Manurung, Adinda Nurul Huda
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH ETILEN APEL DAN DAUN MANGGA PADA PEMATANGAN BUAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca formatypica) Inti Mulyo Arti; Adinda Nurul Huda Manurung
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2018.v2i2.2514

Abstract

Produk hortikultura menghasilkan etilen untuk dimanfaatkan dalam berbagai proses pada fase pemasakan dan pematangan buah. Fase pematangan buah terjadi pada akhir fase perkembangan buah saat masih berada di pohon dan awal fase penuaan buah setelah proses pemanenan. Keberadaan etilen perlu dikendalikan agar buah tetap segar dan layak konsumsi. Gas etilen memiliki peran besar terhadap proses kematangan (maturation) dan pemasakan (ripening) pada buah klimaterik seperti buah apel, pisang dan mangga. Etilen dapat ditemukan pada organ-organ tumbuhan termasuk daun, batang, buah dan akar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh etilen yang dihasilkan oleh apel merah dan daun mangga kering terhadap susut bobot dan warna dari pisang kepok setelah dipanen. Hasil menunjukkan bahwa etilen pada apel merah memberikan pengaruh yang lebih baik pada susut bobot dan warna yang merata pada pisang kepok dibandingkan dengan etilen dari daun mangga kering dan kontrol. Pisang kepok yang disimpan dengan daun mangga kering menghasilkan kenaikan susut bobot tertinggi dengan kenampakan fisik pisang busuk, yang ditandai dengan warna coklat menghitam pada bagian pangkal pisang dan warna kuning yang kurang merata pada kulit buah pisang.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L) PADA KOMBINASI MEDIA TANAM YANG BERBEDA Ratih Kurniasih; Adinda Nurul Huda Manurung; Evan Purnama Ramdan; Paranita Asnur
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2022.v6i2.6885

Abstract

Bawang merah merupakan komoditi penting Indonesia yang membutuhkan media yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan umbi bawang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pertumbuhan dan produksi bawang merah pada berbagai kombinasi media yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober – Desember 2018 di rumah kaca kampus F6, Universitas Gunadarma, Depok, Jawa Barat. Penelitian disusun dalam rancangan acak kelompok dengan perlakuan kombinasi media tanam yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dan 10 ulangan. Perlakuan merupakan kombinasi media tanam dengan perbandingan volume, yaitu: P0 = tanah; P1 = tanah: arang sekam: cocopeat (2:1:1); P2 = tanah: cocopeat: pupuk kandang sapi (2:1:1); P3          = tanah: arang sekam: pupuk kandang sapi (2:1:1); P4 = tanah: cocopeat: pupuk kandang kambing (2:1:1); dan P5 = tanah: Arang Sekam: pupuk kandang kambing (2:1:1). Kombinasi media tanam berpengaruh nyata pada tinggi tanaman bawang merah umur 6, 8 dan 10 MST, jumlah daun umur 4, 6, 8 dan 10 MST, bobot basah tanaman dan bobot kering umbi. Perlakuan kombinasi media terbaik adalah P3 (tanah: arang sekam: pupuk kandang sapi (2:1:1), yang menghasilkan produksi bobot kering umbi terbaik.
PENGARUH BIOURIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN SERAPAN HARA NITROGEN TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) Julio Aria Nugraha; Ratih Kurniasih; Adinda Nurul Huda Manurung
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 8, No 2 (2022): December 2022
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v8i2.7222

Abstract

Biourin kelinci merupakan salah satu jenis bahan organik yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi tanaman. Biourin kelinci memiliki kandungan nitrogen (N) yang tinggi. Penggunaan biourin kelinci dapat menjadi salah satu solusi pengganti bahan anorganik dalam budidaya sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh biourin kelinci terhadap pertumbuhan, produksi dan serapan hara nitrogen tanaman pakcoy (Brassica Rapa L). Penelitian dilakukan di greenhouse Kampus F7 Universitas Gunadarma dari bulan Maret hingga bulan Mei 2021. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 5 perlakuan yaitu kontrol (P0), 30 ml biourin kelinci (P1), 40 ml biourin kelinci (P2), 50 ml biourin kelinci (P3), dan 60 ml biourin kelinci (P4). Percobaan dilakukan dengan 5 ulangan dan masing-masing perlakuan terdapat 4 sampel tanaman.Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian biourin kelinci berpengaruh nyata pada parameter bobot segar tajuk, dan tidak berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot kering, dan serapan hara nitrogen tanaman. Dosis terbaik untuk pemberian urin kelinci pada pakcoy adalah 50ml (P3).
KARAKTERISTIK FISIK DAGING SAPI HAS DALAM PADA PERENDAMAN BERBAGAI BAGIAN BUAH NANAS Inti Mulyo Arti; Adinda Nurul Huda; Evan Yonda Pratama
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2019): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v2i2.40798

Abstract

The purpose of this study was to determine changes in physical characteristics in tenderloin beef due to soaking in various parts of pineapple with different soaking times. The portion of pineapple that is used includes the meat, middle weevil, bark and leaves. The treatment of beef has inside without soaking pineapple was stated as control. The measured variables are pH, weight and temperature of beef has in. Observations were carried out for 0, 10, 20, 30, 40, 50 to 60 minutes soaking. The results showed that beef has been deep for 60 minutes soaking with the juice of the pineapple fruit changes in pH, weight and temperature. The pH value of meat on soaking meat, tubers and pineapple leaves is relatively the same. The weight of pineapple flesh increases along with the immersion of the pineapple juice. The temperature of beef has decreased in except for soaking with tuber juice and pineapple meat.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SAWI PAGODA (Brassica narinosa (L.H.Bailey) Hanelt) DENGAN PENGATURAN KONSENTRASI NUTRISI PADA SISTEM DFT (DEEP FLOW TECHNIQUE) Amanda, Cita Emasiana; Manurung, Adinda Nurul Huda; Kanny, Putri Irene
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2023.v7i2.9785

Abstract

Sawi pagoda (Brassica narinosa (L.H.Bailey) Hanelt) merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari karena mengandung banyak nutrisi dan antioksidan. Salah satu permasalahan dalam hidroponik yaitu konsentrasi ion dalam larutan nutrisi berubah seiring dengan berjalannya waktu yang menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi. Hal ini dapat diatasi dengan pengaturan konsentrasi nutrisi AB-mix untuk mengontrol konsentrasi larutan nutrisi sesuai kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengaturan konsentrasi nutrisi terhadap pertumbuhan dan produksi sawi pagoda pada sistem DFT (Deep Flow Technique). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan perlakuan berupa pengaturan konsentrasi nutrisi yang terdiri dari dua taraf, yaitu pengaturan nutrisi setiap tujuh hari dan pengaturan nutrisi setiap hari. Percobaan diulang sebanyak 12 kali, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri atas tiga sampel tanaman, sehingga terdapat 72 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan konsentrasi nutrisi memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah daun, luas daun, bobot basah tajuk dan total, bobot kering tajuk dan total, serta rasio tajuk akar. Pengaturan konsentrasi nutrisi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, bobot basah akar, dan bobot kering akar. Pengaturan konsentrasi nutrisi setiap hari menunjukkan hasil produksi yang lebih baik jika dibandingkan dengan pengaturan konsentrasi nutrisi setiap tujuh hari.
Growth and production of cat's whiskers plant biomass (Orthosiphon aristatus Bl. Miq.) In various accessions and harvest intervals Figono, Adinda Putri; Budiman, Budiman; Huda, Adinda Nurul
International Journal on Food, Agriculture and Natural Resources VOL 5, NO 2 (2024): IJ-FANRES
Publisher : Food, Agriculture and Natural Resources - NETWORKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46676/ij-fanres.v5i2.254

Abstract

Cat's whiskers plant is an ornamental plant used as a medicinal plant. The part of the cat's whiskers plant used is leaves. Accessions and harvest intervals are essential for increasing optimal yields to plant biomass growth and results. This study aims to determine the effect of differences in accession, intervals, and interactions between accession differences and intervals on the growth and production of a cat's whiskers biomass. The design used in this study is a complete group design of being randomized with two treatment factors. The first factor has two treatment levels: white flowering accessions (A1) and purple flowering accessions (A2). The second factor is a harvest interval with four treatment levels, namely a 1-week harvest interval (P1), two weeks (P2), three weeks (P3), and six weeks (P4). The results showed that accession treatment significantly affected the number of books, number of branches, flowering ages, leaf fresh weight, leaf dry weight, and leaf simplicia yields. Harvest interval treatment significantly affects the height of the shoots, number of shoots, number of branches, number of leaves, flowering ages, leaf fresh weight, stem fresh weight, flower fresh weight, leaf dry weight, stem dry weight, flower dry weight, and leaf simplicia yield. Accession interactions with harvest intervals significantly affect the height of the shoots, number of shoots, number of branches, number of leaves, flower fresh weight, stem dry weight, and leaf simplicia yields.
EFISIENSI PENGGUNAAN RADIASI MATAHARI DAN PARTISI BAHAN KERING BIBIT KELAPA SAWIT PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK NITROGEN DAN FOSFOR Adinda Nurul Huda Manurung; Suwarto Suwarto; Sudirman Yahya; Budi Nugroho
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.7228

Abstract

Peningkatan produktivitas kelapa sawit dapat dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan cahaya matahari dan partisi bahan kering. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh berbagai dosis pemupukan N dan P terhadap efisiensi penggunaan cahaya matahari dan partisi karbohidrat bibit kelapa sawit di pembibitan utama. Penelitian dilakukan di kebun percobaan leuwikopo IPB, Bogor pada bulan April 2021 sampai dengan Januari 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan lima ulangan yang terdiri atas 2 percobaan terpisah. Percobaan I terdiri atas lima taraf perlakuan pemupukan N (0%, 50%, 100%, 150%, dan 200%). Percobaan II terdiri atas lima taraf perlakuan pemupukan P (0%, 50%, 100%, 150%, dan 200%). Pemberian pupuk N dan P menyebabkan perbedaan pada nilai LUE dan partisi bibit kelapa sawit. Nilai LUE bibit kelapa sawit umur 3-6, 6-9 dan 9-12 bulan adalah 0,97 g MJ-1, 0,69 g MJ-1 dan 1,21 g MJ-1. Partisi bahan kering akar, petiole dan daun pada umur 6 bulan adalah 26%, 29%, 45%. Partisi bahan kering akar, petiole dan daun pada umur 9 bulan adalah 26%, 32%, 42%. Partisi bahan kering akar, petiole dan daun pada umur 12 bulan adalah 30%, 33%, 37%.
EFISIENSI PENGGUNAAN RADIASI MATAHARI DAN PARTISI BAHAN KERING BIBIT KELAPA SAWIT PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK KALIUM DAN MAGNESIUM Adinda Nurul Huda Manurung; Suwarto Suwarto; Sudirman Yahya; Budi Nugroho
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i4.7864

Abstract

Optimization of radiation and dry matter partitioning is carried out to increase oil palm productivity. This study aimed to study the effect of various doses of K and Mg fertilization on the radiation use efficiency (RUE) and carbohydrate partitioning of oil palm seedlings in the main nursery. The study was conducted at the Leuwikopo IPB experimental garden, Bogor, from April 2021 to January 2022. The study used a non-factorial Randomized Block Design with five replications of 2 separate experiments. Experiment I consisted of five levels of K fertilization treatment (0%, 50%, 100%, 150%, and 200%). Experiment II consisted of five levels of Mg fertilization treatment (0%, 50%, 100%, 150%, and 200%). Differences in K and Mg fertilizer doses caused variations in dry weight, Leaf area index (LAI), RUE, and partitioning of oil palm seedlings. The best RUE value of oil palm seedlings during the main nursery was obtained in the K2 treatment (100% K dose), 1.24 g MJ-1, and M2 (100% Mg dose), 0.94 g MJ-1. Fluctuations in the partition of dry matter of roots, petioles, and leaves due to differences in K fertilization doses were 0.08-0.29%, 0.39-0.42%, and 0.31-0.50%. Fluctuations in the partition of dry matter of roots, petioles, and leaves due to differences in Mg fertilization doses were 0.04-0.16%, 0.40-0.50%, and 0.34-0.56%.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA KERITING (Lactuca sativa L.) PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN NPK Firmansyah, Firmansyah; Daryanto, Ady; Manurung, Adinda Nurul Huda; Kurniasih, Ratih
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i1.13924

Abstract

Selada merupakan dalam komoditi hortikultura unggul yang mengandung gizi dan mineral yang tinggi. Tujuan studi ini adalah untuk mengevaluasi pemberian pupuk organik cair (POC) dan pupuk NPK terhadap parameter pertumbuhan dan produksi selada keriting. Percobaan ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktorialmenggunakan dua faktor, yaitu konsentrasi POC (0, 2, 4, dan 6 ml L-1) dan dosis NPK (0, 3, 6, serta 9 g L-1). Percobaan ini direplikasi sebanyak tiga kali, dengan empat sampel tanaman diambil dari setiap petak percobaan. Analisis statistik menunjukkan tidak ada interaksi signifikan antara aplikasi POC dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan selada. Namun, secara terpisah, baik POC maupun pupuk NPK memberikan pengaruh nyata pada beberapa parameter pertumbuhan. Secara spesifik, pupuk NPK secara signifikan memengaruhi jumlah daun dan tinggi tanaman, sedangkan POC memberikan pengaruh secara signifikan pada parameter diameter batang dan jumlah daun. Berdasarkan hasil ini, dosis terbaik adalah 9 g L-1 untuk pupuk NPK dan 6 mL L-1 untuk POC.
Growth and Production of Kailan (Brassica oleraceae L.) with Application of Banana Waste Liquid Organic Fertilizer and Cow Manure Manurung, Adinda Nurul Huda; Rizky, Arya Alfa; Azmi, tubagus Kiki Kawakibi; Malasari, Silvina
International Journal on Food, Agriculture and Natural Resources Vol 6, No 3 (2025): Ij-FANRes
Publisher : Food, Agriculture and Natural Resources - NETWORKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46676/ij-fanres.v6i3.508

Abstract

Kailan (Brassica olerace L.) is one of the popular vegetables in Indonesia. Vegetable cultivation should use environmentally friendly fertilizers, such as cow manure and banana waste liquid organic fertilizer (BWLOF). This study aims to analyze kailan's growth and production responses with differences concentration and dose in liquid organic fertilizers from banana waste and cow manure, respectively. This study used a factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) consisting of 2 factors, namely banana waste liquid organic fertilizer (BWLOF) with concentrations of 0, 20, and 40 ml L-1 and cow manure (K) with doses of 0, 127, and 200 g/polybag. The results of the orthogonal polynomial test showed that the optimum concentration of BWLOF for kailan was 12.4 ml L-1, and the results of the DMRT test showed that dose of 200g polybag-1 of manure was the best treatment to increase the growth of kailan. The conclusion of this study showed that the provision of BWLOF significantly increased the root length and total dry weight of kailan plants. The provision of cow manure significantly impacted in increasing plant height, number of leaves, stem diameter, leaf area, root length, and fresh and dry weight in the crown and roots, including the root crown ratio. However, there was no interaction between BWLOF and cow manure, which suggests that their combined use may not necessarily lead to synergistic effects.