Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Variasi Konsentrasi Sukrosa Terhadap Total Khamir, Total Padatan Terlarut, Kadar Alkohol dan Mutu Hedonik pada Water Kefir Buah Naga Merah (Hyloreceus Polyrhizus) Herostika Insani; Heni Rizqiati; Yoga Pratama
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.878 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.20643

Abstract

Water kefir merupakan produk minuman fungsional yang menghasikan asam dan alkohol karena bakteri asam laktat dan khamir yang menggunakan bahan baku larutan sukrosa dengan atau tanpa ekstrak buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sukrosa terhadap total khamir, kadar alkohol, total padatan terlarut dan mutu hedonik dari water kefir buah naga. Desain percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dan variasi konsentrasi sukrosa yaitu T0 0%, T1 3%, T2 6%, T3 9%, T4 12% dari berat sampel yang akan digunakan. Buah naga yang digunakan adalah buah naga merah dengan grain water kefir sebanyak 5% dan difermentasi selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sukrosa dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap total khamir, kadar alkohol, total padatan terlarut dan mutu hedonik. Perlakuan terbaik adalah T3 dengan penambahan sukrosa sebanyak 9% yang menghasilkan total khamir sebanyak 5,99 x 105,kadar alkohol sebanyak 1,3925%, total padatan terlarut sebanyak 13,12% dan memiliki skor kesukaan  sebesar 3,32.Water kefir is a functional beverage product that produces acids and alcohols due to lactic acid and yeast bacteria which use raw material of sucrose solution with or without fruit extract. This study aims to determine the effect of adding sucrose to total yeast, alcohol content, total dissolved solids and hedonic quality of water kefir dragon fruit. The experimental design used was Completely Randomized Design (RAL) with 5 treatments and 4 replications and variation of sucrose concentration ie T0 0%, T1 3%, T2 6%, T3 9%, T4 12% of sample weight to be used. Dragon fruit used is red dragon fruit with grain water kefir as much as 5% and fermented for 24 hours. The results showed that the administration of sucrose with different concentrations gave a significant effect on total yeast, alcohol content, total dissolved solids and hedonic quality. The best treatment was T3 with the addition of 9% of sucrose which resulted in total yeast as much as 5.99 x 105, alcohol content as much as 1.3925%, total soluble solids of 13.12% and had the preferred score of 3.32.
Total Bakteri Asam Laktat, Nilai pH, Total Padatan Terlarut, dan Sifat Organoleptik Cocofir dengan Lama Fermentasi yang Berbeda Enjui Pehulisa Br Barus; Heni Rizqiati; Valentinus Priyo Bintoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.847 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23871

Abstract

Cocofir merupakan produk yang dibuat dengan bahan santan kelapa dan susu skim kemudian di fermentasi dengan menggunakan grain kefir. Proses pembuatan cocofir hampir sama halnya dengan pembuatan minuman fermentasi lainnya yaitu salah satu contohnya yogurt. Pemilihan santan kelapa sebagai pengganti susu sapi dalam pembuatan produk kefir dilakukan karena santan kelapa memiliki karakteristik rasa dan komposisi gizi menyerupai susu sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi yang berbeda terhadap total bakteri asam laktat (BAL), nilai pH, total padatan terlarut, dan organoleptik yang meliputi aroma khas, rasa asam, dan kekentalan pada cocofir. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu santan kelapa peras yang diperoleh dari pasar Jati Banyumanik, susu skim, kefir grains, larutan garam fisiologis, MRSA, dan aquades. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali pengulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu lama fermentasi yang berbeda yang meliputi T1= 12 jam, T2= 24 jam, T3= 36 jam, dan T4= 48 jam. Parameter yang di uji adalah total bakteri asam laktat, nilai pH, total padatan terlarut, dan organoleptik. Data hasil uji total bakteri asam laktat, nilai pH, padatan terlarut, dan total BAL dianalisis dengan ANOVA dan organoleptik dianalisis menggunakan Kruskal Wallis Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap total BAL, nilai pH, dan total padatan terlarut. Pada organoleptik berpengaruh nyata (P<0,05) pada aroma khas, rasa asam dan kekentalan cocofir.Cocofir is a product made with coconut milk and skim milk. Then, there milk are fermented using grains kefir. The process of making cocofir is almost the same as making other fermented drinks. The selection of coconut milk as a substitute for cow's milk in making kefir products is coconut milk has taste characteristics and nutritional composition resembling cow's milk.This study aimed to determine the effect of different fermentation duration on pH values, total BAL, total dissolved solid and organoleptics. The material used in this study were coconut milk obtained from Jati market, Banyumanik, kefir grains,  physiological saline solution, MRSA, and aquades. The study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 repetitions. The treatment given was the different fermentation duration which includes T1 = 12 hours, T2 = 24 hours, T3 = 36 hours, and T4 = 48 hours. Parameters tested were total lactic acid bacteria, pH values, total dissolved solids and organoleptic. Data from the test results of total lactic acid bacteria, pH values, and total dissolved solids were analysed by ANOVA and organoleptic were analysed using the Kruskal Wallis test. The results showed that the different fermentation duration significantly affecting (P<0,05) the total lactic acid bacteria, pH values, and total dissolved solids. In organoleptics there were significant differences (P<0,05) in aroma, flavour, and thickness of cocofir. 
Sifat Fisik dan Organoleptik Gelato Susu Kambing Dengan Campuran Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) Nona Tiama Parera; Valentinus Priyo Bintoro; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.82 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.20510

Abstract

Olahan susu kambing masih terbatas karena memiliki aroma prengus, sehingga diperlukan upaya untuk menutupinya. Kayu manis sudah dikenal baik sebagai pemberi aroma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran filtrat kayu manis terhadap viskositas, nilai overrun, resistensi pelelehan dan organoleptik yang meliputi aroma, rasa dan tekstur gelato susu kambing serta mendapatkan kombinasi terbaik. Bahan yang digunakan dalam  penelitian ini adalah susu kambing, kayu manis kering, cream, kuning telur, gula dan air. Penelitian menggunakan uji rancangan acak lengkap dengan variasi perlakuan yang diberikan adalah (T0) tanpa filtrat kayu manis, (T1) filtrat kayu manis 1%, (T2) filtrat kayu manis 3%, dan (T3) filtrat kayu manis 5%. Variabel yang diamati adalah viskositas, nilai overrun, resistensi pelelehan dan organoleptik aroma, rasa dan tekstur. Data hasil pegujian viskositas, nilai overrun dan resistensi pelelehan dianalisis dengan menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Sedangkan data organoleptik dianalisis dengan Uji Kruskal Wallis dan apabila terdapat pengaruh maka diuji lanjut menggunakan Mann Whitney. Penambahan konsentrasi campuran filtrat kayu manis yang semakin tinggi berpengaruh pada viskositas, nilai overrun, resistensi pelelehan dan organoleptik. Viskositas meningkat, nilai overrun menurun dan resistensi pelelehan semakin lama seiring meningkatnya konsentrasi campuran filtrat kayu manis. Hasil organoleptik aroma semakin tidak khas kambing, rasa manis menurun dan tekstur semakin lembut seiring meningkatnya konsentrasi campuran filtrat kayu manis. A product from goat’s milk is still limited because it has a goaty flavor, so need an effort to cover it. Cinnamon is well known as a flavoring agent. This study aims to determine the effect of cinnamon filtrate mixture on viscosity, overrun value, melting resistance and organoleptic which include aroma, taste and texture of goat’s milk gelato and to get the best combination. The materials used in this study are goat milk, dry cinnamon, cream, egg yolks, sugar and water. The research used RAL test with variation of treatment given (T0) without cinnamon filtrate, (T1) 1% cinnamon filtrate, (T2) 3% cinnamon filtrate, and (T3) 5% cinnamon filtrate. Variables observed were viscosity, overrun value, melting resistance and organoleptic aroma, flavor and texture. The result data of viscosity test, overrun value and melting resistance were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) test with 5% significance level and if there is any difference then continued with Duncan test. While organoleptic data was analyzed by Kruskal Wallis test and if there was influence then tested continued using Mann Whitney. The addition of higher concentration of cinnamon filtrate mixture has an effect on viscosity, overrun value, melting resistance and organoleptic. Viscosity increased, overrun value decreased and melting resistance grew longer by increasing concentration of cinnamon filtrate mixture. Organoleptic the smell are less of goaty flavor, the sweetness decreases and the texture is softer as the concentration of the cinnamon filtrate mixture increases.
Pengaruh Substitusi Buah Naga Merah terhadap Aktivitas Antioksidan, pH, Total Bakteri Asam Laktat dan Organoleptik Kefir Sari Kedelai Betti Meidia Pratiwi; Heni Rizqiati; Yoga Pratama
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.146 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.20638

Abstract

Kefir sari kedelai mampu memberikan solusi bagi penderita lactose intolerant yang alergi terhadap laktosa susu sapi. Namun kelemahannya adalah timbulnya flavor langu dan oligosakarida dalam sari kedelai sulit dimanfaatkan kultur starter sebagai sumber energi dan sumber karbon sehingga diperlukan sumber gula lain untuk memperbaiki sifat kimia dan fisik kefir kedelai, salah satunya dengan substitusi buah naga merah. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi konsentrasi buah naga merah terhadap parameter yang diamati. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah perbedaan konsentrasi substitusi sari buah naga merah, yaitu T0 : 0% sari buah naga merah; T1 : 10% sari buah naga merah; T2 : 20% sari buah naga merah; dan T3 : 30% sari buah naga merah. Parameter yang diamati adalah aktivitas antioksidan, pH, total bakteri asam laktat dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata persentase aktivitas antioksidan berkisar antara 18−30%; pH 4,15−4,76; total BAL 1,45×106 hingga 3,05×106; skor organoleptik aroma dari agak menyengat hingga menyengat; warna putih hingga merah keunguan pekat; rasa asam hingga sangat asam; kekentalan tidak kental hingga kental; dan kesukaan dari tidak suka hingga suka. Kesimpulan yang didapat adalah konsentrasi buah naga merah berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan, pH, organoleptik rasa, warna dan kesukaan (overall), pada parameter total BAL T0 berbeda nyata dengan T1, T2, T3, namun tidak terdapat perbedaan nyata antar perlakuan T1, T2 dan T3, pada organoleptik aroma dan kekentalan tidak ada pengaruh nyata dari penambahan konsentrasi buah naga merah pada kefir sari kedelai.Soy milk kefir is able to provide solutions for lactose intolerant patients who are allergic to cow's milk lactose. But the disadvantage is the emergence of flavor unpleasant and oligosaccharides in soy milk is difficult to be used by starter culture as a source of energy and carbon sources so that other sources of sugar needed to improve the chemical and physical properties of soy kefir, one of them with red dragon fruit substitution. The purpose of this research is to know the effect of substitution of red dragon fruit concentration on observed parameters. The experiment was performed using Completely Randomized Design (RAL) with 4 treatments and 5 replications. The applied treatment is the difference of substitution concentration of red dragon fruit, that is T0: 0% red dragon fruit juice; T1: 10% red dragon fruit juice; T2: 20% red dragon fruit juice; and T3: 30% red dragon fruit juice. The parameters observed were antioxidant activity, pH, total lactic acid bacteria and organoleptic. The results showed that the average percentage of antioxidant activity ranged between 18-30%; pH 4.15-4.76; total LAB 1.45 × 106 to 3.05 × 106; the organoleptic scores of the aroma are rather stinging to sting; the colors are white to purplish red; the taste are acidic to very acidic; the viscosity are not thick to thick; and the likeness are dislike to likes. The conclusion is that the concentration of red dragon fruit has an effect on antioxidant activity, pH, organoleptic taste, color and likeness (overall), in the parameter of total lactic acid bacteria (LAB) T0 was significantly different from T1, T2, T3, but there was no significant difference with T1, T2 and T3, nor did organoleptic aroma and viscosity significantly influence the addition of red dragon fruit concentration to soy milk kefir.
Pengaruh Penambahan High Fructose Syrup (HFS) terhadap Perubahan Sifat Fisikokimia dan Mikrobiologi Kefir Air Kelapa Hijau Yolanda Yunivia; Bambang Dwiloka; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.939 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.22515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan High Fructose Syrup (HFS) dengan konsentrasi yang berbeda terhadap tingkat keasaman (pH), total asam, jumlah bakteri asam laktat, dan total khamir pada kefir air kelapa hijau. Materi yang digunakan yaitu air kelapa hijau, kefir grains, serta gula High Fructose Syrup (HFS) dengan formulasi bahan yang berbeda tiap perlakuan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Formulasi yang dibagi menjadi 5 perlakuan dalam penelitian ini berupa pemberian gula HFS dengan konsentrasi 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%. Analisis data yang digunakan yaitu Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) apabila berpengaruh nyata. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi HFS berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap derajat keasaman (pH), total asam, dan total bakteri asam laktat, namun tidak berpengaruh nyata dengan total khamir kefir air kelapa hijau. Perlakuan dengan penambahan gula HFS sebesar 7,5% pada kefir air kelapa hijau merupakan perlakuan terbaik untuk parameter yang diuji secara menyeluruh.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Sukrosa Terhadap Total Bakteri Asam Laktat, pH, Kadar Alkohol dan Hedonik Water Kefir Belimbing Manis (Averrhoa carambola) Heni Rizqiati; Dhea Luthfia Ramadhanti; Mohammad Ihsan Yahya Prayoga
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 21 Nomor 1, April 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.319 KB) | DOI: 10.35799/jis.21.1.2021.31160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sukrosa dengan beberapa konsentrasi yang berbeda terhadap total bakteri asam laktat, nilai pH, kadar alkohol, dan uji hedonik water kefir belimbing manis. Desain percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan, dengan perlakuan penambahan beberapa konsentrasi sukrosa (0%, 3%, 6%, 9%, dan 12%). Belimbing yang digunakan adalah jenis belimbing manis dengan menggunakan grain water kefir sebanyak 5% dan difermentasi selama 24 jam. Kualitas water kefir belimbing yang dianalisis yakni total bakteri asam laktat, nilai pH, kadar alkohol dan kesukaan produk. Data parametrik yang diperoleh kemudian dianalisis dengan aplikasi SPSS 22.0 menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) yang dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT), sedangkan data non parametrik dianalisis dengan uji Mann-Whitney yang dilanjutkan dengan uji Kruskall-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sukrosa dengan beberapa konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap total bakteri asam laktat, kadar alkohol, nilai pH dan uji hedonik. Semakin tinggi konsentrasi sukrosa yang ditambahkan maka semakin tinggi total bakteri asam laktat, alkohol, dan hedonik serta menurunkan nilai pH pada produk, perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan T3 dengan penambahan sukrosa sebanyak 9% yang menghasilkan total bakteri asam laktat sebesar 8,746, nilai pH sebesar 4,32, kadar alkohol sebesar 1,05%, dan memiliki skor kesukaan sebesar 3,76.Kata kunci : Alkohol; belimbing; pH; water kefir The Effect of Variation Sucrose Concentration on Total Lactic Acid Bacteria, pH, Alcohol Content and Hedonic in Water Kefir from Starfruit (Averrhoa carambola) ABSTRACTThis research was to determine the effect of sucrose addition on total lactic acid bacteria, pH value, alcohol content, and hedonic test in water kefir from starfruit. The experimental design used was Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications, with treatment addition some concentration sucrose (0%, 3%, 6%, 9%, and 12%). Starfruit used is a type of sweet starfruit with a kefir water grain of 5% and fermented for 24 hours. Starfruit water kefir quality analyzed are total lactic acid bacteria, pH value, alcohol content and hedonic properties of the product. The resulted parametric data is then analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT), while the non parametric data were analyzed using the Mann-whitney test followed by the Kruskall-wallis test.  The results showed that the addition of sucrose with several different concentrations had a significant effect on  total lactic acid bacteria, alcohol content, pH value and hedonic test. The higher sucrose concentration added the higher the resulted level on the total lactic acid bacteria, alcoholc and hedonic level also lower the pH value of the product, the best treatment is T3 with the addition of 9% sucrose which produces a total of 8,746 lactic acid bacteria, pH value of 4,32, alcohol content of 1,05%, and has a favorite score of 3,76.Keywords : Alcohol; starfruit; pH; water kefir
TOTAL BAL, VISKOSITAS, PH DAN PADATAN TERLARUT KEFIR SUSU KERBAU DENGAN PEMBERIAN BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) Winda Chelsy Tarihoran; Antonius Hintono; Heni Rizqiati
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 10 No. 4: October 2022
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2022.010.04.1

Abstract

Kefir susu kerbau merupakan pangan fungsional dari olahan susu kerbau yang melalui proses fermentasi dengan penambahan kefir grain yang memiliki kemampuan probiotik. Buah naga merah merupakan buah berwarna menarik serta mempunyai efek baik bagi kesehatan karena mengandung bioaktif yaitu antioksidan. Penelitian bertujuan untuk memahami pengaruh pemberian berbagai konsentrasi buah naga merah terhadap total BAL, viskositas, pH, dan total padatan terlarut kefir susu kerbau. Perlakuan pemberian buah naga merah yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% (v/v). Parameter uji meliputi total BAL, viskositas, pH, dan total padatan terlarut. Percobaan dilakukan dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan menggunakan RAL. Hasil pengujian dianalisis dengan uji Anova dengan taraf signifikansi 95% dan dilanjut dengan Duncan Test. Hasil penelitian menunjukkan, semakin tinggi penambahan buah naga merah maka total BAL, viskositas dan total padatan terlarut semakin tinggi, namun pH kefir susu kerbau mengalami penurunan.
Total Padatan Terlarut, Total Asam, CO2, Total Bakteri Asam Laktat, dan Organoleptik Water Kefir Semangka dengan Konsentrasi Sukrosa yang Berbeda endra fajar pratiwi; heni rizqiati; nurwantoro nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2022.24161

Abstract

Pengolahan water kefir masih terbatas dan belum banyak dikenal masyarakat. Semangka memiliki kadar air dan kandungan gizi yang tinggi, namun dalam pembuatan water kefir semangka diperlukan penambahan sukrosa untuk memenuhi nutrisi bagi pertumbuhan mikroorganisme. Pengolahan water kefir semangka merupakan upaya pengembangan pengolahan water kefir serta untuk meningkatkan nilai fungsional semangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sukrosa dengan konsentrasi yang berbeda terhadap total BAL, total padatan terlarut, total asam, CO2, dan organoleptik water kefir semangka. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (kontrol, sukrosa 3%, sukrosa 6%, sukrosa 9%, sukrosa 12%) dan 4 ulangan. Data hasil pengujian total padatan terlarut, total asam, CO2, total BAL dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) apabila berpengaruh nyata. Data hasil pengujian sifat sensoris dianalisis dengan Kruskal Wallis pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan Mann Whitney U Test apabila berpengaruh nyata. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan sukrosa dengan konsentrasi berbeda berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap total BAL, total padatan terlarut, total asam, dan CO2 water kefir semangka. Hasil uji sensoris metode rangking menunjukkan bahwa penambahan sukrosa dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh nyata terhadap rasa, warna, dan sensasi soda, namun tidak berpengaruh nyata terhadap atribut aroma. Water kefir semangka dengan perlakuan penambahan sukrosa 9% merupakan perlakuan terbaik untuk parameter yang diuji secara menyeluruh. Water kefir processing is still limited and not yet widely known to the public. Watermelon has a high water content and nutrient content, but in making water kefir watermelon, it is necessary to add sucrose to fulfil the nutrients for the growth of microorganisms. The processing of watermelon water kefir is an effort to develop water kefir processing and to increase the functional value of watermelon.This study aims to determine the effect of adding sucrose with different concentrations of total lactic acid bacteria (LAB), total dissolved solids, total acid, CO2, and organoleptic values of water kefir from watermelon fruit. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments (control, sucrose 3%, sucrose 6%, sucrose 9%, sucrose 12%) and 4 replications. The obtained data from total dissolved solid, total acid, CO2, and total lactic acid bacteria (LAB) were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at the 5% significance level and continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT) if it had a significant effect. The obtained data from sensory properties were analyzed using Kruskal Wallis at the 5% significant level and continued with the Mann Whitney U Test if it had a significant effect. The results obtained showed that the addition of sucrose with different concentrations had a significant effect (p <0.05) on total dissolved solids, total acid, CO2 and total LAB water kefir watermelon. The sensory test results of the ranking method showed that the addition of sucrose with different concentrations significantly affected the taste, color, and sensation of soda, but did not significantly affect the aroma of water kefir watermelon. Water kefir watermelon with the treatment of adding sucrose 9% was the best treatment for parameters tested thoroughly.
PENGARUH ISOLAT PROTEIN KEDELAI TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA KEFIR BUBUK Heni Rizqiati; Nurwantoro Nurwantoro; Andi Febrisiantosa; Claradhita Ayu Shauma; Rani Khasanah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 3: July 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.03.1

Abstract

Pembuatan kefir bubuk melalui pengeringan merupakan pengolahan lanjutan yang dapat menghindari pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan, dapat memperpanjang masa simpan, mempermudah distribusi, dan memperkecil ruang penyimpanan kefir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Isolat Protein Kedelai (IPK) terhadap rendemen, total padatan terlarut, aw, pH, derajat kecerahan, kadar air, kelarutan, total asam kefir bubuk. Penelitian ini meliputi pembuatan kefir, pembuatan kefir bubuk dengan penambahan IPK berbagai konsentrasi, pengujian parameter, dan analisis data yang diperoleh. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan variasi perlakuan yang diberikan adalah (T0) tanpa penambahan IPK 0%, (T1) penambahan IPK 2.5%, (T2) penambahan IPK 5%, (T3) penambahan IPK 7.5%, dan (T4) penambahan IPK 10%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan IPK memberikan pengaruh nyata (p<0.05) terhadap peningkatan rendemen dan nilai pH, serta penurunan total padatan terlarut, derajat kecerahan, kadar air, kelarutan, dan total asam. Kefir bubuk dengan penambahan IPK 2.5% merupakan perlakuan terbaik.
Pengaruh Substitusi Gula dengan Puree Kurma (Phoenix Dactylifera L.) terhadap Sifat Kimia, Mikrobiologi dan Hedonik Es Krim Kefir Heni Rizqiati; Fahmi Arifan; Nurwantoro Nurwantoro; Siti Susanti; Rani Widya Pramesthi; Rio Sentosa
Jurnal Agripet Vol 21, No 1 (2021): Volume 21, No. 1, April 2021
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v21i1.18419

Abstract

ABSTRAK. Kefir merupakan susu fermentasi yang belum banyak diminati oleh masyarakat karena rasanya yang asam sehingga perlu dilakukan pengembangan pada produk kefir. Salah satunya dengan penggunaan kefir sebagai bahan baku es krim yang diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat mengkonsumsi kefir. Karena rasanya yang asam, es krim kefir perlu ditambahkan pemanis yang dapat diperoleh dari buah buahan salah satunya adalah buah kurma (Phoenix dactylifera L). Buah kurma adalah buah yang memiliki kandungan gula yang cukup tinggi dan memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pemanis alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi gula dengan puree buah kurma pada beberapa konsentrasi terhadap kadar gula, total padatan, total asam, total khamir, total BAL, total mikroba dan hedonik dari es krim kefir. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan puree buah kurma sebagai pemanis pada beberapa level yaitu 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi gula dengan puree buah kurma berpengaruh nyata (p0,05) terhadap kadar gula, total padatan, total asam es krim kefir, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata (p0,05) terhadap total khamir, total BAL dan total mikroba. Substitusi gula dengan puree buah kurma memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan rasa, warna, tekstur dan overall kesukaan es krim kefir, namun tidak terdapat pengaruh yang nyata terhadap aroma es krim kefir.(Effect of sugar substitution with dates puree (Phoenix dactylifera L.) on the chemical, microbiological and hedonic properties of kefir ice cream) ABSTRACT. Kefir is a fermented milk that has not been in a great demand by people because of its sour taste, so it is necessary to develop kefir products. The use of kefir as a raw material for ice cream is expected to increase peoples interest to consume kefir. Because of its sour taste, kefir ice cream needs to be added with sweeteners which can be obtained from fruits, one of which is dates (Phoenix dactylifera L). Dates are a fruit that has a high enough sugar content and has the potential to be used as a natural sweetener. The purpose of this study was to determine the effect of sugar substitution with date palm puree with several concentrations on the value of sugar content, total solid, total acid, total yeast, total LAB, total microbes and hedonic from kefir ice cream. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with dates puree as a sweetener at the level of 0%, 25%, 50%, 75% and 100%. The results showed that the substitution of sugar with date palm puree had a significant effect (p0,05) on the sugar content, total solid, total acid of kefir ice cream, but did not have a significant effect (p0,05) on the total yeast, total LAB dan total microbes. Substitution of sugar with dates puree had a significant effect on the taste, color, texture and overall preference and there was no significant effect on the aroma of kefir ice cream.
Co-Authors Abdul Rohman Abdul Rohman Rohman Ahmad Ni&#039;matullah Albaari Ailsa Afra Mawarid Al-Baarri, Ahmad Ni'matullah Anang M Legowo Andi Febrisiantosa Andi Febrisiantosa anissa fitria ningrum Antonius Hintono Bambang Dwiloka Betti Meidia Pratiwi Bhakti Etza Setiani Claradhita Ayu Shauma Claradhita Ayu Shauma Cynthia Faradila Dewandhaka Andaru Dhea Luthfia Ramadhanti endra fajar pratiwi Enjui Pehulisa Br Barus Fahmi Arifan Galih Ayu Kinteki Hazna Zhavira Herni Nur Sabrina Herostika Insani ISTNA MANGISAH Jundina Muthia Zakiy Lila Setiawati Lita Lusiana Surja Lorentia Lydia Margareth Luna Auria Andansari Lusida Mulia Arganis Lusida Mulia Arganis Luthfiyah Nur Sulistiyani Martha Widi Lestari Masykuri masykuri Miranti Devita Mochammad Dicky Zulkharisma Mohammad Ihsan Yahya Prayoga Mohammad Kresna Bayu Mulyana Hadipernata N Nurwantoro Nona Tiama Parera Nurwantoro . Nurwantoro Nurwantoro Nyoman Suthama Olivia Prastiandani Prima Dewi Ramadhani Puji Nugroho Putri Nur Anggraini Rani Khasanah Rani Oktaviani Saraswati Rani Widya Pramesthi Rio Sentosa ritna ningsih Rr. Clarisa Puspa Ramadhanie Mochtar Sabrina Sabiella Husna Satrio Yudho Widiantoro Savira Oktavina Cahyani Septi Hardini Setya Budi M. Abduh Siti Susanti Sri Kusmawati Sri Oktavia Ginting Syavira Aulia Triana Setyawardani Valentinus Priyo Bintoro Vannesya Fadjri Prastiwi Widia Pangestika Winda Chelsy Tarihoran Wisnu Broto Wisnu Pangestu Setiaji Yehezkiel Bobby Slamet Yoga Pratama Yoga Pratama Yoga Pratama Yoga Pratama Yolanda Yunivia Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Pramono