Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Akumulasi Mn dalam Cairan Tubuh Ligumia nasuta (Say, 1817) di Sungai Ciputri Bandung Jawa Barat Endah Kartikawati; Andhika Puspito Nugroho
BIO-SITE |Biologi dan Sains Terapan Vol. 2 No. 2 (2016): Bio-Site
Publisher : Biology Department, Faculty of Science and Technology, Univeristas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ciputri upriver, Bandung, West Java has polluted by heavy metal Mn coming from cow feces in the Cikidang village. The aim of research is to study Mn accumulation in the Eastern Pondmussel Ligumia nasuta (Say, 1817). Mn contents in the water, extra pallial fluid, and hemolymph were determined by Atomic Absorbance Spectrophotometer (AAS). The mussels were collected at day 0, 1, and 6 after transplantation at 3 stations: before, near, and after pollution sources. The results show that the highest Mn accumulation was in the extra pallial fluid (1,21 mmol kg-1 ww) at station 2, day 6. It showed that exposure of Mn to the mussels taken place via water.
UJI EFEK ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L) pada MENCIT PUTIH JANTAN GALUR SWISS WEBSTER Endah Kartikawati; Dytha Andri Deswati
Jurnal Sabdariffarma Vol 9, No 1 (2021): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v2i1.24

Abstract

Secara empirik, tanaman asam jawa (Tamarindus indica L.) telah digunakan sebagai obat oleh masyarakat untuk berbagai macam pengobatan, seperti nyeri haid, sakit perut, dan rematik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya pengaruh efek analgetik pemberian ekstrak etanol daun asam jawa dengan metode induksi asam asetat 1% dan mengetahui dosis terbaiknya untuk meredakan nyeri. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Subjek penelitian berupa mencit putih jantan galur Swiss Webster berjumlah 25 ekor yang dibagi ke dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif menggunakan Na-CMC 1%, kelompok kontrol positif menggunakan paracetamol 500mg, dan kelompok uji ekstrak daun asam jawa dengan dosis 100 mg/kgBB, dosis 200 mg/kgBB, dosis 300 mg/kgBB. Perlakuan awal diberi secara peroral, 30 menit kemudian diberi asam asetat 1% secara intraperitonial. Data diperoleh berupa jumlah kumulatif geliat mencit. Kemudian dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DUNCAN. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun asam jawa mempunyai daya analgetik terhadap mencit putih jantan galur Swiss Webster. Dosis terbaik adalah 200mg/KgBB yang memberikan efek analgetik yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan parasetamol pada taraf signifikansi 0,05.
UJI EFEK ANALGETIK EKSTRAK DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina.D) PADA MENCIT JANTAN PUTIH GALUR SWISS WEBSTER endah kartikawati
Jurnal Sabdariffarma Vol 9, No 2 (2021): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v3i2.392

Abstract

Nyeri sering diartikan sebagai penderitaan yang dihasilkan dari persepsi rangsangan yang menyakitkan. Nyeri sendiri bukan penyakit, tetapi merupakan gejala yang umum, dan menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah dalam tubuh. Menurut analisis yang dilakukan daun Afrika (Vernonia Amygdalina) mengandung beberapa komponen, antara lain tanin, saponin, polifenol terutama asam quinic, asam klorogenik dan luteolin serta antioksidan dan alkaloid, xeronin dan vitamin C. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek analgesik ekstrak daun afrika Vernonia amygdalina (D.) pada mencit jantan putih galur Swiss Webster. Mencit sebagai hewan uji diberi ekstrak daun afrika dengan tiga dosis berbeda yaitu 1000 mg/KgBB mencit, 1500 mg/KgBB mencit, dan 3000 mg/KgBB mencit, serta kontrol positif dengan pemberian parasetamol dengan dosis 500 mg dan negatif dengan pemberian CMC-Na 1% secara peroral, dilanjutkan dengan diinduksi nyeri dengan asam asetat 1% secara intraperitonial. Hasil penelitian menyatakan bahwa ekstrak etanol daun afrika memiliki efek analgetik terhadap mencit putih jantan Swiss Webster. Dosis terbaik adalah 1500 mg/kgBB yang berbeda nyata dengan seluruh dosis lainnya pada taraf signifikansi 0,00.Kata kunci : daun afrika, Vernonia amygdalina (D.), mencit, ekstrak
PENGARUH WAKTU DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KADAR VITAMIN C INFUSED WATER BUAH LEMON (Citrus lemon (L.) Burm.f.) Endah Kartikawati; Yus Hargono Cahyaning Yudi
Jurnal Sabdariffarma Vol 8, No 1 (2020): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v1i1.19

Abstract

Infused watermerupakan minuman  yang terdiri dari air putih dan potongan buah-buahan yang mengalami proses perendaman dalam waktu tertentu. Infused watermengandung vitamin C dan bermanfaat sebagai antioksidan. Salah satu buah yang dapat digunakan sebagai infused water adalah buah lemon (Citrus lemon (L.)Burm.f. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu dan suhu penyimpanan terhadap kadar vitamin C dan aktivitas antioksidan pada infused water buah lemon(Citrus lemon (L.)Burm.f. menggunakan spektrofotometri Uv-Vis dan DPPH. Pengukuran kadar vitamin C dilakukan dengan pengambilan sampel pada waktu 0, 2, 4, 6, 12 dan 24 jam, sedangkan untuk pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan DPPH terhadap fraksi air ektrakbuah lemon dibuat dengan konsentrasi 200 ppm, 400 ppm, 600 ppm, 800 ppm, dan 1000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan kadar vitamin C tertinggi pada infused water buah lemon terdapat pada penyimpanan suhu ruangan dengan lama penyimpanan selama 6 jam yaitu sebesar  49,26 ±0,44 mg/100g sedangkan padapenyimpanan suhu dingin dengan lama penyimpanan  selama 6 jam kadar vitamin C yang diperoleh yaitu 38,20±0,35 mg/100g.Pada pengujian aktivitas antioksidan fraksi air ekstrak buah lemon memiliki aktivitas antioksidan dengan kategori sedang yaitu dengan nilai IC50 sebesar 130 ppm.
MONITORING EKSTRAK Piper sarmentosum DAN P. flavormarginatum Yus Hargono Cahyaning Yudi; Endah Kartikawati
Jurnal Sabdariffarma Vol 1, No 1 (2019): Sabdariffarma
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v1i1.20

Abstract

Famili Piperaceae memiliki Genus Piper yang secara tradisional dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat. Beberapa jenis Piper memiliki fungsi antiserangga, antibakteri dan antikanker. Penelitian ini bertujuan memonitor kandungan ekstrak Piper sarmentosum dan P. flavormarginatum serta golongan senyawanya. Ekstraksi dilakukan melalui soxhletasi dengan pelarut kloroform lalu di KLT dengan pelarut heksan:aseton = 2:1. Kemudian dianalisis golongan senyawanya dengan pereaksi semprot. Ekstrak kasar p flavormarginatum memiliki rendemen lebih banyak (12,5%), bercak kromatogram lebih sedikit (7), dan minimal dua senyawa berpendar. Golongan senyawa pada ekstrak non polar P. sarmentosum dan P. flavormarginatum adalah terpenoid dan alkaloid.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN JUNGRAHAB (Baeckea frutescens L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Propionibacterium acnes ATTC. 1223 endah kartikawati; Dhyta Andri Deswati; Natalia Heidy
Jurnal Sabdariffarma Vol 10, No 2 (2022): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v10i2.1057

Abstract

Tumbuhan Jungrahab (Baeckeea frutescens L.) merupakan salah satu jenis keanekaragaman hayati yang tumbuh dan persebarannya cukup banyak di Indonesia. B. frutescens L. diketahui memiliki senyawa metabolit sekunder aktif yang dapat dimanfaatkan sebagai obat, antibakteri, dan antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui uji aktivitas ekstrak dan fraksi yang terdapat pada B. frutescens L. terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada B. frutescens L. dengan metode yang digunakan adalah ekstraksi dilanjutkan pengujian fitokimia yang terdiri dari uji fenol, tanin, flavonoid, saponin, alkaloid, steroid dan terpenoid. Hasil penelitian menunjukan bahwa daun jungrahab dapat menghambat pertumbukan bakteri. fraksi teraktif ditentukan berdasarkan hasil uji aktivitas tersebut. Penelitian ini menggunakan 5 variasa konsentrasi yang berbeda yaitu, 1000, 800, 600, 400, dan 200 ppm dengan kontrol positif klindamisin dan kontrol negatif DMSO 10% dengan pengulangan percobaan  3 kali. Media yang digunakan untuk peremajaan adalah Nutrient Agar (NA) dan media yang digunakan untuk pengujian adalah Mueller Hinton (MHA). Masa inkubasi yang dilakukan selama 1 hari atau 24 jam pada suhu 37oC. Pengamatan dilakukan dengan melihat zona hambat yang ditandai zona bening disekitar sumuran. Hasil penelitian menunjukan bahwa daya hambat yang paling besar terhadap pertumbuhan bakteri P. acnes secara berturut-turut adalah fraksi etil asetat, fraksi air dan fraksi n-heksan. Hasil studi menunjukkan bahwa fraksi etil asetat merupakan fraksi teraktif pada konsentrasi 800 ppm dengan diameter zona bening sebesar sebesar 16,81 mm terhadap bakteri P. Acnes.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN PALA (Myristica fragrans Houtt) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus endah kartikawati
Jurnal Sabdariffarma Vol 10, No 1 (2022): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v10i1.427

Abstract

Krim memiliki nilai estetika dan kenyamanan yang cukup tinggi. Krim yang mengadung bahan alam kini lebih diminati karena adanya tren back to nature, salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif antibakteri adalah daun pala (Myristica fragrans Houtt). Daun pala mengandung tanin, saponin, alkaloid, steroid/terpenoid, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari krim ekstrak etanol daun pala terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian adalah pengujian formulasi yang dibedakan pada bahan baku basis krimnya. Kontrol positif adalah krim sagestam dan kontrol negatif yaitu basis krim. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar dengan cara sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim memenuhi persyaratan homogenitas, organoleptis, pH (4,5–6,5), daya sebar (5–7 cm), viskositas (2.000 - 50.000 cp), uji iritasi dan uji aktivitas antibakteri krim ekstrak etanol daun pala dengan konsentrasi 10% memiliki rata-rata diameter zona hambat formula 1 yaitu 15 mm, formula 2 yaitu 13,3 mm dan formula 3 yaitu 14,7 mm.Kata kunci : Daun pala, antibakteri, formulasi krim, Staphylococcus aureus, difusi agar
PERANAN KKN TEMATIK UNIVERSITAS AL-GHIFARI DALAM UPAYA PENGEMBANGAN PROGRAM KESEHATAN MASYARAKAT SELAMA PANDEMIK COVID-19 DI DESA MARGALUYU KABUPATEN SUKABUMI JAWABARAT Endah Kartikawati; Siti Nurhaliza; Putri Ananda; Wulan Deti; Aan Azkiyah; Vicky Imam Adi PP; M Bagas Wiraatmaja; Wana Diah Meranti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Babakti Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/babakti.v2i1.252

Abstract

Kuliah Kerja Nyata adalah salah satu kegiatan pengimplementasian Tri dharma perguruan tinggi yang melibatkan langsung mahasiswa dengan masyarakat dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa dalam kegiatan program kesehatan masyarakat di Desa Margaluyu Rw 05. Metode pelaksanaan kegiatan KKN tematik ini adalah dengan langsung praktik ke lapangan dan penyuluhan langsung terhadap masyarakat. Pada kegiatan KKN ini ada 8 kegiatan program kesehatan yang terealisasikan, diantaranya adalah Program Posyandu, Dokter Masuk kampung, kelas ibu, Cek kesehatan, Kunjungan ke setiap pasien yang sakit dan dirawat di rumah, tracking pasien covid-19 (metode 3T-testing,tracking dan treatment, bakti sosial dan webinar. Tujuan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membuat warga Desa Margaluyu perduli terhadap kesehatan ibu hamil, balita, bayi, pasangan usia subur, dan lansia, juga tracking penderita covid serta berbagi ilmu dalam webinar tentang covid19. Pelaksanaan KKN ini bertempat di Kp. Warudoyong RW.05 Desa Margaluyu Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi dengan Kurun Waktu satu bulan yang dilakukan mulai 5 Juli 2021 sampai 5 Agustus 2021.Kata Kunci: KKN tematik, kesehatan masyarakat, pandemik covid19
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa Korth.) TERHADAP BEBERAPA BAKTERI PENYEBAB JERAWAT Maria Ulfah; Irma Erika Herawati; Endah Kartikawati
Jurnal Buana Farma Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v4i2.1027

Abstract

Acne is a common disease on the surface of the skin of the face. It will appear when the oil glands are too active and is generally followed by a bacterial infection that will cause inflammation. Bacteria that can cause acne include Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, and Staphylococcus epidermidis. The plant that has antibacterial activity is kratom (Mitragyna speciosa Korth). Kratom leaves have secondary metabolites that can act as antibacteria, such as alkaloids, flavonoids, and saponins. The study aims to determine the antibacterial activity of ethanol extract against some bacteria causing acne using disc diffusion methods. The concentrations of the test sample ethanol extract of kratom leaves used were 60%, 30%, 15%, and 12.5%, with the positive controls used being chloramphenicol. The results of the study showed that ethanol extract at all concentrations had a barrier zone against the growth of the bacteria P. acnes, S. aureus, and S. epidermidis with a moderate barrier response category. Where best activity is shown at a concentration of 60% kratom leaf ethanol extract against P.acnes and S.aureus
UJI AKTIVITAS ANTHELMINTIK EKSTRAK ETANOL DAUN KUCAI (Allium tuberosum) TERHADAP CACING Ascaridia galli SECARA IN VITRO kartikawati, endah; Hartono, Kusdi; Sagita, Riris; inayah, ita
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2023): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v11i1.1059

Abstract

Ekstrak etanol daun kucai (Allium tuberosum) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan tanin yang diketahui memiliki aktivitas anthelmintik. Masyarakat Indonesia telah lama memanfaatkan kucai untuk pengobatan, diantaranya untuk mengatasi keputihan, sembelit serta infeksi kuman bakteri dalam usus. Selain itu, kucai juga berkhasiat melancarkan aliran darah, sekaligus mencegah pembekuan darah. Hasil skrining pada ekstrak daun kucai menunjukkan bahwa sampel positif mengandung metabolit sekunder yaitu flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas pengujian ekstrak etanol daun kucai (Allium tuberosum) terhadap kematian cacing Ascaridia galli dan menentukan pada konsentrasi berapa ekstrak etanol daun kucai (Allium tuberosum) mampu mematikan cacing Ascaridia galli. Pengujian anthelmintik dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, setiap kelompok terdiri dari 3 ekor cacing dengan 3 kali replikasi. Konsentrasi ekstrak etanol daun kucai yang digunakan adalah 10%, 20% dan 30%, NaCl 0,9% sebagai kontrol negatif dan pirantel pamoat sebagai kontrol positif. Masing-masing kelompok perlakuan dilakukan dengan metode perendaman pada cacing Ascaridia galli. Waktu pengamatan dan perhitungan kematian cacing dilakukan tiap 1 jam selama 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol daun kucai yang digunakan semakin cepat cacing mengalami kematian. Konsentrasi yang paling efektif untuk membunuh cacing Ascaridia galli pada penelitian ini adalah 30% karena sudah mendekati hasil kontrol positif.