Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KAJIAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Fredik Melkias Boiliu; Desetina Harefa; Dewi Lidya S; Ardianto Lahagu; Solmeriana Sinaga
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 10 No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2, Juni 2021
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v10i2.1077

Abstract

This article aims to discuss drug abuse in the perspective of Christian religious education. Narcotics are basically good drugs when used according to the dosage or doctor's recommendations for health. However, if someone uses it without medical indication or without a doctor's instructions because of the disease or other things recommended by the doctor, it will cause addiction / addiction and dependence popularly known as narcotics. In this case, without the indication (use) recommended by a doctor or an improper dose it will be dangerous to human health and can even cause sudden death. Bible neither directly addresses the topic of drug abuse nor mentions literal prohibition on narcotics and their use. However, it does not mean drug abuse is allowed. In Christian faith, believers must abstain from drugs because drugs can damage both physically and spiritually. In Corinthians 7: 1, it explains "purify yourselves from all things that can defile body and spirit, so that your position may be perfect in the fear of God". This means that as a Christian, he must protect and purify his body so that he does not sin. Thus, drugs can damage the body, both soul and mind, so drug use is not allowed. In this article, the author uses literature review and literature research methods, utilizing written ideas as a source of emphasis on the interpretation and analysis of the meaning of the.
Peran Guru sebagai Fasilitator dan Katalisator Melalui Teori Konstruktivisme dalam Model Pembelajaran Kontekstual Pendidikan Agama Kristen Zakharia Victor Harefa; Talizaro Tafonao; Desetina Harefa; Rini Sumanti Sapalakkai; Selvyen Sophia
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 2: Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i2.128

Abstract

The purpose of this research is to see the extent to which the role of Christian religious teachers through constructivism theory in the contextual teaching-learning model. One of the main problems found in this paper by the author is the undeveloped proper contextual teaching-learning model. This paper used a qualitative research method to examine the teacher's role as a facilitator and catalyst through constructivism theory in the contextual teaching-learning models of Christian religious education. The analysis process used in this paper is using various source literature, both journal articles, books, and other trusted reference material to support the author’s analysis. The results found in the study indicate that the theory of constructivism in the contextual learning model can be applied by understanding the nature of the contextual learning model, the theory of constructivism, the basic concepts of contextual learning for Christian religious education, and the role of Christian religious education teachers as facilitators and catalysts. Thus, the development of constructivism theory in the contextual learning model of Christian religious education can provide new insights to teachers in carrying out their duties as professional educators. AbstrakTujuan penelitian ini adalah melihat sejauh mana peran guru agama Kristen melalui teori kostruktivisme dalam model pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching Learning). Salah pokok permasalah yang ditemukan oleh penulis dalam tulisan ini adalah pengembangan model pembelajaran yang bersifat kontekstual (Contextual Teaching Learning) belum dikembangkan dengan baik. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode penelitian kualitatif dengan mengkaji bagaimana peran guru sebagai fasilitator dan katalisator melalui teori konstruktivisme dalam model pembelajaran kontekstual pendidikan agama Kristen. Proses analisis yang digunakan dalam tulisan ini adalah menggunakan berbagai sumber literatur baik artikel jurnal, buku dan bahan referensi lainnya yang terpercaya untuk mendukung analisis penulis. Hasil yang ditemukan dalam kajian ini menunjukkan bahwa teori konstruktivisme dalam model pembelajaran kontekstual dapat diterapkan dengan memahami hakikat model pembelajaran kontekstual, teori konstruktivisme, konsep dasar pembelajaran kontekstual pendidikan agama Kristen dan peran guru pendidikan agama Kristen sebagai fasilitator dan katalisator.Dengan demikian, pengembangan teori konstruktivismedalam model pembelajaran kontekstual pendidikan agama Kristen dapat memberi wawasan baru kepada guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik yang profesional.
Model Pendidikan Agama Kristen Berwawasan Majemuk dalam Membina Sikap Toleransi Beragama di Indonesia Fredik Melkias Boiliu; Desetina Harefa; Haposan Simanjuntak; Septerianus Waruwu; Irfan F. Simanjuntak
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i1.82

Abstract

This article discusses the model of Christian religious education with a compound insight in fostering religious tolerance in Indonesia. In the context of nationhood, society and religion in Indonesia according to the basis of Pancasila, there are six recognized religions, namely Islam, Christianity, Catholicism, Hinduism, Buddhism and Confucianism. Religious differences are supposed to acknowledge each other, respect each other, and cooperate in virtue. But in fact differences in religious beliefs become a driving factor to bring down, demean each other, or mix between religions with each other. Therefore, there needs to be a diverse religious insight in fostering religious tolerance in Indonesia. Therefore, the model of Christian religious education is inclusive, multicultural, dialogue and peaceful as the right approach to foster religious tolerance in daily life. This research uses a method of literature study that refers to concepts and theories according to literature available such as articles published in various scientific journals, books and other scientific papers.AbstrakArtikel ini membahas tentang model pendidikan agama Kristen berwawasan majemuk dalam membina sikap toleransi beragama di Indonesia. Dalam konteks berbangsa, bermasyarakat dan beragama di Indonesia sesuai dasar Pancasila, ada enam agama yang diakui yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Perbedaan agama seharusnya untuk saling mengakui, saling menghormati, dan bekerja sama dalam kebajikan. Namun pada faktanya perbedaan keyakinan agama menjadi faktor pendorong untuk saling menjatuhkan, saling merendahkan, atau mencampuradukkan antar agama yang satu dengan yang lain. Oleh sebab itu, perlu adanya wawasan agama yang mejemuk dalam membina sikap toleransi beragama di Indonesia. Untuk itu, model pendidikan agama Kristen yang inklusif, multikultural, dialog dan damai sebagai pendekatan yang tepat untuk membina sikap toleransi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka yang merujuk pada konsep dan teori sesuai literature yang tersedia seperti artikel-artikel yang dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah, buku-buku dan makalah ilmiah lainya.
Konsep Penebusan Kristus Dalam Perspektif Teologi Pentakosta Otieli Harefa; Yudhy Sanjaya; Desetina Harefa; Dewi Lidya Sidabutar; Yusak Hentrias Ferry
APOSTOLOS Vol 1 No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/a.v1i2.22

Abstract

This paper is a theological affirmation of the concept of Christ's redemption in Pentecostal theology. This article aims to answer misconceptions about the concept and results of Christ's atoning work on the cross for believers. The method that the authors use to achieve the objectives in this study is to use a descriptive qualitative approach. Through the process of study and analysis, the writer concludes the following points: First, the redemptive work of Christ is a manifestation of God's grace to sinful humans. Second, Christ's death was the act of paying the penalty for human sin. Third, the terms used in redemption affirm that everyone is free from all the wrath of God. Fourth, Christ's redemptive work reconciles man to God, so that every believer has the assurance of eternal life.
Memahami Tantangan Shadow Teacher di SLB Rumah Kita Kota Batam Ellyzabeth Sinaga; Desetina Harefa; Dewi Lidya S; Riyana Laia; Agatha Pebrian M Naibaho
Devotion: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/devotion.v1i1.1-9

Abstract

Sekolah Luar Biasa Rumah Kita adalah lembaga pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus yang mengalami masalah dalam memperoleh pendidik dan shadow teacher. Kekurangan pendidik dan shadow teacher menjadi permasalahan yang cukup mendesak untuk di selesaikan. Program studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini melaksanakan Tridarma dan roadmap dengan menjalankan PKM berkualitas dengan program PKM yang menjalin kerjasama perguruan tinggi dengan instansi Pendidikan SLB Rumah Kita Batam dengan melakukan pendampingan pembelajaran di SLB Rumah Kita dalam kegiatan menjadi Guru ABK dan dengan Shadow Teacher dengan tujuan pengembangan SDM dengan luaran PKM berbentuk metode penelitian kualitatif deskripsi di Jurnal ilmiah dalam negeri dengan mengacu kepada spritualitas dan science and technology. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ditemukan yaitu peserta PMK yang terdiri dari satu kepala SLB,  dua guru, empat walimurid dan 20 anak berkebutuhan khusus yang dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas SD atau SMPLB dan SMALB, berserta Tim PKM yang berjumlah dua puluh empat yang terdiri dari dua dosen dan dua puluh dua mahasiswa Angkatan II, Angkatan IV PK AUD STT Real Batam. PKM ini memberikan solusi masalah shadow teacher yang dibutuhkan di SLB Rumah Kita Batam menjalankan tugas sebagai pendidik sebanyak dua orang mahasiswa dan shadow teacher sebanyak 13 orang dengan melayani siswa sebanyak 13 anak didik, dengan hasil sangat baik yang diperoleh dari kepuasan pihak SLB Rumah Kita terhadap kinerja mahasiswa dalam pelaksanaan PKM tertuang dalam evaluasi kegiatan PKM, dari hasil evaluasi dapat diambil kesimpulan bahwa PKM yang dilakukan sangat membantu SLB Rumah Kita.
MISIOLOGI DALAM MENGUPAYAKAN KELESTARIAN EKOLOGI Harefa, Desetina; Tantu, Centuria Iwanda; Mamarodia, Laidy Tirsa; Mangawa, Silfrida
Theosebia: Jurnal Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Psikospiritual Vol 1 No 2 (2024): Desember
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/theosebia.v1i2.58

Abstract

Ekologi merupakan suatu masalahs sosial lingkungan atau disebut sebagai kerusakan alam, sehingga Teologi hadirdalam ekologi, guna memberikan suatu pertautan sumbangsi bagimana manusia memandang firman Allah sebagiperintah bahkan tanggungjawab yang diberikan Allah sejak awal mula manusia diciptakan; agar menjaga danmemlihara alam. Disebutlah ekoteologi, agar dari ilmu ini memberikan kesadaran pada manusia untuk tetap berelasidengan ciptaan Allah yang lain. Sehingga terjadilah suatu tatanan keadilan antar ciptaan dan bukan sikapmendenominasi atau antroposentris. Sehingga dari hal ini juga gereja berperan penting guna menyalurkan danmengubah paradigma terhadap cara pandang manusia terhadap alam. Dalam penulisan ini, peneliti menggunakanmetode kualitatif deskriptif juga menggunakan literartur yang mendukung.
SIMBOLISME PEMBERIAN JUBAH KEPADA ANAK DALAM PERJANJIAN LAMA: KAJIAN TEO-PEDAGOGIS ATAS POLA ASUH ORANG TUA Harefa, Desetina; Marpaung, Agus Marulitua
Metanoia Vol 7 No 2 (2025): Metanoia Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v7i2.206

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna simbolik pemberian jubah kepada anak dalam tiga narasi Perjanjian Lama Samuel, Yusuf, dan Tamar dalam kerangka teo-pedagogis, untuk memahami dampaknya terhadap pola asuh orang tua dalam konteks pendidikan Kristen. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis hermeneutika naratif, ditemukan bahwa jubah berfungsi sebagai simbol dedikasi spiritual (Samuel), kasih yang bersifat eksklusif dan menimbulkan konflik (Yusuf), serta martabat yang rusak akibat kegagalan perlindungan keluarga (Tamar). Ketiga narasi ini menunjukkan bahwa tindakan simbolik dalam keluarga memiliki kekuatan membentuk identitas spiritual, emosional, dan sosial anak. Simbol jubah mencerminkan peran orang tua sebagai pelayan kasih, keadilan, dan perlindungan dalam pembentukan karakter anak. Kajian ini memperluas pemahaman pendidikan Kristen dengan mengangkat simbol Alkitab sebagai sarana pembelajaran iman yang membentuk manusia secara utuh. Dengan merefleksikan nilai-nilai ini, pendidikan keluarga Kristen dapat mengembangkan pola asuh yang transformatif dan berakar pada kasih Allah.
Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dalam Perspektif Generasi Alpha: Tantangan dan Peluang di Era Digital Justine Handayani Waruwu; Lyndawaty; Desetina Harefa; Cynthia Renita Wangko; Ricardo Pandapotan Lubis; Jheine Sitompul
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.337

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengembangan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) bagi Generasi Alpha di era digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis berbagai jurnal dan buku yang relevan tentang evaluasi pembelajaran, PAK, dan karakteristik Generasi Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi PAK perlu dikembangkan secara adaptif melalui pemanfaatan media digital, asesmen berbasis proyek, diskusi reflektif, dan gamifikasi pembelajaran. Evaluasi tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan spiritualitas siswa. Penelitian ini menawarkan konsep evaluasi PAK berbasis ruang digital interaktif sebagai upaya menyesuaikan sistem penilaian dengan karakteristik Generasi Alpha di era digital. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan konsep evaluasi PAK berbasis ruang digital interaktif yang tidak hanya menilai aspek kognitif, tetapi juga memantau perkembangan karakter dan spiritualitas siswa Generasi Alpha melalui aktivitas digital yang reflektif dan kolaboratif.
Evaluasi Autentik dalam Pendidikan Agama Kristen sebagai Sarana Pembentukan Iman: Sebuah Kajian Literatur Desetina Harefa; Iwanti Hia; Nuniati Gulo; Men Frius Laoli; Vicky Marulitua Lubis; Basilius Berkat Ulang Tahun Gulo
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): June
Publisher : Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v3i2.140-158

Abstract

Evaluasi autentik dalam Pendidikan Agama Kristen menjadi pendekatan yang relevan karena tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik peserta didik, tetapi juga pada pembentukan iman. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran evaluasi autentik sebagai sarana pembentukan iman dalam konteks Pendidikan Agama Kristen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode kajian literatur dengan memanfaatkan berbagai sumber ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik melalui tahapan identifikasi literatur, pengodean, pengelompokan tema, dan sintesis konseptual. Hasil kajian mengidentifikasi tiga tema utama, yaitu evaluasi autentik sebagai sarana refleksi dan pertumbuhan iman, implementasinya melalui aktivitas pembelajaran yang kontekstual dan partisipatif, serta tantangan dalam menilai perkembangan spiritual peserta didik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa evaluasi autentik tidak hanya berfungsi sebagai instrumen penilaian hasil belajar, tetapi juga sebagai pendekatan pedagogis yang membantu peserta didik menginternalisasi nilai-nilai Kristiani dan merefleksikan pengalaman iman dalam kehidupan sehari-hari. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan pemahaman bahwa evaluasi autentik merupakan bagian integral dari proses pembentukan iman dalam Pendidikan Agama Kristen, bukan sekadar alat ukur pencapaian akademik.
Memahami Tantangan Shadow Teacher di SLB Rumah Kita Kota Batam Ellyzabeth Sinaga; Desetina Harefa; Dewi Lidya S; Riyana Laia; Agatha Pebrian M Naibaho
Devotion: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/devotion.v1i1.1-9

Abstract

Sekolah Luar Biasa Rumah Kita adalah lembaga pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus yang mengalami masalah dalam memperoleh pendidik dan shadow teacher. Kekurangan pendidik dan shadow teacher menjadi permasalahan yang cukup mendesak untuk di selesaikan. Program studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini melaksanakan Tridarma dan roadmap dengan menjalankan PKM berkualitas dengan program PKM yang menjalin kerjasama perguruan tinggi dengan instansi Pendidikan SLB Rumah Kita Batam dengan melakukan pendampingan pembelajaran di SLB Rumah Kita dalam kegiatan menjadi Guru ABK dan dengan Shadow Teacher dengan tujuan pengembangan SDM dengan luaran PKM berbentuk metode penelitian kualitatif deskripsi di Jurnal ilmiah dalam negeri dengan mengacu kepada spritualitas dan science and technology. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ditemukan yaitu peserta PMK yang terdiri dari satu kepala SLB,  dua guru, empat walimurid dan 20 anak berkebutuhan khusus yang dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas SD atau SMPLB dan SMALB, berserta Tim PKM yang berjumlah dua puluh empat yang terdiri dari dua dosen dan dua puluh dua mahasiswa Angkatan II, Angkatan IV PK AUD STT Real Batam. PKM ini memberikan solusi masalah shadow teacher yang dibutuhkan di SLB Rumah Kita Batam menjalankan tugas sebagai pendidik sebanyak dua orang mahasiswa dan shadow teacher sebanyak 13 orang dengan melayani siswa sebanyak 13 anak didik, dengan hasil sangat baik yang diperoleh dari kepuasan pihak SLB Rumah Kita terhadap kinerja mahasiswa dalam pelaksanaan PKM tertuang dalam evaluasi kegiatan PKM, dari hasil evaluasi dapat diambil kesimpulan bahwa PKM yang dilakukan sangat membantu SLB Rumah Kita.