Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pendampingan Pembelajaran Bahasa Arab Dengan Menggunakan Metode Al-Mubasyaroh Untuk Meningkatkan Maharoh Al-Kalam Peserta Didik LIPs-SMP Nurul Jadid Paiton Probolinggo Moh. Ulum; Badruz Zaman; Wardatul Munawaroh; Rahmatul Ummah
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): April
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v1i2.24

Abstract

Pendampingan pembelajaran bahasa Arab sebagai upaya meningkatkan kualitas skill berbicara (al-Kalam) adalah sebuah keniscayaan bagi non-Arab. Orientasi pendampingan diarahkan untuk menambah kemampuan peserta didik dalam mempelajari dan memahami bahasa Arab. Dari empat keterampilan bahasa yang harus dikuasi oleh peserta didik, penguasaan maharah al-Kalam secara aktif dan produktif ditekankan pada peserta didik LIPs-SMP Nurul Jadid Paiton Probolinggo, hal ini mempertimbangkan bahwa urgensi maharah al-Kalam saat ini menjadi nilai produktif sebagai salah satu langkah aktualisasi keilmuan berbahasa Arab peserta didik LIPs-SMP Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Keterampilan berbicara (maharah al-Kalam) adalah suatu kemampuan untuk mengungkapkan kata-kata sebagai ekspresi dari pikiran, ide, pendapat dan keinginan terhadap lawan bicara kita. Dalam konteks pendampingan pembelajaran bahasa Arab untuk meningkatkan maharah al-Kalam, tentunya membutuhkan metode tepat untuk menyelaraskan antara perencanaan dan indikator capaian yang diharapkan. Penggunaan metode al-Mubasyaroh dalam meningkatkan skill berbicara bahasa Arab peserta didik LIPs-SMP Nurul Jadid menjadi solusi metode yang ampuh untuk menghantarkan mereka mencapai sill berbicara bahasa Arab aktif. Metode al-Mubasyarah adalah metode langsung mempraktikkan bahasa Arab dalam proses pembelajaran, dimana guru (ustad/ustadzah) menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi dalam pembelajaran tanpa menggunakan bahasa lainnya dan ketika peserta didik LIPs-SMP Nurul Jadid menemukan bahasa yang sulit dimengerti maknya-mengingat ketidakrataan kemampuan bahasa Arab mereka, guru (ustad/ustadzah) menjelaskan maksud bahasa tersebut menggunakan ekspresi, demonstrasi, gambar-gambar, dll., sehingga solusi ini memudahkan peserta didik LIPs-SMP Nurul Jadid dalam memahami bahasa Arab. Kata Kunci: Pembelajaran Bahasa Arab; Metode Langsung; Maharoh al-Kalam.
Transformation of Digital Animation Videos in Islamic Religious Education Learning to Improve Students' Understanding at MI Az-Zainiyah II Moh Ulum; Umi Kulsum
Indonesian Journal of Education Research (IJoER) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/ijoer.v7i2.2691

Abstract

Purpose of the study: This study aims to analyze how Islamic Religious Education (IRE) learning has undergone a transformation in the digital era through the use of digital animated videos and its implications for student understanding at MI Az-Zainiyah II. The background of this research begins with digitalization, which encourages IRE teachers to utilize technology to improve the quality of learning processes and outcomes, in line with the Independent Curriculum. Methodology: This study uses a qualitative approach with a case study approach. Data were collected in the odd semester of 2025/2026 through participant observation, interviews with three key informants (the principal, curriculum department, and fiqh teacher) and students, documentation of teaching materials, and a literature review. Data validity was strengthened through triangulation of sources and techniques, as well as member checking with informants. Analysis was conducted through data reduction, presentation, and drawing conclusions. Main Findings: The research results show that this transformation is perceived positively because digital media innovations create engaging learning environments, reduce boredom, enrich interactions, and encourage imagination and practice. However, negative impacts were also identified, including the risk of assessment inaccuracy when devices are used in semester exams and a tendency for students to be reluctant to write. Therefore, madrasas are implementing digital adoption selectively and gradually. Novelty/Originality of this study: The novelty of this research lies in its analysis of the transformation of Islamic Religious Education (IRE) learning through digital animated videos based on constructivism and dual coding theory, which emphasizes active student involvement in constructing understanding. This research focuses not only on media effectiveness but also on institutional readiness, infrastructure limitations, and teacher competency in the context of elementary madrasahs.
Inklusivisme Pesantren dalam Perspektif Pendidikan Islam Mohammad Ulum
Ambarsa : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2023): Pembentukan Karakter dalam Pendidikan Pesantren
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59106/abs.v3i1.108

Abstract

Eksistensi pesantren sebagai lembaga Islam tradisional sangatlah berperan penting dalam kehidupan masyarak, peranan tersebut sebagai wujud memberikan arah perubahan dari segala lini. Saat ini, pesantren telah mengalami berbagai perubahan yang mendasar dan urgen, baik untuk intern pesantren itu sendiri maupun ekstern masyarakat sekitarnya. Pesantren merupakan produk sejarah yang telah berdialog dengan zamannya masing-masing dengan karakteristik yang beranaka ragam.Dilakukannya penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui dan mengkaji lebih mendalam terkait inklusivisme di Pondok Pendok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Dalam penelitin ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian field research. Dari hasil penelitian ini ditegaskan bahawa keberadaan pesantren Nurul Jadid ditengah-tengah masyarakat bukan sekadar tegak pada perubahan dalam bidang religiuitas masyarakat saja, namun lebih dari itu, ia hadir dalam segala lini kehidupan masyarakat.
STRATEGI PEMBELAJARAN INTEGRATIF PENDIDIKAN AGAM ISLAM DAN BAHASA ARAB DALAM MEMBENTUK AKHLAK AL-KARIMAH SANTRI Moh. Ulum; Moh. Fachri; Saribudin Saribudin; Moch Dani Kurniawan
Ambarsa : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59106/abs.v5i2.423

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara penguasaan materi bahasa Arab dan Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan praktik akhlak al-karimah santri di pesantren yang berdampak pada pembinaan karakter. Dilakukannya penelitian bertujuan untuk menganalisis strategi integrasi pembelajaran bahasa Arab-PAI dalam penanaman akhlak al-karimah serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Paiton. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data primer penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dengan guru bahasa Arab, guru PAI dan santri, serta dokumentasi perangkat ajar. Sedangkan data sekunder berasal dari arsip institusi dan literatur terkait. Analisis dilakukan dengan teknik reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan, disertai triangulasi teknik dan sumber untuk menjamin kredibilitas. Hasil menunjukkan integrasi diwujudkan melalui pemilihan teks Arab bertema akhlak, analisis kebahasaan yang diikuti pembacaan, diskusi reflektif, studi kasus adab, kolaborasi guru lintas mapel, umpan balik formatif, serta halaqah akhlak pascakelas. Strategi kontekstual menautkan teks dengan problem keseharian, misalnya adab berinteraksi, menjaga amanah dan resolusi konflik, sehingga meningkatkan kesadaran moral, empati dan komitmen santri. Faktor pendukung adalah kultur pesantren dan ketersediaan turats, sedangkan hambatan mencakup heterogenitas kemampuan bahasa Arab, keterbatasan evaluasi ranah afektif dan kepadatan jadwal kegiatan.
Implementasi Kepemimpinan Transformasional Dalam Menciptakan Disiplin Dan Profesionalisme Guru Hizamul Fikri Aditama; Moh. Ulum
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam menangani rendahnya disiplin dan profesionalisme guru di MTs Robithatul Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Peserta penelitian terdiri dari kepala sekolah sebagai informan kunci dan tiga guru sebagai informan pendukung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Temuan menunjukkan bahwa disiplin guru tidak dibentuk oleh sanksi administratif yang kaku, melainkan melalui pendekatan sosio-budaya. Kepala sekolah mengoptimalkan nilai lokal Ewuh Pakewuh (saling menghormati) dan komunikasi egaliter yang berhasil menciptakan rasa aman dalam bekerja. Pendekatan humanistik ini secara efektif menumbuhkan kesadaran murni guru untuk menjaga disiplin. Namun, terkait profesionalisme mengajar, motivasi tinggi untuk berinovasi gagal diimplementasikan di kelas akibat kurangnya fasilitas teknologi. Kesimpulannya, efektivitas kepemimpinan transformasional yang dipadukan dengan kearifan lokal sangat potensial dalam membangun moral kerja dan disiplin, namun mutlak memerlukan dukungan fasilitas fisik untuk mewujudkan inovasi pedagogis yang nyata.
Transformation of Digital Animation Videos in Islamic Religious Education Learning to Improve Students' Understanding at MI Az-Zainiyah II Moh Ulum; Umi Kulsum
Indonesian Journal of Education Research (IJoER) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/ijoer.v7i2.2691

Abstract

Purpose of the study: This study aims to analyze how Islamic Religious Education (IRE) learning has undergone a transformation in the digital era through the use of digital animated videos and its implications for student understanding at MI Az-Zainiyah II. The background of this research begins with digitalization, which encourages IRE teachers to utilize technology to improve the quality of learning processes and outcomes, in line with the Independent Curriculum. Methodology: This study uses a qualitative approach with a case study approach. Data were collected in the odd semester of 2025/2026 through participant observation, interviews with three key informants (the principal, curriculum department, and fiqh teacher) and students, documentation of teaching materials, and a literature review. Data validity was strengthened through triangulation of sources and techniques, as well as member checking with informants. Analysis was conducted through data reduction, presentation, and drawing conclusions. Main Findings: The research results show that this transformation is perceived positively because digital media innovations create engaging learning environments, reduce boredom, enrich interactions, and encourage imagination and practice. However, negative impacts were also identified, including the risk of assessment inaccuracy when devices are used in semester exams and a tendency for students to be reluctant to write. Therefore, madrasas are implementing digital adoption selectively and gradually. Novelty/Originality of this study: The novelty of this research lies in its analysis of the transformation of Islamic Religious Education (IRE) learning through digital animated videos based on constructivism and dual coding theory, which emphasizes active student involvement in constructing understanding. This research focuses not only on media effectiveness but also on institutional readiness, infrastructure limitations, and teacher competency in the context of elementary madrasahs.
Pembentukan Karakter Siswa MTs Melalui Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mencegah Perilaku Bulliying Moh Syaihul Islam; Moh Ulum
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i4.6428

Abstract

Bullying di lingkungan Madrasah Tsanawiyah masih menjadi persoalan yang cukup serius karena berdampak pada perkembangan psikologis, sosial dan akademik siswa serta menunjukkan belum optimalnya internalisasi nilai karakter dalam kehidupan sekolah. Penguatan karakter berbasis nilai-nilai Islam perlu dilakukan melalui peranan guru Pendidikan Agama Islam sebagai pendidik, pembimbingdan teladan moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan karakter siswa MTs melalui peranan guru PAI dalam mencegah perilaku bullying di lingkungan MTs Bustanul Faizin. Secara khusus, penelitian ini mengkaji bentuk pembinaan karakter, pembiasaan keagamaan, serta faktor pendukung dan penghambat pencegahan bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala madrasah, guru PAI dan siswa yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan dalam membentuk karakter siswa melalui penanaman nilai akhlak, keteladanan, pembiasaan perilaku positif, serta pendekatan spiritual. Pembiasaan kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, doa bersama dan kegiatan sosial dapat menumbuhkan disiplin, empati, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala madrasah, konsistensi guru dan keterlibatan orang tua, sedangkan hambatan berasal dari rendahnya kesadaran sebagian siswa, pengaruh teman sebaya, lingkungan sosial, serta lemahnya pengawasan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa sinergi madrasah, guru dan keluarga diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang religius dan berkarakter.
Internalisasi Nilai Kejujuran Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Berbasis Pendekatan Social-Emotional Learning (SEL) Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Moh. Ulum; Moh. Nur Arianto
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2360

Abstract

The cultivation of honesty values in madrasah has not been optimal, as character education still emphasizes cognitive aspects while extracurricular activities are not systematically designed using a Social-Emotional Learning (SEL) approach. This study aims to analyze the implementation of extracurricular activities, the integration of the five core SEL competencies (self-awareness, self-management, social awareness, relationship skills, and responsible decision-making), and their effectiveness in internalizing honesty values at MA Nurul Wahid Al Wahyuni. This research employed a qualitative approach with a descriptive-evaluative design, with data collected through participatory observation, in-depth interviews with the principal, extracurricular supervisors, and 12 students, as well as documentation. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, with validity ensured through source and technique triangulation. The results indicate that extracurricular activities such as scouting and banjari implicitly incorporate SEL elements through social interaction and positive habituation; the five SEL competencies are integrated as a bridge between moral knowing, moral feeling, and moral action; and these activities are fairly effective in fostering honesty through direct experience, although their implementation still depends on the initiative of supervisors. The novelty of this study lies in the formulation of a conceptual model integrating SEL into extracurricular design as an operational pathway for internalizing honesty values in madrasah.
Penanaman Nilai-Nilai Agama Islam Sebagai Langkah Preventif Judi Online Siswa Mohammad Anshari; Moh Ulum
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.16598

Abstract

Maraknya praktik judi online di era digital menjadi ancaman serius bagi perkembangan moral dan psikologis generasi muda. Akses internet yang semakin luas menyebabkan aktivitas perjudian tidak lagi terbatas pada orang dewasa, tetapi telah menjangkau hingga kalangan pelajar. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya preventif yang mampu membangun ketahanan moral siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penanaman nilai-nilai agama Islam sebagai fondasi pembentukan karakter siswa serta menganalisis langkah-langkah preventif dalam mencegah keterlibatan siswa pada aktivitas judi online melalui nilai-nilai PAI di Madrasah Aliyah Nurul Yaqin.. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari kepala madrasah, guru Akidah Akhlak dan siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai agama Islam dilakukan melalui pembiasaan religius seperti membaca Al-Quran, salat duha berjamaah, salat zuhur berjamaah, serta kegiatan istigasah yang berfungsi membentuk karakter religius, kedisiplinan dan kontrol diri siswa. Adapun langkah preventif terhadap judi online dilakukan melalui penguatan pemahaman hukum Islam dan hukum negara dalam pembelajaran PAI serta pendekatan persuasif melalui kultum dan nasihat keagamaan. Integrasi kedua strategi tersebut mampu membangun kesadaran moral dan ketahanan spiritual siswa sehingga berperan sebagai benteng preventif terhadap keterlibatan dalam kegiatan judi online
Internalization of Islamic Values in Enhancing Tolerance Character Through Al-Qur'an and Hadith Learning at As-Syafi'iyah Islamic Elementary School, Pemuteran, Bali Moh. Kosim; Moh. Ulum
Anjasmoro: Islamic Interdisciplinary Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Islamic Education
Publisher : Yayasan Pendidikan Bustanul Ulum Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religious and cultural diversity in multicultural societies requires students to develop strong tolerance character. This condition poses a challenge for Islamic schools in internalizing Islamic values, particularly within non-Muslim majority environments. This study aims to analyze the internalization of Islamic values in fostering students’ tolerance character through Al-Qur’an Hadith learning at Madrasah Ibtidaiyah As-Syafi’iyah Pemuteran, Bali. The study employed a qualitative approach with a case study design conducted from April 25 to May 10, 2026. The informants consisted of one principal, two teachers, and eight students selected through purposive sampling due to their direct involvement in the learning process. Data were collected through interviews, observations, and documentation and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that the internalization of values was implemented through role modeling, habituation, and social interaction, which fostered respect for differences, harmonious coexistence, and strengthened students’ Islamic character and religious moderation.