Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Socialization and Extension of Green Economy to PKK Group and Farmer Groups Patonah, Siti; Ma'mun, Hisyam; Subekti, Ervina Eka; Supriyanto, Eka Adi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v7i2.13517

Abstract

Protecting the environment and ensuring its sustainability for future generations are sustainable development goals (SDGs). A preserved environment and ensuring sustainability for future generations is a sustainable development goal (SDGs). Every human activity produces waste that, if not appropriately managed, can bring problems in the future. Before starting a production process that utilizes natural resources, a complete understanding of the "green economy" is required.  This activity aims to provide socialization and counseling for partners in the assisted village empowerment program (GDP) about the "green economy" as the first step in building a pineapple center assisted village in Mendelem village, Belik District, Pemalang Regency. The method used is participatory action research. Five steps are taken to use the method: socialization, training, technology application, mentoring, and evaluation. The results were: an increase in partners' understanding of green economy reached 17%; partners' understanding of green economy practices reached 70.37%.  The practice of a green economy has a higher score than understanding. Partners feel helped by the direct practice of the green economy concept in the production process of processed pineapples.
Edukasi Dan Penanaman Mangrove Untuk Mendukung Ekoeduwisata di Desa Mulyorejo Kabupaten Pekalongan Supriyanto, Eka Adi; Badrudin, Ubad; Sajuri, Sajuri; Al Ramadhani, Farchan Mushaf; Vitrinova, Riski; Arifin, Imam
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v4i2.179

Abstract

Latar Belakang: Degradasi ekosistem mangrove di pesisir Kabupaten Pekalongan berdampak pada abrasi dan banjir rob yang mengancam keberlanjutan lingkungan. Tujuan: Kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat Desa Mulyorejo dalam pelestarian mangrove serta mendukung pengembangan ekoeduwisata berbasis lingkungan. Metode: Metode pengabdian meliputi investigasi, persiapan, tindakan berupa edukasi dan penanaman mangrove, serta refleksi melalui pre-test dan post-test. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 100% terkait potensi desa, konsep dan pengelolaan desa wisata, serta keuntungan desa wisata. Minat masyarakat untuk mengembangkan desa wisata juga meningkat dari 80% menjadi 100%. Kesimpulan: Kegiatan ini efektif meningkatkan pengetahuan dan minat masyarakat dalam pelestarian lingkungan serta pengembangan desa wisata.
Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Kopi Arabika Menggunakan Teknologi SIG di Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan Ramadhani, Farchan Mushaf Al; Mufid, Ahsarul; Afiatan, Arbina Satria; Supriyanto, Eka Adi; Handriatni, Ari; Jazilah, Syakiroh; Badrudin, Ubad; Sajuri, Sajuri; Firmansyah, Dwiki
Technologica Vol. 5 No. 1 (2026): TERBITKAN AKAN DATANG
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/technologica.v5i1.328

Abstract

Kopi arabika merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi pengembangan yang luas di wilayah dataran tinggi, termasuk di Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan untuk budidaya tanaman kopi arabika dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan melibatkan analisis spasial terhadap enam parameter utama, yaitu ketinggian, kelerengan, curah hujan tahunan, tekstur tanah, kadar nitrogen total, dan penggunaan lahan. Data diperoleh melalui survei lapangan, pengambilan sampel tanah, dan pengolahan data spasial dari berbagai sumber. Masing-masing parameter diklasifikasikan berdasarkan standar kesesuaian lahan dan dianalisis melalui pendekatan overlay berbobot menggunakan perangkat lunak SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Lebakbarang terdiri atas 1.086 ha (14,860%) kelas sangat sesuai (S1), 2.551,154 ha (34,909%) cukup sesuai (S2), dan 3.670,872 ha (50,231%) sesuai marjinal (S3), tanpa ditemukan lahan yang tidak sesuai (N). Faktor pembatas utama pada wilayah sesuai marjinal (S3) meliputi curah hujan tinggi, lereng curam, dan kadar nitrogen tanah yang rendah. Faktor pembatas tersebut dapat diatasi dengan strategi konservasi lahan dan manajemen kesuburan yang berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi SIG efektif dalam memetakan potensi lahan secara spasial
Aplikasi ZPT Air Kelapa dalam Percepatan Pembibitan Mangrove Api-Api di Desa Mulyorejo untuk Mendukung Rehabilitasi Ekosistem Pesisir Supriyanto, Eka Adi; Badrudin, Ubad; Sajuri, Sajuri; Haris, Muhammad Naoval; Mufid, Ahsarul; Nugroho, Immanuel; Alya, Dinda Himatul; Fauziyah, Fifin; Nugroho, Dimas Rizqi; Rizqina , Sania
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v5i1.223

Abstract

Latar Belakang: Ekosistem mangrove penting untuk melindungi pesisir dari abrasi dan mendukung keanekaragaman hayati. Salah satu kendala rehabilitasi mangrove adalah lambatnya pertumbuhan bibit karena lingkungan yang kurang mendukung. Tujuan: Diharapkan, program ini dapat meningkatkan keberhasilan pembibitan mangrove, mempercepat rehabilitasi ekosistem pesisir, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konservasi lingkungan berbasis teknologi ramah lingkungan. Metode Metode yang digunakan meliputi observasi awal, pelatihan pembuatan dan aplikasi ZPT air kelapa, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil: Kegiatan ini meningkatkan pemahaman peserta tentang ZPT alami, ditunjukkan oleh peningkatan skor post-test. Bibit mangrove yang diberi ZPT air kelapa tumbuh lebih cepat dibandingkan tanpa perlakuan. Peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan dan aplikasi ZPT secara mandiri. Kesimpulan: Dengan pendekatan ini, program pengabdian berkontribusi dalam upaya pelestarian mangrove secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair pada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Pringsurat Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan: Training on the Production of Liquid Organic Fertilizer for the Forest Village Community Institution (LMDH) in Pringsurat Village, Kajen Subdistrict, Pekalongan Regency Supriyanto, Eka Adi; Afiatan, Arbina Satria; Badrudin, Ubad; Sajuri, Sajuri; Al Ramadhani, Farchan Mushaf; Silfiyani, Silfiyani; Arwanda, Muhammad; Sari, Diana Kartika
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 10 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i10.7849

Abstract

Organic farming has become increasingly essential to ensure environmental sustainability and public health. One approach to supporting this practice is using liquid organic fertilizers, which not only enhance soil fertility naturally but also aid in managing organic waste. However, limited knowledge and access to agricultural technology often pose challenges for the Pringsurat Village, Pekalongan Regency community, where most of the population works in the farming and plantation sectors. To address these challenges, a training program on liquid organic fertilizer production was conducted, involving 20 members of LMDH in Pringsurat Village—this community service aimed to enhance participants' knowledge and skills. The methods employed included the dissemination of information and hands-on training in the production of liquid organic fertilizer. The results showed a significant increase in participants' knowledge regarding liquid organic fertilizers in terms of benefits and production techniques. Before the training, most participants lacked sufficient understanding of liquid organic fertilizers; however, over 70% of participants demonstrated improved comprehension after the training. Participants' interest in developing liquid organic fertilizers increased significantly, from 55% before the training to 90% afterward. Despite these positive outcomes, challenges remain in applying this knowledge, particularly related to educational factors and individual perceptions. Therefore, a more intensive and sustained approach is required to ensure the successful adoption of sustainable agricultural technologies within the community.
Pemberdayaan Mitra Unit Usaha SEHATI Farm Untuk Mendukung Ketersediaan Pangan di Era Pandemi Covid-19 dengan Sistem Hidroponik di Pekalongan Supriyanto, Eka Adi; Handriatni, Ari; Afiatan, Arbina; Sajuri, Sajuri; Badrudin, Ubad; Jazilah, Syakiroh
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v2i1.82

Abstract

Kabupaten Pekalongan bagian utara memiliki ketinggian 1 mdpl yang mengakibatkan lahan-lahan di daerah tersebut mudah terkena rob air, hal ini mengakibatkan lahan-lahan di daerah pesisir pantai memiliki lahan yang salin dan sulit untuk diupayakan untuk proses budidaya pertanian. Hidroponik merupakan teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah, melainkan menggunakan air sebagai media tanamnya. Keuntungan hidroponik adalah: (a). Tidak memerlukan lahan yang luas (b). Mudah dalam perawatan (c). Memiliki nilai jual yang tinggi. Sedangkan kelemahannya adalah: (a). Memerlukan biaya yang mahal (b). Membutuhkan ketrampilan yang khusus. Disisi yang lain, pandemi virus Covid-19 yang telah menjalar keberbagai daerah telah mengakibatkan penurunan berbagai bidang termasuk ekonomi. Virus Covid-19 ini mengakibatkan terbatasnya aktivitas manusia yang sebagian besar harus dilakukan dari rumah, bahkan beberapa orang harus merasakan adanya pemutusan hubungan kerja akibat perusahaan tempatnya bekerja harus tutup. Kemandirian masyarakat dibidang pertanian akan membantu peran pemerintah dalam supply kebutuhan pangan disuatu daerah hingga negara. Tujuan dari pengabdian ini adalah : (1) Memberikan kesadaran kepada masyarakat pentingnya kemandirian ekonomi serta ketersediaan pelengkap pangan di era Pandemi Covid-19, (2) Memberikan ilmu pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat tentang budidaya tanaman secara hidroponik, (3) Mengetahui potensi pasar dan melakukan kerjasama kemitraan pasca panen. Metode pengabdian yaitu diskusi dan pendampingan lapangan. Bentuk pendampingan yang dilakukan oleh Fakultas Pertanian Unikal dilakukan secara offline dan online, offline dilakukan secara insidental dan online menggunakan fasilitas media sosial untuk berkomunikasi.
PENINGKATAN KUALITAS TANAMAN BUAH DENGAN PERBANYAKAN VEGETATIF DI KELOMPOK WANITA TANI DESA PRINGSURAT KECAMATAN KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN Ubad Badrudin; Arbina Satria Afiatan; Eka Adi Supriyanto; Sajuri; Riski Vitrinova; Imam Arifin
Perwira Journal of Community Development Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Unperba Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjcd.v5i1.469

Abstract

Desa Pringsurat merupakan salah satu desa di kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan yang memiliki potensi bidang pertanian diantaranya adalah tanaman hortikultura yang meliputi tanaman buah seperti durian, rambutan dan mangga dan lain-lain yang selama ini ditanam berasal dari bibit yang tidak berkualitas karena berasal dari buah yang dipanen dan menghasilkan biji yang digunakan sebagai bibit / bahan tanam, sehingga kualitas buah yang dihasilkan berpotensi mengalami perubahan sifat yang belum tentu sama dengan sifat induknya oleh sebab itu peningkatan kualitas tanaman buah dengan pelatihan perbanyakan vegetatif sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif. Metode yang dilaksanakan adalah investigasi dan diseminasi tentang manfaat perbanyakan vegetatif tanaman buah serta praktik teknik perbanyakan tanaman buah secara vegetatif. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dari seluruh peserta, yang ditandai dengan keseriusan mereka dalam menyimak dan mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai, kemudian Terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta mengenai perbanyakan vegetatif serta peningkatan ketrampilan Masyarakat mengenai perbanyakan vegetatif . Data ini diperoleh melalui instrumen penilaian berupa formulir pre-test dan post-test yang diisi oleh peserta penyuluhan Kata Kunci : Pembibitan, perbanyakan vegetatif, tanaman buah
Aplikasi Interval Pupuk Organik Cair pada Variasi Konsentrasi yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) di Dataran Rendah Supriyanto, Eka Adi; Maulana, Heni; Badrudin, Ubad
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 20 No. 1 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i1.4627

Abstract

Tanaman buncis merupakan tanaman yang memiliki protein nabati yang murah dan mudah untuk dikembangkan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh interval dan konsentrasi pemberian POC urin kelinci serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman buncis. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan oktober-januari di Desa Cluwuk kec. Tulis kab. Batang dengan ketinggian tempat ± 10 mdpl. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok. Faktor pertama interval pemberian POC (1 Minggu Sekali/I1, 2 Minggu sekali/I2, 3 minggu sekali/I3), faktor kedua konsentrasi POC per liter (0 ml/P0, 10 ml/P1, 20 ml/P2, 30 ml/P3). Data dianalisi dengan uji F, apabila berbeda nyata antar perlakuan maka dilakukan uji lanjut dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan Interval pemberian POC berbeda sangat nyata terhadap semua variabel pengamatan kecuali variabel jumlah daun berbeda tidak nyata. Interval pemberian POC terbaik dua minggu sekali (I2).Perlakuan konsentrasi POC menunjukkan hasil berbeda sangat nyata terhadap semua variabel pengamatan. Konsentrasi POC terbaik 10 ml/l (P1). Terdapat interaksi antara interval dan Konsentrasi POC Urin kelinci berbeda sangat nyata pada variabel jumlah polong per tanaman, luas daun, bobot polong per tanaman, bobot basah berangkas per tanaman, bobot kering tanaman, volume akar dan berbeda tidak nyata pada variabel lainnya. Interaksi terbaik diperoleh pada interval pemberian POC urine kelinci dua minggu sekali dengan Konsentrasi POC 10 ml/l. Kata kunci: Tanaman Buncis,  Interval POC, Konsentrasi POC