Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai Perubahan Warna pada Emulsi Kunyit (Curcuma longa l.) dengan Penambahan Iota dan Kappa Karagenan Rr. Clarisa Puspa Ramadhanie Mochtar; Heni Rizqiati; Ahmad Ni'matullah Al-Baarri
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.144 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.20271

Abstract

AbstrakEmulsi alami dari karagenan jenis iota dan kappa belum banyak diaplikasikan di bidang pangan. Penambahan karagenan pada emulsi kunyit dapat mempengaruhi tampilan warna. Penelitian ini bertujuan untuk membuat emulsi berbahan dasar kunyit dengan penambahan karagenan iota dan kappa serta mendeteksi perubahan pada tampilan warna. Tampilan dan perubahan warna emulsi kunyit diuji dengan digital colorimeter menggunakan metode CIE-L*a*b. Hasil penelitian menunjukkan nilai ΔE pada emulsi kunyit tanpa penambahan karagenan, dengan iota karagenan dan dengan kappa karagenan, yaitu 4,77 ± 0,91; 4,05 ± 0,66; dan 16,95±0,96.AbstractNatural emulsion from iota and kappa carrageenan has not been widely applied in food industry. Addition of carrageenan in turmeric-based emulsion may affect the appearance followed by color changing. The objective of this study was to make turmeric-based emulsion with and without carrageenan to detect changes in color display. Color change was tested by using direct method with CIE-L*a*b application. The results showed that total color change of emulsion without the addition of carrageenan, with iota and kappa carrageenans were 4,77 ± 0,91; 4,05 ± 0,66; dan 16,95±0,96.
Analisis Performa Warna pada Emulsi Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dengan Penambahan Iota dan Kappa Karagenan Herni Nur Sabrina; Heni Rizqiati; Ahmad Ni'matullah Al-Baarri
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2018.20132

Abstract

AbstrakPerforma warna merupakan suatu indikator utama untuk melihat kualitas emulsi. Kualitas warna emulsi dapat ditentukan dengan penambahan emulsifier untuk mempertahankan warnanya, salah satu contoh emulsifier yaitu karagenan. Karagenan dikenal sebagai hidrokoloid yang dimanfaatkan untuk pembentukan gel, penstabil dan pengental. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu emulsi yang berbahan dasar temulawak dengan penambahan iota dan kappa karagenan sebagai emulsifier serta mendeteksi total perubahan warna. Perubahan warna (ΔE) emulsi diuji dengan menggunakan kolorimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emulsi temulawak tanpa penambahan karagenan, dengan iota karagenan dan dengan kappa karagenan terjadi perubahan warna masing-masing sebesar 7,79±0,65, 7,01±0,58 dan 9,07±1,24.AbstractColor performance is a main indicator of the emulsion quality. The color quality of an emulsion can be determined by the addition of an emulsifier to maintain the color, one of the emulsifier example is carrageenan. Carrageenan has known as hydrocolloid which is used for gel formation, stabilizer and thickener. This study aims to create an emulsion based on temulawak which is given iota and kappa carrageenan as emulsifier and detect the change of color performance. The color change (ΔE) of the emulsion was tested using  colorimeter. The results showed that temulawak emulsion without the addition of carrageenan, with iota carrageenan and with kappa carrageenan color change occurred respectively 7,79±0,65, 7,01±0,58 and 9,07±1,24.
Nilai Total Padatan Terlarut Pada Emulsi Kunyit (Curcuma longa L.) Yang Dipengaruhi Oleh Iota dan Kappa Karagenan Lusida Mulia Arganis; Heni Rizqiati; Ahmad Ni’matullah Al-Baarri
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.11 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.19390

Abstract

Kualitas emulsi seperti total padatan terlarut sangat ditentukan oleh jenis pengemulsi. Karagenan merupakan salah satu pengemulsi dari jenis polisakarida yang berasal dari rumput laut merah (Rhodophyceae) namun belum banyak digunakan dalam minuman tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk membuat emulsi berbahan dasar kunyit dengan penambahan iota dan kappa karagenan serta mendeteksi perubahan pada total padatan terlarut. Total padatan terlarut emulsi diuji dengan menggunakan alat TDZ Ezdo 8200. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emulsi kunyit tanpa penambahan karagenan, dengan iota karagenan dan dengan kappa karagenan mempunyai total padatan terlarut masing-masing sebesar 1,71±0,01;  2,29±0,03 dan 2,17±0,01 ppm.The quality ofemulsion such as total dissolved solids, may be determined by type of emulsifier. Carrageenan is one of the emulsifiers, carrageenan is a type of polysaccharide from red seaweed (Rhodophyceae), however the application of carrageenan has not widely used in traditional beverage. Therefore, the purpose of this research was to determined the effect of iota and kappa carrageenan in turmeric emulsion, along detection changes in total dissolved solids. Distribution of total dissolved solids tested by TDS-meter. As conclusion, turmeric emulsion without carrageenan, added with carrageenan iota, and with kappa carrageenan had total dissolved solids respectively 1,71±0,01; 2,29±0,03 and 2,17±0,01 ppm.
Kualitas Selai Alpukat (Persea americana Mill) dengan Perisa Berbagai Pemanis Alami Prima Dewi Ramadhani; Bhakti Etza Setiani; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.293 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2017.17132

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji kualitas selai alpukat yang dibuat dengan perlakuan 3 jenis pemanis alami berbeda ditinjau dari aspek kadar air, nilai aw, total sugar, total mikroba, total padatan terlarut, dan uji hedonik. Parameter penelitian meliputi kadar air, nilai aw, total sugar, total mikroba, total padatan terlarut dan kesukaan selai alpukat dengan perlakuan pemberian jenis pemanis T1=gula aren, T2=gula pasir, T3=madu. Penelitian ini menggunakan desain rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tujuh kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA untuk parameter kadar air, nilai aw, total sugar, total mikroba, total padatan terlarut. Sedangkan untuk parameter kesukaan menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian jenis pemanis alami berbeda terhadap kualitas kadar air, nilai aw, total sugar, dan total padatan terlarut selai alpukat. Selai dengan pemberian pemanis gula aren merupakan perlakuan pemberian pemanis dengan kualitas terbaik yang menghasilkan selai alpukat dengan kadar air = 14,73%, nilai aw 0,832, total sugar 39,509%, total mikroba 5,3.103 CFU/g dan total padatan terlarut 81,9%. Dari segi kesukaan, selai dengan pemberian pemanis gula pasir paling disukai baik secara warna, rasa, aroma, tekstur, dan overall.
Pengaruh Lama Fermentasi Kefir Susu Kambing Terhadap Mutu Hedonik, Total Bakteri Asam Laktat (BAL), Total Khamir dan pH Galih Ayu Kinteki; Heni Rizqiati; Antonius Hintono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.014 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.20685

Abstract

Kefir merupakan minuman fermentasi yang mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Susu kambing mengandung asam lemak rantai pendek dan protein yang lebih mudah dicerna, sehingga dapat menambah kualitas kefir yang dibuat. Dalam proses pembuatan kefir, salah satu faktor penting yang harus dipertimbangkan adalah lama fermentasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama fermentasi kefir susu kambing terhadap mutu hedonik, total bakteri asam laktat (BAL), total khamir, dan pH. Serta mengetahui lama fermentasi yang optimum pada pembuatan kefir susu kambing terhadap mutu hedonik, total bakteri asam laktat (BAL), total khamir, dan pH. Parameter penelitian meliputi mutu hedonik, total bakteri asam laktat (BAL), total khamir dan pH dengan perlakuan lama fermentasi T1=12 jam, T2=24 jam, T3=36 jam dan T4=48 jam. Penelitian ini menggunakan desain rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA untuk parameter total bakteri asam laktat (BAL), total khamir dan pH. Sedangkan untuk parameter kesukaan menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lama fermentasi terhadap mutu hedonik, total bakteri asam laktat (BAL), total khamir, dan pH kefir susu kambing. Kefir susu kambing dengan perlakuan fermentasi 36 jam paling disukai dari segi warna, aroma, rasa, sensasi soda, kekentalan dan overall. Serta memiliki jumlah bakteri yang paling optimum yaitu memiliki total bakteri asam laktat (BAL) 5,9x108, total khamir 2,7x106 dan pH 4,44.  
Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Total Asam, Total Bakteri Asam Laktat, Total Khamir dan Mutu Hedonik Kefir Air Kelapa Hijau (Cocos nucifera) Abdul Rohman Rohman; Bambang Dwiloka; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.353 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama fermentasi paling optimal untuk menghasilkan kefir air kelapa hijau yang paling disukai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan dengan rentang waktu lama fermentasi yaitu T1 (12 jam), T2 (24 jam), T3 (36 jam), dan T4 (48 jam). Bahan baku yang digunakan berupa air kelapa hijau serta butir kefir air sebanyak 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi yang berbeda memberikan pengaruh nyata(P<0,05) terhadap total asam, total bakteri asam laktat, total khamir dan mutu hedonik kefir air kelapa hijau. Perlakuan lama fermentasi yang terbaik adalah pada T1 yaitu dengan waktu lama fermentasi 12 jam yang menghasilkan nilai total asam sebesar 0,119%, nilai total bakteri asam laktat sebesar 1,4x106 CFU/ml, nilai total khamir sebesar 3,9x105 CFU/ml dan memiliki sifat mutu hedonik berupa rasa asam agak suka, sensasi soda agak suka, aroma asam agak suka, kekentalan agak suka, kekeruhan agak suka dan overall kesukaan suka.
Pengaruh Substitusi Kefir Terhadap Sifat Fisik, Total Khamir dan Hedonik Es Krim Syavira Aulia; Heni Rizqiati; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.341 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23750

Abstract

Es krim kefir merupakan salah satu fermented ice cream yang terbuat dari campuran bahan es krim dengan bakteri asam laktat dari kefir yang ditambahkan dalam adonan es krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi kefir susu sapi terhadap nilai overrun, daya leleh, total khamir dan hedonik es krim. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan substitusi kefir susu sapi sebesar 0%;25%;50%;75%; dan 100%. Data dianalisis dengan uji ANOVA untuk sifat fisik dan dilanjutkan dengan uji Duncan, sedangkan uji Kruskal Wallis digunakan untuk data hedonik dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi kefir susu sapi pada es krim berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap overrun, daya leleh, dan total khamir es krim. Substitusi kefir susu sapi berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap rasa, aroma, kekentalan dan overall kesukaan es krim. Sedangkan pada pengamatan terhadap tekstur es krim tidak ada perbedaan yang nyata. Semakin tinggi konsentrasi subsititusi kefir susu sapi menghasilkan peningkatan pada rasa, kekentalan, aroma, level kesukaan, daya leleh dan total khamir dengan rerata daya leleh tertinggi sebesar 28 menit 38 detik per 10 g dan rerata total khamir tertinggi sebesar 7,16 x 105 CFU/g, serta penurunan terhadap overrun menjadi 25,16%. dan tekstur es krim.
“Pengaruh Variasi Konsentrasi Sukrosa terhadap Total Bakteri Asam Laktat, pH, Aktivitas Antioksidan dan Organoleptik Kefir Sari Buah Naga Merah (Hyloreceus polyrhizus)” Septi Hardini; Yoga Pratama; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.417 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.20516

Abstract

Kefir sari buah naga merah adalah salah satu produk minuman probiotik yang berasal dari buah naga merah. Buah naga merah mengandung β karoten, vitamin E, likopen serta oligosakarida. Bakteri asam laktat menjadikan oligosakarida sebagai prebiotik. Penelitian dilakukan dengan perlakuan variasi konsentrasi sukrosa yang berbeda (0%, 3%, 6%, 9%, 12%). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi sukrosa yang tepat untuk menghasilkan kefir sari buah naga yang berkualitas baik dari segi kimiawi, mikrobiologi maupun organoleptik. Parameter yang diamati adalah total bakteri asam laktat, pH, aktivitas antioksidan dan organoleptik kefir sari buah naga merah. Analisis data diolah menggunakan aplikasi SPSS. Perlakuan terbaik kefir sari buah naga merah adalah dengan penambahan sukrosa 9% dimana menghasilkan pH paling rendah dan aktivitas antioksidan paling tinggi. Penambahan sukrosa tidak berpengaruh terhadap total bakteri asam laktat. Sedangkan untuk organoleptik perlakuan penambahan 12% merupakan perlakuan yang disukai panelis.Influence of Variation of Sucrose Concentrations to Total Lactic Acid, pH, Antioxidant Activity and Organoleptic Kefir of Red Dragon Fruit Juice (Hyloreceus polyrhizus)Kefir red dragon fruit juice is one of the prebiotic drink product derived from fruits. The dragon fruits contens β karoten, vitamin E, lycopene, and oligosaccharides. Lactic acid bacteria make oligosaccharides as prebiotics. Research was done with variation of additions of different concertration of sucrose (0%, 3%, 6%, 9%, 12%). This research was cobducted to find out the right concentration of sucrose for product kefir quality in terms of chemical, microbiological and organoleptic. The parameters observed were total lactic acid bacteria, pH, antioxidant activity and organoleptic kefir red dragon fruit juice. Data analysis is processed using SPSS aplications. The best treatment of the kefir dragon fruit juice is by the addition of 9% sucrose which produces the lowest pH dan antioxidant activity the highest. The additions of sucrose no effect on total acid bacteria. As for the organoleptic treatment of additions of 12% sucrose is the most preferred treatment. 
Perubahan Sifat Fisikokimia dan Mutu Hedonik Kefir Air Kelapa Hijau (Cocos nucifera L.) dengan Penambahan High Fructose Syrup (HFS) Savira Oktavina Cahyani; Bambang Dwiloka; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.872 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.22514

Abstract

Penelitian inibertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi penambahan high fructose syrup yang berbeda terhadap sifat fisikokimia serta mutu hedonik dan memperoleh konsentrasi high fructose syrup yang optimal berdasarkan atribut sensori rasa asam, sensasi soda, aroma asam, kekentalan, rasa manis, dan overall kesukaan didalam kefir air kelapa hijau. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 kali replikasi dengan variasi konsentrasi penambahan High Fructose Syrup (HFS) yaitu T0 tidak ditambahkan HFS, T1 dengan konsentrasi HFS 2,5%; T2 dengan konsentrasi HFS 5%; T3 dengan konsentrasi HFS 7,5%; dan T4 dengan konsentrasi HFS 10%. Bahan baku yang digunakan berupa air kelapa hijau, bibit kefir sebanyak 5%, dan high fructose syrup. Metode yang dilakukan meliputi pasteurisasi air kelapa hijau, pemberian bibit kefir 5%, penambahan HFS sesuai perlakuan, fermentasi selama 12 jam, serta penyaringan. Parameter fisik yang diuji meliputi viskositas sedangkan parameter kimia meliputi Total Padatan Terlarut (TPT) serta kadar air. Mutu Hedonik yang diuji meliputi rasa asam, sensasi soda, aroma asam, kekentalan, rasa manis, dan overall kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan HFS dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap nilai viskositas, Total Padatan Terlarut (TPT), kadar air, serta mutu hedoniknya. Penambahan HFS dengan konsentrasi sebesar 10% merupakan perlakuan terbaik dilihat dari parameter fisik, kimia, dan hedonik secara menyeluruh.
Kualitas Minuman Sinbiotik Bengkuang (Pachyrhizus erosus) Menggunakan Inokulum Lactobacillus fermentum dengan Waktu Inkubasi yang Berbeda Jundina Muthia Zakiy; Bambang Dwiloka; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.208 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2017.17157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh bakteri Lactobacillus fermentum dengan lama fermentasi yang berbeda dalam pembuatan minuman sinbiotik bengkuang, meliputi kadar serat pangan, total bakteri, pH, dan uji organoleptik. Kadar serat pangan sari bengkuang adalah 31%, setelah dilakukan penambahan inokulum kadar serat pangan mengalami penurunan hingga menjadi 22% yang disebabkan oleh degradasi pati oleh bakteri asam laktat. Total bakteri asam laktat minuman sinbiotik bengkuang tertinggi adalah 1,6x108 dan terendah adalah 4,5x107. Nilai pH minuman sinbiotik bengkuang semakin menurun dalam tiap perlakuan, pH tertinggi adalah 4,92 dan terendah adalah 3,44. Cita rasa sangat asam minuman sinbiotik bengkuang menurut panelis terdapat pada perlakuan inkubasi 48 jam sedangkan cita rasa tidak asam terdapat pada perlakuan inkubasi 12 jam. Minuman sinbiotik bengkuang yang paling disukai oleh panelis adalah pada perlakuan inkubasi 36 jam. Minuman sinbioitk bengkuang telah memenuhi standar minuman probiotik yang telah ditetapkan.
Co-Authors Abdul Rohman Abdul Rohman Rohman Ahmad Ni&#039;matullah Albaari Ailsa Afra Mawarid Al-Baarri, Ahmad Ni'matullah Anang M Legowo Andi Febrisiantosa Andi Febrisiantosa anissa fitria ningrum Antonius Hintono Bambang Dwiloka Betti Meidia Pratiwi Bhakti Etza Setiani Claradhita Ayu Shauma Claradhita Ayu Shauma Cynthia Faradila Dewandhaka Andaru Dhea Luthfia Ramadhanti endra fajar pratiwi Enjui Pehulisa Br Barus Fahmi Arifan Galih Ayu Kinteki Hazna Zhavira Herni Nur Sabrina Herostika Insani ISTNA MANGISAH Jundina Muthia Zakiy Lila Setiawati Lita Lusiana Surja Lorentia Lydia Margareth Luna Auria Andansari Lusida Mulia Arganis Lusida Mulia Arganis Luthfiyah Nur Sulistiyani Martha Widi Lestari Masykuri masykuri Miranti Devita Mochammad Dicky Zulkharisma Mohammad Ihsan Yahya Prayoga Mohammad Kresna Bayu Mulyana Hadipernata N Nurwantoro Nona Tiama Parera Nurwantoro . Nurwantoro Nurwantoro Nyoman Suthama Olivia Prastiandani Prima Dewi Ramadhani Puji Nugroho Putri Nur Anggraini Rani Khasanah Rani Oktaviani Saraswati Rani Widya Pramesthi Rio Sentosa ritna ningsih Rr. Clarisa Puspa Ramadhanie Mochtar Sabrina Sabiella Husna Satrio Yudho Widiantoro Savira Oktavina Cahyani Septi Hardini Setya Budi M. Abduh Siti Susanti Sri Kusmawati Sri Oktavia Ginting Syavira Aulia Triana Setyawardani Valentinus Priyo Bintoro Vannesya Fadjri Prastiwi Widia Pangestika Winda Chelsy Tarihoran Wisnu Broto Wisnu Pangestu Setiaji Yehezkiel Bobby Slamet Yoga Pratama Yoga Pratama Yoga Pratama Yoga Pratama Yolanda Yunivia Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Pramono