Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Fishing Job Sumur “RM” Pada Lapangan Panas Bumi Maulana, M.Raja; Varayesi, Fidya; Effendi, Dahrul; Rohmana, Rian Cahya
English Vol 1 No 2 (2023): Volume 1 - Nomor 2 - Oktober 2023
Publisher : Fakultas Teknik dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/jttt.v1i2.486

Abstract

Fishing Job merupakan pekerjaan yang dilakukan untuk mengambil kembali alat-alat yang terjatuh kedalam sumur. Alat yang terjatuh ini harus secepatnya diangkat kepermukaan karena semakin lama akan sulit untuk diangkat kepermukaan dan juga akan menghambat proses pemboran maupun produksi. Suatu sumur akan segera dilakukan Well Completion dan akan segera diproduksikan. Namun, dikarenakan didalam sumur tersebut masih ada peralatan yang tertinggal pada kedalaman 1852,51 mMD maka akan dilakukan pekerjaan Fishing Job terlebih dahulu. Peralatan yang digunakan untuk pekerjaan Fishing ini yaitu Cable Spear 4-7/8” Peralatan yang tertinggal didalam sumur tersebut diantaranya Slickline sepanjang -/+ 780 M dan Pressure Temperature Spinner Tools (PTS Tools) sepanjang 280 Cm dan berat 35,4 Kg. Pekerjaan Fishing Job ini dilakukan sebanyak tiga kali pekerjaan yang diantaranya mampu mengangkan Fish (Slickline) sepanjang ± 64,7 M dan berat 2.2 Kg. Sehingga fish yang masih tertinggal didalam sumur yaitu Slickline sepanjang 503,3 M dan PTS Tools. Peralatan tersebut tentunya tidak akan dibiarkan begitu saja berada didalam sumur, maka dilakukan pekerjaan pendorongan Fish kebawah Feed Zone (dibawah zona perforasi). Pada pekerjaan fishing ini dilakukan juga perhitungan keekonomisan untuk mendapatkan perhitungan yang efektif pada pekerjaan fishing job 1, 2 dan 3. Hasil yang didapatkan dari perhitungan program fishing time yaitu sebanyak 11.3 hari dan perhitungan real time fishing job mendapatkan hasil 6.9 hari. Sehingga pekerjaan fishing job pada sumur RM menghemat waktu selama 4.4 hari. Maka pekerjaan fishing job pada sumur RM tidak mengalami kerugian waktu dan biaya.
POTENSI PEMANFAATAN GAS SUAR BAKAR MENJADI LPG: MENGURANGI IMPOR LPG INDONESIA Gabenta Peterson Tampubolon, Reuben; Rosiyanti, Dian; Fairuz Zaemi, Fiqya; Cahya Rohmana, Rian
Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi 2024
Publisher : Fakultas Teknik dan Teknologi - TANRI ABENG UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/snarstek.v2i1.714

Abstract

Gas suar adalah associated gas yang ikut terproduksi bersama dengan produksi minyak dan natural gas yang mengalami pembakaran karena tidak ekonomis untuk dikembangkan dan tidak dapat ditangani oleh fasilitas lapangan. Pemanfaatan gas suar bakar merupakan salah satu peluang untuk meningkatkan produksi LPG guna memenuhi kebutuhan LPG yang makin meningkat. Pemanfaatan gas suar bakar tersebut selain dapat meningkatkan ketahanan energi, juga memiliki keuntungan ekonomis dan sosial melalui penghematan devisa negara dari berkurangnya impor LPG, serta penciptaan lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi dan tantangan pemanfaatan gas suar bakar (flare gas) menjadi LPG dalam memenuhi konsumsi masyarakat Indonesia. Data yang digunakan merupakan data sekunder, berupa data yang sudah dipublikasikan mengenai gas suar bakar dan data-data terkait LPG di Indonesia. Data tersebut dianalisis kembali secara rinci khususnya untuk mengetahui potensi dan tantangan gas suar. Potensi gas suar terdapat pada 10 lapangan Indonesia antara lain Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Laut Jawa tahun 2017 diperkirakan sebesar 19,369 juta MMscfd. Namun, potensi gas suar yang besar terkendala dalam beberapa hal antara lain volume gas suar yang dihasilkan relatif kecil dan menyebar, juga infrastruktur pipa transmisi atau distribusi yang jauh. Regulasi pemerintah dalam menetapkan harga gas suar dalam skala kecil membuat khawatir banyak pihak dalam menyelamatkan sumber daya yang terbuang percuma bisa menjadi temuan dan dapat merugikan negara. Seiring dengan meningkatkan kebutuhan masyarakat akan LPG, membuat angka terhadap impor LPG di Indonesia semakin tinggi. Peningkatan jumlah konsumsi LPG di Indonesia sudah mencapai angka 1 juta ton dari tahun ke tahun, hal ini berbanding terbalik dengan produksi LPG yang masih jauh dibawah angka konsumsi LPG. Sehingga, impor LPG merupakan cara pemerintah Indonesia untuk menutupi kekurangan produksi LPG. Hal ini seharusnya dapat menjadi sebuah tantangan bagi pemerintah dan perusahaan migas di masa depan untuk memanfaatkan potensi dari gas suar bakar menjadi LPG.
STUDI POTENSI PLTS ATAP DI MAKASSAR UNTUK MENINGKATKAN PENGGUNAAN ENERGI TERBARUKAN DAN MENGURANGI EMISI KARBON Octavia, Dea; Arvandhi Hutama; Divtara Tampoy; Rian Cahya Rohmana
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 12 No. 4 (2023): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v12i4.18281

Abstract

Indonesia is located below the equator and has high exposure to sunlight throughout the year, providing great potential for generating electrical energy from solar sources. The demand for electrical energy in Indonesia continues to increase every year, so that it is very important to take advantage of the abundant potential of solar energy to become a source of renewable energy for power generation. This study focuses on analyzing the potential and effectiveness of using solar power and the challenges in its use, especially in the Makassar area. Solar power can generate up to 112,000 GWp of electricity or the equivalent of 89,600,000 MW. One of the challenges faced in using solar panels is the high material and installation costs, as well as people's dependence on conventional electricity. The Indonesian government has set a target to obtain 23% of the total electricity capacity from renewable energy sources by 2025. One solution is to use a rooftop solar system which can directly convert solar radiation into electrical energy. The energy generated from the Rooftop PLTS system can be stored in a battery that is controlled by a regulator and used at night. The use of on-grid PLTS or Rooftop PLTS can provide the advantage of saving PLN's electricity by 39.9% to 110.5%. It can be concluded that using energy from solar panels in a month can produce carbon gas emissions by 3.3% or carbon gas emissions are reduced by up to 96.7%.
Optimizing of Electrical Submersible Pump with Stage Variation Using Nodal Analysis at “Rha” Well, Cepu Field for Enhancing Oil Production Aditya, Rhera; Rohmana, Rian Cahya; Budiono
Journal of Earth Energy Science, Engineering, and Technology Vol. 7 No. 2 (2024): JEESET VOL. 7 NO. 2 2024
Publisher : Penerbitan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jeeset.v7i2.20896

Abstract

Well “Rha”, located in Cepu Field, is an old well that no longer produces oil naturally (natural flow), so an artificial lift is needed to produce oil. The artificial lift method used in this well is an electrical submersible pump. The well has a maximum flow rate of 1016.04 BFPD with a water cut of 98.2%, indicating a significantly high proportion of water in the flow. The installed pump in this well is REDA DN450/42 Hz, with an operating range of 246–383 BFPD. The evaluation showed that the head pressure exceeded the maximum operating range, causing an upthrust. This research aims to optimize the installed pump by replacing it and performing nodal analysis to obtain the stage that matches the optimum flow rate. This study applied the Wiggins IPR method to calculate the well's maximum flow rate. The study identified and troubleshot performance issues with the existing pump and applied nodal analysis to optimize production. The optimal production rate in this well is 609.62 BFPD, which operates outside the DN450 pump's recommended operating range. Therefore, optimization was carried out using a new pump in the field DN750/42 Hz with 171 stages. Subsequent nodal analysis showed that 124 stages, with a horsepower of 10.01 HP and a pump efficiency of 56.42%, aligned with the optimal production rate. With a water cut of 98.2%, the initial oil rate was 5.2 barrels of oil per day (BOPD), which increased to 10.94 BOPD after optimization. This research demonstrates that optimization by adjusting the stages of ESP can achieve optimal production rates.
ANALISIS PENYEBAB RESERVOIR RESISTIVITAS RENDAH PADA LAPISAN BATUPASIR FORMASI TALANG AKAR CEKUNGAN SUNDA ASRI DAN SUMATERA SELATAN Octavia, Dea; Rian Cahya Rohmana; Widi Atmoko
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 13 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v13i2.19686

Abstract

This research area is an oil and gas field characterized by low-resistivity zones in the Talang Akar Formation of the Sunda Asri and South Sumatra basins. The formation's lithology comprises sandstone, claystone, shale, and interspersed limestone, all deposited in a shallow marine environment. The objective of conducting petrophysical analysis is to identify the potential of the formation, particularly its low-resistivity reservoirs. The research utilizes well log, core, mud log, petrography, X-ray diffraction (XRD), and biostratigraphy data. Analysis of these data yields Gamma Ray logs, Resistivity logs, and Porosity logs, which include neutron log porosity (NPHI) and density porosity (RHOB). Several factors contribute to the low resistivity of reservoirs in this area, including the presence of clay minerals like kaolinite, chlorite, and illite in the Talang Akar formation, which interfere with low resistivity readings. The occurrence of conductive minerals such as pyrite, biotite, and tourmaline, the high salinity of formation water (>10,000 ppm), classified as High Saline Water, the fine to medium grain size of the sand (0.063 – 0.5 mm) which can retain formation water (irreducible water), leading to low resistivity readings, and the thickness of the rock layers, as evidenced by the depositional environment of the Talang Akar Formation, ranging from the upper delta plains to the lower delta plains, are also influential factors.
Analisis Facies dan Petrofisika pada Zona Prospek Hidrokarbon Pada Lapangan “U”, Formasi Talang Akar, Cekungan Sumatera Setiyaningrum, Priskila Rully; Rohmana, Rian Cahya; Nursidik, Unggul Setiadi
Jurnal Teknik Vol 13, No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v13i2.10819

Abstract

Penelitian dilakukan di Cekungan Sumatera Selatan, berfokus pada Formasi Talang Akar sebagai salah satu formasi penghasil minyak dan gas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi fasies dan mengevaluasi kualitas reservoar pada tiga zona prospek hidrokarbon di Formasi Talang Akar. Metode analisis mencakup sedimentologi rinci untuk penentuan fasies serta analisis petrofisika berdasarkan data well log. Data tambahan melalui deskripsi cutting, biostratigrafi, dan core diintegrasikan untuk validasi. Hasil menunjukkan Formasi Talang Akar mengalami pengendapan di lingkungan delta dengan topografi rendah pada Oligosen Akhir. Pada tiga zona prospek hidrokarbon, OR3 memiliki fasies prodelta dengan dominasi butir halus seperti batulempung dan batulanau. Nilai petrofisika pada OR3 mencakup porositas 0.38 – 2.2%, permeabilitas 0.04 – 3.12 mD, dan saturasi air 2.5 – 9.6%, mengindikasikan kualitas zona ini sebagai reservoar kurang baik. Zona prospek hidrokarbon OR6, dengan fasies distributary mouth bar, memiliki karakteristik berbentuk channel dan butiran dominan pasir. Nilai petrofisika pada OR6 mencakup porositas 0.07 – 3.5%, permeabilitas 0.008 – 752 mD, dan saturasi air 2.1 – 9.3%, mengindikasikan kualitas zona ini sebagai reservoar yang cukup baik. Sementara itu, zona prospek hidrokarbon OR8 menunjukkan fasies prodelta shale, memiliki porositas antara 0,13 – 3,1%, permeabilitas batuan antara 0,2 – 4430 mD, dan saturasi air antara 1,84 – 8,6%, menunjukkan kualitas reservoar yang baik. Berdasarkan penelitian ini menunjukkan, fasies pengendapan dapat berpengaruh terhadap kualitas reservoar hidrokarbon. Hal ini dikarenakan, fasies terbentuk dengan proses sedimentasi unik sesuai dengan tempat lingkungan pengendapannya.
Production Optimization using Nodal Analysis in Redesigning SRP on Well “MEI” South Sumatera Field Rian Cahya Rohmana; Dewantoro, Rochvi Agus; Safitri, Mairani Ananda
Journal of Earth Energy Science, Engineering, and Technology Vol. 8 No. 1 (2025): JEESET VOL. 8 NO. 1 2025
Publisher : Penerbitan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/kp5q3q77

Abstract

South Sumatera field has a Well “MEI” produced using an artificial lift system of the sucker rod pump, currently producing 100 bfpd. The main purpose of this research is to optimize the pump by redesigning it. The methods used are determining the maximum production rate using the Fetkovich IPR method, evaluating the installed pump to obtain its efficiency volumetric value, and redesigning the pump using nodal analysis by adjusting the stroke length and stroke per minute. Evaluation shows the pump efficiency volumetrics value is 53%, which means the pump is not working optimally. The well's flow rate can still be improved, so a redesign will be conducted to optimize the well production. After the redesign, with a stroke length of 54 inches and a stroke per minute of 6.8 rpm, the well's flow rate increased from 100 bfpd to 164 bfpd, and the volumetric efficiency increased by 92%. This research provides an overview of the effectiveness of redesigning SRP by adjusting stroke length and stroke per minute to improve the pump performance and production rate.
DESAIN ULANG POMPA SUCKER ROD MENGGUNAKAN NODAL ANALYSIS PADA SUMUR “MEI” LAPANGAN “SUMATERA SELATAN” UNTUK OPTIMASI PRODUKSI Rohmana, Rian Cahya; Safitri, Mairani Ananda
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i1.22464

Abstract

Lapangan Sumatera Selatan mempunyai sumur “MEI” yang diproduksi menggunakan artificial lift berjenis sucker rod pump (SRP) dengan produksi aktual sebesar 100 BFPD. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan desain ulang pompa yang lebih optimal. Metode yang digunakan meliputi, evaluasi SRP terpasang untuk mendapatkan nilai efisiensi volumetris pompa, menentukan laju produksi maksimum sumur dengan metode IPR Fetkovich, dan desain ulang pompa menggunakan nodal analisis terhadap panjang langkah (SL) dan kecepatan pompa (N). Dari hasil evaluasi didapatkan nilai efisiensi volumetris sebesar 53%, hal ini menunjukkan bahwa pompa tidak berkerja dengan optimal. Dilihat dari kemampuan sumur yang masih bisa ditingkatkan, akan dilakukan desain ulang untuk mengoptimalkan produksi sumur dengan mengubah SL dan N. Setelah melakukan desain ulang, dengan panjang langkah sebesar 54 inci, dan kecepatan pompa 6,8 spm, laju produksi meningkat dari 100 bfpd menjadi 164 bfpd, efisinesi volumetris pompa juga meningkat menjadi 92%. Penelitian ini memberi gambaran tentang efektivitas desain ulang SRP dengan menyesuaikan SL dan N dalam meningkatkan kinerja pompa serta produksi sumur.  
Prediksi Elektrofasies Berdasarkan Data Log Sumur pada Formasi Huggin: Studi Kasus Menggunakan Algoritma Random Forrest dan Multi-Layer Perceptron Makapuan, Jehezkiel; Cahya Rohmana, Rian
English Vol 3 No 1 (2025): Volume 3 - Nomor 1 - Mei 2025
Publisher : Fakultas Teknik dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/jttt.v3i1.863

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Formasi Hugin, salah satu formasi penghasil hidrokarbon di North Sea. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keakuratan algoritma machine learning dalam mengklasifikasikan elektrofasies. Adapun algoritma machine learning yang diuji yaitu Random Forest (RF) dan Multi-Layer Perceptron (MLP). Penelitian ini menggunakan 6 log sumur, dimana salah 1 sumur akan digunakan sebagai test data dan 5 sumur lainnya akan digunakan sebagai train data. Hyperparameter tuning dilakukan agar mendapatkan parameter yang tepat pada masing-masing algoritma. Data log sumur yang digunakan untuk mengidentifikasi elektrofasies adalah log gamma ray (GR), elektrofasies dapat diidentifikasi dengan melihat pola dari kurva log GR. Data log sumur untuk melatih algoritma machine learning untuk memprediksi elektrofasies menggunakan data log GR, deep resistivity, medium resistivity, densitas, neutron, dan photoelectric. Terdapat lima pola elektrofasies yang ditemukan pada 6 sumur setelah dilakukan analisis terhadap log GR. lima pola tersebut adalah cylindrical, funnel, bell, symmetrical, dan serrated. Berdasarkan penelitian yang dilakukan RF memiliki akurasi 100%, dan MLP memiliki akurasi 97%. Walaupun perbedaan akurasi tidak terlalu signifikan, namun algoritma RF dapat mengklasifikasikan elektrofasies dengan tepat. Metode ini dapat menjadi acuan dalam membantu pengklasifikasian elektrofasies yang efisien dalam hal waktu, terutama jika terdapat banyak data saat pengembangan lapangan hidrokarbon.
Evaluating Hydrocarbon Prospects and Petrophysical Properties in Sepinggan Formation, East Kalimantan's Lower Kutai Basin Purnomo, Rezandy Purnomo Setyo; Rohmana, Rian Cahya; Atmoko, Widi
Journal of Earth Energy Science, Engineering, and Technology Vol. 6 No. 3 (2023): JEESET VOL. 6 NO. 3 2023
Publisher : Penerbitan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jeeset.v6i3.18253

Abstract

This study aims to determine hydrocarbon zones and analyze petrophysics in the Sepinggan Formation, located in the lower Kutai Basin, which is one of the oil and gas producing formations in Indonesia. The data used includes 5 well log data and mudlog data. The results of the study show that the Sepinggan Formation has 14 potential zones dominated by carbonate sandstone lithology with a slight mixture of coal. Some key findings in the petrophysical analysis include the largest average shale volume of about 41% in zone 1 of well SPG-V8, the largest average porosity of about 24% in zones 1 and 2 of well SPG-V1, the largest average permeability of about 2591.08 mD in zone 1 of well SPG-V2, and the largest average water saturation of about 56% in zone 2 of well SPG-V7. Based on these results, further evaluation of hydrocarbon potential in the identified potential zones and optimization of exploration and exploitation techniques are needed to improve the efficiency of oil and gas production in the Sepinggan Formation.