Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Formulasi Granul Effervescent Sari Kering Lidah Buaya sebagai Makanan Tambahan Wijayati, Muthmaina; Saptarini, Nyi Mekar; Herawati, Irma Erika
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.501 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v1i1.7507

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera L.) memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, tetapi rasanya pahit sehingga jarang dikonsumsi langsung. Rasa pahit ini diatasi dengan cara dibuat sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan granul effervescent sari kering lidah buaya sebagai makanan tambahan. Tahapan penelitian meliputi pembuatan sari kering, penapisan fitokimia, formulasi sediaan granul effervescent, uji kualitas, dan uji kesukaan granul effervescent. Hasil freeze drying berupa sari kering sebesar 7,57%. Penapisan fitokimia menunjukkan adanya kuinon, flavonoid, dan saponin. Granul effervescent diformulasikan dengan konsentrasi sari kering 20% (F1), 25% (F2), dan 30% (F3). Hasil uji kualitas granul menunjukkan bahwa granul effervescent yang dibuat memenuhi persyaratan yang baik dengan kadar air sebesar 0,20-0,21%; kerapatan curah 0,534-0,5384 g/mL; kerapatan mampat 0,6154-0,6178 g/mL dengan indeks Carr 13,29±0,025%; kecepatan alir 9,61-9,71 g/s; sudut istirahat 27,15-27,79o; pH 5,82-5,8; serta F1 sebagai formula yang paling disukai. Kata kunci: Granul effervescent, lidah buaya, makanan tambahan, sari kering
Comparative Antioxidant Activity on The Ficus benjamina and Annona reticulata Leaves Nyi Mekar Saptarini; Irma Erika Herawati
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 4, No 1: March 2015
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.796 KB) | DOI: 10.11591/ijphs.v4i1.4707

Abstract

Antioxidants can prevent free radical formation. Natural antioxidants found in many plants, such as Ficus benjamina and Annona reticulata. The study aimed to compare the antioxidant activity of extracts and fractions of Ficus benjamina and Annona reticulata leaves against 1,1-diphenyl-2-picrilhydrazyl. The steps of this study consist of extraction, fractionation with n-hexane, ethyl acetate and water, phytochemical screening, antioxidant activity determination, and comparing the IC50 values. Percentage scavenging activity of the extracts and fractions against DPPH was calculated to determine the antioxidant activity. The IC50 value of Ficus benjamina was 127.86 ppm for ethanolic extract, 94.01 ppm for water fraction, 115.48 ppm for ethyl acetate fraction, and 335.50 ppm for n-hexane fraction. The IC50 value of Annona reticulata was 274.31 ppm for ethanolic extract, 211.42 ppm for water fraction, 367.91 ppm for ethyl acetate fraction, and 741.08 ppm for n-hexane fraction. The results showed that the Ficus benjamina water fraction was the best antioxidant compared to other extract and fraction.
Studi Fitokimia pada Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe Var. Sunti Val) Irma Erika Herawati; Nyi Mekar Saptarini
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25850

Abstract

Jahe merah merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu, termasuk keluarga Zingiberaceae. Jahe merah banyak dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti masuk angin, gangguan pencernaan, antipiretik, antiinflamasi, dan juga analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid dari jahe merah, identifikasi senyawa flavonoid, dan aktivitas antioksidan dari jahe merah. Metode ekstraksi yang digunakan adalah refluks dengan campuran pelarut etanol 96%:HCl 12N. Metode pengujian kadar flavonoid dilakukan dengan menggunakan metode komplek flavonoid:AlCl3. Pemisahan senyawa flavonoid dilakukan dengan metode kromatografi kolom menggunakan gradien pelarut. Identifikasi senyawa flavonoid dilakukan dengan pereaksi geser pada Spektrofotometri UV.  Pengukuran aktivitas antioksidan jahe merah dilakukan dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Pengukuran kadar flavonoid jahe merah dilakukan pada pelarut etanol 96% serta campuran etanol 96% dan HCl 12 N dengan perbandingan 98 : 2 ; 96 : 4 ; 94 : 6. Didapatkan kadar flavonoid tertinggi pada jahe merah, yaitu pada campuran pelarut etanol 96%:HCl 12N (98:2). Pemisahan senyawa flavonoid menggunakan 21 gradien pelarut, fraksi 12 dan 13 kemudian dilakukan identifikasi dengan pereaksi geser pada Spektrofotometri UV. Uji aktivitas antioksidan ekstrak jahe merah dilakukan dengan menggunakan metode DPPH. Nilai IC50 ekstrak jahe merah adalah 57,14 ppm.  Kadar flavonoid rimpang jahe merah pada pelarut etanol 96%:HCl 12N (98:2) adalah 0,0068%. Identifikasi senyawa flavonoid pada ekstrak jahe merah menunjukkan bahwa senyawa flavonoid yang terdapat pada jahe merah adalah 7-4’-dihidroksiflavon. Dengan nilai IC50 57,14 ppm ekstrak jahe merah termasuk kategori antioksidan kuat.
Formulasi Granul Effervescent Sari Kering Lidah Buaya sebagai Makanan Tambahan Muthmaina Wijayati; Nyi Mekar Saptarini; Irma Erika Herawati
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.501 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v1i1.7507

Abstract

Aloe vera has high nutrition content, but bitter taste so direct consumption infrequently. The bitter tastes overcome with preparation. The aim of this study is to make effervescent granule of dried aloe gel as food supplement. The steps in this study consist of making of dried aloe gel, phytochemistry screening and formulation of effervescent granule, quality tests, and hedonic test of effervescent granule. Freeze drying produced 7.57% dried aloe gel. Phytochemistry screening showed quinones, flavonoids, and saponins content. Effervescent granule formulated with concentration of dried gel 20% (F1), 25% (F2), and 30% (F3). The result of granule quality tests showed that effervescent granule meet good requirements with moisture content 0.20-0.21%, bulk density 0.5341-0.5384 g/mL, tapped density 0.6154-0.6178 g/mL with Carr index 13.29±0.025%, flow rate 9.61-9.71 g/s, rest angel 27.15-27.79o, pH 5.82-5.8, and F1 as the most favorable formula. Keywords: Aloe vera, dried gel, effervescent granule, food supplement
Determination and Purification of Ricin Protein from Ricinus communis L. Seeds using CLC (Column Liquid Chramotagoraphy) and FPLC (Fast Protein Liquid Chramatography) Irma Erika Herawati; Ronny Lesmana; Jutti Levita; Anas Subarnas
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v8i3.35454

Abstract

Proteins found in all biological systems, from prokaryotes to eukaryotes. Ricin, one of the most toxic substances known isolated from Ricinus communis L. seeds, is a heterodimeric two-domain polypeptide protein that includes chain A (30 kDa) and chain B (35 kDa) linked by a disulfide bond. Ricin binds to cells by the B chain and is then internalized. Ricin has been reported as a potential chemical for cancer treatment. The measurement of protein concentration in an aqueous sample is an important assay in biochemistry research. However, so far, the quantification of ricin protein is not much reported. In this study, the quantification ricin protein extracted from R. communis L. seeds originated from Nganjuk, East Java, Indonesia. The techniques used column liquid chromatography (CLC) and fast protein liquid chromatography (FPLC), followed by quantification protein content used Bradford method. Results showed that all techniques positively confirm the presence of ricin protein. Ricin protein content were 0.171±0.021 mg/mL and 0.382±0.023 mg/mL using CLC and FPLC respectively. This study might contribute to understanding the biological and chemical properties of the ricin protein of R. communis L. seeds. Ricin protein content measured with FPLC were higher than CLC. Keywords: Ricin, Ricinus communis,CLC, FPLC.
ANALISIS KADAR TOTAL FITOSTEROL PADA EKSTRAK DAUN SELADA (Lactuca sativa L.)DENGAN METODE KOLORIMETRI Irma Erika Herawati; Nyi Mekar Saptarini
Jurnal Sabdariffarma Vol 9, No 1 (2021): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v2i1.25

Abstract

Daun selada (Lactuca sativa L.) mengandung fitosterol, yang secara empirik bisa digunakan sebagai anti kolesterol. Fitosterol dapat digunakan dalam mengurangi absorpsi kolesterol di dalam saluran pencernaan, hal ini karena fitosterol memiliki struktur yang mirip dengan kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total fitosterol pada daun selada. Ekstraksi yang dilakukan adalah metode maserasi dengan menggunakan pelarut n-heksan:etanol. Penentuan kadar total kolesterol menggunakan metode kolorimetri, yaitu pembentukan warna hijau dari senyawa sterol dengan pereaksi Liebermann-Burchard. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kadar fitosterol total daun selada sebesar 17,42 mg±0,7841/100g simplisia kering.
PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE HYBRID TENTANG COVID-19 DAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA KADER PKK DESA CIKIDANG KECAMATAN LEMBANG Jutti Levita; Sri Adi Sumiwi; Mutakin Mutakin; Tiana Milanda; Irma Melyani Puspitasari; Sriwidodo Sriwidodo; Ellin Febrina; Yasmiwar Susilawati; Indah Suasani Wahyuni; Irma Erika Herawati; Renny Amelia; Gofarana Wilar
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 2 (2022): Juni. 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i2.34927

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) di Desa Cikidang sudah dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut. Masyarakat berpartisipasi sangat baik dan menginginkan kegiatan dapat dilakukan secara kontinu serta melibatkan masyarakat yang lebih luas. Desa Cikidang belum memiliki sarana kesehatan dan lokasi Puskesmas terdekat adalah di Desa Cikole, berjarak 3,5 km. Berdasarkan data dari Puskesmas Cikole periode tahun 2019, tercatat bahwa penyakit hipertensi memiliki angka kejadian tertinggi yaitu 135 kejadian. Kegiatan PPM ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader PKK tentang penyakit hipertensi dan juga tentang COVID-19. Kegiatan dilakukan dengan menerapkan metode hybrid luring dan daring (gabungan sinkronus dan asinkronus menggunakan media leaflet dan video). Dari sejumlah enam puluh undangan yang disebarkan, kegiatan PPM dihadiri oleh tiga puluh lima peserta. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan secara hybrid berhasil meningkatkan pengetahuan kader PKK tentang COVID-19 dan Penyakit Hipertensi sebesar 13,56%. 
INTERAKSI MOLEKULAR DARI RICIN-A DENGAN Beclin-1, LC3, DAN p62 PADA PROSES AUTOFAGI Irma Erika Herawati; Ronny Lesmana; Jutti Levita; Anas Subarnas
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v13i1.1450

Abstract

Autofagi merupakan proses adaptasi yang dilakukan sebagai pertahanan dalam respon seluler, seperti kekurangan nutrisi atau stress metabolik lain. Mekanisme autofagi diregulasi oleh protein yang dinamakan Autophagy-Related Genes (ATG). Autofagi juga telah banyak dikaitkan dengan berbagai penyakit pada manusia, misalnya kanker atau penyakit degeneratif lainnya. Ricin merupakan protein toksik yang berasal dari biji jarak Ricinus communis L. dan banyak dieksplorasi untuk aktivitas antikanker melalui jalur pensinyalan caspase (apoptosis), namun belum ada penelitian pada jalur autofagi. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah mode ikatan yang terjadi antara ricin-A dan protein-protein yang berperan pada setiap tahap proses autofagi (Beclin-1, LC3 atau Light Chain 3, dan p62/Sequistrosome1). Metode yang digunakan adalah simulasi penambatan protein-protein menggunakan server online ClusPro (https://cluspro.org). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ricin-A dapat berinteraksi dengan Beclin-1. LC3, dan p62 melalui pembentukan ikatan hidrogen dengan afinitas baik. Dapat disimpulkan bahwa ricin-A berperan penting dalam proses autofagi dan dapat dikembangkan menjadi fitofarmaka terapi kanker.
ANALISIS KADAR FLAVONOID TOTAL PADA RIMPANG, BATANG, DAN DAUN BANGLE (Zingiber purpureum Roscoe) Irma Erika Herawati; Nyi Mekar Saptarini; Nurussofiatur Rohmah Urip
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.476 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1218

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian analisis kadar flavonoid total pada rimpang, batang, dan daun Bangle (Zingiber purpureum Roscoe) dengan menggunakan pelarut etanol 96% serta etanol 96% : HCl 12N dengan perbandingan (98 : 2) ; (96 : 4) dan (94 : 6). Metode yang digunakan berdasarkan pembentukan senyawa kompleks flavonoid - AlCl3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga bagian tanaman bangle (rimpang, batang, dan daun) mengandung flavonoid. Pelarut etanol 96% menghasilkan kadar flavonoid pada rimpang sebesar 0,00657% ; batang sebesar 0,00662% dan daun sebesar 0,00613%. Pelarut etanol 96% : HCl 12 N (98 : 2) menghasilkan kadar flavonoid pada rimpang, batang dan daun sebesar (0,00632% ; 0,00662% ; dan 0,00575%). Pelarut etanol 96% : HCl 12 N (96 : 4) menghasilkan kadar flavonoid pada rimpang, batang dan daun sebesar (0,00662% ; 0,00667% ; dan 0,00566%) sedangkan pelarut etanol 96% : HCl 12 N (94 : 6) menghasilkan kadar flavonoid total pada rimpang, batang dan daun sebesar (0,00683% ; 0,00665% ; dan 0,00628%). Hasil penelitian menunjukkan kadar flavonoid paling tinggi terdapat pada bagian batang. Kata kunci : Bangle (Zingiber purpureum Roscoe), flavonoid total, spektroskopi UV-Vis
The Oral Health and Comorbid Diseases Knowledge Between Urban and Rural Community during Pandemic Wahyuni, Indah Suasani; Herawati, Irma Erika; Puspitasari, Irma Melyani; Mutakin, Mutakin; Milanda, Tiana; Levita, Jutti
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v18i1.31454

Abstract

The restriction of social mobility and activity during the COVID-19 pandemic has been implemented to stop the deadly transmission of the SARS-CoV2 virus. People are forced to stay at home and strictly perform the COVID-19 health protocol in their daily activities. Currently, a continuous self-maintenance of the health, including oral health, is considered the best strategy worldwide. This community service activity aimed to assess the knowledge of the urban and rural adult community about oral health, comorbidity, and the quality of life (QoL) during this pandemic situation by using a pre-and post-test quasi-experimental design with an intervention of health-knowledge sharing using leaflets and videos, and a WHOQOL 2012 questionnaire to study the QoL. Paired t-test was used as statistical analysis. Total respondents were 131 (n = 76 for urban and n = 55 for rural), selected using the purposive sampling method. There was a significant difference between the results of the pre-test and post-test in both urban and rural groups (t count ranged from 1.69 to 5.98; p 0.05). Based on the WHOQOL 2012 questionnaire, both urban (90.79%) and rural (87.27%) respondents indicated a good QoL, while the remaining was scored as medium. Physical conditions/pain was the main domain that directly affects the QoL in both communities. It could be concluded that the knowledge-sharing intervention to the community gave a good impact in enhancing the knowledge of the respondents, however, a continuous program should be further carried out for better results.