gerejalainnya dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran mengenai perilaku menolong sehinggadapat dipahami dengan baik oleh remaja.Kata Kunci: perilaku menolong, peran orangtua, peran pendeta, remaja.
REFORMASI PENDIDIKAN DAN PENGARUHNYA PADA MASA KINI Desi Sianipar
Jurnal Shanan Vol. 1 No. 2 (2017): Oktober
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.723 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v1i2.1494

Abstract

Peringatan 500 tahun Reformasi Gereja yang dipelopori oleh Martin Luther sangatlah penting sebagai sarana untuk melihat kembali sejauh mana generasi sekarang yang mewarisi prinsip dan semangat Reformasi Luther dan para reformator lainnya, dapat menjalani kehidupan sesuatu dengan arah dan impian reformasi gereja. Walaupun reformasi Luther dalam konteks gereja, namun dampak dari gerakan tersebut nyata dalam dunia pendidikan Kristen, hingga sekarang ini.Reformasi pendidikan yang dilakukan Luther dan para reformator lain dimotivasi oleh situasi yang sedang berlangsung di seluruh wilayah Gereja kala itu, dimana tidak ada sistem sekolah umum karena pendidikan hanya dijalankan oleh gereja, melalui biara-biara dan di lembaga-lembaga yang diawasi dengan ketat dalam otoritas gereja. Pendidikan yang diberikan kepada para pemuda dan para wanita yang terbatas mereka yang memiliki kekayaan dan status sosial yang tinggi dalam masyarakat kala itu. Keadaan tersebut membuat Luther dan para reformator lain berusaha keras untuk membangkitkan keyakinan para orangtua mengenai pentingnya pendidikan anak-anak mereka, yaitu bahwa kebaikan rohani dari anak-anak mereka lebih penting daripada kesenangan lahiriah.Martin Luther menjadi terdepan dalam menyeruhkan perlunya perubahan pada dunia pendidikan. Luther meyakini bahwa penguatan pendidikan agama dalam keluarga dapat menjadi pola, metode, dan solusi dalam memperbaiki dan memperkuat gereja, masyarakat, dan negara.Kata Kunci: Reformasi Pendidikan, Pengaruh, Masa Kini
ANALISIS IMPLEMENTASI PAK KELUARGA DI GEREJA SIDANG JEMAAT ALLAH (GSJA) KABUPATEN BARITO TIMUR KALIMANTAN TENGAH Desi Sianipar; A Dan Kia
Jurnal Shanan Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.515 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v2i2.1535

Abstract

Pendidikan agama Kristen keluarga atau yang biasa disingkat PAK Keluarga adalah pendidikan agama yang diadakan di dalam keluarga di mana orang tua berfungsi sebagai pendidik dan pengajar dalam keluarga. Sebagai upaya pendidikan, maka upaya tersebut haruslah dijalankan secara terprogram dengan baik. Untuk itu, gereja harus berperan besar dalam membimbing dan mengarahkan para orang tua melalui berbagai program pembinaan sehingga para orang tua dapat mengimplementasikannya dengan baik dalam keluarga.Penulis telah mengadakan penelitian mengenai implementasi PAK Keluarga di lingkungan Gereja-gereja Sidang Jemaat Allah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah dan hasilnya adalah gereja memahami bahwa PAK Keluarga telah dijalankan melalui berbagai program gereja, seperti: ibadah umum, ibadah kategorial, ibadah keluarga, dan himbauan kepada para orang tua supaya mengadakan “Saat Teduh” setiap hari di rumah masing-masing dengan mengajak anak-anak untuk berdoa, menyanyi dan membaca Alkitab bersama-sama pada pagi hari atau pada malam hari. Hampir semua gereja menganggap bahwa semua program gereja sudah bertujuan menguatkan keluarga. Sementara itu, para orang tua memahami bahwa mereka telah melaksanakan PAK keluarga melalui kegiatan Saat Teduh dan mengajak serta mendorong anak-anak mereka untuk berperilaku baik dan rajin mengikuti program-program gereja. Penulis juga belum menemukan adanya kurikulum PAK Keluarga dan buku-buku ajar yang khusus dirancang untuk PAK Keluarga.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Para informan terdiri dari para pendeta, para pengurus gereja, para orangtua, dan anak-anak yang berasal dari 13 gereja lokal di lingkungan GSJA kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Hasil analisis terhadap hasil penelitian menunjukkan bahwa GSJA Kabupaten Barito Timur belum melakukan PAK keluarga yang terencana dan terprogram dengan baik. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman mengenai PAK Keluarga, kurangnya keterampilan dalam menyusun kurikulum dan bahan ajar PAK Keluarga, dan kurangnya dana untuk penyelenggaraan seminar dan pelatihan yang terkait dengan PAK Keluarga. Para orang tua juga kurang memahami PAK Keluarga dan bagaimana melaksanakannya dengan baik karena kurangnya pembinaan dari gereja, secara khusus mengenai PAK Keluarga.Kata Kunci: Analisis, Implementasi, Pendidikan Agama Kristen, Keluarga, Gereja
PENGGUNAAN MODEL HOMESCHOOLING DALAM PEMBELAJARAN PAK DI PKBM WESLEY PELITA BANGSA SCHOOL (WPBS) Hasan Nadir Giawa; Desi Sianipar
Jurnal Shanan Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.466 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v2i2.1537

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan homeschooling, model homeschooling dan penggunaan model homeschooling dalam pembelajaran PAK di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Wesley Pelita Bangsa School (WPBS) Pluit-Jakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Jumlah populasi dalam penelitian ini 67 orang informan, sedangkan yang menjadi sampel penelitian berjumlah 16 orang yang terdiri dari 4 orang guru, 6 orang tua dan 6 orang siswa/i dengan kriteria mereka terlibat secara langsung dalam kegiatan homeschooling. Penentuan sampel ini berdasarkan pada tujuan penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru, orang tua dan siswa/i memahami homeschooling sebagai sekolah rumah tetapi pemahaman mereka tentang model-model homeschooling kurang memadai, rata-rata mengenal dua model homeschooling. Ini membuktikan bahwa kurangnya informasi tentang homeschooling ini membuat banyak orang tidak memahaminya. Selanjutnya penggunaan model homeschooling dalam pembelajaran PAK menunjukkan hal yang positif di mana dalam setiap anak sebelum memulai pembelajaran setiap hari diwajibkan untuk menghafal ayat-ayat Alkitab, saatteduh dan doa bersama di dalam kelas.Mengingat pentingnya homeschooling, maka perlu ada solusi yang segera dilakukan yaitu mengadakan seminar dan pelatihan kepada guru dan orang tua supaya lebih memahami pentingnya homeschooling dan model-model homeschooling. Dengan demikian homeschooling menjadi sebuah pilihan alternatif dan pertimbangan bagi orang tua untuk kebutuhan pendidikan anak.Kata kunci: Model homeschooling, pembelajaran PAK