Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RESILIENCY QUOTIENT PERAWAT DI RUMAH SAKIT DI JAKARTA [NURSES’ RESILIENCE QUOTIENT IN A JAKARTA HOSPITAL] Alvian Josua Editya; Aryanto Juvendi Kaburito; Donal Hariman Pasaribu; Juniarta Juniarta; Lenny Angelina Harefa
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v9i2.4978

Abstract

BAHASA INDONESIA Perawat merupakan kelompok tenaga kesehatan yang berisiko mengalami tekanan kerja, apabila tidak dapat diadaptasi akan menimbulkan stress kerja dan jika berlangsung lama dengan intensitas yang tinggi dapat berujung pada burnout. Oleh sebab itu, perawat membutuhkan resiliensi untuk dapat bertahan dalam menghadapi berbagai masalah dan tuntutan pekerjaan di rumah sakit. Penelitian tentang resiliensi pada perawat di Indonesia masih sangat sedikit, begitu juga di satu rumah sakit swasta di Jakarta penelitian mengenai resiliensi belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliency quotient pada perawat di rumah sakit swasta di Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di satu rumah sakit swasta di Indonesia. Sampel penelitian berjumlah 156 perawat dengan menggunakan metode Convenience Sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner Resiliency Quotient (RQ) Russell dan Russell (2007) dengan jumlah pertanyaan sebanyak 32 item (Cronbach’s Alpha 0,951). Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas perawat masuk dalam kategori resilient yaitu sebanyak 137 perawat (87,82%),18 perawat (11,54%) sangat resilient, dan satu perawat (0,64%) sedikit resilient. Pada penelitian selanjutnya diharapkan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi pada perawat.BAHASA INGGRIS Nurses are a group of healthcare workers who are at risk of experiencing work pressure which mightl cause job stress and in turn might lead to burnout. Therefore, nurses need to be resilient to be able to face various problems and work demands in the hospital. Research on resiliency of nurses in Jakarta is still insufficient, as is in a private hospital in western Indonesia where research on resiliency has never been done. Purpose: This study aimed to describe nurse’s resiliency quotient. This was a descriptive quantitative study. The population was nurses in a private hospital in western Indonesia, obtaining 156 respondents. The instrument used was Resiliency Quotient (RQ) questionnaire by Russell and Russell (2007) with 32 questions. The result showed that the majority (87,82%) of nurses were resilient, 18 (11.54%) nurses were very resilient, and only 1 (0.64%) who was slightly resilient. It is expected that the next study will explore in depth about factors contributing to nurses’ resiliency.
TERAPI TRANSPERSONAL TEKAN KECEMASAN ORANG DENGAN TERINFEKSI HIV/AIDS (ODHA) DI KABUPATEN KARO SINULINGGA, ELYSABETH BR; S, Yulia; Juhdeliena, Juhdeliena; Manihuruk, Gracia Aktri Margareth; Harefa, Lenny Angelina
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2273

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berbentuk kegiatan edukasi tentang terapi transpersonal tekan kecemasan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang terjangkau sesuai target kelompok yakni mengurangi rasa cemas yang mereka miliki karena stigma dan status sebagai ODHA. ODHA sering mengalami stigma dan diskriminasi di masyarakat sehingga ODHA sering merahasiakan status HIV dan mengalami penolakan baik itu oleh keluarga maupun masyarakat sekitar. Orang yang terinfeksi dengan HIV/AIDS (ODHA) berisiko mengalami cemas atau stress akibat perubahan kesehatan terkait penurunan daya tahan tubuh dan komplikasi terkait dengan hal tersebut selain dari pengelolaan efek samping akibat pengobatan (ARV). Pelatihan terapi transpersonal yang diberikan berdasarkan peka budaya Karo dan spiritual Nasrani diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengelolaan kesehatan ODHA, khususnya kecemasan ODHA dengan model SABETH. Tujuan utama dari PKM ini adalah peningkatan pengetahuan, religiusitas, mengurangi stress dan stigma pada ODHA sehingga untuk evaluasi akan dilakukan sebelum dan sesudah materi diberikan dalam bentuk pre-post quiz. Hasil pretest didapatkan rerata 60,4 dan posttest rerata 75.6 sedangkan peningkatan nilai setelah edukasi adalah sekitar 15,2 poin. Berdasarkan hasil yang didapat, disimpulkan bahwa seminar ini meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ODHA tentang terapi transpersonal tekanan kecemasan orang dengan HIV/AIDS di Kabupaten Karo.
EDUKASI KESEHATAN PREEKLAMSIA PADA KEHAMILAN Cathryne, Joice; Adventina Delima Hutapea; Fransiska Ompusunggu; Iradewi, Iradewi; Lenny Angelina Harefa
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v5i1.10260

Abstract

Abstract: Preeklamsia menyumbang Angka kematian ibu (AKI) sangat tinggi, salah satu penyebabnya karena ibu hamil kurang pengetahuan dan bahkan tidak sadar jika dirinya terkena pereklamsia. Preeklamsia yang tidak segera diobati akan memperburuk keadaan ibu hamil yang dapat mengakibatkan gagguan kesehatan ibu hamil dan janin bahkan dapat mengakibatkan kematian ibu dan janin. Tujuan kegiatan ini untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang preeklamsia. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pengecekan tensi ibu hamil, penyuluhan interaktif, kegiatan pre-test dan post-test, pemaparan materi edukasi serta tanya jawab. Peserta kegiatan ini dihadiri 25 ibu hamil dan kader. Hasil kegiatan ini didapatkan terjadi peningkatan rerata pengetahuan sebesar 37.18%, dengan pengetahuan yang meningkat diharapkan ibu dapat menjaga kehamilannya agar tetap sehat dan terhindar dari preeklamsia sehingga dapat mengurangi angka kematian ibu dan anak