Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

STRATEGI MANAJEMEN SEKOLAH DASAR DALAM MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN Kusuma, Adevia Indah
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 4, No 1: Desember 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.895 KB) | DOI: 10.26555/jpsd.v4i1.a9590

Abstract

Semangat dan jiwa kewirausahaan muncul melalui sebuah proses yang panjang, terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman atau tidak terbiasa berada di lingkungan yang menunjang tumbuhnya semangat dan jiwa kewirausahaan tersebut. Seringkali lembaga pendidikan hanya menghasilkan peserta didik yang terampil namun tidak memiliki jiwa kewirausahaan, sehingga pada akhirnya peserta didik terbentuk sebagai tenaga siap bekerja bukan pencipta lapangan pekerjaan. Jauh sebelumnya, pada proses penanaman jiwa kewirausahaan melalui pendidikan, terdapat proses pembentukan jiwa kewirausahaan yaitu melalui proses pembelajaran dan pembiasaan diri sebagai pencetus karakter di kemudian hari. Dalam hal ini, Sekolah Dasar (SD) sebagai pintu wajib belajar pendidikan pertama bagi anak tentunya memiliki peranan yang penting. Secara eksplisit, di jenjang pendidikan SD tidak ada kewajiban untuk mempelajari kewirausahaan. Namun, jika dihubungkan dengan kebutuhan, harapan dan dukungan pemerintah terhadap tumbuhnya jiwa kewirausahaan melalui pendidikan, maka hal ini layaknya perlu mendapatkan perhatian lebih. Berikut dijabarkan beberapa strategi yang dapat dilakukan manajemen dalam upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan di lingkungan SD yaitu melalui kegiatan market week¸ kegiatan field trip pasar tradisional dan pasar modern, ekskul berbasis kewirausahaan, pengembangan perangkat pembelajaran, pengadaan lab kewirausahaan, penataan suasana sekolah untuk penanaman nilai-nilai kewirausahaan, pelatihan berbasis kewirausahaan yang berkesinambungan bagi tenaga pendidik, dan pemberian penghargaan.
Strategi Manajemen Sekolah Dasar Dalam Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Kusuma, Adevia Indah
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 4, No 2: Agustus 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jpsd.v4i2.7008

Abstract

Semangat dan jiwa kewirausahaan muncul melalui sebuah proses yang panjang, terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman atau tidak terbiasa berada di lingkungan yang menunjang tumbuhnya semangat dan jiwa kewirausahaan tersebut. Seringkali lembaga pendidikan hanya menghasilkan peserta didik yang terampil namun tidak memiliki jiwa kewirausahaan, sehingga pada akhirnya peserta didik terbentuk sebagai tenaga siap bekerja bukan pencipta lapangan pekerjaan. Jauh sebelumnya, pada proses penanaman jiwa kewirausahaan melalui pendidikan, terdapat proses pembentukan jiwa kewirausahaan yaitu melalui proses pembelajaran dan pembiasaan diri sebagai pencetus karakter di kemudian hari. Dalam hal ini, Sekolah Dasar (SD) sebagai pintu wajib belajar pendidikan pertama bagi anak tentunya memiliki peranan yang penting. Secara eksplisit, di jenjang pendidikan SD tidak ada kewajiban untuk mempelajari kewirausahaan. Namun, jika dihubungkan dengan kebutuhan, harapan dan dukungan pemerintah terhadap tumbuhnya jiwa kewirausahaan melalui pendidikan, maka hal ini layaknya perlu mendapatkan perhatian lebih. Berikut dijabarkan beberapa strategi yang dapat dilakukan manajemen dalam upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan di lingkungan SD yaitu melalui kegiatan market week¸ kegiatan field trip pasar tradisional dan pasar modern, ekskul berbasis kewirausahaan, pengembangan perangkat pembelajaran, pengadaan lab kewirausahaan, penataan suasana sekolah untuk penanaman nilai-nilai kewirausahaan, pelatihan berbasis kewirausahaan yang berkesinambungan bagi tenaga pendidik, dan pemberian penghargaan.
Pengembangan E-Work Team Berbantuan Telegram Berbasis Blended Learning Mata Kuliah Kewirausahaan Pramesti, Diana; Kusuma, Adevia Indah
Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpe.v12i2.29098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan e-work team berbantuan telegram berbasis blended learning sebagai bahan ajar mata kuliah kewirausahaan. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian pengembagnan dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahapan yaitu: 1) analysis; 2) design; 3) development; 4) implementation; dan 5) evaluation. Subjek uji coba penelitian ini adalah mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket kelayakan produk yang dinilai oleh ahli materi dan media, serta angket penilaian respon pengguna ditinjau dari aspek materi dan media. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa e-work team berbantuan telegram berbasis blended learning layak digunakan sebagai bahan ajar dan media pembelaran untuk mata kuliah kewirausahaan. Hasil uji coba produk ditinjau dari aspek materi sebesar 88,4% dalam kategori sangat baik dan aspek media sebesar 88,3% dalam kategori sangat baik. Ditinjau dari hasil tersebut terbukti bahwa produk yang dikembangkan layak digunakan untuk mendukung pembelajaran kewirausahaan.
STRATEGI MANAJEMEN SEKOLAH DASAR DALAM MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN Adevia Indah Kusuma
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 4, No 2: Agustus 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.895 KB) | DOI: 10.26555/jpsd.v4i2.9590

Abstract

Semangat dan jiwa kewirausahaan muncul melalui sebuah proses yang panjang, terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman atau tidak terbiasa berada di lingkungan yang menunjang tumbuhnya semangat dan jiwa kewirausahaan tersebut. Seringkali lembaga pendidikan hanya menghasilkan peserta didik yang terampil namun tidak memiliki jiwa kewirausahaan, sehingga pada akhirnya peserta didik terbentuk sebagai tenaga siap bekerja bukan pencipta lapangan pekerjaan. Jauh sebelumnya, pada proses penanaman jiwa kewirausahaan melalui pendidikan, terdapat proses pembentukan jiwa kewirausahaan yaitu melalui proses pembelajaran dan pembiasaan diri sebagai pencetus karakter di kemudian hari. Dalam hal ini, Sekolah Dasar (SD) sebagai pintu wajib belajar pendidikan pertama bagi anak tentunya memiliki peranan yang penting. Secara eksplisit, di jenjang pendidikan SD tidak ada kewajiban untuk mempelajari kewirausahaan. Namun, jika dihubungkan dengan kebutuhan, harapan dan dukungan pemerintah terhadap tumbuhnya jiwa kewirausahaan melalui pendidikan, maka hal ini layaknya perlu mendapatkan perhatian lebih. Berikut dijabarkan beberapa strategi yang dapat dilakukan manajemen dalam upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan di lingkungan SD yaitu melalui kegiatan market week¸ kegiatan field trip pasar tradisional dan pasar modern, ekskul berbasis kewirausahaan, pengembangan perangkat pembelajaran, pengadaan lab kewirausahaan, penataan suasana sekolah untuk penanaman nilai-nilai kewirausahaan, pelatihan berbasis kewirausahaan yang berkesinambungan bagi tenaga pendidik, dan pemberian penghargaan.
IMPLEMENTASI NILAI KEWIRAUSAHAAN JENJANG SEKOLAH DASAR PADA SEKOLAH MITRA STKIP MUHAMMADIYAH BANGKA BELITUNG DI KECAMATAN GABEK KOTA PANGKALPINANG Diana Pramesti; Adevia Indah Kusuma
Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.569 KB) | DOI: 10.21831/jep.v17i1.29256

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi nilai kewirausahaan jenjang sekolah dasar. Subjek penelitian adalah sekolah mitra STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung yang berjumlah 5 sekolah dasar di kecamatan Gabek, Pangkalpinang. Setiap sekolah diambil 9 orang responden terdiri atas 5 orang siswa, 1 Kepala Sekolah, 1 guru kelas, 1 pembina ekstrakurikuler dan 1 orang bagian kurikulum. Teknik analisis datanya menggunakan langkah reduksi data, display data dan menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai mandiri, nilai berani mengambil resiko dan nilai kreatif dengan skor tertinggi berturut 74,17%, 74,56% dan 85% pada SD Negeri 10. Skor tertinggi  untuk nilai kerja keras terlihat pada SD Negeri 6, dan skor berorientasi tindakan tertinggi 84,16% pada SD Negeri 62. Nilai kepemimpinan tertinggi dengan skor 80,83% pada SD Negeri 22. Kesimpulannya adalah nilai-nilai kewirausahaan telah terimplementasi secara baik di beberapa sekolah meskipun belum membuat program terkait penanaman nilai kewirausahaan secara khusus.  Abstract: This research is a qualitative descriptive study. The purpose of this study was to determine the implementation of entrepreneurship values at the elementary school level. The subjects of the study were the partner schools of STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung, amounting to 5 elementary schools in Gabek sub-district, Pangkalpinang. Each school was taken nine respondents consisting of 5 students, 1 School Principal, 1 class teacher, one extracurricular coach and one curriculum section person. The data analysis technique uses the steps of data reduction; data display and concluding / verification. The results showed that the implementation of the independent value, the value of risk-taking and artistic value with the highest scores respectively 74.17%, 74.56% and 85% in the 10th Elementary School. The highest score for the hard work value was seen in the 6th Elementary School and the score action-oriented highest 84.16% in the 62nd Elementary School. The highest leadership value with a score of 80.83% in 22th Elementary School. The conclusion is that entrepreneurial values have been implemented well in several schools, even though they have not made programs related to the inculcation of entrepreneurial values specifically.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MELALUI PELATIHAN TEACHERPRENEUR BERBASIS DIGITAL PROFILE BUILDER Adevia Indah Kusuma; Winda Purnama Sari; Agci Hikmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.66 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5279

Abstract

Abstrak: Pelatihan teacherprenuer berbasis digital profile builder bertujuan untuk memberikan pengalaman dan mengembangkan kompetensi diri guru dan tenaga kependidikan melalui kegiatan yang telah disajikan serta direlevansikan dengan nilai potensi diri, kearifan lokal, serta pengoptimalan teknologi sebagai media penyimpanan data diri secara digital. Kegiatan pelatihan memfasilitasi peserta untuk mengubah mindset tantangan global menjadi peluang melalui optimalisasi ICT, mengembangkan kemampuan pendukung agar dapat diimplementasikan dalam ekosistem pendidikan serta masyarakat luas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pelatihan yang mengimplementasikan mixed method khususnya diskusi, praktik, penugasan, presentasi, dan evaluasi. Jumlah peserta yang registrasi sebanyak 131 peserta terdiri dari guru dan tenaga kependidikan SD dan SMP di kota Pangkalpinang. Tahapan pelaksanaan kegiatan ini terdiri atas: tahapan persiapan, pelaksanaan, analisis, dan evaluasi. Berdasarkan hasil kegiatan diketahui bahwa kegiatan pelatihan berhasil memberikan pengetahuan, pengalaman dan mengembangkan potensi dirinya. Hal ini terbukti bahwa 76 peserta berada pada kategori baik dan mampu menyelesaikan kegiatan hingga selesai. Abstract: Teacherpreneur training based on digital profile builder aimed to provide experience and develop self-competence teacher and education personnel through activities. The activities has a correlation with the personal potential, local culture and optimizing technology as a medium for storing personal data digitally. The participants to change the mindset of global challenges into opportunities through optimizing ICT, developing supporting capabilities that could be implemented in education ecosystem and society. The activities method implements mixed methods, especially discussion, practice, assignment, presentation, and evaluation. The number of participants who registered was 131 teachers and education personnel from elementary to junior high school in the city of Pangkalpinang. The stages of implementing this activity consist of preparation, implementation, analyze, and evaluation stages. Based on the results of the activities, it is known that the training activities succeeded in providing knowledge, experience and developing their potential. It was proven that 76 participants were in a good category and were able to complete the activity to completion.
DESAIN PROGRAM PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN TERINTEGRASI PEMBELAJARAN TEMATIK Adevia Indah Kusuma; Agci Hikmawati
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 12, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v12i2.4974

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian R&D dengan model ADDIE ini adalah untuk mendesain program pendidikan kewirausahaan terintegrasi pembelajaran tematik kelas tinggi di Sekolah Dasar dengan 2 tahapan Tahapan mendesain dan kegiatannya dimulai dengan melakukan analisis kebutuhan melalui wawancara, observasi lingkungan sekolah, analisis kurikulum, silabus kelas tinggi, profil sekolah, program kerja sekolah, analisis indikator nilai kewirausahaan, serta teori penyusunan program sekolah. Berdasarkan hasil analisis, tahap selanjutnya adalah mendesain program. Program pendidikan kewirausahaan ini menerapkan unsur manajemen strategis dalam upaya mencapai hasil akhir yang diharapkan. Komponen desain program terdiri atas profil sekolah, program kerja sekolah, kemitraan, proyek hasil belajar, indikator penilaian, dan kolaborasi mata pelajaran. Kegiatan penelitian ini berlokasi di SD Negeri 6, SD Negeri 15, SD Negeri 20, SD Negeri 30, dan SD Negeri 38 Pangkalpinang.Abstract: The purpose of this study is to design an integrated entrepreneurship education program for high-grade thematic learning in elementary schools. The stages of development and activities begin with conducting a needs analysis through interviews, observation of the school environment, curriculum analysis, high grade syllabus, school profiles, school work programs, analysis of indicators of entrepreneurship values, and theory of school programming. Based on the results of the analysis, the next step is to design the program. This entrepreneurship education program applies elements of strategic management in an effort to achieve the expected final results. The program design component consists of school profiles, school work programs, partnerships, learning outcomes projects, assessment indicators, and subject collaboration.
Teacherpreneur Learning Model: Model Pembelajaran Kewirausahaan Berbasis Quantum Learning Adevia Indah Kusuma; Diana Pramesti
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 6 (2021): December Pages 3500-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.768 KB) | DOI: 10.31004/edukatif.v3i6.1572

Abstract

Berdasarkan analisis kebutuhan dilakukannya pengembangan maka tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model pembelajaran kewirausahaan berbasis quantum learning untuk menghasilkan karakter guru berjiwa kewirausahaan yang disebut dengan Teacherpreneur. Metode penelitian yang digunakan adalah langkah pengembangan ADDIE. Subjek penelitian terdiri dari validator dan respon pengguna. Model pembelajaran kewirausahaan berbasis Quantum Learning ini diberi nama Teacherpreneur Learning Model (TLM) dengan tujuh sintak (Potential, Intuitive, Conceptual, Management, Sustainable, Collaborative, dan Sharing and Caring) dilengkapi indikatornya. Berdasarkan hasil ujicoba kelayakan dan respon pengguna diketahui bahwa model TLM layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil observasi menggambarkan bahwa mahasiswa mampu mengikuti sintak yang diinstruksikan serta menghasilkan kepercayaan diri terhadap kemampuannya.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE TEAM QUIZ PADA TEMA 4 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1 KELAS IV SD NEGER 20 PANGKALPINANG Trisna Amelia Putri; Adevia Indah Kusuma; Agci Hikmawati
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 4: Februari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.468 KB)

Abstract

Latarbelakangi penelitian ini oleh siswa yang bersikap pasif dan tidak antusias mengikuti pembelajaran sehingga mempengaruhi hasil belajarnya khususnya pada pembelajaran IPS dan IPA, mereka akan aktif bila diberikan tugas atau diminta oleh guru. Tujuan penelitian dapat meningkatkan..hasil..belajar.siswa.menggunakan.metode..team..quiz.pada..tema.4..subtema..1pembelajaran.1..kelas..IV.SD..Negeri.20 Pangkalpinang. Penelitian ini adalah penelitian..kuantitatif..dengan desain..pre-experimental..design yang jenisnya pretest-posttest..design. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan sampling purposive. Subjek adalah kelas IV A SD Negeri 20 Pangkalpinang yang terdiri dari 38 siswa ini dibagi menjadi dua kelompok dengan ordinal..pairing. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu tes pilihan ganda yang terdiri atas 20 soal, observasi aktivitas siswa dan dokumentasi siswa. Hasil..perhitungan menggunakan uji..polled..varian..menunjukkan nilai sebagai berikut: thitung = 6,540 > ttabel = 2,028. Hasil N-Gain kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu 0,704 > 0,311. Maka..disimpulkan..dapat.menggunakan.metode..team..quiz.pada..tema
Pengembangan video animasi pembelajaran matematika berbasis nilai-nilai kewirausahaan di sekolah dasar Rilia Ayuni; Romadon Romadon; Adevia Indah Kusuma
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 8 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v8i2.19462

Abstract

Increasing entrepreneurial values in practice needs to be supported by good learning media. This project is intended to create animated video media for learning mathematics based on entrepreneurial principles for second graders of elementary school. The research employed Research and Development (R&D) develoipmental model by using the ADDIE method. Two media experts, two material experts, and one linguist expert served as the research subjects. User responses from the results of the implementation consisted of 2nd grade homeroom teachers and 38 students in 2nd grade of SD Negeri 8 Air Gegas in South Bangka. The data collection method employed questionnaires and observation as the instrument of the research. An average rating of 90.2% from media professionals was reached after considering the opinions of material specialists, linguists, and media experts. Based on the assessment of media experts, material experts, and linguists, an average percentage of media experts' assessment of 90.2% with very appropriate criteria, 82.5% of material experts with very feasible criteria, and 88.4% of linguists with very feasible criteria was obtained. Based on the responses of students and teachers, it was obtained an average percentage of students' assessment of 95% with very practical criteria and 89.4% of teachers with very practical criteria. While the results of the post test obtained an average percentage of 86.2% with very effective criteria. This research drew the conclusion that the media produced using the Animaker software is very feasible and practical to be implemented in learning and is effective in efforts to increase entrepreneurial values in students. The research suggested that the media can be used by teachers in the learning process by paying attention to other supporting facilities, while in further research to be able to measure the implementation of this media over a longer period of time using learning outcomes instruments.