Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

A Fuzzy-Based Spatial Condition Detection System Using Square Area Mapping to Support The Mobility of Individuals with Visual Impairments Tata Supriyadi; Ridwan Solihin; Endang Habinuddin; Sudrajat Sudrajat; TB Utomo; Budi Setiadi; Ramdhan Nugraha
International Journal of Engineering Continuity Vol. 4 No. 1 (2025): ijec
Publisher : Sultan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58291/ijec.v4i1.395

Abstract

This research developed, designed, and implemented a cane prototype with the ability to identify spatial conditions, which can help the mobility of blind people in the form of decision information on choosing a path that is free from obstacles. The electronic space sensing system uses ultrasonic-type non-contact/non-visual sensors. Ultrasonic sensors are installed at three points: left, front, and right (L, F, R) of the stick. When the stick swings left-right or vice versa, each sensor will produce an array of distance data and then average it. The average distance of each point is calculated by the Left Side Square Area (LSSA) and Right Side Square Area (RSSA). The LSSA and RSSA values ​​are used as fuzzy input, a fuzzy inference process is carried out using a rule base, and defuzzification is used for decision output on the microcontroller. The system translates the decision results into sound (beep) and vibration information for the user. The results of the second experiment with blind people in two different scenarios show that the system can be an effective support during mobility in the hall and is a feasible prototype for training blind people with new O&M techniques towards the use of travel aids.
Antena susun 4 elemen bentuk V dengan teknik pencatuan proximity coupled pada frekuensi S-band Hanny Madiawati; Melva Aura Oktaviani; Endang Habinuddin
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 6 No. 1: March 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/jitel.v6.i1.2026.79-90

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi nirkabel memacu kebutuhan akan antena mikrostrip yang efisien dan berkinerja tinggi, khususnya dalam hal gain dan bandwidth. Namun, pada desain konvensional seringkali memiliki keterbatasan pada kedua parameter tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan merealisasikan antena susun 4 elemen dengan teknik pencatuan proximity coupled yang mampu memenuhi spesifikasi teknis seperti bandwidth lebih dari 300 MHz, gain lebih dari 9 dBi dan pola radiasi unidirectional. Antena dirancangan untuk bekerja pada pita frekuensi S-Band, yang umumnya digunakan dalam aplikasi radar coastal. Perancangan menggunakan struktur patch berbetuk pola V yang dikombinasikan dengan konfigurasi teknik susun serta teknik pencatuan proximity coupled untuk menigkatkan bandwidth dan gain. Substrat yang digunakan adalah FR-4 dengn konstanta dielektrik 4,3 dan loss tangent 0,02. Hasil simulasi menunjukkan bahwa antena menghasilkan bandwidth sebesar 360 MHz, gain 9,21 dBi, dan return loss sebesar 19,41 dB dengan pola radiasi unidirectional. Sementara itu, hasil pengukuran pada antena yang direalisasikan menunjukan peningkatan performa bandwidth sebesar 550 MHz, gain 10,94 dBi, dan return loss sebesar 21,37 dB. Peningkatan kinerja antena mencapai 52,78% untuk bandwidth dan 18,91% untuk gain. Dengan performa tersebut, antena yang dirancang telah memenuhi spesifikasi teknis.
Meningkatkan Produktivitas Budidaya Jamur Tiram dengan Sistem Kendali Endang Sukarna; Sofy Fitriani; Mina Naidah Gani; Endang Habinuddin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13472

Abstract

Budidaya jamur tiram merupakan salah satu usaha pangan yang berpeluang dikembangkan karena kebutuhan masyarakat terhadap sumber protein dan pangan bernilai ekonomi terus meningkat. Permasalahan yang dihadapi Kelompok Petani dan Peternak Bina Tani di Kabupaten Cianjur adalah pemeliharaan baglog yang masih dilakukan secara konvensional sehingga perubahan temperatur dan kelembapan kumbung tidak dapat diatasi dengan baik. Penelitian terapan ini bertujuan mengevaluasi penerapan sistem kendali temperatur dan kelembapan pada budidaya jamur tiram serta keberhasilan operasional budidaya setelah teknologi diterapkan. Metode yang digunakan adalah pendekatan rekayasa terapan dan evaluasi deskriptif kuantitatif melalui penyuluhan, pembuatan kumbung, implementasi sistem kendali, pendampingan, dan pemantauan. Kumbung berukuran 6 × 3 m dilengkapi 12 rak tiga tingkat dengan kapasitas lebih dari 1.000 baglog. Sistem dirancang mempertahankan temperatur 23-28°C dan kelembapan 75-85% menggunakan kipas, pemanas, dan pompa pengabut, sedangkan pH media 5,0-6,5 diperiksa secara manual. Pemantauan dilakukan selama enam minggu terhadap 1.000 baglog. Uji respons menunjukkan kipas aktif pada temperatur 32°C dan pompa penyemprot aktif pada kelembapan 50-60%, sedangkan pada 85% pompa berhenti. Jumlah baglog yang menghasilkan meningkat dari 150 pada minggu ketiga menjadi 870 pada minggu keempat dan 998 pada minggu kelima serta keenam, atau mencapai 99,8% dari total baglog. Hasil menunjukkan bahwa sistem kendali dapat mendukung kestabilan kondisi kumbung dan keberhasilan budidaya. Namun, pengukuran produktivitas berbasis berat panen per baglog masih diperlukan untuk membuktikan peningkatan hasil secara langsung.