Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Difference between Right and Left Arm Blood Pressure Measurement of Patients with Hypertension at RSU Aisyiyah Kudus TRI Suwarto; Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum; Puji Purwaningsih
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.397 KB)

Abstract

It is theoretically recommended to examine the blood pressure from both right and left arm, especially for new cases. While in the field, survey conducted at RSU Aisyiyah Kudus that nurses are still examining blood pressure only in one side. To based on those the phenomena, the research focused on blood pressure examination to evaluate the discrepancy of blood pressure measurement with right and left arm of patient hypertension which has not reached diabetes mellitus complications. The purpose of the research is to know the difference between Right and Left Arm Blood Pressure Measurement of Patients with Hypertension at RSU Aisyiyah Kudus. The research conducted on July 13th until August 14st 2017. The design applied in the study was an analytical description research using observational approach. The instrument using tensimeter mercury. The samples are taken from 36 respondents with a consecutive sampling technique. The analysis of this research shown that the mean of the right arm MAP was 124,12 mmHg and the left arm MAP was 120,19 mmHg and after doing statistical analysis using t-test independent it is obtained p=0,036 (<0,05). Finally, it can be concluded that there was significant difference result between the right and left arm blood pressure of patients hypertension which has not reached diabetes mellitus complications. Recomendation for the next is to do similar research with emphasize on hypertension pure with control group to patient have normal blood pressure and used digital instrument.
HUBUNGAN ANKLE BRACHIAL INDEX DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN ULKUS DIABETES MELLITUS Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum; Indanah Indanah; Nur Aini Nasihah; Tri Suwarto
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i2.1537

Abstract

Latar Belakang : Ulkus merupakan salah satu komplikasi Diabetes mellitus dengan angka kejadian yang semakin meningkat setiap tahun. Kerusakan pembuluh darah pada pasien Diabetes Melitus digambarkan dengan hasil pengukuran Ankle Brachial Index dapat menjadi faktor yang meningkatkan kejadian ulkus. Aktifitas pada pasien diabetes mellitus juga merupakan hal yang penting dalam pencegahan komplikasi pada pasien diabetes mellitus. Tujuan : mengetahui hubungan ankle brachial index dan aktivitas fisik dengan kejadian ulkus diabetes mellitus. Metode: Jenis penelitian ini adalah korelasional  dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 32 responden. Uji analisis yang digunakan adalah dengan Chi Kuadrat. Hasil : dari analisis statistic yang dilakukan didapatkan hubungan antara nilai ankle brachial index (ABI)  dengan kejadian ulkus diabetes mellitus p value 0,000 dan tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian ulkus diabetes mellitus  p value 0,462;  Kesimpulan : ada hubungan ankle brachial index (ABI)  dengan kejadian ulkus diabetes mellitus dan tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian ulkus diabetes mellitus pada pasien Diabetes Melitus di RSUD Kelet Provinsi Jawa Tengah
PENGARUH PEMBERIAN TABLET FE TERHADAP KADAR HB PADA REMAJA DENGAN ANEMIA Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum; Tri Suwarto; Ashri Maulida Rahmawati; Asih Maryati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1696

Abstract

Masa  remaja  adalah  masa  perubahan  atau  peralihan  dari  masa  kanak kanak  ke  masa  dewasa  yang  meliputi  perubahan  biologik,  perubahan  psikologik, serta perubahan social. Pertumbuhan remaja yang  cepat  terkait  dengan  pemenuhan  gizi  atau  konsumsi  remaja  dalam mengkonsumsi zat –zat makanan salah satuya adalah konsumsi zat besi. Konsumsi yang zat besi yang kurang akan  menimbulkan  anemia  pada  remaja. Strategi untuk mengatasi masalah anemia pada remaja putri adalah dengan memperbaiki asupan makanan dan pemberian suplementasi tablet Fe. Mengubah pola makan merupakan strategi jangka panjang yang penting namun tidak dapat diharapkan dapat berhasil dengan cepat. Tujuan untuk mengetahui hubungan pengaruh pemberian tablet fe terhadap kadar hb pada remaja dengan anemia. Metode eksperimen semu (Quasi Eksperimental Design) dengan jumlah responden sebanyak 32 responden. Hasil penelitian : Pada kelompok intervensi, sebelum diberikan tablet Fe responden yang anemia sedang sebanyak 14 responden (87.5%) dan anemia ringan sebanyak 2 responden (12.5%). Setelah diberikan tablet Fe yang anemia  sedang 15 responden (93.8%) dan anemia ringan sebanyak 1 responden (6.3%). Pada kelompok control, sebelum perlakuan yang tidak anemia sebanyak 2 responden (12.5%) dan anemia ringan sebanyak 14 responden (87.5%). Setelah perlakuan yang tidak anemia 1 responden (6.3%) dan anemia ringan sebanyak 15 responden (93.8%). Kesimpulan : Ada pengaruh tablet Fe terhadap kadar Hb di Ponpes At Tanwir pada kelompok intervensi dengan nilai Asymp. Sig (signifikansi) sebesar 0.000. Tidak ada pengaruh perlakuan kelompok kontrol terhadap perubahan kadar Hb di Ponpes At Tanwir kelompok control dengan nilai Asymp. Sig (signifikansi) sebesar 0.232
PENTINGNYA EDUKASI GIZI SEIMBANG UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Atun Wigati; Fariza Yulia Kartika Sari; Tri Suwarto
Jurnal ABDIMAS Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah keadaan paling umum dari bentuk kekurangan gizi (PE/mikronutrien), yang mempengaruhi bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir, terkait dengan ukuran ibu, gizi selama ibu hamil, dan pertumbuhan janin , stunting pada anak balita merupakan salah satu indikator status gizi kronis yang dapat memberikan gambaran gangguan keadaan sosial ekonomi secara keseluruhan di masa lampau dan pada 2 tahun awal kehidupan anak dapat memberikan dampak yang sulit diperbaiki. Salah satu faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi stunting yaitu status ekonomi orang tua dan ketahanan pangan keluarga. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Balai Desa Ngembal Kulon pada kader kesehatan, ibu balita dan batita dengan memberikan pengarahan pentingnya gizi seimbang untuk pencegahan stunting manfaat gizi seimbang, macam – macam gizi seimbang. Hasil yang diharapkan pada pengabdian ini adalah para kader kesehatan, para ibu dan keluarga yang mempunyai balita dapat merubah perilaku dan pola pikir cara memberikan asupan makanan pada anak dengan melihat kebutuhan gizi yang seimbang untuk mencegah stunting sehingga pertumbuhan anak sesuai dengan usianya.
Pengaruh Ronde Keperawatan terhadap Tingkat Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Aisyiyah Kudus Tri Suwarto; Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum; Indanah Indanah
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v5i1.991

Abstract

This study aims to examine the effect of nursing rounds on nurse job satisfaction in the inpatient room of  Aisyiyah Hospital  Kudus. Design used in this study was quasi experimental with pretest posttest with control group design, a sample of 60 people. Determination of the sample using purposive sampling. The instruments used in this study were questionnaires. The results showed no significant effect of nursing rounds on nurse job satisfaction levels in the implementation of hospitalization (p = 0.004,alpha = 0.05), with professionalstatus subvariabel increased significantly after the  nursing rounds (p = 0.03 ,alpha=0.05). Nursing rounds is a viable strategy used to enhance nurse job satisfaction is based on professional status, autonomy, task requirements, and interaction
ANALISA KEBUTUHAN TENAGA KEPERAWATAN (Studi Kasus di Puskesmas Kebonagung) Tri Suwarto; Muhammad Purnomo; Sri Siska Mardiana
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v4i1.992

Abstract

Nursing services is an integral part of medical services system, 60% of wokers at public health center (Pukesmas)are nurses and therefore the plan of nurses, especially in determining the number of personnel, should be well-considered in order to obtain effective and efficient staff so that number of woker fits the requiref standard.The objective of this research is yo find out the need for nurses based on the analysis of need for nurses inside and outside the building of Puskesmas Kebonagung Kabupaten DemakThis research is adescriptive case study using cross-sectional framework. This research was done in a week at Puskesmas Kebonagung  with atotal sample of seven nurses. The method used in data collecting was distributing from of working list systematically to nurses at Puskesmas Kebonagung .The result of this research showed thed the working time used up by nurse for activities inside the building: productive time compared to non-productive time is 66.14% : 33.86 %. Working time outside the building of Puskesmas Kebonagung for Program Perkesmas took productive time compared to non-productive time of 66.96% : 24.40%; Program P2M took that of 81.83% : 18.17%; Program PKM  took that of 73.34% : 26.66%; and program UKS had tis ratio of 78.60% : 21.40%.With an effective nursing time of 3.22 hours per patient per day, it will need 16 nursing wokers according to formula from Depkes (2002),according to Swansbrug (1996) it will need 14 workers,and from Hasibuan (2003) 13 workers are needed. This result showed that the number of needed nurses at Puskesmas Kebonagung should be uncreased. New 6 – 9 staff should be added to the previous nurses.