Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan kader kesehatan dalam meningkatkan kemampuan melakukan assessment dukungan keluarga pada lansia dengan penyakit kronis Nanik Dwi Astutik; Monika Luhung
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33877

Abstract

Abstrak Desa Gunungronggo merupakan salah satu desa binaan Program Studi Sarjana Keperawatan yang berada di kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Jumlah lansia yang menderita penyakit kronis di Desa Gunungronggo cukup banyak yaitu 135 lansia. Berdasarkan buku kunjungan posyandu, belum semua lansia yang menderita penyakit kronis datang kontrol secara rutin salah satu alasannya karena tidak ada keluarga yang mengantar. Keluarga menyampaikan alasan tidak mengantar karena sibuk bekerja dan lansia sudah tidak ada keluhan sehingga keluarga menganggap tidak perlu lagi untuk memeriksakan diri atau kontrol. Salah satu peran keluarga dalam perawatan lansia yang sakit adalah memberikan motivasi, dukungan dan memfasilitasi kebutuhan kesehatan bagi lansia. Pada kegiatan ini tim pengabdian masyarakat melakukan pemberdayaan kader kesehatan dengan memberikan edukasi dan pelatihan bagi  kader kesehatan dalam melakukan assesment dukungan keluarga pada lansia dengan penyakit kronis. Hasil pengukuran pre dan post test didapatkan bahwa pada tahap pre test rata-rata pengetahuan kader kesehatan adalah 62,73 sedangkan pada tahap post test didapatkan rata-rata pengetahuan meningkat menjadi 77,27 setelah diberikan materi dan pelatihan. Hasil evaluasi untuk ketrampilan kader kesehatan mampu melakukan dengan baik 100% semua tindakan sesuai prosedur. Peserta memberikan respon dan sangat antusias terhadap materi. Oleh karena itu perlu ditingkatkan kegiatan edukasi dan pelatihan kepada kader kesehatan, maka rekomendasi rencana tindak  lanjut yang  diajukan oleh tim adalah kegiatan serupa dilaksanakan secara kontinu sehingga adanya peningkatan kemandirian masyarakat dalam melakukan assesment dukungan keluarga pada lansia dengan penyakit kronis sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup lansia khususnya yang menderita penyakit kronis. Kata kunci: pemberdayaan kader; assessment; dukungan keluarga lansia; penyakit kronis. Abstract Gunungronggo Village is one of the villages supported by the Bachelor of Nursing Study Program in Tajinan sub-district, Malang Regency. Number of elderly people suffering from chronic diseases In Gunungronggo Village there are quite a lot, namely 135 elderly people. Based on the posyandu visit book, not all elderly people who suffer from chronic diseases come for routine check-ups, one of the reasons is because there is no family to accompany them. The family stated that the reason for not taking them was because they were busy working and the elderly had no complaints, so the family thought there was no need for further examination or control. One of the roles of the family in caring for sick elderly people is to provide motivation, support and facilitate the health needs of the elderly. In this activity, the community service team empowered health cadres by providing education and training for health cadres in conducting family support assessments for elderly people with chronic diseases. The results of the pre and post test measurements showed that at the pre test stage the average knowledge of health cadres was 62.73, while at the post test stage it was found that the average knowledge increased, namely 77.27 after being given material and training. The evaluation results for the skills of health cadres are able to carry out 100% of all actions according to procedures. Participants responded and were very enthusiastic about the material. Therefore,it is necessary to increase education and training activities for health cadres, so the recommendation for the follow-up plan proposed by the team is that similar activities be carried out continuously  so that there is increased community independence in carrying out assessments of family support for elderly people with chronic diseases so that it can improve the quality of life of elderly people, especially those suffering from chronic diseases.  Keywords: cadre empowerment; assessment; support for elderly families; chronic diseases.
Pelatihan kader kesehatan lansia terkait deteksi dini DM Tipe 2 Achmad Syukkur; Nanik Dwi Astutik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29107

Abstract

Abstrak Peningkatan jumlah lansia berdampak pada meningkatnya masalah kesehatan, termasuk diabetes melitus (DM) tipe 2, yang menjadi risiko signifikan pada usia di atas 45 tahun. Berdasarkan laporan Posyandu di lokasi mitra, DM merupakan masalah kesehatan ketiga tertinggi setelah nyeri sendi dan hipertensi. Akan tetapi, kader kesehatan lansia masih minim pengetahuan mengenai deteksi dini DM tipe 2 dan penggunaan glucometer. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendeteksi DM tipe 2 melalui edukasi dan pelatihan deteksi dini DM tipe 2. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 63,33 menjadi 86,67 (36,84%) dan peningkatan keterampilan kader dari 57,00 menjadi 80,20 (40,70%). Temuan ini menunjukkan keberhasilan program dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader. Diharapkan program serupa dapat dilanjutkan dan diperluas untuk mengoptimalkan peran kader kesehatan lansia dalam deteksi dini DM tipe 2. Kata kunci: lansia; kader kesehatan lansia; pengetahuan; pelatihan; deteksi dini DM tipe 2 Abstract The increasing number of elderly individuals has led to a rise in health issues, including type 2 diabetes mellitus (DM), which poses a significant risk for those aged over 45 years. According to reports from Posyandu at the partner location, DM ranks as the third-highest health problem after joint pain and hypertension. However, elderly health cadres still lack adequate knowledge about early detection of type 2 DM and the use of glucometers. This program aims to enhance the knowledge and skills of cadres in detecting type 2 DM through education and glucometer training. The program results showed an average knowledge improvement from 63.33 to 86.67 (36.84%) and an increase in practical blood glucose measurement scores from 57.00 to 80.20 (40.70%). These findings demonstrate the program's success in improving the cadres' knowledge and skills. It is hoped that similar programs can be continued and expanded to optimize the role of elderly health cadres in the early detection of type 2 DM. Keywords: elderly; elderly health cadres; knowledge; training; early detection of type 2 DM.